Bedanya SIM di Indonesia dan di Swiss

31 08 2012

surat pembaca

Pagi ini dapat berita di mailing list Road Safety Association (RSA) mengenai suara pembaca di harian Kompas yang menyuarakan curhatan pengguna jalan yang ditilang oleh polisi.. Silakan simak di atas.

Sebegitu minimkah pemahaman pengguna jalan tentang kepemilikan SIM? sebegitu parahkan #PembodohanOtomotif di negara ini?

Dan ane yakin diantara ente-ente semua menganggap SIM hanyalah sebuah formalitas yang hanya diperlukan ketika polisi merazia, dan proses mendapatkan SIM di negara tempat dimana ATPM cap bebek dan itik berkembang biak ini lebih lazim disebut “bikin SIM” karena “dapat dipermudah”.

Gak heran makin banyak kendaraan turun ke jalan tapi kelakuan banyak koplak..banyak pula yang menjadi korban celaka ataupun membuat orang lain celaka.

Meanwhile in Swiss, ane share nih cerita seorang kawan tentang proses permohonan SIM (untuk motor):

Berikut adalah email yang dikirimkan rekan saya Bro Krisna, yang baru saja lulus ujian pengambilan SIM di swiss. Mungkin bisa menjadi inspirasi dan pengetahuan kita sangat pentingnya ilmu Safety Riding. Dan betapa MAHAL nya sebuah KESELAMATAN.

JIKA bukan masih muda, ya menjelang pensiun. Begitulah sebagian besarprofil pengendara motor di swiss, khususnya yang bermesin besar.  Sayatermasuk golongan agak langkah, selain orang asing, yang sangat jarang maususah keluar biaya untuk naik motor (mereka lebih suka mobil),  juga berada
di kelompok umur tak normal. usia saya 43 tahun, dengan dua anak masihkecil, tidak ideal mau naik motor. keluarga yang ditinggal tinggal di swissitu tak umum, laki laki yang berkeluarga sebaiknya selalu menyempatkanberada di keluarganya.

Hobby naik motor, meski Swiss termasuk negara makmur di Eropa, bukan hobbymurah. Motornya mungkin bisa terbeli (tergantung merek tentu saja, tapitetap ada harga antara 2000 usd sd 20.000 usd), namun urusan selanjutnya,cukup merobek dompet. Satu jam kursus, biasanya dibandrol 100 usd-an, naikturun dikitlah. Khusus moge, 250 cc ke atas, wajib kursus dasar sebanyak 12jam.  Untuk persiapan ujian praktek, apa boleh buat, sebaiknya kursus lagisecara privat 15 jaman. Saya menghabiskan 20 an jam. Belum lagi asuransi,300 usd an setahun, perawatan dan tentu saja stnk.  Jangan lupa juga biaya
pakaian (celana dan baju sekitar 300 sd 1000 usd), helm ( 100 usd), sepatu( 150 usd), sarung tangan ( 50 usd). Cukup bikin bangkrut lah.

saya ini perawat di panti jompo, gaji per bulan 4500 usd an lah, kalauuntuk hidup bujangan ya cukup, kalau untuk keluarga dengan dua anak, paspasan. untuk bisa punya motor, ya puasa senin kemis. karena istri sayagajinya besar, dua kali lipat gaji saya, akhirnya saya bisa utak atik untukmenyalurkan hobby naik motor. persoalan akhirnya lebih kepada ketakutanakan kecelakaan.

Bisa saja tidak pakai kursus privat, atau cukup kursus dasar 12 jam. „Namunberesiko tidak lulus, artinya buang duit buat bayar ujian ( 200 usd), sertamenjudikan nyawa (karena tak tahu teknik safety riding),“ kata guru kursussaya.

Karena ujian praktek di swiss terkenal paling rumit di dunia, saya pilihikutan kursus tambahan itu. Ujiannya berlangsung 90 menit, satu jamsetengah, apa tidak bosan. Dengan dua peserta. Sebelum diterjunkan ke jalanraya, ada empat ujian yang harus lulus : slalom di antara jarak 2,5 m dalamrintangan 10 slalom (pilon), kecepatan rendah (maksimal 15 detik dalam  jarak8 meter, ngerem mendadak dalam kecepatan 50 km per jam, dan berkendaraberboncengan dalam jalur angka delapan.

Tanpa kursus privat, saya paling hanya bisa dua poin saja. Tapi dengankursus privat, akhirnya semua bisa, meski untuk ngerem mendadak masihgrogi, karena tidak punya abs (anti blocked system).  Mudah-mudahan suatusaat bisa ketemu teman teman milis ini dan praktek bersama, saya yakinbanyak ilmu yang juga saya peroleh dari teman teman di Indonesia.

Dalam ujian praktek itu, telinga kami dipasang microfon, aba aba pengujimelalui microfon itu, selama menjalankan ujian sebelum keluar jalanraya. Setelahlulus empat hal ini, kami pun di lepas ke jalan raya.

Pengujinya  naik ke boncengan saya, sementara  calon satunya lagi turun kejalan tanpa boncengan, dia hanya mengikuti kami dari belakang.  Saya beradadi jalan raya sekitar 30 an menitan, dari jalan biasa (banyak putaran kayakdi bundara hi itu, dengan ketentuan, yang masuk dari kiri berhak terus),begitu keluar lingkaran kalau mau belok aturannya ini :  belok kanan = liatspion kiri, liat spion kanan, ambil jalur agak pinggir, liat kesamping,baru kasih lampu, begitu mau belok mesti liat samping lagi baru belok.Kalau ketahuan tidak melakukan salah satu poin itu, maka diiangap melakukansatu kesalahan. Toleransi kesalahan normal ini hanya lima kali, namun kalausalah fatal sekali saja, ya gak lulus. Misalnya ada orang sudah di zebracross dan kita tetap jalan, ya gagal ujian, atau nyerobot lampu merah, ataumasuk jalur di larang masuk.

Agak rumit memang, atau sangat rumit. Saya salah dua kali, tapi katanyamasih bisa ditolerir. Setelah jalan biasa yang ada banyak bundaran hi itu,saya masuk ke pegunungan, dengan jalan  hanya pas 1 mobil, naik turun,belak belok. Agaknya saya beruntung karena jalanan sepi, repot kalau adatraktor atau mobil, bisa jadi saya grogi minggirnya atau bagaimanabaliknya. Alhamdullillah lancar jaya. Ketika dari jalur gunung ini maubelok kanan (jalanan menurun dan sempit), saya mengambil jalur terlalulebar, kalau ada mobil dari arah berlawanan ya akan repot, lagi lagi jalansepi. Ini masuk kesalahan pertama. Waktu ada mobil parkir di pinggir jalan,saya kurang lebar menghindarnya.

Masuk tol, masuk jalur 30 km per jam, katanya sempurna.  Lalu saya disuruhminggir, dia gantian naik ke kandidat kedua, dan saya mengikutinya daribelakang, sambil mendengarkan instruksi lewat microfon. Saat itu saya teruskepikiran waktu salah belok, yang ambil jalur terlalu lebar.

Kami kemudian kembali ke dislantas. Saya dipanggil ke pojok gedung itu, danlangsung dikatakan, bahwa saya lulus. Waduh, hamper nangis deh karenasenangnya, lalu disebutkan dua kesalahan itu. Disalami dan boleh pulang.

Silahkan ditanyakan kalau ada yang kurang jelas. Tapi intinya adalah safetyriding, karena soal nyawa ini sangat diperhatikan di swiss. Tak ada sistemnembak tentu saja, ini sama saja mau merusak semua lini kehidupan, dosanyasangat besar karena dampaknya ke orang banyak.

Saya sebelumnya punya sim percobaan yang masa berlakunya 1,5 tahun setelahmengikuti kursus dasar 12 jam, tanpa kursus itu sim percobaan hanya berlaku4 bulan. Dalam menggunakan sim percobaan, maka di plat nomer belakang adaplat besi biru “L”, tanda masih belajar.

Resikonya, tak boleh membonceng orang yang belum punya sim motor, dan tentusaja, ini yang nggak enaknya, sering diklakson orang atau disalib dengantidak sopan, karena dianggap lelet. Meski masih sim percobaan, saya sudahsering naik motor ke jalur pegunungan alpen yang berliku liku itu.

Bagaimana kalau gak lulus? Akan ada ujian kedua kalau mau, dan tentu sajabayar lagi. Ujian ketiga hanya bisa dilakukan setelah kursus privat. Ujiankeempat? Akan ada syarat khusus lainnya,  yakni memperdalam teori dansejenisnya, ini artinya biaya banyak lagi. Kalau masih gak lulus lagi,lupakan naik motor.

Nah, sudah jelas bedanya antara SIM di Indonesia dan di Swiss…?

:mrgreen:

About these ads

Aksi

Information

46 responses

31 08 2012
REC*303

Saya suka dengan pemikiran blogger idealis seperti anda, sayang memang negeri ini segalanya carut-marut. Lanjutkan!!!

31 08 2012
vixy182

jauh bnget sistemx ternyata ama di sini…… pantes aja kcelkaan tewas krn motor d sini makin tinggi….

31 08 2012
aru_kun

Whew..

31 08 2012
ken39

perasaan sama, disini juga ada praktek jalan kok :D

31 08 2012
johnyblack

kalo sistem ujian SIM diswiss diterapkan disini, bakal pada pikir2 lagi buat beli motor keknya…#piss

31 08 2012
Redribbon Army

marah2.. banting korsi… sampai nekat ga bikin sim pasti terjadi koq….

31 08 2012
chicks

Mas, saya karyawan Honda, yg katanya sangat dibenci oleh mas Benny, di kantor kami setiap karyawan yang akan mengambil/mendapat jatah sepeda motor, harus lulus dahulu “Test/ kursus safety riding” dengan poin-poin sama persis seperti yg diutarakan temennya saat mau ambil SIM di swiss, setidaknya kami karyawan Honda sudah diajarkan dahulu, safety riding, bagaimana dengan karyawan merk “K” yg diagung-agungkan mas benny?
ada info kah?

31 08 2012
bennythegreat

katanya sih begini begitu..

masih betah kerja disitu?

hehehe

31 08 2012
chicks

Hehehehe…kena dech!!!

Masih mas, lumayan. alhamdulillah….
wkwkwkwkwkwkwk

1 09 2012
mimin

goblok lu dasar

31 08 2012
si Denog

nice info om….. andaikan disini ada sistem seperti itu, mungkin pengguna roda 2 menurun drastis… hihihihihihi

31 08 2012
si Denog

eh.. lupa juga om, akhir2 ini banyak perusahaan yang melakukan training safety ridding untuk karyawannya. dengan tujuan untuk mengurangi angka kecelakaan kerja ketika menuju maupun pulang dari tempat kerja….
Perusahaan saya yang lama pernah menerapkan ini, tapi perusahaan yang baru blm mau melaksanakan… hiks hiks hiks

31 08 2012
mottobiker

bisa ga lulu semuaa itu,, hihi :lol:

31 08 2012
gary

beda dan jelasnya banyak bro…..:D

jangankan di swiss….di OZ aja udah ribet banget…..

31 08 2012
beckhem

xixii……….itu baru SIM yang benar……..dikita?jangan heran banyak kecelakaan, rata2 Human error

http://beckhem.wordpress.com/2011/12/06/surat-izin-mengemudi-sebatas-formalitas/

31 08 2012
Kitaro

kalau diterapkan disini, dijamin bebek2x pada musnah.. wkwkwk

31 08 2012
gerimisbesar

pfffft…. ngebandingin kok ya sama negara maju macam Swiss…. konyol banget dah….

1 09 2012
geraltofrivia

khan konteksnya sama. kalo ga melihat contoh dari negara maju, kapan negara ini mau? terus harusnya dibandingin sama negara terbelakang? pfftt…dasar konyol.

2 09 2012
gerimisbesar

wuih… ya, konteksnya sih sama, bos. Tapi kan jelas tujuan penggunaan sepeda motornya beda. Gak perlu jadi orang sangat pinter lah untuk paham bahwa di negara maju orang-orang naik motor itu sebagai hobi. Kalau istilah yang punya blog sih bike enthusiast ye….

Nah di sini? Orang naik motor karena kebutuhan. Kalau aja transportasi umumnya baik, saya yakin banyak orang bakal meninggalkan moda transportasi sepeda motor (kecuali para bike enthusiast seperti misalnya pemilik blog ini).

Lihat contoh bagus dari negara maju sih boleh banget… tapi jadinya kayak onani aja.

2 09 2012
gaplek mania

jadi maksutnya gmn?
dijepang..nyetir motor 150cc juga harus kursus .itu juga kebutuhan kok
trus yang nyopir bus ato truk anda pikir juga cuma nyalurin hobi aja..

3 09 2012
haryudh4

yupz, bener bro.. cuma aja kursusnya gak sesulit motor yang kapasitasnya lebih besar..

31 08 2012
gogo

begitulah, miris. karena SIM dinegeri ini dianggap remeh, mkin bnyak orang naik motor seenaknya sendiri.. bisa make tp g bisa mengontrol..

31 08 2012
Zul Fauzi

kasihan bumi Indonesia, di atasnya yang berkuasa bukan manusia, melainkan binatang berwujud manusia

http://zulfauzi.blogspot.com/2012/08/setuju-nggak-kalo-honda-teralis-pake.html

1 09 2012
semelekete weleh-weleh

Ga nyambung Blass.. dgn suara pembaca.
Yg satu komplen kena tilang, yg satu pengalaman bikin sim.
Apa yg bisa dibandingkan?
Apa krn ada tulisan SIM di suara pembaca?
Hahaha… Aneh.

1 09 2012
dowey

jadi inget dulu ujian praktek sim di lapangan patuk… wakakakak…
disuruh bikin angka 8 malah bikin angka 7, itu juga lulus… you know lah…. :D

2 09 2012
mbah bedjo

saya malah angka satu

1 09 2012
kY

Percuma sim swiss tp jalan rusak.
Safety riding di sana tidak ada cara menghindari lobang,
Anak/ibu” nyebrang, alay en anak” bw motor, gerobak nyebrang,
Angkot ngetem, bajaj belok mendadak, dll
Sekian.
Terima kasih.

1 09 2012
dax

Boleh jg dan sangat setuju diterapkan di indonesia.tapi sebelumnya infrastrukturnya dibenerin dulu,pelaksananya perlu ditatar lg.yang jelas butuh dana yg besar,dan ini rawan banget penyelewengan.soal masalah simulator sim itu jg perlu diselesaikan dulu,kalo “aktor intelektual”yg sebenarnya gak terungkap dan yang ketangkep cuma cere2nya doang jangan harap proses pembuatan sim di indo bisa bener.jelasnya menyamai seperti yang ada di swiss masih diatas awang2

2 09 2012
Rizqibe

Betul, waktu itu ane ke Karimun Jawa, ada ujian SIM gak ada yang pake helm sama sekali yang diuji….

1 09 2012
AndwiCF

bersyukur aja deh dengan sistem d Indonesia,bukan masalah sulit tidaknya mendapatkan sim,bagaimana kita belajar untuk mendapatkan SIM,tapi bagaimana kita berkendara,aman,nyaman dan terkendali.banyak supir pick up yg ga punya SIM tapi mereka berkendara dengan nyantai,aman dan tidak membahayakan

1 09 2012
Andre

Lama lama kita bisa beli kartu sim di indomaret atau alfamaret :-)

1 09 2012
haryudh4

Waktu saya buat SIM di Samsat Daan Mogot tesnya mudah banget, test jalan cuma naik motor bebek jalan terus puter balik di cone dah gitu balik lagi.

Beres dah, begitu mah semua orang juga bisa. Wajar lah jalan raya semakin semrawut aja, dan angka kecelakaan masih tinggi.

Alhamdulillah akhirnya saya kenal dengan anak2 performance riding, seperti Pistoners dll :)

1 09 2012
haryudh4

Nambah:

Anehnya lagi disini 1 SIM bisa mengendarai dari motor matik 50cc sampe Moge 1800cc. Setau saya di negara maju ada 4 SIM buat motor.

1. SIM di bawah usia 21 tahun, maksimal power motor berapa hp gitu.
2. SIM untuk motor s/d 600cc, dst.

CMIIW :)

1 09 2012
solmed

Ane malah udah nggak pake SIM setahun ini, indonesia gitu loh

2 09 2012
aryanto

yah ..kalo dierapkan pleg, kasihan tukang jual tahu..tempe..abis modal duluan sebelum bisa jualan…tapi kalo pelatihannya yg diterapkan setujuuu banget….misalnya harus ikut proses safety riding..gratis paket sim….pemulung kadang modal 20 hrs sewa motor keliling dari bak sampah satu ke bak sampah lain…..dll

2 09 2012
Rizqibe

Mungkin yang kurang mampu bisa di gratiskan , tapi ya harus ada pendataan jelas dulu mana yang mampu sama yang enggak, yang utama sih bukan biayanya, tapi ribetnya mau dapet sim aja, biar lebih menghargai aja apa yang udah dipelajari.

2 09 2012
gaplek mania

ternyata sama rumitnya di jepang…
dan sayangnya pula ..gak bisa diterapin diindonesia kalo sistemnya msh kaya gini

3 09 2012
GrandV

Fasenya bertahap lah… swiss bisa begitu karena motor lebih dipandang sebagai hobby dan hobby-ers itu rata-rata pake motor CC gede yang tenaganya nggilani. Di indo, motor cuma buat belanja ke pasar masak kursusnya njlimet banget… Di Indo nyawa murah ? Jangankan yang mati, yang hidup aja dihargai murah.. liat aja UMR kita berapa…

4 09 2012
tipkow

masih sering banget gw denger2 orang nyeletuk…. buat apa bikin sim…. kalu ada razia damai aja 20rb selesai…. endonesia gitu loh…. yang ABG sampai om2… banyak berperilaku alay dijalan… gak nyadar jalan milik bersama… artinya kalu celaka bisa celaka sama2…

4 09 2012
bjubahhitam

akhh…gua mah cukup pake daun aja tunjukin ke si polisi beres langsung lewat kursusnya cuma ama Dedi Corbuset ama tomi rafael ……kalau mau yg lebih mainestreem sama ki joko pinter gampang dah ……

5 09 2012
jofrin

hampir sama ama kejadianku beberapa tahun yg lalu…cuma si polisi gak bisa tunjukin pelanggaran yg dilakukan karena uda pegang surat tilang en gak ada aturan kalo uda ditilang gak bole pake motor wkwkwkkw

6 09 2012
az3angle

om masalah tilang neh…kbtulan kmrin ke riau 1 mggu,dan sukses kena tilang gara2 lampu mati…..
awalnya seh sya milih sidang namun krena tuw polisi memaksa tgl sidang 1 bulan kemudian sayapun hrus rela damai di jalan
akal2n plsi juga coz 100rb sukses berpindh tgan(g mngkin jauh2 blak blik ke riau lagi cuma buat sidang doank)
sebenernya ada peraturan tentng penetapan tngal sidang g om?????

7 09 2012
rahmatt

menurut saya, kalau ketilang lagi dengan kesalahan yang sama mestinya lebih berat hukumannya

kalau saya perhatikan, sistem penghukuman pelanggaran lalu lintas seolah hanya “tilang – bayar denda atau sidang – selesai”, tidak ada sanksi yang lebih mendidik. misalnya, kalau melakukan pelanggaran tertentu SIM bisa disuspend dan si pengendara dilarang mengendarai kendaraannya selama masa suspend. cmiiw

atau ada pelanggaran kelengkapan pada kendaraan, mestinya yang nggak lengkap atau melanggar itu harus dibenerin dulu. jangan karena nggak lengkap – ditilang – bayar denda atau sidang – selesai. pelanggarannya tidak diselesaikan
IMHO

9 09 2012
AA seek

surat pembaca di kompas itu kan menanyakan apakah bisa kena pasal tilang 2 kali…, bukan mempermasalahkan penting nya SIM, beda negara pasti beda aturan…, ga usah neko neko tiru swiss, jalanan disana teratur dan rapi, ga ada becak, mikrolet dsb.,disini justru masalah hukum yg perlu ditertibkan lebih dulu, jika tertib dan semua orang mematuhi semua peraturan pengambilan SIM,dijamin pengendara aman qo.

21 11 2012
Taufik

Yaaah, Bro. Saya juga sebenernya males klo naik Motor kemana-mana. Coz sama ajah Maen Judi dengan taruhannya NYAWA. Tapi apa mau dikata? Naik Kendaraan Umum banyak banget Ga enaknya. Udahlah macet, pengap, sumpek, Copet. Nyawa juga ternyata dipertaruhkan lhooo naik Kendaraan Umum.
Jadi yaaa sama-sama Taruhan, cuman taruhannya lebih sedikit naik motor daripada naik angkot.

20 01 2013
Daniel

Safety riding test bisa saja dilakukan, tapi, pada saat berkendara di jalan raya, apakah semua teori itu akan diterapkan ? walau pun pastinya banyak pengendara motor yang taat pada peraturan, tapi tidak sedikit juga saya melihat pengendara itu seenaknya, misalnya, ngebut di jalur cepat yang jelas terdapat rambu yang melarang motor melewati jalur tsb, tiba2 menyalip kendaraan, dan koq sepertinya, celah kecil antara 2 kendaraan besar menjadi tantangan (mungkin juga kebanggaan??) tersendiri bagi pengendara motor yang bisa melewatinya.

Apa pun itu yang anda lakukan, jika anda sendiri membahayakan nyawa orang lain dalam berkendara, bagaimana pengemudi lain menghargai nyawa anda? Apakah karena peraturan di negara ini yang menjatuhkan hukuman kepada motor besar, jika dua jenis kendaraan ini terlibat dalam kecelakaan ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.910 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: