1 Syawal 1432H Jatuh Pada Hari Rabu, 31 Agustus 2011..Ini Dia Latar Belakangnya

29 08 2011

Salah satu contoh hasil pengamatan kedudukan hilal

Rame-rame di media massa dan juga pengumuman resmi di masjid dekat rumah ane bahwa 1 Syawal 1432H jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011 membuat ane penasaran dan mencari tahu, apa sih yang mendasari penetapan tersebut, ketimbang ikutan rame ora nggenah bakal lebaran ikut si anu atau ikutan lebaran si itu.. Tapi tetap saja, kapasitas ane adalah sebagai pencari ilmu dan orang yang ingin paham, barangkali jika analisa ane salah, yang lebih paham dapat mencerahkan..

Pertama-tama mari kita baca dulu “petunjuk” dasar berpuasa Ramadhan yaitu Hadist Nabi Muhammad SAW:

Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal)”

Lalu ada lagi istilah Hisab dan Rukyat..

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya matahari, serta ukurannya sangat tipis.

Dengan dasar ini seharusnya mudah dong..kan tinggal tengok ke langit..? Eits tunggu dulu, kita hidup di Indonesia yang sebagian besar menggunakan penanggalan matahari (Masehi, Gregorian) sementara penanggalan Hijriah menggunakan basis peredaran bulan. Penanggalan Masehi menetapkan pukul 00.00 dinihari sebagai awal hari baru, sementara penanggalan Hijriah menetapkan pukul 18.00 (setelah matahari tenggelam) sebagai awal hari baru.

Makanya karena adanya perbedaan ini, urusannya jadi panjang..Tapi sebenarnya simple, lha kan bulannya cuma ada satu tho..sementara orangnya ada banyak, lantas karena posisi di bumi yang bulat pepat ini berbeda-beda, makanya penglihatannya juga berbeda.

#tengok ke langit#

Nah, lalu gimana menentukan bahwa 1 Syawal 1432H itu akan jatuh pada tanggal berapa di penanggalan Masehi, salah satunya adalah dengan melihat hilal (bulan baru) yang merupakan penanda datangnya tanggal 1 setiap bulannya. selain dengan cara pengamatan langsung dengan alat optik seperti teleskop, kita bisa melihat penampakan bulan baru di berbagai website, kebetulan ane memilih website moonsighting.com yang interface grafisnya cukup mudah dipahami.

Mari kita bahas gambar berikut:

gambar-1 (1432 Syawal pada 29 Agustus 2011)

Pada gambar-1 di atas adalah grafis penampakan bulan di sepotong belahan bumi pada tanggal 29 Agustus 2011 (sore/malam ini). Lihatlah daerah yang berwarna merah adalah wilayah dimana hilal nyaris tidak terlihat kecuali menggunakan optical aid saja, sementara pada wilayah yang berwarna hijau, hilal dapat mudah terlihat dengan “naked eye” alias mata telanjang.

Lantas kenapa ada yang menetapkan bahwa tanggal 30 Agustus (besok) adalah 1 Syawal? Lihat lagi gambar-1 di atas, ada wilayah berwarna hijau di kiri bawah, artinya ada belahan bumi yang bisa melihat hilal dengan mudah. Nah, inilah yang disebut wujudul hilal, dimana penampakan hilal di satu belahan bumi dianggap berlaku global.

gambar-2 (1432 Syawal pada 30 Agustus 2011)

Sementara itu, pada gambar-2 di atas, hilal sudah dengan mudah terlihat di belahan bumi Indonesia. Lihat..Indonesia sudah tersapu warna hijau seluruhnya kan..? Oleh karena itu 1 Syawal akan jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011 sore/malam hari setelah matahari tenggelam, sehingga pada penanggalan Masehi, kita akan merayakan Idul Fitri pada Rabu 31 Agustus 2011 pagi harinya. Oleh karena itulah beduk takbir sudah mulai ditabuh pada hari Selasa, 30 Agustus malam hari.

Perbedaan yang ada tak lain karena posisi geografis yang berbeda, mereka yang ada di negara lain dimana hilal mudah terlihat ya monggo merayakan Lebaran esok hari, tapi ingat juga..mereka juga mulai berpuasa lebih awal tho.. :mrgreen:

Jangan dilupakan pula, bahwa pada suatu saat bisa saja belahan Indonesia ada yang tersapu warna hijau, sementara belahan Indonesia lainnya tersapu warna merah (misalnya).

Riwayat Nabi pun menyebutkan bahwa pernah ada suatu kaum yang terletak jauh dari posisi Nabi saat itu yang menyatakan melihat hilal, dan setelah Nabi mendengarnya, maka Beliau pun mengesahkan hal itu. Bagaimana jika hal itu terjadi sekarang dimana komunikasi sangat mudah..? Bagaimana dan siapa yang mengesahkan..? Oleh karena itulah di Indonesia diadakan sidang Hisab-Rukyat untuk menetapkan kepastian tanggal resmi 1 Syawal.

Nah, setelah paham dasar pemikiran penetapan 1 Syawal di atas, mari kita kembali ke urusan dapur..Kira-kira gimana ya nasib rendang, opor dan masakan basah khas Idul Fitri yang sudah telanjur dimasak..? Kalau ada yang butuh bantuan menghabiskan masakan tersebut, boleh lah kiranya ane diundang.. :mrgreen:

Referensi:

Blog Dongeng Geologi Oom Rovicky

Wikipedia

Moonsighting.com

About these ads

Aksi

Information

90 responses

29 08 2011
vrz_evolution

Mantaap..

30 08 2011
Griya Bikers

Izin copas ya om Ben, nice inpoh.

30 08 2011
bennythegreat

monggo… :)

30 08 2011
Panjul

Lha di cakung ada yg liat hilal, tp ditolak, piye…ada kesan dipaksain??? Di arab start puasa bareng kita, tp finish duluan…piye???

30 08 2011
bennythegreat

kalau melihat gambar-1 di atas, seharusnya seluruh Indonesia belum ada yg liat hilal bro..

30 08 2011
balaplumpat

wah, itu emang udah 100% akurat ya?
Bingung …….

5 09 2011
yal

Yang melihat hilal di cakung tidak diakui karena melihatnya sebelum matahari terbenam. Ini yang tidak mungkin karena hilal seharusnya nampak setelah matahari terbenam.

30 08 2011
rhanee

bagus bagus…

30 08 2011
papafghan

Sementara itu, pada gambar-2 di atas, hilal sudah dengan mudah terlihat di belahan bumi Indonesia. Lihat..Indonesia sudah tersapu warna hijau seluruhnya kan..? Oleh karena itu 1 Syawal akan jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011 sore/malam hari setelah matahari tenggelam, sehingga pada penanggalan Masehi, kita akan merayakan Idul Fitri pada Rabu 31 Agustus 2011 pagi harinya. Oleh karena itulah beduk takbir sudah mulai ditabuh pada hari Selasa, 30 Agustus malam hari.
Kesimpulan yg aneh..udah jelas 1 syawal jatuh pada tgl 30 Agustus kok pd penanggalam masehi d 31 Agustus… 30 Agustus itu masehi bukan sech??

30 08 2011
bennythegreat

begini maksudnya bro..1 syawal itu tepatnya jatuh pada 30 agustus 2011 pukul 18.00 (setelah matahari tenggelam), jadi 30 agustus 2011 malam itu sudah bisa takbiran..

naah, paginya tanggal 31 agustus 2011, barulah kita sholat ied..

30 08 2011
Rizqibe

@papafghan Wah ketahuan gak memahami tanggalan dalam Islam :mrgreen:

14 09 2011
dedi

ini pasti gak ngerti pergantian waktu dalam islam…. taunya pergantian waktu masehi aja neh…

30 08 2011
Tom

Ijin copas mas bro…nice info nih…

30 08 2011
Permana

Izin Share Bozz

30 08 2011
andryberlianto

kalo dapet opor kirim2 ya ben ………

30 08 2011
adit

Wah Ben, this article is very2 useful and clearly informative. Akhirnya saya faham. Mantap!

30 08 2011
bennythegreat

makasih bro..senang bisa bermanfaat.. :)

30 08 2011
alrozzzi coolrider fixer 2

:arrow: Dahsyat Om Ben… Suwun informasinya… Maaf lahir batin nggeh… Matur nuwun (lagi) sudah berkenan bantu-bantu saya…

30 08 2011
necel

Keren bro penjelasannya

30 08 2011
krisdiyanto ramdani

Nice inpoh Bro Ben… Sekalian ijin, kalo nanti saya ikut ngeshare…

30 08 2011
Panjul

Dg gbr-1 pun arab memiliki kondisi sama dg wilayah indon, tp mrk bs liat hilal, disinyalir depag susah ngeralat…meski arab & negara lain lebaran 30 agust…ra nggenah blasss…

30 08 2011
4201journey

Ane setuju dengan kang beny. Ane juga mau bikin artikel ini, karna kita harus tau dalilnya bukan karna ikut2n, nah yang ane bingung, sistem hisab itu pemakaiannya dimana, hadist yang melihat hilal itu sangat shohih, dan ane juga tau caranya, cuma yg hisab itu ane buta,ga ada pengetahuan soal hisab.

30 08 2011
4201journey

Soalnya sebagian di depok udah lebaran hr ini

30 08 2011
4201journey

@panjul.
Gambar diagrampun belum bisa jd patokan.
Ingat indonesia terletak d khatulistiwa dan bumi itu tidak benar2 bulat tapi aga lonjong, dan posisinya juga tidak benar2 lurus tetapi aga miring, dan posisi negara arab itu aga ke utara…..
Jadi bisa saja arab sudah melihat hilal,karna siang hari(musim panas) lebih dari 12jam.

30 08 2011
Eryyan Quds

Memang kita sebaiknya mengikuti keputusan pemerintah

30 08 2011
Imaduddin Al-Nu'man

mantab….. imtaq+iptek

30 08 2011
ikhwan

nice info. izin share ya :)

30 08 2011
Pak_Lurah

Ijin nambahin om ben..
Brdasarkan inpoh yg ane terima,,ada kesepakatan menteri2 agama yg menyatakan bhwa hilal yg sah itu jika bulan trlihat pd titik diatas 4 derajat..
Mgkin yg trlihat d cakung kemarin blm 4 derajat alias msh 1 koma berapa derajat..
Kesepakatan ini jg dibuat brsama dgn negara2 tetangga…

30 08 2011
halim

ralat om, 2 drajat…

30 08 2011
Daris

pada gambar 1, arab saudi seharusnya sama dengan indonesia, kenapa bisa melihat hilal ya, bingung ane
kalau salah berarti pemerintah(menteri agama) juga menanggung dosanya

7 09 2011
SJAIFUL BAHRI

Kalau hari raya harus dipaksakan sama dengan Saudi Arabia berarti secara Astronomi yang dikedepankan itu Mataharinya (Tahun Syamsiyah) sedang kita umat islam patokan penanggalannya adalah dari Bulan ( Tahun Qomariyah )

14 09 2011
dedi

kalo gak salah arab saudi menggunakan rukyat global…. kan dia yg punya ide buat rukyat global…. kan katanya di mekkah sono sedang di bangun sebuah jam gede yg misinya untuk rukyat global. maaf kalo ternyata saya salah copas

30 08 2011
guest235

Mo nambah nie, dr apa yg ta bacadi atas & sepengetahuan sy :
“Riwayat Nabi pun menyebutkan bahwa pernah ada suatu kaum yang terletak jauh dari posisi Nabi saat itu yang menyatakan melihat hilal, dan setelah Nabi mendengarnya, maka Beliau pun mengesahkan hal itu.”

Dari riwayat di atas, tersirat bahwa apabila satu saja ada yg bs melihat hilal maka semua umat bisa lebaran saat itu. Nah karena di Mekah pun sudah lebaran tgl 30, maka bs dikatakan lebaran jg tanggal 30. Ini adalah salah satu alasan knapa ada yg lebaran tgl 30….

30 08 2011
knip

Berarti kita Sholat iedx duluan donk dari Mekkah Karena Kita Duluan Beberapa jam dari Mekkah???

5 09 2011
Refa

ya iyalah sholat 5 waktu pun kita selaluy duluan dr mekkah, ya kira2 beda 5 jam lah

30 08 2011
mall malau

kate pak ustadz ada sunah nabi mensunahkan “apabila ada orang/ saksi yg sudah melihat hilal meskipun berada di jauh sana maka disunahkan untuk menyegerakan dan mengikuti hilal tersebut sudah terlihat jd kita umat muslim bisa shalat esok paginya agar umat muslim TETAP KOMPAK DAN TIDAK TERPECAH demi kelangsungan umat muslim.
dan ada juga hadis yg menjelaskan »» BARANG SIAPA MENDENGAR TAKBIR DIWAJIBKAN IA UNTUK MENYEGERAKAN MENGAKHIRI PUASANYA KARENA PUASA DI HARI ITU ADALAH HARAM»
.
itu kata pak. ustadz ya agan” smua..

30 08 2011
knip

Kalo Takbirnya dari mp3??kalo takbir sekarang kan beda dengan takbir jaman dahulu,masa kalo dengar takbir yg puasa malah jadi haram sich???

30 08 2011
bluepenaneeya

siip markotop

30 08 2011
Woro Missphantom Sanjaya

>>tapi ingat juga..mereka juga mulai berpuasa lebih awal tho.. :mrgreen:<<

maaf klo saya boleh koreksi,
di negara" tsb tgl 1 Ramadhan pd tgl 1 Agustus,
jd sama start-nya,,

30 08 2011
Woro Missphantom Sanjaya

saya copas dari site yg anda gunakan :

http://www.moonsighting.com/ramadan.html

Ramadan and Eidian 1432 AH (2011) announced by
Fiqh Council of North America

RAMADAN & SHAWWAL 1432 (2011)

The Fiqh Council of North America recognizes astronomical calculation as an acceptable Shar’i method for determining the beginning of Lunar months including the months of Ramadan and Shawwal. FCNA uses Makkah al-Mukarram as a conventional point and takes the position that the conjunction must take place before sunset in Makkah and moon must set after sunset in Makkah.

On the basis of this method the dates of Ramadan and Eidul Fitr for the year 1432 AH are established as follows:

1st of Ramadan will be on Monday, August 1, 2011

1st of Shawwal will be on Tuesday, August 30, 2011

Ramadan 1432 AH: The Astronomical New Moon is on July 30, 2011 (Saturday) at 18:40 Universal Time (9:40 p.m. Makkah time). Sunset at Makkah on July 30 is at 7:01 p.m. The birth of the new moon will be 2:39 minutes after sunset. On the following day, Sunday July 31, the sunset in Makkah will be at 7:01 p.m. and moonset is at 7:26 p.m. Therefore 1st day of Ramadan is Monday, August 1, insha’Allah. First Tarawih prayer will be on Sunday night.

Eid ul-Fitr 1432 AH: The Astronomical New Moon is on August 29, 2011 (Monday) at 3:04 Universal Time (6:04 a.m. Makkah time). On Monday, August 29, sunset at Makkah is 6:40 p.m. local time, while moonset is at 6:44 pm local time. Therefore, first day of Shawwal, i.e., Eid ul-Fitr is Tuesday, August 30, insha’Allah.

May Allah (swt) keep us on the right path, and accept our fasting and prayers. Ameen. For more detailed information, please visit: http://www.fiqhcouncil.org

EID-UL-ADHA 1432 AH

According to Fiqh Council of North America (FCNA), Eid-al-Adha in North America would be on the day after Hajj; and Hajj is expected to be on Saturday, November 5, 2011, by Ummul-Qura Calendar. So, Eid al-Adha in North America is expected to be on Sunday, November 6, 2011.

Sincerely,

Dr. Muzammil Siddiqi, Chairman Fiqh Council of North America

30 08 2011
motoisme

bagus banget artikelnya mas bro…saya juga tanggal 31 mas bro..walau di jogja banyak yang tanggal 30 :(.

http://motoisme.wordpress.com

30 08 2011
Woro Missphantom Sanjaya

klo pertanyaannya seperti ini :
Indo-Makkah kan selisih 4 jam, itupun lebih dulu Indo dibandingkan Makkah, tp kok bisa Makkah lbh dulu mengalami tgl 1 Syawal daripada Indo?? sedangkan dari perputaran Bumi-Matahari-Bulan kan pastinya Indo yg mengalami waktu lbh dulu??

analoginya : apa iya Papua sama Jakarta, lebih duluan Jakarta utk memasuki suatu waktu??

30 08 2011
terong amnesia

Eh ada woro nyasar dimari…. Xixixi :mrgreen:
Yg jelas udah keliatan bulan puasa sales jeblok ga ketulungan… T_T

30 08 2011
Woro Missphantom Sanjaya

wkwkwkwkwkw
eh ada terong bulet dimari,
sappa luuuuuu??
eh sori” aja yah,
sales gw bulan ni bagus cuy!!
ahahihihihihihihi

30 08 2011
Woro Missphantom Sanjaya

huyyy terong sapa kaauuuww??
tunjukkan anumu!!
ahahihihihihihihihi :D :D :D

5 09 2011
yal

Jelas dong Arab lebih dahulu karena bulan muncul dari barat bukan dari timur.

10 09 2011
husnul khatimah umar

betul membingungkan klo kita pake patokan kalender masehi, indonesia memang beda 4-6 jam dari Mekkah, tapi kalo pake patokan kalender hijriah, indonesia sama mekkah bedanya 19-20 jam..jadi kita bedanya sehari dengan mekkah,
lihat soal Kaabah universal time, jadi klo pake KUT, shalat 5 waktu pun lebih dulu mekkah daripada inonesia, karena pusat 0 derajat merediannya adalah kaabah.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=189044537831461

30 08 2011
Woro Missphantom Sanjaya

klo pertanyaannya seperti begini :
Indo-Makkah kan selisih 4 jam, itupun lebih dulu Indo dibandingkan Makkah, tp kok bisa Makkah lbh dulu mengalami tgl 1 Syawal daripada Indo?? sedangkan dari perputaran Bumi-Matahari-Bulan kan pastinya Indo yg mengalami msk waktu lbh dulu??

analoginya : apa iya Papua sama Jakarta, lebih duluan Jakarta utk memasuki suatu waktu??

2 09 2011
imc_cho

mas admin nya mana neh…??

mas admin nya nggak objektif neh.. karena dia hanya mengcapture 2 gambar yg sama, pada pada waktu yang sama, tp tanggal yg berbeda..

mas admin harus pasti tahu bahwa bulan itu BERGERAK dan tidak hanya diam di tempat… setuju????
jadi kalau mas mau fair untuk menentukan satu syawal tidak bisa 2 gambar di atas dijadikan sebagai patokan..
kalau kita melihat secara real time kita akan bisa mengetahui pada pukul berapa waktu indonesia bulan sudah terlihat/melewati batas 2 derajat….
dan kita harus tahu padaa saat melewti 2 derajat tuh pada pukul berapa dan tgl berapa??
kalau pada saat jam 10 malam tgl 30 di indonesi bulan baru melewati batas 2 derajat, apakah kita harus genapkan sampai tanggal 31 baru kita lebaran?? monggo di jawab dulu mas admin??

30 08 2011
nurul

thanks infonya ya :)
ijin share ke sobat yang lain :)

30 08 2011
1 syawal 1432 H jatuh pada hari Rabu

[...] bennythegreat.wordpress.com [...]

30 08 2011
Rainbow

esih ora mudheng

30 08 2011
Jimbo

mantap, dr tadi ane cari sumber2 yg bilang lebaran kapan.. dr semunya yg paling jelas mungkin cuma 1 ini, salut .. udah mau dibatalin aja tadi puasa ane

30 08 2011
Asep_down

Oh great great great . . . ! Very great info Brooo . . . !

30 08 2011
ciput

Di Cakung yang mengaku melihat hilal pada jam 17.40 WIB tap mataharinya kan terbenam jam 17.56.. impossible kayaknya ya .. ?

5 09 2011
yal

Ya itu. Makanya ditolak.

30 08 2011
ibnu

izin share gan……..

30 08 2011
deddy

Ijin share kang

31 08 2011
tsabitahakim

Gambar itu digraph jam 03:03:57 UT, itu jam brapa ya kalo di kita?

ngomong2 nge-graphnya tu pake formula apa ya?

w kok jadi bego kayaknya.

31 08 2011
bondan

Pertanyaannya, kenapa negara-negara tetangga kita (Malaysia,Singapura, dan Brunei) bisa melihat hilal dan menetapkan tanggal 30 Agt sebagai 1 Syawal? Padahal secara geografis mereka tidak berbeda jauh dengan kita dan dari penjelasan Gb-1 seharusnya tidak bisa melihat langsung kecuali dengan bantuan alat optical. Apa teleskop yang digunakan ahli Indonesia berbeda? lebih kuno? apa teleskop yang digunakan Prof Thomas Djamaludin dari LAPAN yang analisanya dijadikan acuan oleh pemerintah & MUI sudah uzur?atau ini hanya arogansi golongan tertentu saja untuk menekan golongan lain dengan memaksakan fatwa haram segala? Dan bukankah sudah ada saksi dari Cakung dan Jepara yang mengaku melihat hilal dan juga disumpah kenapa ditolak? Padahal waktu jaman Nabi cukup satu orang saja mengaku melihat dan berani disumpah maka sudah cukup untuk menyatakan 1 syawal.

31 08 2011
tugiyo

sekarang bukan saja uang yang bisa dikorupsi, hilal ternyata juga bisa dikorupsi. Parahnya lagi, korupsi itu diakui secara mayoritas… :)

1 09 2011
tsabitahakim

w pikir juga begitu, masa iye malaysia, thailand dan philipine bisa liat kita kagak bisa?, yang bahlul ntu ulama2 jiran atau kite? ataw w yang bahlul nih? : P

1 09 2011
Willy Permana

bisa lihat sendiri di moonsighting, laporan bahwa yang berlebaran pada 30 Agustus sebagian besar tidak berdasar melihat hilal, tapi semata-mata mengekor buta pada Saudi, yang hanya berdasarkan pengakuan beberapa Badui di Riyad melihat hilal pada 29 Agustus, padahal ulama dan astronom Saudi lainnya tidak dapat melihat hilal. Hanya Chile yang berlebaran pada 30 Agustus memang melihat hilal malam sebelumnya
Oman yang tetangga Saudi juga tidak melihat hilal pada 29 Agustus, tapi seperti Indonesia tidak mengekor Saudi, tapi menggenapkan Ramadhan jadi 30 hari

benar kata mas Tugiyo, hilal pun sekarang dikorupsi. Naudzubillahi min dzalik :(

5 09 2011
Refa

sebenarnya agama itu mudah, tetapi manusia malah membikin sulit. Rasul tak pernah mensyaratkan hilal hrs diatas 2 derajat atau tdk. Simple saja siapa yg melihat dan berani disumpah, maka kesaksiannya diterima.

>>Riwayat Nabi pun menyebutkan bahwa pernah ada suatu kaum yang terletak jauh dari posisi Nabi saat itu yang menyatakan melihat hilal, dan setelah Nabi mendengarnya, maka Beliau pun mengesahkan hal itu. <<

Jadi ketika sdh terdengar kabar bahwa hilal sdh terlihat di suatu negara maka ketetapan itu berlaku bagi umat Islam seluruh dunia. (Ini pendapat kelompok yg mengikuti metode rukyat global -dan saya meyakini juga-)

Kadang manusia begitu sombong dgn ilmu yg dikuasainya. Metode hisab sebenarnya dpt dipakai untuk membantu menentukan kapan, dimana, jam berapa hilal akan diprediksi muncul. Tapi hisab tak bs menggugurkan rukyat. Menurut teori, indonesia dan Arab tak bs melihat tgl 29 tapi faktanya ada yg bersumpah melihat. Jadi 30 agst adalah 1 syawal.

Oya kalo mengacu pada rukyat global nih. kan bumi itu bulat 360 derajat. jarak terjauh antara dua tempat di bumi hanya 12 jam gak sampe lebih dr 24 jam. Bisa saja 2 tempat beda tanggalnya krn ada garis batas penanggalan, api faktanya silisihnya gak sampai 24 jam.

Asal tahu saja, meskipun sy lebaran 30 agustus, tp patokan sy tetap rukyatul hilal global, bukan dengan hisab sbgmn ormas lain

31 08 2011
hahn

kalo saya biasa lihat pake KStars, software gratis tapi cukup ampuh melihat posisi bulan :D

31 08 2011
HAZET

SIP BOS, BETUL BGT

31 08 2011
ipanase

ane cuma nurut pemerintah

31 08 2011
HAZET

BUKANYA BULAN TERUS BERGERAK….???
APA YG BERARTI BELUM 31 AGUSTUS SORE PUN BULAN SUDAH 1 SYAWAL….??
DI GMBR 2 = HILAL UDAH NGLEWATI INDONESIA CUKUP JAUH…

GUE JG LIAT SAAT 1 RMADHANNYA HILAL BELUM HIJAU DI INDONESIA….
TAPI BULAN KAN TERUS BERGERAK..1 HARI AJA PANJANG BGT PERUBAHAN ARSIRAN WARNANYA…

31 08 2011
tugiyo

Jika ragu, ambil yang termudah buat kita. Untuk membuktikan kebenaran sesuatu, biasanya bisa dengan kejadian setelahnya. Ada baiknya jika kita keluar dan mengamati sejenak bulan pada malam hari ini. (31 Agustus 2011). Apakah benar bulan telah berusia 1 atau 2 hari.

31 08 2011
SHELLAYART PREDICTIONS

Ada yg tau gak selisih waktu terbenamx matahari dgn terbenamx hilal yg sdh bisa dikategorikan hilal awal bulan syawal ? Mhn jawabanx

1 09 2011
faradin

orang awam ni ane.. Gmn om Ben.. Dg fakta2 yg ada bhw negara2 yg notabene bisa dikatakan se zona ma kite kok menetapkan 1 syawal 1432 h pd 30 agst 2011. tlg ksh penjelasan biar kite jd yakin pd keputusan pemerintah. Itung2annya piyee ngono lho gan he he maklum..orang bodo.. he he

1 09 2011
qie

di mesir kriterianya 5 menit setelah matahari terbenam.

1 09 2011
Ali Mahfud

Sekarang buktinya aja BRO…. pada tanggal 30-08-2011, pada jam 17.40-an WIB. Posisi bulan sudah tinggi dan itu artinya sudah tanggal 2 Syawal 1432 H. artinya juga sebagian Umat Islam yang ikut keputusan pemerintah, mereka lebaran atau Idul Fitri tanggal 2 Syawal. Gimana ?

1 09 2011
ami

setelah saya buka websitenya, kemudian saya klik 1 shawwal 1432 H, ternyata di bagian kiri bawah tertulis : New moon 29 Agt 2011 dengan jam 03.03.57, sedangkan warna yang ditunjukkan merupakan tanda kemampuan bulan dapat dilihat dari suatu wilayah. Artinya pada hari dan jam tersebut, telah masuk bulan baru yang berarti berakhirnya bulan lama (Ramadhan), namun wilayah Indonesia belum bisa melihat wujud bulan. Bulan baru bisa dilihat dengan mata telanjang di wilayah Indonesia pada 30 Agustus 2011 malam, sebagaimana tampak pada gambar, area berwarna hijau baru sampai di Indonesia pada 30 Agt2011. Mohon maaf jika saya salah memahami.

1 09 2011
ayume

Ane kasian ama yg tinggal di belahan bumi utara, puasanya 30 hari terus klo ngeliat gambar diatas

1 09 2011
kenarok21

Kutipan yang anda tampilkan dari situs moonsighting.com tidak lengkap, seharusnya ditampilkan juga negara ana saja yang engumumkan secara resmi tanggal 1 syawal…setahu saya dari situs tersebut mayoritas negara-negara islam mengumumkan 1 syawal jatuh pada tanggal 30/8/11 hanya oman dan bangladesh pada tanggal 31/08/11…saya muak dengan pembodohan dan pembohongan yang terus menerus dilakukan !!!

2 09 2011
gogo

mantab infonya.. hal mudah dibikin sulit..

2 09 2011
5 09 2011
Refa

Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri kalian. Jika kalian berselisih/berbeda pendapat ttg sgl sesuatu maka kembalilah pada Allah dan Rasul (Al Qur’an dan Assunah)

3 09 2011
imc_cho

mas admin harus pasti tahu bahwa bulan itu BERGERAK dan tidak hanya diam di tempat… setuju????
jadi kalau mas mau fair untuk menentukan satu syawal tidak bisa 2 gambar di atas dijadikan sebagai patokan..
kalau kita melihat secara real time kita akan bisa mengetahui pada pukul berapa waktu indonesia bulan sudah terlihat/melewati batas 2 derajat (neh patokan pemerintah yah)….
dan kita harus tahu padaa saat melewti 2 derajat tuh pada pukul berapa dan tgl berapa??
kalau pada saat jam 10 malam tgl 30 di indonesia bulan baru melewati batas 2 derajat, apakah kita harus genapkan sampai tanggal 31 baru kita lebaran?? monggo di jawab dulu mas admin??

3 09 2011
Indro Saksono

Dua buah gambar diatas jelas saling berbeda baik tanggal maupun crescent’s sight coverage area- nya……Gambar-gambar itu memperbaiki pemahaman saya pribadi. Terimakasih.

4 09 2011
Rihan Musadik

Untuk lebih jelasnya lihat blog saya http://universologi.blogspot.com/, untuk menambah masukan buat anda mengapa terjadi perbedaan antara Muhammadiyah dan Ormas-ormas islam yang lain.

4 09 2011
4 09 2011
Anandi

BAGUS JUGA ULASANNYA YA…

7 09 2011
SJAIFUL BARI

KH Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi, Guru Para Ahli Falak di Indonesia
Tanbihun.com – Ia pernah di sidang, karena berbeda pendapat dengan pemerintah dalam masalah gerhana matahari total dan penentuan awal bulan Syawal.
Menyebut ilmu falak, mungkin bagi sebagian umat Islam masih terasa asing di telinga. Ilmu falak adalah suatu ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit, khususnya bumi, bulan, dan matahari pada orbitnya masing-masing dengan tujuan agar dapat diketahui posisi benda-benda langit antara yang satu dan lainnya, sehingga dapat diketahui pula peredaran waktu di permukaan bumi.
Ilmu ini disebut pula dengan ilmu perbintangan atau astronomi, karena menghitung atau mengukur lintasan bintang-bintang. Ia biasa juga disebut dengan ilmu hisab, karena dipergunakan perhitungan. Kata lainnya adalah ilmu rashd, karena memerlukan pengamatan, atau ilmu miqat yang mempelajari tentang batas-batas waktu.Di dunia Islam, istilah ini sudah sangat familiar. Bahkan, banyak ilmuan Muslim yang mampu melakukan perhitungan secara cermat dan teliti sehingga dapat diketahui ukuran waktu di suatu tempat.
Dalam Islam, ilmu ini sangat berkaitan erat dengan penanggalan (kalender), waktu shalat, arah kiblat, dan gerhana. Untuk penanggalan (kalender) ini, Islam mengenal berbagai istilah penanggalan, di antaranya kalender Masehi dan Hijriah. Umumnya, penanggalan Hijriah menggunakan masa edar bulan atau disebut pula dengan penanggalan Qomariyah (bulan). Sedangkan penanggalan Masehi biasanya menggunakan penanggalan Syamsiyah (menghitung waktu berdasarkan masa edar matahari).
Bagi sebagian orang, ilmu ini dikenal sangat rumit. Sebab, dibutuhkan perhitungan-perhitungan dan pengamatan yang cermat dan teliti, sehingga menghasilkan perhitungan yang sesuai (tepat). Karena itu, acapkali terdapat perbedaan di kalangan ulama dalam menentukan waktu yang sesuai dengan yang sebenarnya. Dan hanya orang-orang yang telaten, rajin, dan giat yang mampu dan mau berkecimpung dalam bidang ini.
Di Indonesia, terdapat sejumlah tokoh yang sangat mumpuni dalam bidang ilmu falak ini. Salah satunya adalah KH Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi, seorang ulama asal Kudus, Jawa Tengah. Ulama kelahiran Kudus, 10 Maret 1915, ini dikenal sebagai ‘gurunya para ahli ilmu falak Indonesia’. Kepakarannya dalam bidang ini sudah tak diragukan lagi, mengingat keilmuan dan kapasitasnya yang dalam menekuni ilmu falak. Karena kepakarannya itu, Kiai Turaichan biasa disapa dengan Mbah Turaichan diberikan jabatan sebagai Ketua Markas Penanggalan Provinsi Jawa Tengah.
-2-
Mbah Turaichan adalah putra Kiai Adjhuri dan Nyai Sukainah. Sejak masa kanak-kanak, ia dibekali dengan pendidikan agama yang sangat matang. Ia belajar melaui sistem tradisional masyarakat yang telah turun-temurun dijalani keluarga dan teman-teman di sekitarnya. Ia mengaji pada para Kiai dan ulama di sekitar tempat tinggalnya secara nonformal dan sempat mengenyam pendidikan formal di daerahnya selama dua tahun.
Unik
Mbah Turaichan terbilang seorang ulama yang unik. Namun, ia juga sangat luar biasa. Bila seorang ‘calon ulama’ dan anak seorang kiai diharuskan belajar pendidikan agama di pondok pesantren (pendidikan informal), sepanjang hidupnya Mbah Turaichan tak pernah mengecam pendidikan pesantren, dalam arti ‘mondok’ (menetap) sebagai seorang santri yang diasramakan di lingkungan pesantren.
Kebiasaan ini terbilang tidak lazim, kendati di pesantren dikenal dengan istilah santri kalong, yaitu santri yang belajar di pesantren, namun setelah belajar pada hari itu mereka kembali lagi ke rumahnya.
Mbah Turaichan hanya mengenyam pendidikan formal selama dua tahun, yakni ketika berusia 13 hingga 15 tahun. Tepatnya di Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS), Kudus, sekitar tahun 1928, yakni sejak madrasah tersebut didirikan. Namun, karena kemampuannya yang dianggap melebihi rata-rata, maka ia diminta untuk membantu pelaksanaan belajar-mengajar di madrasah tersebut. Namun demikian, ia juga masih sempat belajar pada ulama lainnya secara nonformal.
Sejak mengajar di Madrasah TBS Kudus inilah, Kiai Turaichan giat belajar ilmu falak dan kemudian secara terus-menerus menekuninya, sehingga sangat mahir dalam bidang ini. Berbagai hal berkaitan dengan bidang ini, perhitungan dan pengamatannya terbukti tepat, kendati hanya dengan mengandalkan pengamatan pada peredaran benda-benda langit (ru’yah al-hilal).
Tak heran, bila kemampuannya ini kemudian ia tularkan pada para anak didiknya. Namun demikian, sebagaimana sulitnya dalam mempelajari ini, tak banyak anak didiknya yang ‘benar-benar’ mumpuni sebagaimana kemampuan Mbah Turaichan. Karena kepakarannya itu, maka ia dijuluki oleh para santrinya sebagai ‘gurunya para ilmu falak Indonesia’.
Kemampuan yang dimiliki Kiai Turaichan, digunakannya sebagai media dakwah sekaligus membantu umat dalam memecahkan persoalan-persoalan yang rumit berkaitan dengan ilmu falak ini.
Tercatat, tokoh ini pernah menjabat dan terlibat dalam Lajnah Falakiyah PBNU. Bahkan, ia seringkali terlibat dalam diskusi-diskusi yang intens berkaitan dengan bidang yang satu ini, baik tingkat lokal maupun nasional. Dalam berbagai forum muktamar Nahdlatul Ulama, Kiai Turaichan acap kali terlibat dalam diskusi yang serius dengan tokoh lainnya. Dengan argumentasi yang tepat dan mumpuni, kalangan ulama senior sangat mengandalkan keahliannya. Ia seringkali dilibatkan dalam forum yang lebih tinggi saat membahas bidang ilmu falak.

-3-
Dan karena keahliannya ini, tak jarang pendapatnya berbeda dengan kebanyakan pandangan ulama, termasuk di PBNU. Namun demikian, ia tetap kukuh pada pandangan dan pendapatnya itu. Sebab, ia yakin, pendapatnya itu benar, berdasarkan ilmu, pengamatan, dan kondisi alam yang ada. Dan terbukti, pendapat-pendapatnya lebih banyak yang sesuai dengan kenyataan.
Di sidang
Kendati berbeda pandangan, Kiai Turaichan tetap menjalin hubungan yang baik dengan pihak-pihak yang sering menolak keputusannya. Bahkan, ia juga selalu bersikap akomodatif pada pemerintah, walaupun pemerintah pernah beberapa kali mencekalnya. Pencekalan dilakukan karena Kiai Turaichan mengeluarkan pernyataan berbeda dengan pemerintah perihal penentuan awal bulan Syawal.
Ia pernah sidang ke pengadilan pada 1984, ketika menentang perintah pemerintah untuk berdiam diri di rumah saat terjadi gerhana Matahari total pada tahun tersebut. Alih-alih menaati perintah itu, ia justru mengajak umat untuk melihat peristiwa tersebut secara langsung dengan mata kepala telanjang.
Pada waktu terjadi peristiwa gerhana Matahari total tersebut, ia memberi pengumuman kepada umat Muslim di Kudus, bahwa gerhana Matahari total adalah fenomena alam yang tidak akan menimbulkan dampak (penyakit) apa pun bagi manusia jika ingin melihatnya, bahkan Allahlah yang memerintahkan untuk melihatnya secara langsung.
Hal ini dikarenakan redaksi kabar mengenai fenomena alam itu menunjukkan keagungan Allah ini difirmankan oleh Allah menggunakan kata abshara , yang berarti melihat secara langsung dengan mata, bukan makna denotatif seperti mengamati, meneliti, dan lain-lain, meskipun memang ia dapat berarti demikian secara lebih luas.
Pada hari terjadinya gerhana Matahari total di tahun tersebut, Kiai Turaichan tengah berpidato di Masjid al-Aqsha, menara Kudus. Di tengah-tengah pidato, ia mengajak jamaah untuk menyaksikan langsung gerhana tersebut.
”Wahai Saudara-saudara, jika kalian tidak percaya, maka buktikan. Sekarang peristiwa yang dikatakan menakutkan, sedang berlangsung. Silakan keluar dan buktikan, bahwa Allah tidak menciptakan bala atau musibah darinya. Silakan keluar dan saksikan secara langsung!”
Maka, para jamaah pun lantas berhamburan keluar, menengadah ke langit dan menyaksikan secara langsung dengan mata kepala telanjang terjadinya gerhana Matahari total. Setelah beberapa saat, para jamaah kembali ke tempatnya semula, dan Kiai Turaichan melanjutkan pidatonya. Dan faktanya, memang tidak terjadi apa-apa, termasuk musibah yang didengungkan oleh pemerintah.
Namun karena keberaniannya ini, Kiai Turaichan harus menghadap dan mempertanggungjawabkan tindakannya di depan aparat negara yang sedemikian represif waktu itu. Meski demikian, sama sekali ia tidak menunjukkan tabiat mendendam terhadap pemerintah.

-4-
Bahkan, hingga menjelang akhir hayatnya pada 20 Agustus 1999, ia termasuk ulama yang sangat antusias mendukung undang-undang pencatatan nikah oleh negara yang telah berlaku sejak 1946. Kiai Turaichan sangat getol menentang praktik-praktik nikah siri atau di bawah tangan.
Menurutnya, selama hukum pemerintah berpijak pada kemaslahatan umat dan tidak bertentangan dengan syariat Islam, maka wajib bagi seluruh umat Muslim yang menjadi warga negara Indonesia untuk menaatinya. Artinya, pelanggaran atas suatu peraturan (undang-undang) tersebut adalah juga dihukumi sebagai kemaksiatan terhadap Allah. Demikian pun menaatinya, berarti adalah menaati peraturan Allah.Hal inilah yang membuat kharisma dan kealiman Kiai Turaichan semakin diperhitungkan. Tak heran, bila namanya sangat masyhur sangat ahli ilmu falak yang sangat disegani.
‘Lokalitas NU’
KH Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi dikenal sebagai ulama ilmu falak yang sangat karismatik. Ia pernah ditunjuk menjabat sebagai Ketua Lajnah Falakiyah PBNU. Di tingkat cabang Kabupaten Kudus, Ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriah NU.
Kiai Turaichan juga pernah terlibat dalam dunia politik di tingat pusat. Beberapa kali ia ditunjuk menjadi panitia Ad Hoc oleh pimpinan pusat Partai NU. Selain itu, ia juga dipercaya menjadi qadli (hakim) pemerintah pusat pada tahun 1955-1977.
Di organisasi Nahdlatul Ulama, Kiai Turaichan seringkali terlibat dalam forum-forum diskusi dan bahtsul masail (membahas permasalahan umat), terutama bidang yang menjadi spesialisasinya. Namun, pada saat terjadi perubahan asas dasar NU dari asas Ahlussunnah wal Jamaah menjadi asas Pancasila, dia menyatakan memisahkan diri dari keorganisasian NU.
Meski telah menyatakan memisahkan diri secara keorganisasian, namun ia tetap dipercaya sebagai Rais Suriyah di tingkat cabang. Sedangkan untuk tingkat pusat, ia tidak lagi aktif seperti sebelumnya. Karenanya, Kiai Turaichan kemudian mempopulerkan istilah ‘Lokalitas NU’ yang berarti tetap setia untuk memperjuangkan organisasi NU dalam skala lokal, yakni di NU cabang Kudus saja. nidia/sya/taq/republikaonline
Kini keahlian ilmu falak beliau telah diteruskan oleh putranya yaitu Kiai Sirril Wafa Turaihan M.Ag yang menjadi pengajar ilmu falak di Universitas Isalam Negeri Syarif Hidayatulloh

7 09 2011
SJAIFUL BAHRI

K.H. Turoihan Ajhuri Asy-Syarofi
Sosok ulama karismatik yang ahli ilmu falak. Lahir di Kudus pada 15 Maret 1915 M / 1334 H dan meninggal pada hari Jum’at, 20 Agustus 1999 M bertepatan dengan 8 Rabiul Akhir 1420 H.
Ketekunannya terhadap ilmu falak muncul sejak kecil hingga dewasa. Reputasinya sebagai fakar falak sudah terdengar sejak zaman Jepang. Ia sering diminta menghitung jatuhnya hari awal dan akhir bulan Ramadan. Maka ia terdorong untuk menyusun al-manak 1945 M / 1364 H yang kemudian dicetak Penerbit Menara Kudus. Sejak itulah kalender buatannya disebut dengan Almanak Menara Kudus (AMK). Kini keahlian ilmu falak beliau telah diteruskan oleh putranya yaitu Kiai Sirril Wafa Turaihan M.Ag yang menjadi pengajar ilmu falak di Universitas Isalam Negeri Syarif Hidayatulloh

7 09 2011
hare

dulu kyknya ada yang kritik abis2an orang gak ngerti konstruksi ngomongin konstruksi, sekarang orang gak ngerti astronomi mau ngomongin astronomi :D

10 09 2011
husnul khatimah umar

numpang share om ben…. ini tulisan saya di pesbuk pas tgl 30 jam 6.45 wita..

Bismillah…

Ramadhan tahun ini buat saya istimewa, karena tahun ini kembali lagi ada perbedaan pendapat antara penentuan kapan kita mengakhiri Ramadhan dan memulai Syawal. Dalam sepuluh tahun terakhir, ini adalah kali yg yg ketiga di Indonesia ada perbedaan pendapat tentang hal ini. Kalau jaman dulu, pada akhirnya sungguh saya gak ambil pusing kalo ada perbedaan pendapat gini. Meskipun pas awalnya tetep suka ragu-ragu dan chanel tipi mekkah akhirnya jadi andalan. Kalau mekkah malam itu ngga shalat teraweh maka besoknya pasti kita pada lebaran.

Tapi tahun ini ada yg beda dikepala saya. Sejak abis maghrib, saya nungguin info kapan lebaran, soalnya denger-denger tahun ini bakal beda lagi. Trus akhirnya denger pengumuman kalau ternyata lebaran ditetapkan pada hari Rabu, 31 Agustus 2011.

Awalnya, seperti biasa chanel tipi mekkah jadi andalan. Nah, petualangan bermula pas lagi nongkrongin tipi nungguin mekkah shalat isya. Sambil nunggu, saya iseng ngubek-ngubek mbah google, nyari perbedaan waktu antara Mekkah dan Indonesia. Soale selama ini saya taunya bedanya sekitar 4-6 jam untuk wilayah indonesia. Cuman tau denger doang, ceritanya iseng mo ngecek beneran gak segitu. Setelah cek cek ricek, ternyata saya menemukan ada itungan perbedaan waktu yg laen. Dan kalo diitung berpedoman pada itungan itu maka perbedaan waktu antara Mekkah dan Indonesia bisa mencapai 19-21 jam… See jauuuh banget kan.

Di usia saya yg seperempat abad lebih dikit ini saya baru tahu kalau di dunia ini ada yg namanya Kaabah Universal Time (==”) dan ini jadi dasar kalender Hijriah. Jadi Garis waktu penggantian tanggal 180* meridian ke 40* BT. dan ditetapkan sebagai 0* meridian Ka’bah UT. Dan penggantian tanggal tidak lagi pada jam 00:00 tetapi pada jam 18:00.

Struktur meridian tidak lagi dibelah menjadi dua arah tetapi menjadi satu arah mengikuti garis edar matahari dari kiri ke kanan, dimana posisi Greenwich (GMT) terletak pada -40* KUT dan posisi Jakarta menjadi -294* KUT di belakang merdian Ka’bah (Mekkah) atau 19 Jam dibelakang Ka’bah (selisih satu hari dibelakang garis waktu Ka’bah).
Jadi pada saat di Mekkah melaksanakan Shalat Maghrib 18:30 GMT tanggal 1 Agustus, maka di Jakarta masih jam 22:30 malam GMT tanggal 31 Juli menjelang Subuh.

Gara-gara tulisan ini jadi bikin saya mikir, berarti selama ini saya bisa jadi salah dong, kalo patokan saya itu Mekkah, berarti klo ini malam di Mekkah masih malam takbiran, lebaran di indonesia bukan besoknya tapi Lusa dikarenakan beda waktu 19-21 jam itu. Dan gara-gara tulisan itu juga saya jadi nyari asbabun nuzul n tadabur Al Qur’an surah Al Hujurat ayat 1 yg jadi salah satu dalil perhitungan waktu tersebut.

Trus selain itu saya ketemu lagi sama kesepakatan Konvensi Istambul, jadi ni ternyata dalam konvensi Istambul yg di hadiri oleh negera2 Islam, termasuk Indonesia, konvensi ini mengamanahkan bahwa:”Apabila bulan sabit atau hilal sudah nampak di suatu negeri, berarti semua negeri sudah melihatnya”. Konvensi Istambul juga memberi mandat kepada Kerajaan Saudia Arabia sebagai pelayan tanah suci dan pemelihara Ka’bah, sebagai tempat standart untuk melihat hilal dan kemudian menyebarkan informasi keseluruh dunia. Masalahnya Hilal hanya bisa dilihat sempurna hanya di satu titik dibelahan dunia. Oleh karena itu tidak selalu hilal bisa dilihat dari Arab Saudi. Maka berdasarkan konsvensi Istambul, Negeri2 yg telah melihat hilal wajib melaporkan ke pemerintah Arab Saudi, dan kemudian informasi tsb disebar luaskan keseluruh dunia oleh pemerintah Arab Saudi. Dan ini tentu dilakukan tanpa mengabaikan perbedaan waktu antara satu daerah dengan daerah yg lain.

Kemudian kepala saya bikin kesimpulan sementara : berarti kalo merujuk pada hal diatas, jika ini malam di mekkah kagak teraweh, berarti besok mekkah lebaran, Nah kalau besok mekkah lebaran berarti indonesia lebarannya Lusa. Kemudian mata saya tertuju pada layar tipi. Di tipi dengan jelas menunjukkan Mekkah ini malam gak shalat teraweh, yg artinya indonesia lebarannya hari Rabu.

Tapi lagi-lagi di kepala ada pertanyaan : bagaimana dengan yg ngeliat hilal ? , bukannya waktu puasa dan syawal ditentukan oleh keliatan atu enggaknya hilal?

Akhirnya saya putuskan untuk ngeliat redaksi hadist dan nyoba nyari tafsirannya : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya (hilal bulan Syawal). Jika kalian terhalang awan, maka sempurnakanlah Sya’ban tiga puluh hari.” (HSR. Bukhari 4/106, dan Muslim 1081)

Jadi kalau ngeliat hadist diatas, Rukyat adalah metode pertama yg digunakan, namun jika rukyat ngga bisa maka digunakan metode Hisab. Nah tapi kan udah ada yg ngeliat hilal, trus kenapa ditolak kesaksiannya ? . Saya pun nyari tau lagi, dimana aja hilal keliatan, siapa aja yg ngeliat, dan kenapa kesaksiannya ditolak pada sidang isbath (maklum kagak nonton tipi pas siaran langsung sidang ishbat, cuman denger2 doang) ? .

Ternyata menurut info dari Ilmuwan Lapan dan Bosscha, setelah dilakukan pengamatan maghrib kemaren, ketinggian bulan berada dibawah 2 – 2,5 derajat sehingga menjadikan Hilal sangat sulit dilihat dengan mata telanjang meski dengan teropong sekalipun. Dan ini membuat saya menjadi sangat ragu ada yg bisa melihat hilal di maghrib kemaren apalagi ngeliatnya hanya dengan mata kosong aja.

Lalu pertanyaan baru muncul lagi, kalau begitu bukankah meski ketinggian bulan berada dibawah 2 – 2,5 derajat bukan berarti tak ada hilal kan? Bisa jadi ada cuman kagak keliatan aja. Tapi ternyata ada pula referensi yg mengatakan bahwa pada bulan di ketinggian tersebut anak bulan bisa pula tipis sekali bahkan tidak menghasilkan anak bulan.

Nah, akhirnya setelah ngulik ngulik google (lagi-lagi si mbah..) , akhirnya kepala saya membuat 2 kesimpulan tentang perbedaan ini.
Bisa jadi perbedaan ini karena 2 sudut pandang yg berbeda, di satu sisi menekankan pada :
Tidak harus menggunakan Rukyat lebih dahulu baru hisab. Hisab pun bisa dijadikan pedoman pertama untuk menentukan awal bulan.
Tak peduli keliatan atau tidak dan setipis apapun yang penting setelah dihisab hilal itu Ada.
Dan sudut pandang yg kedua adalah menekankan pada :
Metode Rukyat adalah yg utama, dan jika tidak bisa karena suatu kendala maka baru digunakan hisab
Hilal bukan hanya harus ada tapi juga terlihat, baik oleh mata ataupun teropong dan sejenisnya.
Masing-masing sudut pandang punya argumen yg kuat, namun dari dua sudut pandang diatas , saya lebih cenderung pada sudut pandang yg kedua karena melihat dari tafsiran hadist. Trus ada satu hal lagi, menurut saya idealnya Rukyat dan Hisab seharusnya bisa sejalan. Jika perhitungan Hisab itu benar maka anak bulan pasti juga dapat di Rukyat kecuali ada hal-hal yg menghalagi, seperti cuaca, dll. Begitu pula sebaliknya. Masalahnya adalah saya belum menemukan satu negara pun kecuali Mekkah dan sekitarnya yg telah melihat Hilal. Nah, kalau merujuk pada hal itu maka jika kita menggunakan kalender Hijriah (Kaabah Universal Time) maka jika Mekkah hari Lebaran, berarti Indonesia dan sekitarnya lebarannya Besok. Wallahu’alam..

Btw, saya bukan orang yg ahli dalam bidang ini. Saya bukan pula ustadzah dan sejenisnya (jauuuuh bgt itu..). Saya cuman orang biasa yg terbatas pengetahuan dan baru juga belajar. Saya cuman pengen memantapkan hati aja ketika harus memilih (ciaelaah…ehehehehee). Karena itu kalo misalnya ada info lain, atau ada hal yg salah bisa langsung dikoreksi aja, supaya kita sama-sama bisa sharing n lebih jelas soal ini. Seperti kata Al Kindi : “ Kebenaran yang sempurna tidak akan didapat oleh seseorang , karena ia akan sempurna secara bertahap dengan disempurnakan oleh para generasi pemikir ”

Akhir ramadhan tahun ini luar biasa, dan saya jadi ngerasain indahnya perbedaan menetapkan syawal itu dalam kaca mata yg berbeda. Perbedaan ini justru membawa rahmat dan hikmah luar biasa. Perbedaan ini berhasil menggiring saya kepada ilmu-ilmu baru yg sebelumnya tampaknya tak menarik kepala saya. ehehehee.. :D

Selalu semangat dan semoga Allah mengampuni saya jika salah serta memberkahi kita semua..Amin Allohumma amiin :D

11 09 2011
bravo

Alhamdulillah anda sudah mengerti bahwa perbedaan waktu kita dan Arab BUKAN 4-6 jam, melainkan lebih dari 12 jam… itu yang sering disalahartikan oleh orang-orang kita terkait penanggalan hijriyah. Sering merasa bahwa seharusnya kita yang lebih dulu puasa, lebaran atau qurban.
Ru’yat dan hisab insyaallah bisa sejalan, bila dilandaskan pada keterangan awal, yaitu melihatnya. Ukuran bisa dilihat atau tidaknya tergantung lokasi, karena kita di Indonesia, keadaan bulan yang bisa dilihat dengan mata telanjang adalah kisaran 2 derajat menurut para astronom (bukan hanya menurut astronom indonesia, tapi seluruh dunia insyaallah)

11 09 2011
karis

Cuma di Indonesia kayaknya lebaran tanggal 1 syawal-nya beda…ck..ck..ck..hebatnya bangsa ini cuih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.984 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: