Boncengan Wanita Dilarang Ngangkang? Begini Solusinya…

3 01 2013
solusi sesat anti ngangkang

solusi sesat anti ngangkang

Weleh..ini dia peraturan yang aneh, meskipun ada bumbu-bumbu religi, namun cukup bahas sisi teknisnya saja.. soale gak semua rakjat siap untuk bahas yang SARA-SARA..

Lha kalo naik montor enggak ngangkang lalu kepiye…?? Monggo diperagakan contohnya..xixixi…kayaknya untuk bisa begitu kudu dapat sertifikat safety riding plus cap halal dulu yaaa..

Bukannya bantu sosialiasi anggota ormas keagamaan yang kerap naik motor gak pakai helm, atau mengajak orang agar menuju tempat ibadah dengan naik motor dengan aman, lhaaa…ini malah bikin aturan anti ngangkang.. U MAD BRO…??

Susah bener yak hidup di tanah rencong sanah…





Bakal Seru Nih Adu Argumen Sama Oknum Polantas tentang Ambang Kebisingan Knalpot Motor..

27 07 2012

knalpot ini termasuk berisik atau tidak yaaa…??

Seandainya ane ditilang karena menggunakan knalpot non standar pabrikan, bakal seru nih ceritanya.. Kenapa ane bilang seru debat dengan polisi…??

Karena di satu sisi Polisi adalah penegak aturan, namun di sisi lain dasar aturannya tidak eksak dan berpotensi menimbulkan subjektivitas. Akibatnya Baca entri selengkapnya »





(Wajib Baca) Gak Usah Terpancing Promosi Motor Baru…!! Ente SUDAH PUNYA RUMAH BELUM…??

19 03 2012
sudah punya rumah belum?

sudah punya rumah belum?

Beberapa hari belakangan sedang ramai dibicarakan mengenai Peraturan Menteri Keuangan yang baru mengenai uang muka (DP – Down Payment) pembelian kendaraan bermotor dan juga uang muka pembelian rumah. DP kredit kendaraan bermotor minimal 20%, sementara itu DP kredit rumah minimal 30%.

Menyikapi hal ini, tentu saja produsen kendaraan roda dua dan empat berteriak.. Bahkan kemarin sempat terbit artikel di sebuah situs berita yang isinya AISI menyarankan konsumen untuk membeli motor sekarang juga sebelum peraturan tersebut diberlakukan 3 bulan lagi sejak 15 Maret 2012.

Nah, lantas sebagai pengamat dan pemerhati dunia roda dua apa sikap kita?

Tentunya tak perlu serta merta terpancing ajakan konsumtif dari produsen kendaraan bermotor. Ya..mari tetapkan arah dan tujuan hidup kita untuk mengejar sesuatu yang lebih besar, lebih bermanfaat dan lebih baik.

Ente-ente yang sedang baca artikel ini dan kebetulan punya niat untuk membeli kendaraan baru, ane sarankan untuk MEMBUANG JAUH-JAUH angan-angan akan nikmatnya naik motor baru atau bersejuk-sejuk di dalam kabin mobil baru… Mengapa…?

Saatnya memaknai perbedaan mendasar antara INVESTASI dan DEPRESIASI…!!

Rumah dan tanah jumlahnya terbatas di muka bumi ini, sementara itu demand bin permintaan terus ada, oleh karena itu nilainya NAIK terus…!! Berbeda dengan kendaraan bermotor yang produksinya terus menerus dan setelah dipakai nilainya akan TURUN terus…!!

Pilih mana?

Ya…di satu sisi membeli motor atau mobil baru akan mempermudah mobilitas kita. Tapi dengan peraturan baru ini, DP minimal 20% untuk motor..masih mau beli kendaraan baru yang nilainya akan terus MENURUN alias ter-DEPRESIASI karena pemakaian…??

Sementara itu..pilihan untuk membeli rumah baru tampak sangat berat karena harus memiliki dana minimal 30% dari harga rumah. Tapi..lihat manfaat ke depannya…

+ sebagai garasi untuk motor :mrgreen:
+ harga rumah dan tanah akan terus naik
+ tidak perlu tinggal satu atap di rumah mertua.. :mrgreen:
+ kebebasan dalam mengatur rumah tangga
+ lebih bergengsi ketimbang memiliki kendaraan baru
+ sebagai warisan untuk buah hati

Bagi ente yang masih single dan sudah memiliki penghasilan, kredit rumah sangat cocok, karena dengan demikian ente sudah berhasil “MENCURI START”…!! Lebih bagus sih kalau bisa menabung sendiri tanpa harus “mengemis” orang tua…!!

Terlebih bagi ente yang sudah berkeluarga…kebutuhan akan rumah itu mutlak perlu…!!

So, dengan kondisi sekarang, bagi ane promosi ATPM untuk membeli produk terbaru mereka adalah “upaya penggembosan tabungan” terhadap rakyat kalangan menengah dan menengah-kebawah yang akan semakin menjauhkan rakyat dari kebutuhan yang lebih penting yaitu tempat tinggal…!!

Tidak semua dari kita terlahir kaya bin tajir seperti mbah dukun yang diberi kemudahan rejeki untuk beli rumah dan motor bagus..oleh karena itu usaha kita juga harus lebiiiih…Insya Allah bermanfaat bro…!!

Sekilas..menabung untuk uang muka sebuah rumah terasa berat. Teringat waktu ane mulai menyisihkan penghasilan dulu, ada saja godaannya. Alhamdulillah bro n sist.. Rejeki kuwiii, uwess ono sing ngatuuurrr.. Akhirnya terkumpullah dana dan ane berhasil mencicil rumah dengan keringat sendiri tanpa perlu MENGEMIS ORANG TUA…!!

Yang perlu di garis bawahi di sini adalah seberapa kuat kita menahan godaan iklan akan barang baru. Jujur saja sebagai motorcycle enthusiast…ada saja godaan untuk membeli motor baru..jugaaa..sebagai gadget freak…godaan gadget baru sangat laaagh menggoda..tapi ketika ingat bahwa nantinya keluarga ane butuh rumah…semua godaan pun lenyaaaap…!!

So, melalui artikel ini, ane mengajak dan menantang ente-ente pembaca blog sekalian untuk mampu mengalahkan godaan iklan mobil/motor baru dan fokus kepada upaya menabung untuk membeli rumah masa depan. Saatnya memaknai INVESTASI yang bikin SENANG HATI dan menjauhkan diri dari DEPRESIASI yang bikin DEPRESI…!!

Ente ngaku motorcycle enthusiast tapi gak punya rumah hasil keringat sendiri…?? Jiaaah…maluuuu mazbrooo…!!





Peraturan Berkendara Mobil Sambil Ber-HP Ditilang..Harusnya Tidak Perlu Ada Aturan Semacam Itu..!!

3 12 2010

Ini jelas aturan lebay..Apa dasarnya polisi mengeluarkan aturan semacam itu? Ini kan mobil saya..saya yang bawa..apa urusan Polisi? Gak tau apa saya ini orang sibuk..client bisa telepon kapan saja dan saya harus jawab..penting itu!!! Baca entri selengkapnya »





Segitiga RSA, Pedoman Wajib Para Pengguna Jalan

22 06 2010

Segitiga RSA

Sejak kita mulai mengenyam bangku pendidikan formal, materi pendidikan berlalu-lintas hampir tak pernah diajarkan. Kalaupun pernah, hal tersebut bukan tidak mungkin telah dilupakan oleh murid-murid yang sekarang telah memiliki kendaraan pribadi.

Saat ini, 21 Juni 2010 kondisi lalu lintas semakin semrawut, seperti  ane tuliskan di artikel sebelumnya. Terinspirasi dari perkataan banyak pihak yang ane baca, komentar terbanyak adalah mengandung kata “balik ke diri masing-masing”. Komentar ini menurut ane sebenarnya terkesan basi dan juga terkesan yang mengucapkan terlalu malas berpikir atau dapat diartikan juga “urusin diri masing-masing aja deh..”

Nah itu kan kalo ane suudzon alias berpikiran rada miring..hehehe :D. Kalau ane positive thinking, kalimat “balik ke diri masing-masing” dapat diartikan lebih mendalam dan mendetail yaitu penguasaan diri selama berkendara.

Apa saja yang harus dikuasai seorang pengendara, secara umum lagi pengguna jalan yang dapat menyelamatkannya dari kecelakaan, menyebabkan kecelakaan ataupun terlibat dalam kecelakaan?

Road Safety Association (RSA) sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli dengan keamanan pengguna jalan telah meramu jawabannya. Kendaraan jelas tidak akan bisa berjalan tanpa pengendaranya, jadi si pengendara dan pengguna jalan ini harus dibekali sesuatu!

1. Rules

Rules (peraturan) mewakili penguasaan terhadap peraturan lalu-lintas. Apa itu peraturan lalu-lintas? Saat ini Undang-Undang no.22 tahun 2009 adalah produk hukum negara yang mengatur lalu-lintas dan jalan. Silakan download di sini. Apakah peraturan tertulis saja yang harus dikuasai? Tentu tidak. Ada etika dan tata-krama menggunakan jalan yang tidak tertulis di Undang-Undang tersebut. Rules berhubungan erat dengan kata BENAR dan SALAH.

2. Skill

Skill (keahlian) berhubungan dengan kemampuan motorik seseorang dalam mengendalikan kendaraannya. Terkadang seseorang beranggapan bahwa memiliki skill berkendara adalah segalanya, padahal tidak seperti itu. Oleh karena itu di dalam segitiga RSA, Skill ditempatkan pada bagian bawah, karena memang sebagai pengguna jalan biasa, kita tidak dituntut untuk menguasai skill seperti pembalap. Apa yang digunakan untuk mengendalikan Skill? Jawabannya ada di bawah ini. Skill berhubungan erat dengan kata MAMPU dan BISA.

3. Attitude

Attitude adalah kemampuan manusia untuk membedakan benar dan salah, baik dan buruk. Otak kanan manusia bertanggung jawab untuk itu. Attitude pengguna jalan pula yang disinyalir menjadi biang kerok kesemrawutan dan berbagai penyimpangan berkendara. Attitude berhubungan erat dengan kata MAU.

Simak kata-kata di bawah ini.

Cukup jelas bukan menggambarkan hubungan Rules, Skill dan Attitude?

Jika Rules, Skill dan Attitude terus menerus dibiasakan setiap kali berkendara, maka Habit (kebiasaan) akan terbentuk

Bentuk Habit dengan Segitiga RSA..!

Jadi sudahkah Rules, Skill dan Attitude berkendara ente benar? Sekedar informasi, pengguna jalan bukan hanya mereka yang mengendarai kendaraan bermotor, tapi juga pejalan kaki dan pengendara sepeda.





Damai, Pilihan Utama Pasca Kecelakaan?

5 03 2010

Kecelakaan

Pagi ini ane dapat message via YM dari seorang kawan sekomunitas. Ia mengabarkan bahwa motornya ditabrak oleh sebuah motor dengan kecepatan tinggi yang gagal melakukan proses pengereman. Padahal saat itu jalanan sedang merayap dan motor kawan ane juga ikut merayap pelan.

Akibat kecelakaan ini sidebag kawan ane harus menerima kerusakan cukup parah, pasca kecelakaan adu mulut terjadi dan si penabrak sepertinya menyalahkan kawan ane yang tidak memberi jalan.

Kebetulan kawan ane terkenal sangat sabar, namun kerusakan tidak cukup dihadapi dengan sabar. Usai berbicara baik-baik (meskipun si penabrak ini tetap bernada tinggi), akhirnya si penabrak luluh ketika mendengar ajakan “Ayo pak, kita selesaikan di kantor polisi”.

Dan kata “Damai saja pak” pun terucap dan si penabrak menyerahkan Rp 50,000 yang menurut pengakuannya adalah lembar uang terakhir di dompetnya. Kedua pengendara ini pun berpisah.

Kecelakan..Siapa yang harus bertanggung jawab?

Padahal di dalam Pasal 62, Peraturan Pemerintah no.43 tahun 1993 disebutkan bahwa


Pengemudi pada waktu mengikuti atau berada di belakang kendaraan lain, wajib menjaga jarak dengan kendaraan yang berada didepannya.

Dasar hukum ini seharusnya diterapkan dalam berkendara, jagalah jarak aman minimal 2 detik dengan kendaraan di depan.

Jaga Jarak Aman 2 Detik

Jaga Jarak itu PENTING!

Tapi tetap ada beberapa hal yang mengganjal buat ane:

  • mengapa orang antipati mendengar ajakan ke kantor polisi? Apakah image aparat kepolisian kita masih kental dengan atmosfir “minta uang”?
  • mengapa akhirnya kata “damai di tempat” menjadi pilihan? Apakah karena orang Indonesia cinta damai?
  • ane pernah mengalami kejadian serupa dan ane berkeras ke kantor polisi, namun apa lacur..di sana pak polisi malah berkata “damai saja lah pak..”

Hmmm..Kalau bisa damai dan sekedar minta maaf, buat apa ada polisi?

sumber gambar:

kakdaus.wordpress.com, kaskus, MSF








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.757 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: