Night City Riding : Asickers HD Community and Friends Sahur On The Road

31 08 2009

Waktu menunjukkan pukul 21.30 ketika 10 motor Bajaj Pulsar dan 1 motor Yamaha XJR600-R berangkat dari Taman Suropati. Ya,  Pulsarian Community hendak  memenuhi undangan dari salah satu klub motor Harley Davidson yaitu Asickers HD Community yang mengadakan acara Sahur On The Road (SOTR) dan Bakti Sosial dengan tujuan ke para korban kebakaran di wilayah Mangga Besar, Jakarta Barat.

Asickers Flag

Asickers Flag

Berkumpul @ Tendean Square

Berkumpul @ Tendean Square

Titik kumpul para undangan adalah di Tendean Square. Ketika kami datang tampak lokasi sudah ramai dipenuhi bermacam jenis motor besar yang didominasi merk Harley Davidson (HD). Gelegar suara khas mesin HD membahana memecah keheningan malam. Pulsarian Community tidak sendirian, beberapa klub dan komunitas motor lain seperti Thunder Community Indonesia (TCI), Honda Tiger Mailing List ( HTML), Bro Bikers, Kawasaki Ninja Club (KNC) , Piaggio-Majesty, Motor Besar Club (MBC), Depok Tiger Club (DETIC), Harley Owners Group (HOG) dan beberapa lainnya yang tidak dapat ane sebutkan satu persatu tampak membaur di sana. Kumpul bikers ini turut dimeriahkan oleh beberapa artis diantaranya bro Okan Cornelius. Ditambah lagi puluhan anggota Polisi BM lengkap dengan motor dan mobilnya tampak siap mengawal konvoi yang akan diadakan dinihari nanti. Selagi menunggu, para bikers dapat mencuci helmnya secara gratis di booth yang tersedia.

Me & Okan Cornelius

Me & Okan Cornelius

Mami Merry & Okan Cornelius

Mami Merry & Okan Cornelius

HD Electra milik Polisi BM

HD Electra milik Polisi BM

Cuci Helm Gratis

Cuci Helm Gratis

Kegiatan seperti ini tergolong langka karena tidak biasanya klub motor besar mengundang klub atau komunitas motor yang lebih kecil untuk dapat mengadakan event bersama. Tentunya Asickers Community yang mengklaim sebagai komunitas HD yang Asyik patut diacungi jempol karena mereka memang benar-benar asyik. Kegiatan ini merupakan sebuah breakthrough bagi komunitas motor besar.

Mami Merry naik HD

Mami Merry naik HD

Honda Tiger dari DETIC

Honda Tiger dari DETIC

Honda Tiger Modifikasi dari DETIC

Honda Tiger Modifikasi dari DETIC

HD V-Rod

HD V-Rod

Kumpul Briefing

Kumpul Briefing

Tak lama kemudian suara Ketua Panitia terdengar dari pengeras suara yang terpasang di salah satu HD, yang meminta 1 orang perwakilan dari setiap klub/komunitas yang kemudian ditunjuk sebagai officer untuk merapat dan diberi briefing singkat. Untuk acara kali ini harus ane akui briefing yang berisi teknis acara cukup mantap. Etika berkendara dan road safety sangat ditekankan di sini diantaranya adalah:

  1. Larangan membunyikan isyarat cahaya dan suara berupa sirine, rotator atau strobo, kecuali petugas kepolisian.
  2. Ajakan untuk menghormati pengguna jalan lainnya dengan tidak memainkan throttle gas dan klakson secara berlebihan.
  3. Menjaga kecepatan dan jarak aman antar pengendara di dalam konvoi.
  4. Menjaga keutuhan peserta acara dan tidak terprovokasi pihak lain yang tidak mendukung acara ini.

Briefing singkat ini dibacakan secara lantang oleh ketua panitia, perwakilan Dirlantas POLRI dan Bapak Jusri Pulubuhu, salah seorang trainer senior Safety Riding dari JDDC.

Briefing dari Pak Jusri

Briefing dari Pak Jusri

Briefing dari Perwakilan Dirlantas

Briefing dari Perwakilan Dirlantas

Briefing berlanjut dengan doa bersama dan sebelum berangkat kami semua bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat.

Menyanyikan Indonesia Raya

Menyanyikan Indonesia Raya

Rute SOTR diantaranya melalui jalan-jalan arteri dan protokol Jakarta yaitu Tb. Simatupang, Pondok Indah, Sudirman, MH. Thamrin, Gunung Sahari, Pangeran Jayakarta dan berakhir di Mangga Besar.

Saat keberangkatan, para polisi BM menutup jalan sementara agar para peserta konvoi dapat keluar. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 dinihari, arus lalu lintas tidak sepadat jam kerja. Konvoi berjalan beriringan dalam formasi parade. Kawan-kawan pengguna HD berada di depan disusul dengan kawan-kawan dari klub/komunitas lain. Pulsarian Community sendiri berada di urutan ke-6 setelah Piaggio-Majesty dan dibelakang kami adalah KNC. Riding yang ane amati di sekitar ane dilakukan dengan santai dan rapi sesuai briefing.

Sepanjang jalan rombongan konvoi peserta tampak mengular, ini dapat ane amati ketika kami melintasi Tb Simatupang sejauh mata memandang ke depan kan ke belakang via spion.

Beberapa peserta berhenti di depan Bank BTN Jl. Gajah Mada karena target SOTR pertama ini adalah memberikan paket sahur bagi anggota kepolisian yang bertugas di pos polisi di ujung jalan Gajah Mada – Hayam Wuruk tersebut. Selang 30 menit kemudian kami melanjutkan perjalanan.

Berpose @ Jl. Gajah Mada

Berpose @ Jl. Gajah Mada

Bumblebee dan Temaram Lampu Kota

Bumblebee dan Temaram Lampu Kota

Narsis Sejenak

Narsis Sejenak

Rombongan sempat terputus, entah apa sebabnya, yang jelas rombongan Piaggio-Majesty, Pulsarian Community dan KNC sempat terpisah di Jl. Gunung Sahari. Atas inisiatif bro Ahwang Pulsarian, kamipun menyusul melalui Jl. Pangeran Jayakarta.

Seluruh rombongan peserta tiba di lokasi acara Jl. Mangga Besar dan parkir dipusatkan di sebuah pom bensin. Kami berjalan sebentar menuju Pos Penerimaan Bantuan Korban Kebakaran. Lokasi kebakaran tampak ramai dan berbagai bantuan pun mulai disalurkan, dari mulai baju layak pakai, makanan hingga uang tunai.

Pos Penerimaan Bantuan

Pos Penerimaan Bantuan

Keramaian di Lokasi

Keramaian di Lokasi

Usai penyerahan bantuan secara simbolis yang diliput berbagai media massa ini, sebagian peserta kembali ke pom bensin untuk makan sahur dan istirahat.

Penyerahan Bantuan Secara Simbolis

Penyerahan Bantuan Secara Simbolis

Narsis Berjamaah

Narsis Berjamaah

Liputan Media Massa

Liputan Media Massa

Menu Sahur On The Road

Menu Sahur On The Road

Pukul 03.30, panitia meminta seluruh peserta untuk bersiap meninggalkan lokasi untuk kembali ke titik kumpul awal.

Perjalanan pulang terasa lebih singkat, mungkin karena kecepatan sedikit lebih tinggi dan kondisi jalan sangat sepi. Kendati demikian kewaspadaan tidak boleh kendur, oleh karena itu kami tetap riding dalam kecepatan yang tidak terlalu cepat, sekitar 50-60 km/jam. Usai melewati Pondok Indah arah ke Tb. Simatupang rombongan terhenti di dealer Mabua HD. Ternyata beberapa (atau semua) kawan pengendara HD memutuskan untuk berpisah disana. Sempat ada yang riding kembali ke Tendean Square tapi tidak menemukan seorang pun di sana. Mungkin sebelum awal perjalanan pulang tadi panitia tidak memberkan briefing kepada para officer mengenai rute dan titik akhir perjalanan.

Demikian review kegiatan dari ane. Selanjutnya adalah review Road Safety yang dapat ane sampaikan secara singkat sebagai berikut:

  1. Beberapa motor dan mobil yang ane lihat tampak masih menyalakan lampu hazard di dalam perjalanan. Satu orang dari Pulsarian Community sempat melakukan ini namun segera ane tegur dan kemudian dimatikan.
  2. Terjadi setidaknya 2 kali kecelakaan yang ane lihat. Yang pertama di Jl. Sudirman dan yang kedua di Jl. Thamrin (box motor lepas).
  3. Terdapat peserta yang sempat adu kecepatan di jalan yang lurus dan sepi.
  4. Terdapat peserta yang riding sambil ngobrol bahkan berangkulan dan bercanda, tentunya ini membahayakan pengendara di belakangnya.
  5. Polisi BM selalu mendahului peserta baik itu dari kanan atau kiri dengan kecepatan tinggi tanpa isyarat.
  6. Blokir jalan oleh anggota Polisi BM, bagaimana menurut anda? Memang kondisi jalan relatif sepi dan blokir tidak berlangsung lama.
  7. Rombongan menerobos lampu merah dan masuk jalur cepat. Sebuah pengalaman baru memang, tapi apakah ini sesuai dengan peraturan?

Demikian review ane terhadap kegiatan langka ini. Overall seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan terkoordinir. Semoga event sejenis seperti ini selanjutnya dapat diadakan lagi dengan lebih baik tentunya.





Kisah Para Rangers, Pasta, Seafood dan Es Kelapa

26 08 2009

Malam ini ane dapat undangan terbuka dari bro Tosari alias Pak Bango untuk mencicipi hidangan pasta dan seafood di kedai POS. Kedai ini terletak di bilangan Jl. Pos Pengumben dekat supermarket Superindo.

POS Pasta & Seafood

POS Pasta & Seafood

Sebelumnya ane janjian di Tamsur dengan kawan-kawan untuk berangkat bersama ke sana. Tersebutlah bro Srosot yang tiba sebelum ane tepat jam 17.00, disusul bro Irsan, bro Hery, bro Ndee, bro Akbar dan boncenger, bro Ban-Ban, dan bro Bagus tiba terakhir.

Pukul 18.30 kami riding bersama menuju Jl.Panjang, lokasi tujuan adalah Pos 2.5 alias Bengkel Joery Motor besutan bro Joeky Botax.

Pos 2.5 aka. Joery Motor

Pos 2.5 aka. Joery Motor

Di sana kami menjumpai banyak rangers yang berkumpul, sebagian hendak ikut kami ke POS Seafood, sebagian lagi hendak langsung melayat ke rumah Alm. Bro Roy-517 yang meninggal pukul 16.00 tadi. Turut berduka cita atas kepergianmu di bulan Ramadhan ini kawan..semoga engkau damai bersamaNya.

Bang Joeki Ngupil

Bang Joeki Ngupil

Pasukan kuliner yang bergabung bersama kami cukup banyak, diantaranya bro Nurdin-178 dan bro Edy-112.

Sampai di POS Pasta & Seafood sudah menunggu kawan Ruben dan boncenger, kawan Syam dan kawan Tosari. Ramai sekali suasana malam ini. Tampak bro Ruben yang baru usai mengikuti pelantikan berusaha mengambil hati bro Edy, sang ketua umum Pulsarian Community yang juga baru terpilih. Rupanya stiker ranger bernomor 989 masih dipegang oleh bro Edy..hehehe. Setelah melalui perjuangan penuh godaan para kawan maho, godaan para banci yang kebetulan lewat dan dengan bersimbah keringat, bro Ruben pun akhirnya sukses menempelkan stiker tersebut di motornya. Congratz untuk bro Ruben.

Spanduk POS

Spanduk POS

Kumpul Rangers

Kumpul Rangers

Rub-Rub dan Pasangan

Rub-Rub dan Pasangan

Rub-Rub mengambil hati Pak Edy

Rub-Rub mengambil hati Pak Edy

Rub-Rub dan Selada

Rub-Rub dan Selada

Rub-Rub Digoda Banci

Rub-Rub Digoda Banci

Ndee Ikutan Masang Stiker

Ndee Ikutan Masang Stiker

Acara selanjutnya..makaaaan..hal yang membuat ane tergoda untuk datang ke POS ini adalah kata “pasta”. Rupanya tersedia fusilli, fettucini, makaroni dan spaghetti yang siap dihidangkan dengan bermacam saus, diantaranya adalah saus Carbonara.

Koki POS

Koki POS

Menu POS, Enak dan Murah

Menu POS, Enak dan Murah

Makaaaannn....!

Makaaaannn....!

Ane segera pesan Fussili saus Carbonara yang terbukti sangat lezat. Irisan fussili yang terendam dalam saus Carbonara berpadu dengan smoked beef tampak serasi di dalam piring persegi yang bertabur keju parmesan dan selada.

Fussili Carbonara

Fussili Carbonara

Nasi Goreng Seafood

Nasi Goreng Seafood

Bagaimana rasanya? Awal fussili masuk kedalam mulut, akan terasa kontak lidah dengan saus Carbonara yang legit dan dengan segera potongan smoked beef memecah dan membuncah rasanya di dalam mulut sembari mengunyah fussili.

Hidangan lain yang sempat ane cicipi adalah nasi goreng sea food. Nasi goreng bertabur udang dan cumi-cumi yang dimasak dalam wajan yang kemudian dicampurkan dengan kacang kapri dan dihidangkan panas-panas dengan topping selada dan ketimun potong. Hangat sekali rasanya mulut ini ketika suapan nasi goreng bercampur cumi-cumi masuk ke dalam mulut, sepertinya sang cumi-cumi tak ingin terlalu cepat untuk ditelan dan masih ingin terus mengeluarkan sensasi gurihnya bumbu sea food di dalam mulut ini.

Es Kelapa Gratis

Es Kelapa Gratis

Puas menikmati hidangan, mulut ini kemudian dibilas dengan es teh manis dan es kelapa yang disajikan gratis khusus untuk kawan-kawan Pulsarian Community. Sungguh nikmat sensasi kuliner yang mantap malam ini.

Terima kasih kepada adik Pak Bango yang sudah menyajikan sensasi kuliner yang begitu menggelorakan lidah malam ini.

Pak Bango aka. Bro Tosari

Pak Bango aka. Bro Tosari

Pukul 21.00 kami segera bergerak ke kediaman Alm. Bro Roy untuk melayat.

Kisah akan berlanjut tentang wangsit yang ane peroleh ketika melayat Alm. Bro Roy dan selama perjalanan pulang menuju rumah.

Tunggu posting ane selanjutnya.





Ban IRC RX-01 Sukses Terpasang di Pulsar 180

24 08 2009

Lapor,

Ban adalah limbahan Ninja 250,karena ninjanya begitu beli langsung minta ganti
ban, maka ban std nya yang bermerk IRC seri RX-01 F dan R segera dicaplok oleh
Si Tomat (PIBO).

IRC RX-01 ex Kawasaki Ninja 250

IRC RX-01 ex Kawasaki Ninja 250

Kalau di pasaran, harga ban ex ninja ini berkisar 500 – 800 ribu tergantung
kondisi.

Ukuran ban depan 110/70 dan belakang 130/70.

Bongkar Ban Belakang

Bongkar Ban Belakang

Pemasangan dilakukan di bengkel spesialis ban Espede, Jl.Samanhudi arah Hayam
Wuruk. DC 60ribu termasuk pentil 2 biji, itu karena gw langganan sama si bapak,
juga pernah beli ban mobil di situ..tau deh kalo sama yang lain..DC ini naik
10ribu dari tahun sebelumnya..mungkin karena inflasi ya..

Tanpa Roda

Tanpa Roda

Cara bawa ban dari rumah ke bengkel adalah dengan dilingkarkan di perut seperti
hula-hula.

Pemasangan segera dimulai, ban std Si Tomat yang sudah berumur 6000an km dilepas
dengan mudah dengan tong ting tong ting..MESIN PENCABUT BAN..! (Doraemon mode ON
gaann..).

Mesin Pemasang Ban

Mesin Pemasang Ban

Ban IRC ex Ninja 250 tsb lalu dipasangkan..dengan mesin dong, bukan dengan
linggis dan alat kasar lainnya. Sudah cukup rasanya diri ini dibohongi bengkel
asal2an yang masang ban dengan asal congkel sehingga melukai velg sampai gompel.
Lebih baik mahal tapi terjamin mutunya.

Selanjutnya..harap harap cemas..perlukah lepas tutup rantai? Perlukah lepas mud
guard? Perlukah ganti swing arm? Perlukah ganti spion? (Lebaaayyyy..)

Ternyata jawabannya TIDAK sodara sodara..ban baru yang masih berbulu prentul
prentul itu langsung plak en plei dengan Si Tomat tanpa perlu ubah
apa-apa..selesai pasang Nitrogen pun langsung diembuskan ke dalam si karet
bundar ini dan hasilnya mak nyosss gaaannn..riding dan belok jadi lebih pede.

Posisi Ban Pas di Swing Arm

Posisi Ban Pas di Swing Arm

Tidak Perlu Lepas Tutup Rantai

Tidak Perlu Lepas Tutup Rantai

Tidak Perlu Lepas Mud Guard

Tidak Perlu Lepas Mud Guard

Ban sudah ganti, turingnya sudah lewat..lha kepiye iki?
Yo wis tunggu pembalasanku di turing selanjutnya gaaaann..!





Touring Deklarasi PRA Cirebon dan Pelantikan Rangers

20 08 2009

Touring Deklarasi PRA Cirebon dan Pelantikan Rangers ini dari kacamata ane barangkali dapat disebut touring minimalis. Bagaimana tidak, dari segi kendaraan, motor ane belum mengganti “alat vital” yaitu ban MRF yang sering menjadi kambing hitam kecelakaan, padahal di rumah ane sudah siap sedia satu sen ban IRC RX-01.

Sebelum berangkat pun ane terlalu fokus pada pembuatan materi presentasi sejarah Pulsarian dan kuis, sehingga beberapa perlengkapan seperti kamera dan GPS pun lupa terbawa.

Sampai di tamsur jam 22.00 rupanya peserta touring masih santai. Barulah ketika komando dari panitia untuk berkumpul dan merencanakan klotur para peserta baru berbaris.

Keberangkatan

Keberangkatan dibagi menjadi 5 klotur dan 1 klotur sapu ijuk, alias klotur paling bontot. Ane sendiri masuk ke dalam klotur ke-5 dimana terdapat bro Uje sebagai RC, sedangkan ane dan bro Yudi Robocop sebagai sweeper belakang dan bro Mario sebagai sweeper tengah.

Tulisan ini selanjutnya adalah perspektif touring dari kacamata ane yang berangkat bersama klotur 5 dan pulang bersama klotur sapu ijuk.

Sebelum berangkat klotur 5 mengadakan T-CLOCS, beberapa point penting antara lain:

1. modifikasi rem belakang menjadi cakram – karena dari pengalaman sebelumnya ane pernah mengalami ban belakang terkunci, si empunya motor menyatakan bahwa modifikasi tersebut sudah terbukti baik dan ia siap menanggung resikonya.

2. modifikasi kenalpot – karena dinilai tidak terlalu berisik, maka tidak dipermasalahkan. Mengingat di daerah Bandung dan sekitarnya sedang ada razia kenalpot.

Sesudah briefing dan berdoa maka berangkatlah kami.

Perjalanan Jakarta – Cirebon

Rute perjalanan melalui Jl. Pramuka – Pemuda – Pulogadung – Bekasi – Karawang – Subang – Indramayu – Cirebon.

Di Jl. Pemuda tepat di samping Velodrome, kami menemui razia gabungan, namun kami depersilakan lewat (usut punya usut, ternyata klotur 1 sudah sukses diberhentikan namun dikasih lewat).

Hingga Bekasi jalanan relatif kosong dan lancar, hingga kami menghadapi kemacetan sehabis Karawang, mungkin di sekitar PatokBeusi. Sekitar ± 2 km kami merayap di kanan jalan (jalanan berpasir) dengan sangat hati-hati agar tidak tergelincir.  Sampai di ujung kemacetan ternyata sebabnya adalah penutupan jalan akibat adanya perbaikan perkerasan jalan di jalur berlawanan.

Istirahat

Klotur 5 yang kelaparan berhenti di  warung nasi ayam dan bebek goreng, dimana ayam dan bebeknya keras dan tidak enak. Belum lagi air teh rasa sabun. Apa boleh buat, namanya orang lapar. Usai makan kami dikagetkan dengan suara bapak penjual “Semuanya Rp 130 ribu”..lho apa-apaan ini..untunglah bro Yudi Robocop segera bertindak tegas dengan memutuskan bayar per orang.

IMG00045

Makan Malam @ Patok Beusi

Kami mulai jalan dengan dongkol tapi karena sepanjang jalan kami disuguhi jalanan aspal yang mulus, dongkolnya hilang.

Demikian terus sampai mendekati Indramayu kami menemui jalanan yang lancar, yang tidak menyenangkan adalah ketika harus menyalip kendaraan besar seperti bis dan truk.

Memasuki kota Cirebon, bro Rio tampak tidak stabil mengemudikan motornya. Dugaan ane karena kantuk, ane segera maju ke sampingnya dan memberikan isyarat jempol, yang dibalas dengan isyarat jempol pula.

Sampai di Cirebon

IMG00047

Bergaya @ Dealer Bajaj Cirebon

Kami sampai di Dealer Bajaj Jl. Tuparev pertama kali, sekitar jam 6.30 pagi. Dealer masih sepi sehingga kami bisa foto-foto dan jajan dulu. Sempat terlihat bahwa bro Mario, sweeper kami menjadikan sebuah boneka Piglet sebagai ganjalan pantat agar idak pegal..hehehe.

IMG00050

Boneka Piglet Korban Keganasan Bro Mario

IMG00053

Seandainya Piglet Bisa Bicara... :(

Selang beberapa lama kemudian klotur lain berdatangan. Acara dimulai dengan sambutan dari Pak Helmi selaku owner Bajaj Cirebon.

Resize of S1051640

Rolling Formasi Parade Menuju Kuningan

Dalam acara ini pihak kepolisian juga berperan serta. Salah satunya ajakan Perwira Lantas Cirebon yang mengajak peserta untuk mematuhi UU Lalu Lintas dan Jalan Raya nomor 22 tahun 2009 yang baru saja disahkan, diantaranya dengan menyalakan lampu utama di siang hari dan jangan lupa menyalakan lampu sein ketika berbelok. Tentunya ajakan Pak Polisi ini sejalan dengan misi sosialisasi Safety Riding oleh Pulsarian Community. Selanjutnya acara forum berakhir dan disusul dengan rolling Pulsar keliling Cirebon dengan formasi parade dengan kawalan motor BM.

Cirebon-Linggarjati

Dalam kondisi cuaca panas terik kami bergerak menyusuri jalanan kota Cirebon hingga sampai ke Kuningan. Perjalanan terasa lama karena berputar-putar. Mungkin karena ada miskomunikasi di depan.

IMG00056

Break @ Dealer Bajaj Kuningan

Kami sampai di hotel Linggarjati sore hari dan kebanyakan peserta memilih untuk beristirahat atau ngobrol.

IMG00058

Tiba di Hotel Linggarjati

IMG00059

Spanduk Acara Deklarasi PRA Cirebon

Acara Puncak

Acara malam minggu adalah Deklarasi PRA Cirebon yang ditandai dengan diresmikannya logo PRA Cirebon dan pemotongan tumpeng sebagai pertanda bergabungnya PRA Cirebon ke dalam keluarga besar Pulsarian Community Indonesia. Selamat untuk PRA Cirebon!

IMG00078

Detik-Detik Deklarasi PRA Cirebon

IMG00081

Deklarasi PRA Cirebon

Acara selanjutnya adalah diskusi safety riding dan sejarah Pulsarian Community dan diakhiri dengan pergelaran organ tunggal. Mantap..!

IMG00073

Diskusi Safety Riding

Resize of S1051658

Suasana Organ Tunggal

Pelantikan Rookie

Para rookie dibangunkan pagi setelah sebelumnya para rangers riding menuju pos-pos “pembantaian”. Terdapat 5 pos dalam radius 5 km dari Hotel Linggarjati yang akan disambangi para rookie dari berbagai PRA untuk mendapatkan soal ujian lisan dari para rangers. Ujian di tiap pos berkisar seputar Safety Riding, Pengetahuan Organisasi dan Teknis Permotoran Bajaj Pulsar.

IMG00088

Menyusun Strategi Pelantikan Para Rookie

IMG00089

Rookie Menghadapi Soal Ujian Safety Riding

IMG00091

Yel-Yel Rookie Rasa Mbah Surip

Kebetulan ane kebagian berjaga di pos 1 yang memberikan ujian safety riding. Hasil keseluruhan ujian adalah rookie sebagian besar menangkap materi yang ane sajikan semalam, meskipun ada yang sempat tidak tahu apa itu T-CLOCS. Ditambah lagi kebanyakan yel-yel para rookie ini mengandung lagu Mbah Surip semuanya..hmmm..gak ada ide lagi?

IMG00094

Berlatih Formasi Group Riding

Usai acara keliling pos, para rookie kembali ke hotel untuk makan siang dan mengikuti ujian selanjutnya yaitu permainan makan lontong Salome (Satu Lontong Rame-Rame) dan Permainan di kolam renang.

IMG00099

Salome = Satu Lontong Rame-Rame

IMG00098

Hukuman Bagi Klotur 2..Hup..Hup..

IMG00114

Para Rookie Dimarahi Bro Wahyu

Usai basah-basahan, para rookie masih harus dikerjai mentalnya kali ini oleh para rangers yang dari pos 1 sampai 4 tadi bertindak sebagai pendamping. Ternyata ada rangers yang ditinggal oleh para rookie, tentunya ini membuat para pendamping itu marah besar. Tampak bro Wahyu dari PRA Cirebon paling oke marah-marahnya..sampai ada push up segala.

IMG00123

Para Rookie Bernyanyi Lagu Syukur

Namun para rookie akhirnya dilantik dengan harapan mereka dapat membangun dan membesarkan Pulsarian Community.

Dimarahin bro Ejha

Para Rookie Dimarahi Bro Ejha

Pulang ke Jakarta

Sorenya para peserta pulang ke jakarta, kali ini ane bergabung dengan klotur sapu ijuk. Perjalanan klotur ini lumayan santai karena tidak dikejar waktu. Rute yang dilalui  diputuskan melalui Bandung via Sumber – Majalengka – Sumedang, dan dari Bandung melalui Padalarang – Cipanas – Puncak – Bukit Pelangi – Jakarta. Selepas Kuningan kami didaulat oleh kawan Syam untuk mampir makan malam di rumah mertuanya. Nasi hangat, ikan goreng, telur dadar dan sayur sop pun kami santap ramai-ramai. Nikmat…

IMG00142

Jamuan Dinner @ Rumah Mertua Kawan Syam

Meskipun santai namun terkadang high speed riding terjadi dan sekali ane mengalami near miss yaitu ketika melalui tikungan tajam ke arah kanan, ternyata di apex tikungan terdapat seorang yang menarik gerobak yang kondisinya tidak terlihat, hampir saja ane menyerempet gerobak berisi potongan bambu itu.

Selanjutnya masalah terjadi pada motor bro Andi Potek. Lampu rem motornya menyala terus, ini terjadi sejak keberangkatan dan kali ini kondisi tersebut sangat menggangu ane. Kebetulan boncenger bro Banban menglami nyeri pundak dan kami istirahat di pom bensin.

Lampu rem menyala terus karena kabel penarik lampu rem (Pulsar 200) tersangkut dan tidak mau kembali ke posisi semula. Solusinya setelah sempat kebingungan adalah dengan mencabut soket mylex (kabel penghubung lampu rem) yang letaknya dibawah jok depan. Masalah selesai jadi sekarang lampu rem hanya dapat diaktifkan oleh rem depan saja (yang sudah pasti ditarik) ketika melakukan pengereman.

Boncenger bro Banban yang kesakitan diobati dengan cara dipijat. Kebetulan ada seorang warga setempat yang mampu memijat dan bahunya dapat sembuh.

Perjalanan lanjut menuju Bandung melalui Cadas Pangeran, sebuah tempat yang akan terlihat indah seandainya kami melewatinya di pagi atau siang hari, yang mengantarkan kami memasuki Bandung melalui Sumedang dan akhirnya Jatinangor. Jalan tanpa berliku terus kami lewati dan lapar mengantarkan kami ke Warung Nasi Ampera, restoran ala Sunda yang buka 24 jam.Di sini ane menemukan sambal terenak yang pernah ane rasakan seumur hidup. Pedasnya tidak menyengat, manis dan gurihnya pas semakin membuat ane bersemangat sampai nambah 2 kali.

IMG00148

Makan Dinihari @ Warung Nasi Ampera, Bandung

IMG00149

Sambal Terasi Nikmat

IMG00146

Prasmanan @ Warung Nasi Ampera

Lanjut..usai melewati Bandung dan melihat kondisi sudah hampir pagi kami memerlukan lokasi istirahat. Setelah beberapa kali stop and go karena tidak kunjung menemukan pom bensin yang nyaman, kami kemudian memutuskan di pom bensin langganan kami kalau turing ke Bandung yaitu selepas bukit kapur Padalarang.

IMG00152

Kawan Srosot Memainkan Orkes Kompresor

Di sini kami istirahat lumayan lama sekitar 2 jam, kami juga bertemu dengan bro dari Semarang yang rupanya juga touring dari sana menuju tempat tinggalnya di Cipanas. Ketika bangun bro Fahmi berangkat duluan karena harus masuk kerja sore harinya dan kami pun melanjutkan perjalanan.

Sampai puncak kami berhenti di warung langganan bro Ejha (rupanya teteh disitu adalah …nya adik bro Ejha..hehehe). di sini kami menempelkan stiker Hamilers dan stiker Pulsarian serta menyaksikan beberapa rombongan moge naik turun puncak.

IMG00153

Menempelkan Stiker Pulsarian + Hamilers @ Puncak

Resize of S1051714

Narsis @ Warkop Puncak

IMG00157

Parkir @ Warkop Puncak

IMG00161

Kawan Srosot Menggoda Sopir Bis

Perjalanan lanjut lagi melalui jalanan Puncak yang berliku, kami melewati Rainbow Hills agar tidak terjebak macet di Cirebon. Di Rainbow Hills ini kami berfoto sebentar dan terjadi insiden bro Srosot (bukan nama sebenarnya) jatuh karena tak kuasa menahan berat motornya ketika berusaha memasang standar di atas tanah lunak. Insiden ini berbuah tertawaan kawan-kawan.

IMG00162

Kawan Srosot Jatuh Konyol

Bukit Pelangi alias Rainbow Hills terlewati dan kami sampai gerbang sirkuit Sentul. Di sini kami melanjutkan perjalanan sampai Jakarta. Ane sampai di rumah sekitar pukul 13.00 setelah sebelumnya berpisah dengan bro Ndee di Cililitan.

IMG00165

Mejeng @ Rainbow Hills sambil bernyanyi..BUKIT BERBUNGAAAA..

Review Safety Riding

  1. Masih terdapat sweeper yang riding terlalu dempet ke peserta turing ketika maju ke depan. Hal ini dapat membahayakan. Saran selanjutnya sebaiknya adalah dengan pembekalan HT (handy talkie) atau dengan isyarat suara atau  cahaya.
  2. Lampu rem terus menyala. Sebaiknya dicarikan dulu solusinya dari awal perjalanan agar tidak membahayakan.
  3. Bahaya di tikungan. Sebaiknya peserta tidak memaksakan diri untuk berbelok dalam kecepatan tinggi dan dalam posisi yang terlalu dekat dengan lajur berlawanan. Kurangi kecepatan, beri isyarat cahaya dan suara yang intensif, lihat jalan dan arah belokan, barulah percepat kembali laju motor ketika mendekati akhir tikungan.
  4. Riding keliling Cirebon dengan formasi Parade. Riding dilakukan terlalu lama, belum lagi peserta tidak mengetahui rute perjalanan. Dalam beberapa jalan, rombongan berkendara dalam formasi parade dan kecepatan tinggi (>40 km/jam). Ini sangat membahayakan.
  5. Jalan berpasir sama saja dengan jalan berminyak atau berlubang. Kurangi kecepatan dan beri isyarat kawan di belakang.
  6. Komunikasi. Next time, per klotur minimal gunakan 2 buah rakom (radio komunikasi) agar tidak perlu terjadi Sweeper mengejar RC untuk memberitahu informasi.
  7. Jaga jarak aman minimal 2 detik. Berapapun kecepatan anda, jagalah jarak aman tersebut. Jika kecepatan bertambah segeralah menjauh dari kawan di depan anda, jangan malah mengejar.
  8. Beritahukan segala kendala dalam perjalanan dengan ketok helm, kawan di belakang segera melambatkan laju motor, menunjuk kepada si penderita dan membiarkan Sweeper/Safety officer yang menangani.
  9. Meninggalkan lokasi berkumpul tidak harus dengan speed show off dan geber gas. Hal ini saya amati pada beberapa ranger PRA Cirebon. Jika karakter berkendara rangers di sana adalah speed lover. Mohon tingkatkan kewaspadaan dan skill berkendara. Waktu reaksi tercepat manusia sebelum celaka tidak lebih dari 2 detik.
  10. Tidak perlu memaksakan menyalip kendaraan di depan. Ketahuilah bahwa dengan memaksa menyalip maka resiko tertabrak kendaraan dari arah berlawanan sangat mungkin terjadi. Terlebih jika rider memakai side box di motornya. Berhati-hatilah.

Demikian laporan perjalanan ane.





Ketika Surakarta Memanggilku

14 08 2009

Berapa banyak populasi orang keturunan Surakarta (selanjutnya disebut Solo), di Jakarta?
ane yakin banyak sekali, beberapa tampak sukses mengadu nasib di kejamnya ibukota ini,
sementara beberapa lainnya harus rela mengadu nasib dengan cara lain.

Ada beberapa alasan ane menulis artikel ini, diantaranya karena memang ane memiliki orang tua yang keduanya adalah orang asli Solo,
dan beberapa hal yang memang mengusik diri ini tentang asal-usul keturunan ane di Solo sana.

Alasan lain yang sangat menggugah baru ane temukan ketika ane berkumpul bersama kawan-kawan Pulsarian di Roti Bakar Edy Jl. Raden Patah.
Ketika ane sedang asyik bercengkerama dan menikmati makanan, ane mendengar lantunan lagu khas Solo yang nada dan baitnya tak asing.

Ya, rupanya diri ini masih sangat familiar terhadap lagu tersebut yang pernah ane dengar di masa kecil ane, meskipun tak tahu lagunya tapi ane memiliki feel bahwa lagu tersebut adalah alunan nada khas Solo.
Semakin didengar, lagu tersebut semakin membuat ane bergidik. Betapa lagu tersebut mengingatkan ane bahwa ane adalah keturunan Solo. Entah apa yang ane rasa tersebut, mungkin campuran antara senang, sedih, bangga atau terharu.

Suara tersebut dilantunkan oleh seorang bapak paruh baya yang mengenakan baju tradisional Jawa Tengah, tampak ia beringsut dari satu meja ke meja lainnya untuk menyanyikan lagu khas Solo tersebut.
Tak ada raut bersedih di muka bapak itu, hanya kenikmatan yang sepertinya ia dapatkan dengan memainkan alat musik berbentuk kotak dan bersenar.

Rasa iba segera menyelimuti dan ane memberikan uang ala kadarnya kepada bapak itu ketika ia selesai menyanyi.
Dorongan dari dalam diri membuat ane bertanya dengan bahasa Jawa yang sedikit kasar. “Pak, opo bapak seko Solo?”
Bapak itu menjawab “nggih pak, kulo ingkang Solo”. Selanjutnya ane gak bisa berkata-kata lagi, bukan karena vocabulary bahasa Jawa ane terbatas, tapi karena memang tak tahu hendak berkata apa.

Beberapa minggu kemudian..

Bapak Pelantun Tembang Khas Solo

Minggu pagi yang cerah, ane bersama yayang janjian untuk sarapan bersama di Bubur Ayam Super Lakers, Menteng
ketika hampir selesai makan, alunan lagu berbeda namun memiliki “feel” yang sama terdengar..Segera ane mendongakkan kepala untuk mencari sumber suara tersebut.
Kali ini seorang bapak yang lebih muda dari bapak yang ane temui sebelumnya tampak beringsut dari satu meja ke meja yang lain untuk mengalunkan lagu khas Solo itu.
Lagi-lagi tak ada raut sedih atau susah di wajahnya..hanya senyum dan kenikmatan ketika melantunkan bait demi bait lagu tersebut dengan alat musik kotak bersenar itu.

Perasaan yang sama menghinggapi lagi diri ini..usai ia bernyanyi di meja tempat ane, ane beri ia uang sekadarnya. Bapak itu berucap “Maturnuwun mas..”
dan segera berlalu, Ia kemudian duduk di dekat pintu keluar sambil menyetel dawai alat musiknya. Tampak beberapa anak kecil menggodanya karena ingin tahu apa yang ia lakukan.
Kali ini ane segera bangkit dan menghampiri bapak itu dan berjongkok di depannya.

“Bapak seko Solo nggih?” dan iya jawab “Nggih mas..”

Selanjutnya karena ane tidak terlalu fasih seperti ayah ane yang sangat mendalami kebudayaan Jawa, ane tuliskan saja bahwa ia berasal dari Nonongan, sebuah daerah di Solo.
Ia menceritakan bahwa mengamen di Jakarta tidak lebih baik ketimbang di Solo.

“Di Solo saya bisa mengamen di beberapa tempat, karena ongkos bis murah, sementara di Jakarta baru 3x ganti angkutan umum saja sudah habis Rp 5000″, begitu katanya dengan lemah lembut.
Usai ngobrol, ane tawari ia untuk pesan makanan. Awalnya ia menolak namun ane terus memaksa. “Pesan saja apapun yang bapak suka, nanti saya yang bayar”, begitu kata ane.

Dan ia pun memesan sepiring nasi gudeg dan es teh manis..

Selagi memperhatikan ia makan, ane ngobrol dengan yayang, tapi pikiran ini masih memikirkan runtutan kejadian yang ane alami. Ada apa dengan Surakarta? Ada apa dengan Solo?
Mengapa orang-orang ini harus terjebak arus urbanisasi dan harus mengadu nasib di Jakarta? Tak cukupkah lapangan pekerjaan di sana? Sudah sedemikian berubahkah Surakarta kini?

Pertanyaan itu begitu mengusik pikiran ane sampai sekarang. Mungkin sudah saatnya ane kembali ke Surakarta untuk bertemu kembali dengan bagian diri ini yang tertinggal di sana. Untuk “nyekar” ke makam Mbah Kakung dan Mbah Putri dan melepas rindu sebelum ane bertemu bulan Ramadhan.

Tak lupa ane mengucap Salam untuk saudara dan seluruh warga asli Surakarta dimanapun kalian berada.





Impian, Saran dan Masukan Pengguna Jalan kepada Presiden

5 08 2009

Berikut ini adalah jawaban ane di mailing list RSA yang sedang membahas mengenai saran dan kritik apa yang dapat diberikan para pengguna jalan kepada Presiden terpilih nanti.

Sebelumnya beberapa kawan seperti bro Edy Caplang dan bro Lucky sudah memberikan saran seputar perbaikan jalan dan fasilitas umum, sekarang giliran ane.

Presiden jugamenggunakan jalan lho..

Presiden juga menggunakan jalan lho..

Kalau ndak mampu menambah kualitas dan kualitas jalan seperti contohnya drainase (karena waktu kuliah Dasar Transportasi di semester 1 dulu ane diajari musuh utama perkerasan jalan ada 3 yaitu air, air dan air)

Ya cobalah pemerintah buat angkutan umum yang layak, aman dan tepat waktu alias reliable. Salah satunya yang sekarang belum tercapai adalah dengan membuat sistem angkutan massal yang benar-benar menghubungkan titik simpul awal perjalanan (misalnya dari rumah masing-masing) sampai dengan titik tujuan (lokasi kerja rutin). Ini salah satunya saja lho ya..masih banyak lagi kelemahan sistem transportasi massal yang harus diberi sentuhan para ahli (yang benar-benar ahli).

Jadi rakyat indonesia gak diarahken untuk pegang setir atau stang sendiri-sendiri, tapi diajarken untuk pegang netbook/PDA masing-masing di dalam busway nan aman dan nyaman serta tepat waktu yang memiliki fasilitas wifi.

berlaptop ria di halte busway

berlaptop ria di halte busway

Tentu saja ini bisa mungkin terjadi karena biaya transportasi bulanan mereka jauh lebih kecil dari cicilan bebek motor termurah, sehingga taraf hidup rakyat meningkat, produsen kendaraan jadi beralih memproduksi motor dan mobil ber-cc besar dengan harga yang mahal tapi kuantitas yang jauh lebih sedikit karena tuntutan rakyat yang mulai mampu memanjat Piramida Maslow dan mulai memiliki idealisme bahwa kendaraan bermotor hanya digunakan sesekali untuk akhir pekan saja. Pelatihan safety riding/driving menjadi wajib diadakan oleh para produsen kendaraan.

Berbagai gadget hi-tech pun dapat terjangkau dan rakyat jadi tambah pinter karena bisa baca wikipedia, cari info via google atau baca milis RSA dari dalam kendaraan umum.

Kalau itu terjadi nanti spakbor motor ane yang ada stiker member komunitas bakal ane potong dan ane jadikan gantungan tas..jadi para member klub/komunitas otomotif yang dulunya cuma bisa salam toet-toet sekarang bisa saling salam, senyum, salaman di dalam kendaraan umum.

Kelebihan anggaran transportasi bulanan yang tersisa pun bisa ditabung untuk membeli beberapa unit motor besar seperti diantaranya Harley Davidson XR1200 untuk plesiran di akhir pekan..

Me & XR1200

Me & XR1200

hehehe tetep ada bau-bau motornya donk, khan ane lagi berkhayal.. :p

Sekian impian, saran dan kritik ane Pak Presiden.

Semoga bisa terkabul…Amin..





Selamat Jalan Mbah Surip

4 08 2009

Selamat Jalan Mbah Surip...

Selamat Jalan Mbah Surip... (sumber: Karikatur Harian Kontan)

Hari ini di sebuah milis ane dikejutkan dengan berita kematian Mbah Surip. Beliau dikabarkan meninggal dunia karena gagal jantung, mungkin karena terlalu lelah melakukan show dari lokasi ke lokasi.

Fenomena meninggalnya Mbah Surip ini juga mengisi status Facebook beberapa kawan ane. Tak kurang satu kolom status update berisi tentang Mbah Surip. Sebagian mempertanyakan kebenaran beritanya.

Sebagai salah satu fans Mbah Surip, ane turut berduka cita, namun ane yakin figur seperti Mbah Surip tidak mengenal duka. Baginya hanya ada keceriaan dan canda tawa..Semoga engkau dapat membawa keceriaan di alam sana.

I LOVE YOU FULL..!








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.015 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: