DEMI BAJAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAY!!!!!!!!!!!! pok; pok; pok;

23 05 2013

Dono in action

(by Dono “Gundulmu” Andomo & Singgih Maleyson)

BAI!!!!!!!!
Kita tahu nama kamu………..Be a Je a Je alias Bajay
alias Bajaj Auto Indonesia!! Baca entri selengkapnya »





Astra Dapat Jatah Rp 671 Miliar dari FIF

18 04 2013

Reblogged from autokritik:

PT Astra International Tbk (ASII) makin kaya. Demikian dengan pemegang saham mayoritasnya, Jardine Matheson Holdings Limited, perusahaan investasi Inggris.

Triliunan rupiah ditambang Astra, lalu disetor ke Jardine dalam bentuk dividen. Sebelum memasok dana ke Jardnie, Astra yang merupakan perusahaan otomotif terbesar di Tanah Air, terlebih dulu minta jatah ke sejumlah anak usahanya. 

Yang pertama mendapat giliran, PT Federal International Finance (FIF).

Read more… 109 more words

penjajahan v2.0 ... and we enjoy it...hehehe




Juragan Baru (Science Fiction)

17 04 2013

Reblogged from Warung Jomblo:

Click to visit the original post

Mojokerto 2015
Sambil menghitung pendapatan hari ini, Jamblang (bukan nama sebenarnya) tersenyum sambil melihat Chevrolet Spin putih yang baru saja diantar dari dealer. Jamblang tidak menyangka bahwa dia bisa seperti ini. Berawal dua tahun lalu, dari sebuah motor Pulsar 180 bekas yang dibelinya dengan tabungannya selama 5 tahun, Jamblang membeli bensin dari Pom khusus motor seharga 4500 dan dijualnya ke tetangganya yang mempunyai mobil seharga 5500.

Read more… 267 more words

Segera terjadi...




Bocor Gede… Terkuak Sudah Rupa Yamaha 250cc…!!

27 03 2013

Ternyata ini dia 250 cc yang diterbitkan Yamaha di tahun 2013…Silakan disimak dulu spesifikasinya: Baca entri selengkapnya »





Horeee…Dealer Bajaj JAR Samanhudi Tutup, Ganti Dealer KIA…!!

26 03 2013
JAR Samanhudi tutup ganti dealer KIA

JAR Samanhudi tutup ganti dealer KIA Samanhudi

Enggak mudeng apa maksudnya… Apakah setelah dealer pertama Bajaj tersebut tutup, lantas PT. Jayarama Artha Roda mencoba “mengajak” konsumen Bajaj yang biasa servis di JAR Samanhudi untuk membeli KIA…??

Ah…mantaab…Bajaj sudah perlahan angkat kaki dari Endonesa…buat para pemilik Bajaj, ayo dipelihara motornya…bakal jadi langka nih…!!





TANTANG NYALIMU Mengendarai Honda CB150R Ingusan…!!

20 03 2013

motor ingusan shockbreakernya

hoeks..

 

masalah oh masalah… beli motor kok ya kayak begini, kalau sudah masalah reliability dan durability, jangan main-main lah dengan pilih motor yang #oplokoplok..dulu suara klotok-klotok, lalu lampu meleleh…sekarang…?? Baca entri selengkapnya »





Honda CBR400R + CB400F + CB400X, Mencoba Ikut Parallel-Twin War…??

12 03 2013

trio CB400

keluarga CB400 baru

Lagi mantau Youtube, tiba-tiba ada berita yang bikin dahi mengernyit..lho, kayaknya belum lama Honda meluncurkan CBR500R + CB500F + CB500X…?? Apakah ini Baca entri selengkapnya »





Super Force Pakai Motor Apa Hayo…??

12 03 2013

Memang gak penting juga sih, tapi sekedar memuaskan penasaran.. apa sih jenis motor yang dipakai oleh Ken Olandt aka. Let. Zach Stone di serial TV Super Force…?? Baca entri selengkapnya »





SYM, Yang Penting Manfaatkan Momen

11 03 2013

SYM Joymax

Setelah baca artikel bro Saranto di sini, jadi ingat waktu pertama kali Bajaj mengaspal di Indonesia, waktu itu siapa juga yang mau “taruhan” beli Bajaj yang notabene Cuma dikenal sebagai produsen kendaraan cupu beroda tiga? Baca entri selengkapnya »





Tips Sesat Jika Kena Razia Polisi

6 03 2013

Monggo diikuti dan dilaksanaken demi kesejahteraan oknum-oknum pulisi Endonesa..





Motor Bro Rial Hilang 2 Biji Sekaligus…Waspada Maling Makin Canggih…!!

1 03 2013
Honda Vario bro Rial (warna orange)

Honda Vario bro Rial (warna orange)

Di hari Ultah OBI hari ini, terdapat kabar tak sedap dari kediaman bro Rial. Padahal sepulang dari nongkrong di Rotbak Pangpol, doi pulang ke arah rumah ane dulu…baru kemudian pulang ke rumahnya di bilangan Bekasi.

Doi mengatakan bahwa Baca entri selengkapnya »





Dua Tahun Otoblogger Indonesia

1 03 2013

Malam ini, tepat dua tahun lalu..di persimpangan Panglima Polim di sebuah warung roti bakar, tercetuslah “Otoblogger Indonesia”.

Dan hari ini..kami menyingsingkan lengan baju..sebuah pertemuan kembali digelar.. Apa saja isinya?

#ComingSoon





Ketika Ninja 250R Jadul Overheat, Solusinya… DITOWEL…!!

21 02 2013

idealnya aliran hawa panas sih begini…tapi…

Beberapa bulan lalu ada kejadian yang bikin kaget..dari bawah fairing Ironhide tersembur cairan hijau yang lumayan banyak sampai menetes di jalan. Wow..Kawasaki has a green blood..eeh gak taunya itu Baca entri selengkapnya »





Ducati Malaysia, U MAD BRO…??

21 02 2013
Ducati Malaysia lagi singit.. :mrgreen:

Ducati Malaysia lagi singit.. :mrgreen:

link nya di sini: https://www.facebook.com/DucatiMY?fref=ts

(kalau belum dihapus yah.. :mrgreen: )





Harlem Shake ala Bikers…dari Indonesia Belum Ada Ya…??

18 02 2013

Posting iseng keracunan trend Harlem Shake…kayaknya biker Indonesia belum ada yang bikin neh..he he he.. :mrgreen:

di atas Kawasaki ZX-6R

 

di atas Ninja 650 aka ER6-F

 

di atas Yamaha R6

 

di atas Honda CBR600

 





Tap..Tap..Tap.. Komparasi Ninja 250 Lama vs Ninja 250 FI

18 02 2013

Lucu juga melihat review komparasi Ninja 250 lama dan baru..yang ane comot dari Youtube (courtesy dari bro  Mohamed Anwar) overall sepertinya mengindikasikan bahwa material body pada Ninja 250 edisi lama (EX250-J) lebih tebal dari Ninja 250 baru (EX250-K). Benarkah begitu..monggo dikomen ajah.

Yang jelas urusan kelebihan dan kelemahan sudah cukup ane ketahui.

Sekedar info, dari catatan bro Leopold Sudaryono mencatatkan kasus berembunnya speedometer Ninja 250 Fi miliknya yang sudah selesai diperbaiki oleh KMI.

Kelemahan #1 Ninja 250 FI

Kelemahan #2 Ninja 250 FI

Kelemahan #3 Ninja 250 FI

Hmmm..kalau itu sih Ninja 250 lama juga berembun, tapi setelah setahun pemakaian sih..bisa di komplen juga gak ya?

:mrgreen:





Riding Testimonial Iseng-Iseng – SYM Joymax GTS250i Evo

13 02 2013
SYM Joymax GTS250i evo

SYM Joymax GTS250i evo

Gak disangka bakal ketemu sama maxi-scoot yang ternyata baru ini di Performa Motoshop..ternyata umur pakainya baru sebulan..yang punya minta engine disetting dan..si maxi-scoot ditinggal..Kata koh Leo..”udeh bero..elo cobain aja, enak bener daah…” Baca entri selengkapnya »





Riding Awareness lagi Drop…Naik #TransportasiPublik Saja Deegh…

12 02 2013

zona awareness ketika riding

Kalo baca-baca buku pegangan motorcycle safety ada tuh yang namanya well-informed rider. Artinya si rider ini sudah melakukan persiapan sebelum berkendara. Ia sudah melakukan TCLOCS sampai sudah memakai riding gear yang benar. Nah ada satu hal yang pengen ane garis bawahi yaitu Baca entri selengkapnya »





Wow #Cetar Membahana…162 km/liter…?? #PembodohanOtomotif Strikes Again Bero…!!

12 02 2013
#PembodohanOtomotif strikes again...!!

#PembodohanOtomotif strikes again…!!

orang jepang bilang.. "IMPOSSIBRU"...!!

orang jepang bilang.. “IMPOSSIBRU”…!!

 

Kasihan mereka yang menelan mentah-mentah dan percaya dengan informasi 162 km/liter tersebut…





Hyosung GT250 Comet, Monster Korea yang Disia-siakan (part-2 Riding Testimonial)

6 02 2013

Body bongsor itu menipu…!! Setelah mencoba naik dan mendaratkan pantat di atas joknya yang lebar, sensasi easy to handle baru terasa, dalam kondisi statis, ane Baca entri selengkapnya »





Balada Ninja Naked Z250 #FairingKathokan

31 01 2013
balada fairing kathokan

balada fairing kathokan





Kawasaki 250cc Naked..Lhaaa..ternyata pakai FAIRING KATHOKAN

31 01 2013
lhaa..kok pake fairing kathokan...??

lhaa..kok pake fairing kathokan…?? xixixi…

misi…saya mau ngikik dulu..

:mrgreen:

:mrgreen:

:mrgreen:

:mrgreen:





K4w4s4ki ER250…B4k4l J4di K4c4ng Goreeeng…!!

30 01 2013

er250

Esok h4ri 4ne dih4d4pk4n p4d4 du4 und4ng4n..y4ng pert4m4 4d4l4h und4ng4n l4unching K4w4s4ki ER250, d4n y4ng kedu4 4d4l4h und4ng4n syukur4n Pernik4h4n Per4k oom B4mb4ng Sus4ntono, W4kil Menteri Perhubung4n RI. Pilih4n 4ne j4tuh p4d4 Baca entri selengkapnya »





Hyosung GT250 Comet, Monster Korea yang Disia-siakan (part-1)

29 01 2013

“Ini Comet, made in Korea..suara mesin sangar..perawatan gampang”..seperti itulah kira-kira ucap empunya Hyosung GT250 Comet berwarna hitam yang ane temui sekitar 2 tahun silam. Kini entah apa kabarnya apakah beliau masih memelihara motor yang kerap dijuluki Monster Korea itu. Saat itu lawan bicaranya adalah Baca entri selengkapnya »





Bourne Legacy: Yamaha Majesty Dibuang Begitu Saja…!!

25 01 2013

Bourne Legacy

Lucu sekaligus seru juga nih liat aksi kejar-kejaran bermotor di film Bourne Legacy yang dibintangi oom Jeremy Renner.. disitu ada alur skenario motorcycle chase sbb: Baca entri selengkapnya »





HEBOHHH…PENAMPAKAN KAWASAKI Z1000…!!

23 01 2013

Kawasaki Z1000

Kawasaki Z1000 biqin heboooh…

Silaken dikunyah dan diemut…apakah bisa bikin heboh karena mirip anu…??

#modaro





APA CUMA ANE SENDIRI DI SINI YANG MALES BAHAS MOTOR BARU…??

19 01 2013
apa cuma ane sendiri?

apa cuma ane sendiri?





Modus Curanmor yang lagi NgeTrend…Waspadalah…!!

8 01 2013

Meneruskan info dari rekan milis YSC..

***

Info terbaru dr anak Yamaha Scorpio club Jakarta mohon berhati” :

modus baru curanmor ( pengalaman pribadi )

Malam senin tgl 6 januari 2013 tepatnya jam 01;35 WIB. ane mau pulang kerja dari arah gandaria menuju bendungan hilir, lewat pakubuwono resident,( jalanan gelap ) ada sepasang sejoli sedang berantem dari kejauhan terlihat tuh cewenya di tonjokin, niat mau nolongin merasa kasian dengan si cewe sampe nangis.

ternyata pas ane deketin dan ingin merelai tiba2 ada beberapa laki2 datang dari kegelapan dari arah belakang dan depan menghampiri, dengan sigap gw langsung ngegas full pio gw.

tanpa gw sadari gw dapet sambutan sebilah samurai, begitu kaget gw hampir kena tangan kiri gw, dan parahnya lagi ada akting serupa di depan taman pakubuwono exs pom bensin terjadi apa yang baru gw alamin 2 sejoli sedang bertikai…

jadi waspadalah bila bro n sis bertemu di jalan, yang sepi dan kurang penerangan bila ada yang akting seperti ini, jangan di hiraukan dan itu pun urusan mereka.

dan lebih berhati hati bila kita menaruh empati di tengah jalan atau orang yang kita tidak kenal bisa mengakibatkan fatal terhadap keselamatan diri kita sendiri.

titik lokasi yg gw alamin semalam di titik taman puring sampai arah kampus mustopo.

di harap berhati hati sebab penerangan di jalan/ titik itu kuarang dan gelap..

terima kasih…

sory kpanjangan
oncom YSC 557.

Sorry ane melanjutkan BC dr temen ane,smoga bermanfaat.





(Gossip?) Dinesh Kulkarni jadi Presiden Direktur BAI…??

7 01 2013
Dinesh Kulkarni jadi presdir BAI?

Dinesh Kulkarni jadi presdir BAI?

Dapat info dari LinkedIn..Lha terus Tomotaka Ishikawa kemana? Ada yang bisa konfirm…??

Ciyuss…??

Miapah…??

 





Modif Vixion “Fairing Kathokan”… Iki Opo Tho Yooo…??

7 01 2013

modif fairing kathokan

Belakangan ini ane sering melihat Yamaha Vixion yang dimodif dengan asesoris semacam fairing yang menerus dari mulai tank flap hingga ke bawah, namun Baca entri selengkapnya »





Mau Life Cycle Panjang atau Pendek?

7 01 2013

Kemarin ane ketemu sama seorang aktivis dunia momotoran yang sering jualan moge..rumahnya di daerah Sunter. Pastinya kit angobrol dunia motor.. Obrolan mengerucut kepada topik life cycle sebuah produk. Ia mengambil contoh pabrikan Honda AHM dan Yamaha yang sering sekali menerbitkan produk baru, dari mulai ganti striping sampai ganti spesifikasi.. Baca entri selengkapnya »





Nah..Lho..Rangka Honda CB150 Streetfire Baru Kok Gampang Karatan…??

4 01 2013

rangka motor honda cb150 karatan

Rangka motor baru, terekspose, alias berada di luar body/cowl kok bisa karatan? ini berarti elemen frame terbuat dari atau mengandung besi baja. unsur besi secara alami akan mudah teroksidasi oleh udara bebas sehingga menghasilkan noda karat alias “tayeng”. Ini berarti Baca entri selengkapnya »





#PrayFor Pertamax7 – Ada Apa dengan Pertamax7 aka. Irfan Jombliz…??

1 01 2013

Kang Irfan Jombliz, pengasuh blog pertamax7.wordpress.com di akhir 2012 ini menutup blog nya. Ane pribadi mendengar dan membaca kabar mengejutkan ini dari blog mas Lekdjie..

Well..memang sempat terdengar pula desas-desus bahwa Irfan menutup blog karena ada sindiran mengenai dirinya di blog lain, tapi ane belum mendengar langsung dari kang Irfan..monggo bagi yang mengetahui silaken berkomentar di sini yaaa..

Bagi ane, sangat sayang bila sebuah blog sampai tidak bisa diakses apalagi ditutup, bayangkan sudah berapa artikel yang dapat dijadikan kenangan dan arsip hilang sia-sia…!!

Jikalau ada masalah dengan urusan sindir-menyindir, oalaagh kang, di dunia blog itu sudah biasa…apalagi blog yang cenderung anti mainstream dan rada idealis. Semakin tinggi idealisme kita, makaaa akan semakin kentjang pula angin yang menerpa.

Sooo…saran ane sih, buat kang Irfan agar segera membuka lagi blognya. Kaaang..ngeblog itu kan suara isi hati, bukan suara ate pe em atau congor orang lain yang ora pati nggenaaah..jadi mengapa mesti merasa nganu-nganu sampai harus tutup blog segalaaa…??

Yaaah..ini hanyalah ungkapan kepedulian sesama blogger yang ane pikir kudu disuarakan, jangan sampai semangat menyampaikan isi hati terhenti cuma karena “serangan dari luar”.

Kalau kata Sensei ane siih.. “Kalau ada serangan dari luar, jangan dilawan, silakan menyatu dengan serangan tersebut, lalu diarahkan agar tidak mengenai kita”..masalah si penyerang, biarlaah ia jatuh sendiri..dalam konteks ini, biarkan ia jatuh dan merugi karena ketidaktahuan dan ketidakpeduliannya.. Tak usaaah kita lawan, kalo kata Juragan RoNDo, ojo kurang gaweaaan…ˆ⌣ˆ✗¡✗¡✗¡ ˆ⌣ˆ ..

Ayo kang..ojo cemen bin cengeng…suarakan isi hati, kalo kata bang Gordon Summers alias STING dalam lagunya bertajuk “Englishman in New York” ada lirik yang sangat jozzz gandozzz..bunyinya “be yourself, no matter what they say”…!!

***

#PrayForPertamax7





Gossip Akhir Tahun seputar KTM-Bajaj-Kawasaki

31 12 2012

Artikel tutup tahun kali ini mau ane isi dengan gosip mengenai trilogi KTM – Bajaj – Kawasaki..jika urusan distribusi Pulsar 200NS oleh jaringan milik Kawasaki sudah di-confirm, selanjutnya beredar info berikut dari jeroan Bajaj..langsung saja.. Baca entri selengkapnya »





@TMCPoldaMetro, Operasi Zebra atau OPERASI KELEDAI?

30 11 2012

Inline image 1

(illustrasi: Media Indonesia)

TKP : Jembatan Penyebrangan di Jl. Gatot Subroto Waktu : sekitar pukul 18.00

Singkat cerita, kisah seperti di artikel ane sebelumnya di sini terjadi lagi, kali ini si bebeker lebih memaksa, tapi ketika ditantang ribut, lebih banyak omongnya ketimbang beraksi..padahal pancingan berupa tendangan ke spakbor depan bebeknya sudah ane berikan..dan muka ane sudah disodorkan.. alasan buru-buru lah..bla-bli-blu… gagallah ane dapat ukke..he he he..

Setelah 5 menit berdebat, polisi bernama Suranto (atau Suroto? – tidak jelas karena tertutup jas hujan polisi) baru muncul dan melerai. Namun polantas itu tidak melakukan apa-apa bahkan meminta saya untuk damai.. wah..wah..polisi cinta damai. Tarifnya berapa pak?!.

Polisi tersebut terlihat malas menindak si oknum bebeker yang hendak melanggar, bahkan selanjutnya sempat ane lihat ada oknum bebeker lain naik ke jembatan penyeberangan namun polisi bernama Suranto itu diam saja.

Ah… PERCUMA Polantas menggelar Operasi Zebra yang katanya menertibkan bla..bla..bla..namun dilaksanakan oleh jajaran aparatnya yang malas dan dungu seperti KELEDAI.

OPERASI ZEBRA diganti saja menjadi OPERASI KELEDAI,…setujuuu…???!





Waspada…Maling Motor Beraksi Saat Hujan

27 11 2012

Inline image 1

Waspadalah…

***

From: topik.botak@…
Sent: 23/11/2012 22:33

Dear all…

Disaat musim hujan, ada kalanya kewaspadaan kita kendor untuk mengamankan
kendaraan. Mungkin pengalaman saya bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk
lebih waspada…

Kronologisnya begini :

Saat sampai di rumah, motor memang biasa di taruh di halaman, baru sekitar
jam 9 dibawa masuk kedalam garasi.

Kondisi rumah berada didalam gang Dan berada pas di pertigaan, saat
menjelang Isya memang sudah jarang orang lalu lalang, apalagi kl hujan.
Bisa dihitung dengan jari orang yg melintas didepan rumah.

Kala itu, di jam 17.30 saya sudah sampai rumah. Seperti biasa motor di
taruh di halaman. Saat itu hujan masih rintik-rintik, namun dijam 19.00
hujan sudah mulai besar, saya pun sedang asyik main didalam kamar dengan
anak.

Tiba-tiba saya mendengar suara khas pengaman motor berbunyi disela-sela
suara derasnya hujan. Dengan tergesa-gesa loncat Dan larilah mencari tau
apa-yang terjadi di luar.

Ternyata benar, kondisi saat itu hujan besar, pintu gerbang sudah menganga
lebar Dan motor beat sudah diluar dengan mengeluarkan bunyi pengaman yg
tersamar dengan suara hujan.

Disisi lain pertigaan gang ada 2 sosok orang yg buru-buru menaiki motornya
untuk berusaha lari. Saat hendak keluar teras dengan semangat untuk
menyambagi 2 sosok asing tsb. saya hampir lupa kl anak yg baru berusia 3
tahun menangis dibelakang sambil menarik baju saya.

Saat itu pula saya jatuh terjengkang kebelakang karena kondisi lantai
basah karena hujan dan karena baju yg ditarik sang anak. Kesadar kl akan
lebih berbahaya buat anak saya kl saya meneruskan rencana untuk menyambangi
2 orang tersebut. Akhirnya sambil menahan sakit krn terjatuh saya gendong
anak masuk tanpa memperdulikan motor lagi.

Saya yakin motor tidak akan bisa dibawa lari kemana-mana kecuali didorong.
krn pengaman produk B*T mengunci pengapian motor dari spull, bukan dari
koil atau cdi yg alarm pd umumnya pakai. Tanpa smart key B*T motor tidak
akan hidup walau suplai listrik di cut melalui aki.

Saat anak tenang saya pun keluar rumah untuk melihat kondisi motor, apakah
masih ada atau tidak. He.he.he masih ada ternyata….

Yg rusak adalah rumah kunci kontak krn dibongkar dengan kunci T Dan kunci
jok motor, mungkin malingnya mengira ada kunci rahasia di bawah jok.

(sumber: milis Yamaha Scorpio (MiLYS))





Batalkan Pembangunan 6 Jalan Tol Dalam Kota Jakarta #6jalantol

8 11 2012

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun enam ruas jalan tol mulai 2013 mendatang.

Padahal pembangunan jalan raya baru, termasuk jalan tol dalam kota Jakarta, tidak akan menyelesaikan problem kemacetan lalu lintas di kota. Di California setiap 1% peningkatan panjang jalan dalam setiap mil akan menghasilkan peningkatan kendaraan yang lewat sebesar 0,9% dalam waktu lima tahun (Hanson, 1995).

Sementara studi kelayakan pembangunan jalan tol dalam kota Jakarta yang dilakukan oleh PT. Pembangunan Jaya, pada Mei 2005, justru mengungkapkan bahwa setiap pertambahan jalan sepanjang 1 km di Jakarta akan selalu dibarengi dengan peningkatan jumlah kendaraan sebanyak 1923 mobil pribadi.

Singkat kata, pembangunan jalan tol baru dalam kota Jakarta akan semakin menambah macet dan polusi udara di Jakarta

Silakan sign di sini:

http://www.change.org/petitions/batalkan-pembangunan-6-jalan-tol-dalam-kota-jakarta-6jalantol#share

Regards,
bennythegreat.wordpress.com





Wow..Naik Harley-Davidson Bebas Razia Loch

3 11 2012

Lokasi: Jl. Perintis Kemerdekaan arah perempatan Cempaka Putih

Kondisi:

Sejak dari arah Kelapa Gading menuju Perintis Kemerdekaan, 4 ekor motor HD memaksa menerobos lampu merah, menginginkan posisi ‘Semakin Di Depan’ dari bebek-bebek yang tak kalah gesit merangsek melewati garis putih.

Lampu hijau belum menyala, keempat HD tsb. melaju kencang di jalur cepat..

Eee..gak tahunya 500 meter setelah ASMi ada razia, bebek-bebek yang masuk jalur cepat pontang panting maksa masuk jalur lambat. Namun keempat HD terus saja melaju.

Hebatnya.. Puluhan polisi yang berjaga TIDAK MENINDAK mereka.. Ajiiib.

Tingkah polah keempat ekor HD tsb. belum selesai.. Di Jl. By Pass yg padat tetiba terdengar raungan sirine sangat mirip ambulans, para pengemudi kendaraan menengok spion dan kebelakang dan buru-buru melajukan kendaraannya memberi jalan, termasuk taksi yang ane tumpangi..

Eee.. Gak tahunya itu sirine berasal dari salah satu motor HD..

*tepokjidat*

Moral dari cerita ini, jika ingin aman dari razia polisi, berkendaralah di atas motor Harley-Davidson.
:mrgreen:

Silakan lihat penampakan fotonya yang agak gak jelas..





Supra, Shogun dan Cewek Matre

1 11 2012

Inline image 1

nyontek dari sini





JANGAN DIBACA, INI BUKAN ARTIKEL TERALIS MAINSTREAM

30 10 2012

Dalam urusan transportasi, kita memang hidup dalam masyarakat yang "gendheng" — setiap orang harus berpikir "to save one’s own skin" (untuk menyelamatkan dirinya sendiri). Bagi [hampir] setiap individu itulah solusi yang "optimal" … tetapi secara kolektip itu tindakan yang chaotic, suicidal, dan akhirnya akan menghancurkan semuanya.

Ada tulisan yang menarik dari

Andre Vltchek (penulis novel, analis politik, pembuat film dan jurnalis investigatif) yang bisa dijadikan "cermin" yang bisa menunjukkan "wajah" kita yang sebenarnya. Walau tajam, pedas dan menggigit, itulah bayangan kita di cermin yang sesungguhnya, bukan bayangan yang kita inginkan seperti ketika si ratu jahat menghimbau cermin ajaibnya, "Mirror mirror on the wall … who’s the fairest of all?"

Kota Fasis yang Sempurna: Naik Kereta Api di Jakarta

(Artikel aslinya dimuat di Counter Punch, "The Perfect Fascist City: Take a Train in Jakarta", edisi 17-19 Februari 2012)
….

https://www.facebook.com/notes/rossie-indira/kota-fasis-yang-sempurna-naik-kereta-api-di-jakarta/10150937529852325

***

NAIK KERETA API DI JAKARTA

oleh ANDRE VLTCHEK

Jika Anda menumpang kereta api di Jakarta, bersiaplah: gambaran-gambaran yang akan muncul satu demi satu di balik jendela Anda bisa akan terlalu mengganggu untuk ditanggung oleh seseorang yang bukan koresponden perang atau petugas medis. Seringnya terasa seolah-olah ratusan ribu manusia celaka di bumi memutuskan untuk berkemah di sepanjang jalur kereta api ini, seolah-olah sampah dari seluruh Asia Timur dicampakan di sepanjang rel ini, seolah-olah neraka benar-benar terwujud di bumi, bukan sekedar ancaman seperti yang diajarkan dalam khotbah-khotbah beberapa agama .

Dari jendela-jendela kereta yang tak dicuci , Anda akan melihat orang yang menderita semua penyakit yang bisa dibayangkan. Anda mungkin akan melihat luka terbuka, wajah terbakar , hernia mengerikan, tumor yang tidak diobati dan anak –anak buncit karena menderita kekurangan gizi di mana-mana. Dan juga akan ada beberapa penyakit dan cacat yang terlalu mengerikan untuk digambarkan atau untuk dipotret.

Jakarta, ibukota negara yang dipuji oleh media Barat utama sebagai ‘demokratis’, ‘toleran’ dan ‘ ekonomi terbesar di Asia Tenggara ‘sebenarnya adalah tempat di mana sebagian besar penduduk sama sekali tidak bisa menentukan masa depan mereka sendiri. Bila dicermati menjadi jelas bahwa kota ini terperangkap dalam indikator sosial yang umumnya ada di negara negara di sebelah selatan gurun Sahara di Afrika daripada di Asia Timur. Dan tempat ini semakin keras dan semakin tidak toleran terhadap minoritas agama dan minoritas suku bangsa serta mereka yang menuntut keadilan sosial. Dibutuhkan kemauan besar untuk mengabaikannya.

Slavoj Zizek, filsuf Slovenia, pernah menulis dalam bukunya yang berjudul : Kekerasan:
“Di sini kita menemukan perbedaan Lacanianis ( Jaques Lacan adalah seorang psiko-analis mapan Perancis ) antara “kenyataan” dan “nyata”: “kenyataan” adalah realitas sosial yang sebenarnya orang yang terlibat dalam interaksi dan dalam proses produktif, sementara “nyata” adalah ‘abstrak’ yang tak terhindarkan , hantu logika modal-lah yang menentukan apa yang terjadi dalam kenyataan masyarakat. Seseorang dapat mengalami kesenjangan ini dengan cara yang gamblang ketika dia mengunjungi negara di mana kehidupan jelas terlihat tertatih tatih. Kami melihat banyak pembusukan ekologi dan kesengsaraan manusia. Namun laporan para ekonom yang kita baca kemudian menginformasikan bahwa situasi ekonomi negara ‘secara keuangan ‘sehat’- kenyataan tidak penting, yang penting adalah situasi modal … “

Modal di Indonesia dan para elit nya selalu dalam keadan baik baik saja meski harus dibayar dengan keadaan negara yang terseot.

Tapi mari kita kembali ke kereta api.

Saya memutuskan untuk mengambil kereta api ulang alik, dari Stasiun Manggarai ke kota di pinggiran kota Tangerang ( di tempat yang sama yang, hanya beberapa tahun yang lalu, dimana secara tidak konstitusional tetapi dengan kekebalan hukum mutlak memberlakukan hukum syariah pada penduduknya), untuk satu alasan sederhana: untuk melihat apakah ada kemajuan nyata dalam ‘berjuang’ melawan apa yang banyak digambarkan sebagai ancaman keruntuhan atas infra struktur di Jakarta, salah salah kemacetan total. Kemacetan total, seperti segala sesuatu di Indonesia, memiliki sejarah yang penuh warna:

Sejak 1965 ( di tahun terjadinya kudeta militer brutal yang didukung AS yang membawa rezim orde baru ke tampuk kekuasaan dan jatuhnya antara 800.000 dan 3 juta kurban jiwa. Saat itu terbunuhlah kaum Kiri, kaum intelektual, minoritas China, dan kaum ateis yang atau hanya karena mereka punya istri lebih cantik, kapling tanah yang lebih baik atau sapi yang lebih gemuk) pemerintah bekerja keras untuk memastikan bahwa kota di Indonesia tidak akan memiliki transportasi umum, tidak ada taman yang cukup besar dan tidak ada trotoar.

Tempat-tempat umum pada umumnya dianggap sangat berbahaya , karena disitu adalah tempat yang digunakan orang untuk berkumpul membahas isu-isu ‘subversif’ seperti rencana makar terhadap negaranya. Taman umum yang diambil dari rakyat oleh para ‘pengembang’ yang membangun lapangan golf pribadi mereka untuk para elit. Trotoar harus hilang juga, karena mereka tidak menguntungkan dan ‘terlalu sosial’. Dan transportasi publik diserahkan kepada swasta dan akhirnya cuma berupa menjadi mini bus yang menimbulkan polusi dan bajaj- bajaj bekas dari India yang mengerikan yang sudah puluhan tahun tidak dioperasikan lagi bahkan di India (sendiri).

Dan itu di Jakarta. Kota-kota lain dengan 1 sampai 2 juta jiwa seperti Palembang, Surabaya, Medan dan Bandung tidak memiliki angkutan umum apapun, selain dari angkot kotor dan kecil dan puluhan bus karatan, bobrok, dan bau. Memang itulah rencananya : produsen mobil memuntahkan mobil Jepang model lama dan menjualnya dengan harga menggelembung ( Mobil di Indonesia dijual 50-120 persen lebih tinggi dari harga di Amerika Serikat), memaksa rakyat Indonesia, bangsa yang paling miskin di Asia Timur, untuk membeli kendaraan pribadi.

Mobil adalah yang pertama yang disuntikkan, diikuti oleh sepeda motor yang berbahaya, fatal terhadap lingkungan dan tidak efisien yang sebenarnya telah dilarang di semua kota besar di China dan di banyak kota Asia lainnya. Pejabat pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diam diam namun ajeg telah di “semir” oleh industri mobil. Lobi mobil menjadi sangat kuat, memblokir semua upaya untuk meningkatkan transportasi rel dan perjalanan laut antara antara berbagai pelabuhan di Jawa, pulau utama paling kelebihan penduduk di dunia.

Pada (edisi) tanggal 14 Agustus 2011, koran Jakarta Post memberitakan : Anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,Nusyirwan Soedjono, wakil ketua Komisi V DPR yang mengawasi urusan transportasi, telah lama mempertanyakan keengganan pemerintah untuk menganggarkan dana APBN yang lebih besar untuk perbaikan jaringan kereta api nasional, menyalahkan ketundukan mereka pada lobi politik “tingkat tinggi” yang diatur oleh industri otomotif, yang mana telah menerima keuntungan langsung dari pesatnya perkembangan infrastruktur jalan negara.

.
“Tak ada ceritanya bahwa kita [Komisi V] menolak usulan anggaran pemerintah untuk mengembangkan kereta api infrastruktur, ” kataNusyirwan pada The Jakarta Post. “Tapi sepertinya ada beberapa ‘kelompok kuat’ yang selalu menentang setiap usaha untuk memajukan layanan transportasi massal kita, terutama kereta api.

Seperti dalam setiap masyarakat fasis ekstrim atau feodal, kaum ‘elite’ selalu menikmati berkendaraan denan limusin mereka yang disopiri, sementara kaum miskin patah kaki karena jatuh di selokan terbuka, diperkosa dan menghirup udara beracun dalam angkot gelap atau mengambil risiko benak mereka akan tercecer di trotoar yang tidak rata setelah putus asa menyelip-nyelip dengan sepeda motor mereka di antara mobil dan truk yang dikendarai secara agresif. Dengan ketidak pedulian dan kekukuhan yang mengesankan, Jakarta telah ‘ditelanjangi’ dari hampir semua ruang publik, sementara itu menjadi jelas bahwa pemerintah menjadi semakin tidak terdorong, tidak mampu, kekenyangan dan malas, bertekad untuk menghalangi semua solusi jangka panjang.

Panjang rel kenyatannya menyusut sejak kekuasaan kolonial Belanda; Jakarta menjadi kota satu satunya, dalam ukurannya (lebih dari 10 juta penduduk, dan lebih lagi selama hari kerja), di dunia yang tidak memiliki sistem transportasi cepat massal. Beberapa tahun lalu ada beberapa upaya yang tidak begitu tegas untuk membangun dua jalur monorail dalam kota, bukan sesuatu sistem massal paling efisien untuk memulai. Jalan-jalan diblokir, debu dan kotoran di mana-mana, warga diminta untuk bersabar karena ini ‘sedang dibangun untuk Anda, ‘meskipun sesungguhnya tidak, karena hal ini akan menjadi sistim transportasi yang bersifat mencari laba. Proyek ini diberikan kepada konsorsium swasta dan, seperti yang telah diduga , uang rakyat kemudian digelapkan.

Pembangunannya berhenti tanpa peringatan apapun, meninggalkan tiang beton buruk mencuat di tengah jalan. Tidak ada kepala yang dipotong sebagai balasan dari pengkecohan keji ini dan pers seperti yang diduga, tetap tertib, hanya melaporkan apa yang secara resmi disiarkan, yang selalu terjadi ketika terlalu banyak uang telah dirampok oleh mereka yang ‘terlalu penting untuk diganggu’ oleh penyelidikan.

Agar adil, ada upaya lain untuk mengamankan Jakarta: misalnya pengenalan apa yang disebut sebagai taksi air untuk dioperasikan di kanal yang parah polusinya. Tapi benda benda mengambang di kanal itu dengan mudah merusak mesin dari biduk terbuka primitif dan tidak menarik ini, ditambah bau busuk dari permukaan kanal yang secara terus menerus tertutup oleh lapisan tebal dan merata dari sampah dan zat beracun begitu menjijikkan sedemikian rupa sehingga ‘proyek’ itu dibubarkan setelah hanya beberapa minggu.

Kanal Banjir Timur seharusnya mengubah segalanya, untuk merevolusi seluruh pendekatan pekerjaan umum dan untuk pengembangan kota untuk setidaknya membawanya mencapai beberapa standar dasar Asia dari abad 21. Selama beberapa puluh tahun, Jakarta telah menderita dari banjir kondang; terkadang dua pertiga dari kota tiba tiba ada di bawah air, akibat kanal kanal tersumbat, daerah hijau yang punah dan pengembangan berlebihan yang tak terkekang.

Kanal banjir Timur diambil pada 26 Desember 2011

Akhirnya diputuskan untuk membebaskan lahan bagi penggalian kanal yang bisa mengalirkan air berlebihan ke laut. Dijanjikan bahwa bahwa akan ada taman umum atau setidaknya beberapa jalur jalan kaki sepanjang bantaran. Orang orang yang selalu berharapan indah bahkan bermimpi tentang jalur sepeda dan jalur pejalan kaki yang rimbun, dan ada usul-usul untuk transportasi air dan, kenapa tidak (!), jalur trem. Mereka yang masih saja menyimpan beberapa harapan untuk Jakarta mengalami perasaan terbanting. Pada tahun 2010 dan 2011, ketika pekerjaan kanal masih jauh dari selesai, kenyataan yang sebenarnya mulai muncul.

.
Kualitas konstruksi benar-benar mengerikan dan bahkan sebelum pekerjaan itu mendekati tahap penyelesaian, sampah-sampah sudah menutup seluruh panjang proyek. Dan kemudian datang kejutan: pemerintah sudah jelas tidak punya rencana untuk menempatkan angkutan umum di pinggiran kanal. Bahkan memastikan (seperti biasa) untuk menyingkirkan jauh dari ide membangun apapun yang dicap sebagai area-area publik yang bathil. Baru baru ini saja (awal 2012) jalur jalur lahan yang ada sudah diubah menjadi rangkaian jalan lainnya lagi yang dengan segera ‘dikuasai’ oleh sepeda motor yang polusif dan berisik.

Belum selesai ( meskipun secara resmi itu sudah operasional), seluruh kanal tampak seperti gabungan yang sudah terlalu jamak antara tempat pembuangan sampah yang terjadi secara spontan dan mimpi basah para pelobi sepeda motor / mobil. Sepanjang ber-kilometer persegi ruang kota yang tak terpakai ( meskipun secara resmi sebutan yang berwenang adalah satu kesuksesan sejati) tidak ada sedikitpun jalan tapak untuk orang-orang berlalu lalang, tidak satupun taman bermain untuk anak-anak. Bagaimana bisa para pejabat berhasil bertahan setelah kegagalan semacam ini yang begitu jelas dan setelah mengkhianati dan merampok bangsanya sendiri ? Sebenarnya juga, apa yang oleh pemerintah kota dibolehkan terjadi, dimana didalamnya melibatkan apa yang di beberapa negara lain di Asia akan dianggap sebagai ‘pengkhianatan’.

Jawabannya adalah: dalam ‘demokrasi di Indonesia tak ada pertanggungjawaban. Tidak ada, nol, zing!

Korupsi merupakan penyakit yang melanda seluruh negeri dan warga tidak memiliki mekanisme untuk mengorganisir protes ( obsesi dengan jaringan sosial seperti Facebook terutama hanya untuk alasan status saja, serta untuk obrolan kosong: bahkan pembunuhan terhadap orang yang berbeda kepercayaan oleh kader agama garis keras tidak tidak membawa orang ‘kelas menengah’ turun ke jalan). Rasanya bahwa seluruh bangsa, termasuk modal, telah menyerah sejak lama. Orang-orang menjalani hidup mereka dalam mega kota ini yang mengerikan, bahkan bersikap masa bodoh untuk menuntut, untuk memprotes atau mengeluh.

Tentu saja di Indonesia mengeluh tidak membawa kita ke mana mana, surat ditujukan kepada DPR tak akan dibalas, bahkan tak dibuka, sementara surat kepada pers bisa diterbitkan hanya jika protes itu ada dalam batas-batas yang tak jelas definisinya tapi secara naluri dipahami. ‘Proyek-proyek’ tidak terbuka untuk di perdebatan ( seringnya terlalu banyak uang terlibat dan pemerintah dan perusahaan swasta membagi hasil curian di antara mereka sendiri sesuai dengan aturan aturan dan rumus rumus ‘tahu sama tahu’) dan tidak akan pernah mengambil risiko yang memungkinkan sistem akan terancam oleh gangguan dari warga masyarakat): rakyat hanya diberitahu (sekali-sekali) tentang apa yang akan dibangun; kapan dan mana. Jika uang hilang, seperti yang telah bisa terduga, tidak ada akibatnya. Jika ‘perubahan’ rencana atau jika jadwal tidak dipenuhi, tidak ada orang yang bertanggung jawab

Indonesia adalah kediktatoran sempurna dengan pemilihan umum yang diselenggarakan berkala ( pemilih bebas dapat memilih antara satu calon korup dengan kepentingan bisnis dan calon korup dengan kepentingan bisnis lainnya ): seorang pemimpin dari negara negara generasi baru dikendalikan dan disponsori oleh kepentingan Barat dengan tidak ada sama sekali kekuasaan (sebenarnya) yang diserahkan kepada rakyat. Penumpang yang kejeblos sampai mati dilantai kereta api yang karatan atau mereka yang jatuh melalui lubang yang tanpa tanda yang dapat ditemukan di seluruh kota, tidak mendapatkan permintaan maaf, manalagi ganti rugi.

Diminta untuk membandingkan Indonesia dan China, profesor Dadang M. Maksoem, seorang mantan dosen di UPM (Universitas Putra Malaysia), yang sekarang bekerja untuk pemerintah Jawa Barat, menjadi sangat marah: “Sangat sederhana: mereka [China] berkomitmen untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa mereka. Tidak ada dedikasi seperti itu di sini. Bagaimana bisa, di bagian dunia disini, pemerintah bahkan tidak bisa menyediakan transportasi publik yang layak?

Orang terpaksa membeli sepeda motor mereka sendiri untuk transportasi mereka sendiri – terpaksa mempertaruhkan nyawa mereka, mengalami kecelakaan yang mengerikan. Sekarang ada kemacetan total lalu lintas di mana-mana. Anda dapat mengatakan bahwa sistem kami bodoh, bego, mati otak,

“Tapi bukan itu yang bisa kita baca di mainstream media Barat. Secara resmi Barat mengagumi Indonesia. Bagaimana tidak?: Para penguasa Indonesia dan elit yang berjiwa budak bersedia mengorbankan rakyat mereka sendiri, pulau-pulau mereka sendiri, bahkan ibu kota mereka sendiri untuk kebaikan dan keuntungan perusahaan multi-nasional dari Barat dan kepentingan geopolitik imperialis. Perusahaan atau pemerintah asing mana yang tidak menghargai kemurahan hati seperti itu?”

Tapi sekali lagi, kembali ke angkutan umum.

Di sekitar waktu ketika pemerintahan dan sektor swasta bermain mata dengan pembangunan monorel ( atau setidaknya mereka mengatakan begitu kepada masyarakat ), kota ini mulai membangun apa yang disebut jalur jalur ‘busway‘; proyek proyek yang didasarkan pada kesalah pengertian mutlak pada konsep proyek angkutan umum bagi kota Bogota yang berada nun jauh di negara Columbia di Amerika Selatan.

Bukannya membangun sistem kereta api berkapasitas besar , Jakarta memangkas dua jalur dari beberapa jalan utama dan dilengkapi dengan bus bus buatan dalam negeri yang kurang memadai berbadan sempit dimana penumpang duduk di sepanjang dinding saling berhadapan. Setiap bus hanya memiliki satu pintu. Stasiun stasiun mengerikan didirikan dan terbuat dari lembaran logam yang berkarat dan penuh lubang. Kebanyakan dari pintu platform otomatis telah rusak dan banyak orang akhirnya terjerumus ke jalan dan tewas atau cedera serius.

Seperti hal lain di Jakarta, sistem ini tidak desain untuk meningkatkan kehidupan warga biasa, dalam hal ini untuk meringankan kemacetan lalu lintas dan untuk menggerakkan jutaan orang dengan aman dan nyaman. Sistim ini dirancang sebagai ‘proyek’ yang dirancang untuk memperkaya perusahaan swasta yang berbagi keuntungan mereka dengan para pejabat korup.

Sistem busway tidak efisien, estetis tidak dapat diterima dan sebenarnya tidak membantu menghubungkan ( bagian) kota – malah memisahkannya lebih jauh. Hampir tidak ada trotoar yang punya akses dengan stasiun ( busway). Orang-orang yang tiba di halte harus mengambil risiko kehilangan nyawa mereka untuk mencapai rumah mereka berjalan melalui jalan-jalan sesak dengan lalu lintas, atau dengan menggunakan transportasi lain.

Bahkan jika perhentian busway berada dekat dengan stasiun kereta api, perencana memastikan bahwa tidak akan ada konektivitas langsung. Sejak puluhan tahun, penguasa Jakarta memastikan untuk membuat semua struktur transportasi tidak saling terhubung, termasuk stasiun kereta api jaman Belanda dari seluruh kota.

Kota ini nyaris tidak memiliki trotoar, hampir tidak ada underpass (hanya ada satu di seluruh Jakarta , dekat stasiun Kota’, yang memakan beberapa tahun untuk membangunnya dan yang sudah mulai menyerupai lubang neraka jauh sebelum penyelesaian) yang menghubungkan stasiun ke jalan utama. Jakarta sebenarnya bukannya tidak memiliki banyak jalan jalan lebar yang bisa disebut avenue – dimana sebagian besar dari avenue itu telah diubah menjadi tiruan buruk menyeramkan dari gaya jalan jalan utama di pinggiran kota Houston di negara bagian Texas, Amerika Serikat. Dengan jalan raya bertingkat dan, hampir tanpa trotoar dan pagar pengaman dan terpisahkan satu sama lain.

Kebodohan dari perencanaan kota hanya dapat diimbangi dengan kebodohan dari pembangunan negara secara keseluruhan – Jakarta adalah sebuah mikrokosmos.

Untuk berbalik arah, kita sering harus berkendara satu kilometer atau lebih, menambah kemacetan lalu lintas, pemakaian bahan bakar dan polusi. Tapi kota ini dirancang sedemikian rupa sehingga sering kita harus berkendara bahkan hanya untuk menyeberang jalan, karena hampir tidak ada trotoar yang layak atau penyeberangan jalan. Tidak ada yang terhubung di sini dan biar bagaimana, kita harus menggunakan mobil atau menggunakan, apa yang disini umumnya disebut sepeda motor yang murah, menimbulkan polusi yang semakin ‘populer’ dan kemudian membusuk ditengah kemacetan yang sohor- ketika para pelobi mobil berhasil membeli dan merusak beberapa lapisan eselon pemerintah, sebagai hasil membentuk penentangan terhadap pembangunan jaringan transportasi umum yang efisien.

Jelas ada banyak kepentingan keuangan yang terlibat. Untuk menganalisis Indonesia, perlu untuk mengingat bahwa pertimbangan wajar dan prinsip ahlak telah lenyap dari kamus para penguasa. Sekelompok kecil orang bisnis dan politisi di sini sudah menjarah sebagian besar sumber daya alam negeri ini, mereka menghancurkan hutan hujan dan mengubah kepulauan yang luas ini menjadi bencana lingkungan. Sebagian warga negara Indonesia tidak pernah sedikitpun menikmati keuntungan dari kehancuran negeri mereka. Warga Jakarta tidak terkecuali. Kota ini sedang dikembangkan ‘melawan warganya’,seperti yang dicatat oleh seniman sohor Australia George Burchett yang berkunjung lebih dari dua tahun yang lalu.

Penduduknya kurang mendapat informasi dan bersikap dingin setelah puluhan tahun kampanye cuci otak yang pro-bisnis dan setelah kehancuran pemikiran kritis di kota ini yang pada saat ini tidak memiliki bioskop (khusus untuk film) seni, teater tetap, pers yang berorientasi sosial atau galeri seni yang mengkhususkan diri dalam mengungkap drama Indonesia melalui seni. Sebaliknya, miliaran bit sampah sosial terbang dari satu Blackberry ke Blackberry yang lain: para elite mengobrol dan mendengarkan musik pop usang,

Mencekoki diri mereka sendiri dengan makanan sampah Barat dan Jepang. Tidak banyak lagi yang harus dilakukan. Sementara itu, kota ini runtuh, diliputi asap beracun, dengan daerah kumuh seukuran gergasi mengisi ruang diantara mal-mal raksasa yang berbentuk sama dan gedung-gedung perkantoran. Tidak ada air di kanal-kanalnya yang dulu ( di zaman belanda) mashur – hanya racun racun.

Yang paling mengerikan adalah bahwa tampaknya tidak ada ruang untuk orang. Orang menjadi tidak relevan. Bahkan anak-anak: tidak ada taman bermain, tak ada taman. Bahkan Port Moresby yang miskin, ibukota PNG melakukan yang tak terbandingkan jauh lebih banyak bagi warganya.”Persetan dengan bantuanmu!” Teriak Presiden Soekarno secara terbuka pada Duta Besar AS, lebih dari setengah abad yang lalu. Balas dendam mengerikan datang segera. Setelah kudeta yang disponsori AS dan rezim fasis ( sekuler ) memegang kekuasaan pemerintahan sampai hari ini, Jakarta diubah menjadi semacam tempat “Persetan dengan rakyat!” “

“Ketika saya datang ke Jakarta, saya tidak ingin meninggalkan rumah,” jelas Nabila Wibowo, putri diplomat Indonesia. Dia memutuskan untuk tinggal di Portugal setelah penempatan ibunya berakhir. “Tidak ada budaya di sini, tidak ada konser, tidak ada musik yang bagus. Dan saya bahkan tidak dapat berjalan atau bergerak berkeliling kota. Tidak ada trotoar. Saya hanya tinggal untuk beberapa waktu, mengunci diri di kamar saya, dan membaca buku saya”

Sekarang kota ini ‘mengancam’ untuk membangun MRT, sistem kereta bawah tanah yang diharapkan dapat memiliki dua jalur setelah selesai. Proyek ini telah ditunda selama beberapa puluh tahun, tetapi jika akhirnya akan dilanjutkan, banyak analis termasuk beberapa guru besar ITB merasa ngeri bahkan sekedar membayangkan apa akibatnya nanti, mengingat track record dari pemerintah kota dan kualitas proyek transportasi lain di seluruh negeri. Kemungkinan besar adalah bahwa uangnya akan dianggarkan dan lalu digelapkan lagi.

Di Indonesia sama sekali tidak ada mekanisme untuk menjamin keterbukaan dan pengawasan yang tidak memihak. Itu adalah sebuah kontras yang tajam dengan negara-negara rumit lainnya seperti India dimana subway sistem New Delhi itu dibangun tepat waktu dan dengan biaya dibawah harga perkirakan awal. Tampaknya penggelapan dana publik adalah profesi yang di isi oleh orang Indonesia yang paling berbakat. Diwilayah inilah kota dan negara ini memegang keutamaan dunia. Tidak ada tekanan serius dari masyarakat untuk menghentikan kegilaan ini. Sekarang ini masyarakat sudah terbiasa tercekik, sekarat dini karena polusi, tinggal di daerah-daerah kumuh tanpa air bersih dan sarana sanitasi dasar, dan duduk ditengah kemacetan lalu lintas yang tak ada habisnya.

Sebagian besar masyarakat Jakarta tidak pernah keluar negeri karena itu tidak tahu bahwa ‘dunia yang berbeda adalah mungkin’, bahwa sebenarnya ada kota yang dibangun untuk rakyat, bukan melawan mereka. Kaum Elit yang sering bepergian sangat mengetahui kenyataan ini, tetapi akan pernah memberi tahu. Lingkaran setan di mana-mana: proyek-proyek baru diumumkan, maka diluncurkan, dan akhirnya bergegas ditinggalkan setelah kantong-kantong penuh terisi. Tak ada yang tersisa buat rakyat dan bahkan (kemudian) tidak menuntut apa-apa. Selalu seperti sebelumnya, sampai batas batas yang lebih jauh atau lebih dekat, pada masa masa feodal dan selama pemerintahan kolonial Belanda.

Meskipun sebelum meninggal, penulis Indonesia terbesar Pramoedya Ananta Toer mengatakan kepada saya “situasi tidak pernah seburuk seperti sekarang”. Mereka yang tahu atau yang seharusnya tahu apa yang ada di balik layar, atau ikut bersekongkol atau menolak menghadapi kenyataan. Pada Februari 2012 saya menanyakan seorang guru besar dari ITB yang bergengsi, apakah proyek MRT mempunyai kesempatan untuk diselesaikan. “Kami akan mulai membangun MRT tahun ini”, dia menjawab. “Pada akhir tahun 2013 tahap pertama akan selesai. Secara teknis seharusnya tidak ada masalah. Tapi saya tidak tahu apa yang terjadi pada iklim politik…..” .2013? Bahkan di negara berteknologi maju seperti Jepang, Cina atau Chili, satu jalur kereta bawah tanah dengan mudah bisa memakan waktu antara 4 dan 10 tahun untuk membangunnya, tergantung pada medan. Tapi mungkin saya salah memahami apa yang dimaksud dengan ‘tahap pertama’.

Kereta api masih lebih baik di Jakarta daripada di Nairobi, beberapa bahkan ber-AC, karena mereka datang diimpor bekas dari Jepang, namun gerbong gerbongnya cenderung memburuk dengan cepat karena kurangnya pemeliharaan: satu tahun di Jakarta dan kereta api Jepang yang berusia 30 tahun dan tiba dalam kondisi sempurna akan berakhir denagn kerusakan pintunya, terpangkas jumlahnya dan sistem pendingin udara tersumbat dengan debu. “Kami pergi dengan kereta api dua kali seminggu”, menjelaskan Ibu Enny dan Ibu Susiedari Bogor. “Tak tertahankan selama hari kerja, terutama jam sibuk. Hampir mustahil untuk menemukan ruang untuk berdiri. Sangat menakutkan dan traumatis terutama bagi kita, perempuan, terutama bila segerombolan penumpang mendesak masuk gerbong.

“Keunggulan kereta api Jakarta atas kereta api di Nairobi, ibukota salah satu negara termiskin di bumi dan yang merupakan juga sebuah ‘Keajaiban kapitalis dan demokratis’, tidak akan berlangsung lama.

Pada awal tahun 2013 Nairobi siap untuk menyelesaikan pembaharuan jalur rel dan akan menyediakan pelayanan jalur modern pertama, diikuti oleh yang kedua pada tahun 2014. Stasiun akan dilengkapi dengan tempat parkir, toko dan fasilitas modern, menghubungkan kawasan kawasan yang dihuni oleh kelas menengah dan kaum miskin.

Perusahaan konstruksi China yang terlibat dalam bangunan jalan raya, jalan layang dan proyek infrastruktur lainnya di Afrika Timur juga membangun trotoar, trek rel dan dalam waktu dua tahun berencana untuk menghubungkan Bandara Internasional Jomo Kenyatta di Nairobi dengan jaringan rel. Bandara Soekarno Hatta di pinggiran Jakarta telah menunggu layanan kereta api cepat selama puluhan tahun namun sejauh ini hanya mendapat tambahan jalur jalan raya. Satu pertanyaan yang datang ke pikiran logis seseorang adalah: Indonesia bisa begitu jauh di belakang tempat-tempat seperti Kairo, Nairobi, Johannesburg dan Lagos atau sesuatu yang lain terjadi? Mungkinkah bahwa elite Indonesia sebenarnya mengorbankan puluhan juta orang untuk keuntungan mereka sendiri? Mereka pernah melakukannya sebelumnya: mungkinkah mereka akan melakukannya lagi?

Di sepanjang jalur kereta, anak-anak dan balita balita setengah telanjang dan kotor bermain di sampah dan selokan terbuka. Sampah dibakar di sini di tempat terbuka, karena Jakarta tidak memiliki sistem manajemen sampah yang menyeluruhf. Pengumpulan dan pengelolaan sampah perdefinisi adalah pelayanan publik, karena itu tidak ada yang akan membuat laba dan membangkitkan perhatian para pejabat. Hanya sebagian kecil dari penduduk Jakarta memiliki akses untuk air bersih, hanya 30 persen punya akses ke sistim sanitasi dasar. Adalah neraka di sekeliling dimana gerbong kereta perlahan berlalu dari satu stasiun mengerikan ke stasiun lainnya. Bacalah pers Indonesia yang sedang menyempurnakan seni memperdaya, dan Anda akan mengira bahwa setidaknya beberapa sistem dasar kereta api sudah tersedia, butuh banyak perbaikan, tapi ada.

Anda bahkan bisa menemukan beberapa peta dari sistem (rel)’ di Internet. Tapi cobalah untuk mencapai stasiun, cobalah menggunakan jaringan, dan Anda akan dipaksa untuk berubah pikiran banyak tentang keberadaannya sebagai pilihan transportasi yang bermartabat. Tidak ada jadwal dan informasi. Karyawan yang tidak ramah, lambat dan tidak efisien menjual tiket secara manual. Untuk sampai ke peron adalah berbahaya. Tapi meskipun demikian semua itu, Utamanya kelas menengah Indonesialah yang menumpang kereta. Namun, inilah kelas menengah yang didefinisikan, secara menggunakan batasan-batasan dari Bank Dunia dan pemerintah Indonesia: menurut batasan ini, para anggota kelas menengah di sini adalah mereka yang hidup dengan 2 dollar AS sehari. Dan itu berlaku untuk kota, yang bahkan oleh banyak standar, adalah salah satu yang paling mahal di Asia Timur.

Menurut kalkulusnya, ‘kelas menengah’ membentuk sebagian besar kota di Jakarta. Bagian besarnya hidup dalam apa akan dianggap tempat lain sebagai ‘kumuh’. Beberapa warganya tidak memiliki akses ke air bersih, sebagian dari mereka tinggal dalam keadaan yang secara higienis tidak dapat diterima

Beberapa warga dari ‘kelas menengah’ di Jakarta melakukan perjalanan di atap kereta api karena mereka tidak mampu membayar tiket kereta api; beberapa orang mendapatkan sengatan listrik setiap tahun, yang lain jatuh ke kematian mereka. Supaya mereka tidak naik ke atap, pemerintah yang penuh kasih mulai menggantung bola beton di atas trek untuk memecahkan tengkorak mereka, serta menyemprotnya dengan warna, bahkan dengan kotoran. Beberapa stasiun termasuk Manggarai, memasang kawat berduri pada atap peron, sehingga orang-orang yang akan mencoba untuk melompat dari atap akan tercabik.

Herry Suheri – penjual rokok di stasiun Manggarai berpendapat bahwa orang tak akan tergentarkan oleh semua langkah-langkah drastis ini: “Tetap akan ada orang naik di atap kereta api ekonomi, terutama selama jam sibuk. Bukan hanya soal tidak mau bayar. Tapi tak ada cukup gerbong untuk menampung orang-orang yang harus tiba di rumah atau ketempat kerja. “Sistem kereta api, ‘daerah hijau’,’rencana untuk memperbaiki kota’- semuanya semu, sebuah dunia maya tipu daya. Kenyataannya adalah buas, tapi jelas: Jakarta tidak termasuk dalam definisi apapun untuk sebuah kota. Jakarta adalah laboratorium, sebuah eksperimen dari fundamentalisme pasar. Kelinci percobaannya adalah warga. Mereka sedang dipelajari: seberapa jauh mereka bisa bertahan dalam ketidak nyamanan, seberapa tidak sehatnya lingkungan, dan seberapa besar dosis pemandangan menyedihkan yang akan membuat mereka akhirnya minggat?

(Abandon hope o ye who entered here!)

Untuk saat ini, semua harapan untuk Jakarta harus ditinggalkan. “Kota besar yang paling tidak patut dihuni ( unlivable) di Asia-Pasifik tidak akan bertambah baik, tidak dalam waktu dekat, tidak di masa depan yang terlihat, tidak di bawah pemerintahan dan rezim ini. Di Amerika Selatan sayap kanan dulu berteriak: “Jakarta datang!” untuk menakuti pemerintah sayap kiri di Chili dan tempat lain di dunia. Jakarta sekarang ada di sini, dalam puncak kejayaan, sebuah monumen untuk kapitalisme yang tak terkekang; gergasi, peringatan, dan studi kasus bagi mereka yang ingin memahami seberapa dalam para elit bisa tenggelam dilanda keserakahan dan keegoisan mereka sendiri .

Courtesy/ sumber: Counter Punch dan Andre Vltchek.

Mengenai penulis:
Andre Vltchek adalah novelis, pembuat film dan reporter investigasi. Ia tinggal dan bekerja di Asia Timur dan Afrika. Karya non fiksinya terbaru “Oseania” memaparkan neo-kolonialisme Barat di Polynesia, Melanesia dan Mikronesia. ( Penerbit) Pluto di Inggris akan menerbitkan buku kritik mengenai Indonesia – (Archipelago of Fear) – pada bulan Agustus 2012.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.565 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: