Haruskah Blogger dan Komentator Ikut Urun Rembug dalam Proses R&D Motor Anyar?

16 09 2010

beberapa anggota paguyuban Indomotoblog

Seandainya para blogger dan komentator diajak turut serta dalam uji kelayakan, survey kepantasan atau penilaian sebuah desain motor apa jadinya?

Salah satu pihak produsen, Pak Freddyanto Basuki dari PT. Kawasaki Motor Indonesia mengungkapkan jawabannya ketika ane berkunjung ke pabrik Kawasaki di Pulogadung beberapa waktu lalu.

“Kita ini kan gak bisa selalu memuaskan konsumen, kalau sebuah produk motor kita buat dengan desain setinggi-tingginya maka harganya akan mahal. Apalagi kalau mengundang orang-orang yang ngerti motor macam blogger..”

Begitu tukasnya sambil terkekeh.

ane dan Pak Freddyanto Basuki (Kawasaki)

Ada benarnya juga, jika produsen motor mengajak blogger dan komentator, maka ekspektasi mereka akan macam-macam dan belum tentu pas dengan “budget” produsen.

Contohnya saja jika sebuah motor hendak di-facelift, maka biasanya produsen akan mengundang klub/komunitas yang telah memiliki motor tersebut untuk diwawancarai seputar perbaikan dan desain seperti apa yang harus ditingkatkan atau diperbarui.

Bagaimana menurut ente, apakah kawanan blogger dan komentator Indomotoblog harus berperan serta dalam proses pengambilan keputusan alias Research & Development sebuah produk motor baru/facelift?

Silakan berbagi pendapat.

About these ads

Aksi

Information

10 responses

16 09 2010
bAdcOp

ketika R ‘n D sepertinya gak deh, tapi kalo untuk penyempurnaan (setelah produk keluar) mungkin boleh…

kalo dari awal ikutan, pasti ekspektasinya gak ketemu (antara harga dan kualitas)..

16 09 2010
JunZ_xxx

Banyak tinjauan yg harus dipikirkan dalam membuat new product didalam proses manufaktur.
Tiap RnD pada masing2 pabrikan pasti punya IF dan THEN sendiri, dan itu tidak melulu tentang desain saja.

IMHO, jika para blogger punya kapabilitas yg cukup, mulai data kepuasan konsumen yg valid, pendapatan perkapita per ‘pangsa-pasar’ yg akurat, ditambah forecast ekonomi Indonesia dalam jangka waktu dekat-menengah-panjang, dan banyak parameter yg lain. saya rasa pantas dan sah2 saja Blogger ikut urun rembug tersebut. ;)
*tapi saya bingung, bloggernya nanti dapet fee berapa besar ya, hehehe…*

jadi bukan melulu soal desain lho, karena desain sudah masuk ke area subjektif. Dimana, subjektifitas tersebut ‘sebetulnya’ sudah di akomodir oleh RnD masing2 pabrikan.

“Toh laku khan di pasar Indonesia?” itulah ujar pabrikan :)

16 09 2010
pridesonline

blogger kan pengamat.. jangan jadi pemain.. nanti nggak obyektif

16 09 2010
dnugros

jadi pengamat otomotof r2 aja dehhhh :-D

16 09 2010
arif rakhman a.k.a. penerjemah

tapi boleh juga dicoba sih. ibaratnya – menurut saya – para komentator diminta maen bola, nerapin strategi yang mereka selalu omongin.

16 09 2010
Fr1z

apakah sebuah desain yang bagus itu harus identik dengan harga yang mahal juga ?

nggak juga…!!!

harga mahal bukan ditentukan oleh desain… tapi lebih kearah seberapa banyak untung yang mau didapat oleh produsen motor tersebut… walaupun memang nilai kreativitas seseorang ga bisa dinilai dengan duit , jadi sebenarnya kalo ditanya apakah kalo mau membuat motor yang disainnya bagus harus keluar duit banyak?

itu tergantung desainer nya….. mau dibayar berapa… kalo dia ikhlas ga dibayar, cukup dengan kepuasan ngeliat motor yang dia buat di realisasikan oleh pabrikan, menurut ente semua kira-kira bakalan mahal ga motor kaya gitu ??

kalo kembali ke istilah “duit ga boong” memang bener seh… kualitas bagus pasti lebih mahal… tapi pertanyaan lain timbul… apakah memang ga bisa membuat kualitas yang bagus dengan harga yang ga mahal….????

ga juga kan..???

16 09 2010
asmarantaka

hmm..kudunya R&Dnya lebih peka ama mindset motor idaman konsumen indonesia…blogger ngk ikut..coz cuma pengamat dan penetralisir aja :mrgreen:

16 09 2010
MAZMAN

btl kata pak dr kawasaki …. tp para bloger n komengtator ya mbok di dengarkan….

17 09 2010
Awakku

Gimana kalo bloger plus para komentator bikin pabrik motor sendiri..??
(kaya ngerakit komputer jangkrik aja duluuu…)
:D

17 09 2010
boy

Blogger cukup mengamati saja..seandainya blogger turut serta, dan produknya tidak diterima masyarakat..blogger turut bertanggung jawab secara moral juga kan??jadi hilang obyektivitasnya nanti.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.014 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: