Film “THE RAID” — Ini Baru Film Laga INDONESIA…!! (Spoiler Alert)

29 03 2012

THE RAID

Well, tadinya mau nulis kisah Ultimate Journey ke Solo dan kopdar dengan kawan-kawan Koboys chapter Solo, tapi berhubung lupa bawa card reader, jadi ane nulis film ini dulu deh yang baru ane tonton kemarin sore.. Seperti biasa, jika sebuah film betul-betul menarik, maka ane akan buat sedikit ulasannya..

Awalnya ane gak terlalu tertarik untuk menonton film ini, namun melihat trailernya di Youtube, plus membaca bahwa film ini berhasil menyabet penghargaan di Midnight Madness Award (TIFF 2011) dan Dublin Film Critics Circle Best Film hmmm..ini film Indonesia rupanya tidak seperti biasanya..Wajib nonton…!!

Dibuka dengan adegan Rama (Iko Iwais) yang sedang menunaikan sholat, kemudian ia berangkat bertugas dan meminta izin kepada istrinya yang sedang hamil 7 bulan untuk bergabung bersama sebuah pasukan khusus. Ane tidak begitu memperhatikan, mungkin Densus 88 kah? Yang jelas dari sebuah video di Youtube, ane melihat bahwa Kopaska terlibat dalam pembuatan film ini..mungkin sebagai konsultan tactical.

Film ini tidak basa-basi…!! Adegan briefing singkat di dalam mobil pasukan khusus tidak bertele-tele seperti film Indonesia pada umumnya. Dikisahkan 20 orang pasukan khusus di bawah komando Sersan Jaka ditugaskan untuk melaksanakan misi infiltrasi dan ekstraksi seorang criminal mastermind bernama Tama (Ray Sahetapi).

Adegan CQB kurang greget

Sebagai penikmat hal berbau militerisme karena sewaktu kecil rajin membaca Guns and Ammo, ane kurang greget dengan minimnya adegan CQB (Close Quarter Battle – Pertempuran Jarak Dekat) dalam film ini. Begitu juga dengan cara Sersan Jaka memerintah anggotanya terasa sangat “enggak special forces banget”. Lhaa..masa mau split group menjadi 2 tim aja pake bahasa verbal “kamu ke kiri..aku ke kanan..bla..bla..bla..” Beda dengan film Special Forces yang dibintangi Diane Kruger, disana aksi taktis pasukan khusus benar-benar ditonjolkan.

adegan CQB tidak terlalu ditonjolkan, dan malah kaku

Oke lah, meskipun aksi CQB ala Kopaska kurang terlihat, 15 menit film ini berjalan ane mulai menangkap beberapa jurus pencak silat mulai dipertontonkan. Adegan Tama mengekseskusi beberapa orang cukup memberi isyarat kepada penonton bahwa film ini akan memiliki “gore” yang parah dan vulgar. Salah satu kata-kata Tama di sini yang cukup berbekas adalah.. “Hey..tadi sampai dimana ya..?” Lalu sebuah palu melayang ke kepala sang korban…!! Ente harus nonton bagian ini. Lucu sekaligus sadis…!!

Awas..Film ini Full Gore…!!

Mantab…adegan full gore ini membuat penonton terdiam, dan tak lama kemudian aksi infiltrasi Rama cs, diketahui oleh Tama. Sedikit aneh bahwa tokoh Letnan Wahyu (Pierre Gruno) yang mampu menembak tepat menembus pintu ini di kisah kemudian kurang greget. Mungkin Gareth Evans, sang sutradara menginginkan penonton untuk tertipu.

Adegan khas pencak silat secara gamblang dihadirkan di sini. Tokoh sentral Rama mulai dimunculkan, sementara Sersan Jaka dan Letnan Wahyu seperti menghilang pasca posisi mereka ketahuan. Saat inilah roller coaster emosi dimainkan. Adegan bela diri mematikan bercampur gore yang vulgar dan kata-kata kasar akan mempu membuat penonton berteriak kagum sekaligus jijik. Bagi ente yang gak kuat lihat darah mendingan jangan nonton deh…!!

Roller Coaster Emosi dimainkan..

30 menit kedua rasanya singkat karena sepanjang cerita, penonton diajak menikmati aksi Rama melawan para pemburu bersenjatakan machette (golok). Di sini kengerian sangat terasa melihat kesadisan orang-orang tersebut. Uniknya. Ketika sang kepala pemburu itu bicara, kengerian berubah menjadi tawa karena logatnya begitu menggelikan.. “Ketika aku muak…aku menggila” menjadi kata-kata yang dijamin membekas di ingatan penonton.

30 menit terakhir, perlahan semua mulai terkuak. Ternyata Andi (Donny alamsyah) orang kepercayaan Tama adalah abang dari Rama, mereka berpisah ketika kecil dan Andi memilih jalan yang berbeda dengan Rama. Sialnya, adegan Andi melindungi Rama diketahui oleh Tama melalui CCTV. Penyiksaan Andi pun dimulai.

Mad Dog (Yayan Ruhiyan) menjadi tokoh sentral di adegan berikutnya. Pasca keberhasilannya memelintir leher Sersan Jaka hingga tewas, kembali penonton disuguhi aksi sang antagonis..Rama dan Andi bertempur bersama melawan dirinya. Aksi pencak silat begitu cepat..tidak seperti film laga kelas bawah umumnya yang masih kaku. Refleks ketiga aktor bela diri ini begitu cepat tanpa efek dicepatkan.

Mad Dog (Yayan Ruhiyan) tokoh antagonis jempolan

Beberapa gerakan membuat penonton bertepuk tangan..meskipun harus kembali hanyut pada serangan-serangan rapat dan mematikan yang seolah tak ada habisnya. Stamina Uko Uwais dan Yayan Ruhiyan seolah diuji di klimaks ini. Meskipun akhirnya Mad Dog dapat dikalahkan oleh kaca lampu neon yang menancap di lehernya, namun pesimisme penonton sempat terbangun ketika Donny terlempar dan membentur kotak besi dan Rama dihajar habis-habisan hingga lemas…!!

Lantas.. intrik-intrik khas polisi-kriminal dan cukong-cukong pemilik modal tersembul..Rupanya Letnan Wahyu punya kisah sendiri dengan Tama. Di bagian ini kisah good cop – bad cop terkuak. Seolah menyuarakan kisah nyata di negeri ini.

Harapan penonton kini ada di tangan Rama yang masih cukup idealis, meskipun tersangkut conflict of interest dengan Andi, abangnya sendiri yang tidak mau pulang ke rumah karena ia merasa dianggap di lingkungan kriminal tersebut.

Pasca Klimaks..

Pada akhirnya, Tama terbunuh oleh timah panas dari revolver Letnan Wahyu. Dan..Letnan jahat tersebut harus menjalani hukuman panjang setelah gagal bunuh diri. Lagi-lagi karena pelurunya habis..

Sebuah moral terbersit di akhir cerita. Andi tidak mau kembali ke keluarga Rama. Hal ini seolah menyuarakan bahwa oknum kriminal akan tetap sesat di alamnya. Namun who knows apa yang terjadi pasca pertemuannya dengan Rama, barangkali dengan terbunuhnya Tama, Andi menjadi lebih baik.

Rama (Uko Uwais) in action

Toh, misi dapat dikatakan berhasil. Tama dan puluhan anak buahnya terbunuh. Meskipun dari 20 anggota pasukan khusus hanya 2 orang yang selamat plus Letnan Wahyu.

Nilai: 9/10

The Raid sangat layak mendapat predikat film bagus dan “must see movie”. Kendati demikian ane sempat bertanya-tanya. Apakah tanpa sutradara seperti Gareth Evans, film ini akan sebagus sekarang…? Apakah belum ada sutradara Indonesia yang mampu menyamai Gareth evans…? Kemudian film ini akan disadur ke dalam versi Hollywood. Apakah akan lebih bagus…? Sebagai orang Indonesia, ane akan bilang Uko dan Yayan lebih pantas membintangi film ini ketimbang nantinya dimainkan oleh artis bule..he he he.. :mrgreen:

Bagi yang penasaran, dikabarkan setelah ini, di tahun 2013 nanti, Gareth Evans akan kembali bersama Uko dan Yayan lewat film “Berandal” tunggu saja..

About these ads

Aksi

Information

39 responses

29 03 2012
AAOGY

SIP LAH

29 03 2012
mas wahyu

Pancen keren film’e

29 03 2012
bapakeVALKYLA

wah, pengen banget nonton film ini..
jelas aja film ni bagus, soalnya sutradaranya orang bule.. beda sama garapan orang india.. (P*****i cs)

eh, Rama akhirnya mati pa masih hidup om?

29 03 2012
bennythegreat

Nah..itu yang bikin penasaran..apakah harus bule dulu baru bagus?

29 03 2012
bapakeVALKYLA

bisa jadi begitu..
pokoke duet Iko – Gareth emang mantep

31 03 2012
lpg 3 kg

p*****i cs cuma bisa film porno doang wkwkwk

2 04 2012
bapakeVALKYLA

hahahahahha

29 03 2012
aru_kun

googling kata “gore” :)

29 03 2012
29 03 2012
29 03 2012
dnugros

Sebenernya ada sutradara bagus Bang Ben, namanya Upi. Doi cewek, lihat diskographi pilem2nya macam Realita, Cinta, dan Rock And Roll, Serigala Terakhir, Radit dan Jani. Tapi sayang sekarang udah jarang ngeluarin pilem berbobot lagi. Ato mungkin Joko Anwar dengan pilem2nya, macam: Kala, Pintu Terlarang, dan yang musti ditunggu yakni Modus Anomali yang siap tayang Q2 tahun ini. Dan juga jangan lupa The Mo Brothers yang udah sukses nelorin Rumah Dara, tau kan kalo pilem itu juga sukses di luar negeri.

29 03 2012
Redribbon Army

soalnya kalo sutradaranya indonesia selalu bertele2 bro…. lama2 jadi termehek2 jadi focus ceritanya tergadaikan… lha sutradara muda belajarnya dari sutradara senior yang sinetron banget koq .. jadi gimana mau berkembang… termehek-mehek lah jadinya

29 03 2012
irsalnganjuk

tumben indonesia bisa bikin film bagus,ane pikir cma bisa bikin sinetron

29 03 2012
irsalnganjuk

tumben indonesia bisa bikin film bagus.ane kira cma bisa bikin sinetron

29 03 2012
Cah Nglegok

biasa aja menurut ane…

yg aneh dipikiran ane, kenapa ketika kekerasan disebuah pilem bisa membuat pilemnya dikatakan bagus ya?

29 03 2012
beckhem

klo harus ke Hollywood tarung seru itu harus dikasih bumbu cerita yang lebih seru…….

29 03 2012
gogo

emang keren banget.. bikin sineas action holly pada merinding..
bwt Ongbak.. anda sudah lewat..

http://kasamago.wordpress.com/2012/03/26/efek-film-the-raid-era-kebangkitan-pencak-silat/

29 03 2012
kamil

saya barusan nonton mas ben, filnya bikin tegang! dan yang mantap terakhir2nya bikin tegang hahaha

29 03 2012
kamil

sayang mas, tadi saaya di bioskop cinere mall ada orang tua yang mengajak anak cewek *limatahunan ikut nonton, saya kaget. soalnya isinya bener2 untuk remaja dan dewasa. apalagi ada darah dan kata2 kotor nya :(

29 03 2012
29 03 2012
kudalumping

waw.
Jadi pengen nonton

30 03 2012
Xsal

masih banyak kekurangannya koq… aneh aja film keras begitu kebanyakan ngomongnya masih saya kamu…. dikit banget pake kata elo gw… malah masih banyak pake EYD yang bersifat kaku… kata2 kasarnya pun masih seputaran kebon binatang…. gak ada yg nyerempet selangkangan…. hehee

untuk adegan fighting yang di koreografi oleh iko uwais dan yayan luar biasa … setuju film ini bagus banget…. tapi gak semua orang boleh nonton film ini…. yang gak kuat mending gak usah nonton… soalnya neh pilem cowo bangetz….

30 03 2012
bapakeVALKYLA

lah, kan ceritanya tentang polisi vs penjahat.. bukan tentang remaja2 alay bin ababil, om :D

30 03 2012
jmerahputih

bener juga om.. kalo alay.. bisa2 gaya2an doank… ke pukul nangis. hehehe..

30 03 2012
az3angle

terbiasa matang perencanaan,dan teknik2 perfileman yg efisien,kita masih hrus copcat dlu kemudian ngembgin

30 03 2012
bapakeVALKYLA

Andi & Rama mengingatkan saya pada Tiger Wong (wang xiao hu) & Dragon Wong (wang xiao long)

30 03 2012
killbill1

Malam tadi saya beli tiket terburu-buru cuma lihat posternya aja,gak tahunya pilem Indonesia. Hampir aja saya pulang karena bakal nonton sinetron dilayar besar. Ceceran darah masih kalah jauh dibandingkan Ninja Assassin dan final fight kurang klimaksnya. Tapi secara umum bagus dan moga bisa jadi tren. Bukan melulu pilem hantu atau drama.

30 03 2012
30 03 2012
cHinoY

Wow.. film ini mengingatkan ku pada film si Unyil…. dimana Unyil usro dan kinoy selalu bersitegang dengan Cuplis dan Ucrit…

31 03 2012
lpg 3 kg

penasaran…. ane jadi pengen nonton juga

31 03 2012
31 03 2012
olala

Gw suka adegan terakhirnya …karena PAS

1 04 2012
jeng3

(-) baca dialog apa deklarasi sih? Kalimatnya itu looh berasa FTV. Udah gitu kayak baca puisi. Jadi gak berasa realistis. Dan yaaah…ekspektasi denger musik garapan Mike Shinoda buyar. Yg pasar Indonesia bukan kerjaannya Mike.
dan beberapa (banyak) anggota (densus??) ini seolah dibuat goblok.kyk sinetron aja.
overall bagi saya 6/10
tapi soal duelnya 11/10 muangstab deh

1 04 2012
jeng3

(-) baca dialog apa deklarasi sih? Kalimatnya itu looh berasa FTV. Udah gitu kayak baca puisi. Jadi gak berasa realistis. Dan yaaah…ekspektasi denger musik garapan Mike Shinoda buyar. Yg pasar Indonesia bukan kerjaannya Mike. dan soal akting payah+beberapa (sebagian besar) anggota (densus?) yg dimatiin secara konyol….mereka “dibikin goblok” di film ini
overall 6/10
tapi soal duelnya 11/10 uedaaann mangstab

1 04 2012
bomdenni

tp yg saya heran..knp dibioskop byk bgt anak kecil yg ntn?masa bioskop ngebolehin anak kecil ntn film sadis begini?disamping saya ada anak kecil umur 7thn ntn film ky gini..org tuanya diem aja..dunia sudah gila kali y..anak kecil diajarin kekerasan sm org tuanya..gilaaaa..bioskopnya jg gila ga ngelarang anak dibawah umur ntn..gila semua..

2 04 2012
mariodevan

Film apik iki, tapi sayang lum sempat nonton….hiks…hiks….

4 04 2012
tegapsholie4ever

Reblogged this on tegapsholie4ever.

20 04 2012
andri

woooww
keren filmnya…

13 06 2012
Nico Ivananda

tapi saya masih gak ngerti,kenapa letnan wahyu malah diborgol?? terus kenapa katanya tama dia (lt.wahyu) bakal kena peluru nyasar??? sebenarnya ada apa dengan lt.wahyu??? thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.749 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: