Pak Polantas Silakan Ukur Kebisingan Knalpot dengan Tricorder for Android..!!

6 12 2010

 

pemusnahan knalpot racing

Yuk coba kita ingat-ingat kembali tentang razia yang melibatkan knalpot racing. Bahkan karena knalpot racing ini, majalah Motorplus sempat menuliskan artikel tentang imbas pelarangan penggunaan knalpot racing karena suaranya yang bising. Kalau dipikir-pikir kenapa ya untuk penggunaan harian harus memakai knalpot racing? biar cepat? biar bisa ngebut? biar keren? hmmm…masa sih?

 

knalpot racing sitaan

Padahal dalam UU no. 22 sendiri belum dijabarkan dengan pasti tentang batasan eksak batas kebisingan knalpot, sehingga pada pelaksanaan di lapangan, para Polantas lebih banyak bersikap subjektif dan ujung-ujungnya mengambil langkah diskresi, alias kebijakan aparat Polantas dalam menyikapi kebisingan knalpot ini.

pasal 210, UU no.22 tahun 2009

Sementara itu Peraturan Pemerintah (PP) mengenai lalu-lintas belum kunjung diturunkan oleh pemerintah. Sejatinya, jika PP ini turun diharapkan batas kebisingan dan hal teknis dan detail seputar kendaraan dan lalu-lintas dapat disebutkan dan menjadi pedoman pasti untuk menghindari subjektivitas.

Masih segar dalam ingatan kisah seorang kawan yang dilepas paksa knalpot racingnya oleh pihak Polantas karena ia menggunakan knalpot racing yang memang suaranya lebih bising. Padahal ia sempat berargumen bahwa belum ada aturan dan angka kebisingan yang pasti, namun Polantas tetap mengeksekusi knalpot racingnya.

Pro-kontra pun timbul seputar batas kebisingan yang pasti. Bagaimana dengan moge seperti Harley-Davidson yang “dari sononye” sudah bersuara menggelegar dengan knalpot standar? Bagaimana dengan Kawasaki Ninja 150RR atau Yamaha RX-King yang juga bersuara memekakkan telinga ketika betot gas?

 

knalpot motor 2-tak

Ah..itu subjektif sekali…tak bisa diambil batas kebisingannya.

Nah..berhubung saat ini gadget berbasis Android sedang naik daun, ane mencoba menggunakan salah satu software bernama Tricorder. Ya, jika ingat film Star Trek pasti tahu dong apa itu Tricorder. Sebuah perangkat genggam yang berisi sensor untuk mendeteksi gejala-gejala seperti anomali elektromagnetik hingga mendeteksi bakteri.

Dengan filosofi yang sama, Tricorder for Android ini memiliki fungsi yang hampir sama diantaranya dapat mengukur akselerasi, kecepatan, gelombang elektromagnetik, bintik hitam matahari dan terakhir…level kebisingan yang dinyatakan dalam desibel.

Ane mencoba mendekatkan Motorola Milestone ane yang sudah terinstall Tricorder ke knalpot Bajaj Pulsar pada jarak sekitar 10 cm dari lubang knalpot, dan hasilnya bervariasi antara -24 s/d -27.9 db (desibel). Perlu diketahui bahwa skala tersebut dalam angka minus, yang artinya, semakin kecil angkanya, maka semakin bising.

knalpot Bajaj Pulsar 180: -27.9 db

Ketika didekatkan pada Ninja 250 pada jarak yang sama, hasilnya menunjukkan angka -23.8 db..Nah ini berarti knalpot Ninja 250 sedikit lebih bising dibanding knalpot Pulsar 180.

knalpot Kawasaki Ninja 250: -23.8 db

interface Tricorder for Android

Tentunya pada pengujian ini harus diperhatikan kondisi ambience alias tingkat kebisingan di sekitar lokasi. Jika relatif bising, maka akan dapat mengaburkan hasil pembacaan Tricorder.

Meskipun demikian, software Tricorder for Android ini dapat membantu bapak-bapak Polantas untuk menentukan batasan kebisingan yang jelas dan tidak subjektif lagi. Berikut ane lampirkan beberapa foto hasil pengukuran kebisingan dengan menggunakan Tricorder di berbagai tempat sebagai referensi pembanding. Sebagai contoh, pada pengukuran di ruangan kantor, hasilnya adalah -55.8 db sementara hasil pengukuran pada knalpot Ninja 250 tadi adalah -23.8 db…Jauh kan selisih kebisingannya? :mrgreen:

Nah, sebenarnya artikel ini ane dedikasikan untuk bapak-bapak Polantas, tak perlu lah mengeluarkan anggaran berjuta-juta rupiah untuk membeli desibelmeter..Cukup beli Samsung Galaxy 5 atau Spica, lalu instal software gratisan ini dan bapak bisa dengan mudah mengukur kebisingan. Cukup mudah bukan?

:mrgreen:

***

foto hasil pengukuran Tricorder for Android.

Sekali lagi ane ingatkan bahwa angka hasil pengukuran dinyatakan dalam minus (-), sehingga makin besar angka minusnya (misalnya di dalam ruangan kantor yang sunyi -55.8 db), maka menunjukkan bahwa kebisingannya makin rendah (tidak bising), dan sebaliknya pada ujung lubang knalpot motor yang sedang menyala mesinnya, hasilnya akan semakin kecil angka minusnya (misalnya pada knalpot Ninja hasilnya -23.8 db)

 

di lapangan parkir: -39.0 db

di dalam lift: -40.7 db

di meja kantor: -55.8 db

About these ads

Aksi

Information

23 responses

6 12 2010
girifumi

pada kenyataannya,alat multi fungsi kurang akurat om..
seperti GPS secara teoritis bisa untuk mengukur kecepatan kendala cuaca mendung,kaca film (mobil) bisa menjadi kendala..
cmiiw…

6 12 2010
asmarantaka

pertamax :mrgreen:

6 12 2010
asmarantaka

kesalip om Giri :mrgreen:

6 12 2010
bennythegreat

ho oh..tumben cak Giri dapet pertamaxx… :mrgreen:

6 12 2010
bmanok

yang mahal kan toleransinya om… :)

6 12 2010
merayernest

besok kalo ketemu, ukur knalpot kolong gue ya Ben :D

6 12 2010
martini

dua pengguna bajaj jadi sales samsung-android…..wekekekeke…ratjun positip gan!!!

6 12 2010
touringrider

wih.. jadi pengen beli juga..

6 12 2010
мαšЌüя

mmm..makin tertarik karo android

6 12 2010
bennythegreat

Karena ini untuk tujuan pribadi ya jelas belum dikalibrasi.
Tapi seandainya jadi dipakai secara resmi,apakah ada metode kalibrasinya?

6 12 2010
Astonix

Peralatan instrumentasi utk pengukuran haruslah terkalibrasi/tertera.
hasil pengukuran2 di atas sudah dikalibrasi dgn peralatan pengukur standar belum Mas?

6 12 2010
Santi

nice post…
kunjungi ini ya..
klik ini
thanks

6 12 2010
kilaubiru

woh… besok ga cuma motor dinas yg dipake pak pol, ada juga android dinas :mrgreen:

6 12 2010
adit

pakai nokia 3250 jga bisa pak,..ada aplikasinya juga

6 12 2010
Redbiker

Kok hasilnya dalam negatif?? Normalnya, tingkat kebisingan yg mampu diterima telinga normal kurang dari 90db an..diatar itu, hati2 saja,dijamin sakit telinga..
Bang ben, pasti bebek ya yg sering memakai knalpot racing abal2 ya?? Udah cc kecil..suaranya mengalahkan moge..hehe

6 12 2010
bennythegreat

wah belum tentu juga…soalnya banyak juga motor batangan yg pakai knalpot bising (belum tentu knalpot racing ya)

7 12 2010
Basho

Tapi motor batang biarpun suaranya bising, tapi masih enak didenger. Soalnya mereka juga kalo pake knalpot racinng, belinya jarang yang murahan (disesuaikan ama tampilan motor juga dong). Rata2 masih pasang muffler. Plus pengendara motor batang biasanya kalo nge-gas juga pake perasaan, ngga maen seenaknya puter gas.
Yang parah itu justru bebek atau skutik yang pake knalpot abal2. Suaranya bisa ngelebihin kerasnya suara knalpot racing after market motor batang. Plus cara nge-gasnya yang seenaknya, jadi makin ngga enak didenger. Makanya saya sebut mereka “BIKER SMS (Sudah Miskin Sombong). Motor masih bebek ama skutik aja, udah sombongnya (keras suara knalpotnya) ngelebihin motor laki…..

6 12 2010
aditninjamaniac

wah..pinjem dong mas ben..buat ngukur suara knlapot si ijo nih :D
tapi aku rada aneh juga..pernah temenku ditilang gara2 knalpot ini, pas banget ada Ninja RR lewat, temenku bilang “itu kenapa ga ditilang?” Lalu Polisi jawab “kalo suara RR mah enak di denger..” gubraaakkk…

6 12 2010
aditninjamaniac

oh ya mas ben ada windshield hitam smoke tapi harga beda dari yg di Borma..barangkali mau titip nanti tak paketin :D

sekalian nitip warung :D

http://aditninjamaniac.wordpress.com/2010/12/06/loh-ada-aksesoris-n250r-di-borma/

6 12 2010
j4na

bner mas bro… sebaiknya polisi beli aja hp android, ya paya ga asal-asalan nilangnya…..
“keindahan dan kekinclongan dari sebuah mesin”
dewataspeedblog.wordpress.com/2010/12/06/keindahan-dan-kekinclongan-dari-sebuah-mesin/

8 12 2010
azizyhoree

setuju, biar pak polisi lebih objektip! :D

njemur ya kang ben,

http://azizyhoree.wordpress.com/2010/12/07/20-jam-di-knh-kingdom-of-ngyogyokarto-hadiningrat/

2 01 2011
meja kantor

keren

28 02 2011
E.Nursid

Thanks so much to your information, May could Usefully.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.012 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: