Kalau ente warga yang sehari-hari berkomuter melewati rute Gunung Sahari, Harmoni, Kemayoran, Sunter dan Kelapa Gading, dijamin mulai minggu ini akan ketiban oleh-oleh dari Pekan Raya Jakarta.
Apalagi kalau bukan KEMACETAN.
Kebetulan ane kemarin termasuk warga yang melakukan aksi geleng kepala ketika melihat cctv di web lewatmana.com. Baru kali ini ane lihat kemacetan mewabah di rute-rute tersebut. Entah karena waktunya Jumat malam (menjelang weekend) yang jelas kemacetan membuat traffic indicator di Google Maps ane berwarna merah…!!
Pekan Raya Jakarta bagi sebagian besar kalangan masyarakat (baca: warga mainstream) mungkin masih menjadi sesuatu yang wah. Terdapat pemandangan dan berbagai barang yang dijual di sana. Meskipun kantong cekak paling tidak masih bisa menikmati kerak telor dan makanan betawi musiman lainnya. Tak lupa bagi pihak-pihak yang mencintai dan menyuburkan praktek konsumerisme, PRJ adalah momen yang pas untuk meraup keuntungan…!!
Tapi bagi sebagian warga lainnya yang lebih kritis, Pekan Raya Jakarta sudah kehilangan daya tariknya. Acara tahunan tersebut lebih mirip sebagai sebuah pembukaan tahun kemacetan. Bagaimana tidak, pada tahun sebelumnya laporan pasca PRJ selalu ditutup dengan pemberitaan bahwa produsen otomotif berhasil meraup penjualan sekian unit motor/mobil. Lalu..apa manfaat bagi masyarakat Jakarta…??
Masih segar di ingatan beberapa pewarta warga pecinta otomotif dengan gegap gempita memberitakan bahwa stand ATPM anu bentuknya nganu-nganu..dan ATPM itu ngono-ngono. Apa manfaatnya bagi pembaca selain informasi? Tentunya terdapat godaan laten konsumerisme dibalik semua itu toh…??
Dengan adanya woro-woro yang dihembuskan..diharapkan warga Jakarta yang katanya mayoritas dari ekonomi kalangan menengah ini dapat hadir dan “menggerakkan roda perekonomian”. Namun ada yang dilupakan mengenai cara berpikir baik itu kalangan ekonomi menengah maupun bawah yang ternyata mirip-mirip..yaitu mengejar gengsi atas dasar kemampuan semu yang disokong oleh perusahaan leasing. Atas dasar gengsi barang dibeli..produsen pun bersuka hati..sementara kemacetan makin meninggi..
Ane pun cukup kaget melihat uang muka pembelian kendaraan bermotor yang ternyata masih cukup terjangkau yang masih jauh dari angka 30% harga. Tak heran kemacetan semakin menjamur…!!
Sementara itu kemarin tampak presiden SBY didampingi gubernur Jakarta yang berkumis dan akan lengser itu dengan bangga membuka Pekan Konsumerisme Jakarta ini. Heran..acaranya satu bulan kok tetap disebut “pekan”..hmmm.. Terbukti.. Pemerentah lebih peduli kepada aksi konsumerisme dan hura-hura ketimbang membereskan angkutan massal di kota yang kian semrawut ini.
Akhir kata..selamat menikmati kemacetan pengunjung PRJ..selamat bergabung dengan kalangan mainstream bin pasaran yang rela berdesakan hanya demi menuruti godaan konsumerisme semata.. Selamat menikmati efek domino dari ajang konsumerisme ini yaitu kemacetan akibat pemakaian kendaraan pribadi yang tidak terkendali. Acaranya cuma sebulan…Namun macetnya setahun ke depan…!!
Mari kita belanja dan belanja…Lupakan menabung dan investasi…!!


(1)(1)(3)(4).png)



PRJ macet maker,,,,payahhhhhhhhhhh
http://pertamax7.wordpress.com/2012/06/16/koboys-siaran-di-star-jogja-radio-ketika-blogger-terbang-mengudara-jangan-dilewatkan/
tp acara di PRJ bukan hanya milik ATPM aja om ben, kl kita bicara mslh otomotif pasti iya ngomongin penjualan n macet cet cet tp ada sebuah hiburan untuk keluarga yg memang ingin mereka nikmati.
selain otomotif ada furniture, ada Komputer dll jd jangan identikkan PRJ dengan otomotif, kl tumplek blek barangkali iya om ben tp gak tau bikin macet jg pa engga.
kalo msalah macet acara bola, konser musik yg murah n mahal2 pun bs bikin macet om ben
namanya juga jualan
biaarin aja kang.. yang penting image kontroversial tetep terjaga
ooopsss
Kritik yang pedas…
se7,
se7,
mdh”an kedpnnya menjadi lbh baik dan tentu sj hrs bnyk positifnya.
kasien ye warge jakarte
nanggung klo cuma sebulan, skalian setahun aje bang foke yu
walaupun bikin macet tapi bagi sebagian orang prj itu adalah hiburan dan sumber nafkah, dan macet adalah salah satu efek negatif dari banyak yg lainnya. maaf kalo kata2 saya ada yg salah
http://puguh05.wordpress.com/2012/06/15/bersykur-vs-mengeluh/
Seperti biasa komentar Benny memang top. Hahaha.
Tapi gak selamanya PRJ utk mobil motor aja bro.
Utk para pedagang kecil sekitar, merupakan berkah.
Semua ada sisi positif dan negatif. Soal macet memang bukan karena PRJ aja kan. Have a nice day bro.
kyknya coment2 nyak yg dikorting neh dsni
Gak dikorting bero..
Memang gak ada yg komen..
wkwkwkwk…kalo kortingan jadi jualan kolor loh….:D
ya kan ben….hahahaha
tulisan yang mengagetkan.. mantaaaab.
“gubernur Jakarta yang berkumis dan akan lengser itu”, ini yang ane suka dari tulisan ente Bro.
saya ke prj mah cuma ntn konser trus pulang,,,,
he..he..he..bro ben kalo puanya ganti ganti motor 4 kali dalam kurun waktu setahun masuk kategori konsumerisme ngga ya…….