Safety Riding Goes to School

15 01 2009

ridingSafety Riding Goes to School
sumber: http://www.caplang.net/2008/12/14/safety-riding-goes-to-school/

Sabtu, 13 Desember 2008

IBC (Independent Bikers Club) memeringati ulang tahunnya kali ini dengan mengadakan roadshow kampanye aman berkendara ke beberapa SMU di Jakarta. Om Edo, lengkapnya Edo Rusyanto, seorang jurnalis harian Investor Daily yang menjabat sebagai ketua IBC, menggandeng RSA sebagai mitra kampanyenya. Om Edo juga baru saja meluncurkan bukunya yang berjudul “Industri Sepeda Motor di Tengah Maraknya Klub dan Komunitas Sepeda motor” berbarengan dengan seminar di Jakarta Motorcycle Show 2008 yang lalu. Setelah kampanye di SMK 10, Sabtu lalu giliran SMU 90 yang menjadi lokasi kampanye. Acara ini sempat tertunda pelaksanaannya akibat terjadi kekerasan di sana.

Jam 9.30 saya sudah tiba di lokasi sebagai wakil pembicara dari RSA, dengan alasan lokasinya dekat dengan rumah :mrgreen: ga ada alasan yang lebih keren yak? Bro Dito dari HORNET, Bro Reza dari HSJ dan Bro Benny dari Pulsarian turut mendampingi sebagai pembicara dan tampil bergantian.

Acara dibuka dengan mengheningkan cipta untuk seorang siswa sekolah tersebut yang belum lama meninggal akibat kecelakaan sepeda motor. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah SMU 90, Tri Sugiareno. Om Edo menghadirkan presentasinya tentang pengenalan klub/komunitas sepeda motor dan bermacam kegiatannya, diselingi video-video kecelakaan sepeda motor.

Setelah jeda, barulah giliran RSA tampil sebagai pembicara. Saya membuka sesi ini dengan pengenalan apa itu RSA, perlunya kesadaran aman berkendara, dan pengenalan aturan lalu lintas. Bro Benny, Bro Dito, dan Bro Reza meneruskan dengan persiapan apa saja yang diperlukan saat hendak mengendarai sepeda motor. Yang menjadi contoh saat praktek adalah sepeda motor Minerva Sachs MadAss 125 milik Om Edo. Mulai dari pengecekan kelengkapan sepeda motor hingga safety gears yang layak pakai.

Sayangnya saya hanya bisa mengikuti acara ini hingga hingga pukul 12.45 karena harus memenuhi janji di tempat lain. Dasar cowok panggilan!





Bajaj Pulsar 200 vs Cagiva Canyon

15 01 2009

cerita lama…

gw ada pengalaman jejeran sama bule yang naik motor lumayan gede yg waktu itu gw gak tau
nih bule cuma pake kemeja sama helm sepeda
lokasi di lampu merah diponegoro perempatan menteng rasuna said
gw sm tuh bule mengarah ke sudirman..
dan kami berdua berada tepat di belakang garis putih

selama jejeran tuh bule ngeliatin motor gw n gw juga ngeliatin motor dia
trus dia bilang..”nice bike man”
gw bales “you too”
trus dia nyengir n betot gas motornya

gw pikir..ah motor sedang nih gak gede2 amat, pas gw liat exhaustnya ternyata dari blok mesin ada 2
weks..dan di joknya ada tulisan Cagiva..

kelar lirik2an motor pas lampu ijo doi nyengir sambil ngomong ” come on man.”

wah nantangin nih
gw geber aja tuh Argento yg waktu itu belom pake WR sama box
tarikan awal gw kalah tapi begitu lewat halte apa itu di sebelah kiri
si Argento mulai narik n ngejar si Canyon

sampai akhirnya si Cagiva terlewati beberapa puluh meter sebelum belok kiri ke arah sudirman
hehehe…
baru berbangga hati gw liat spion ternyata tuh bule belok kanan ke menteng…
kekekeke..

sampe kantor gw browse semua motor Cagiva dan motor itu namanya Canyon 500cc
waw…untung trek nya gak lebih panjang lagi
kalo gak gw yg disalip gantian
^_^





Mau Jadi WNI

15 01 2009
Seorang warga keturunan Cina berniat mengubah status kewarganegaraannya
menjadi WNI.
Berikut ini adalah petikan tanya -jawab antara si petugas dengannya :
“Selamat pagi, Pak.”

“Celamat pagi,”balasnya.

“Bapak akan menjalani pengujian akan wawasan kebangsaan. Jangan takut,
pertanyaannya gampang, kok,”hibur si petugas melihat mimik si engkoh yang
mengerutkan alis.
“Saya akan mulai dengan tentang sejarah” Dia mengambil gambar RA Kartini
lalu bertanya: “Ini gambar siapa?”

Dengan lantang dan suara keras, dia berkata : “Hai…ya…. itu kan nyonya
menil. “Wagus lo…. Owe celing minum.”

Berikutnya si petugas mengetes wawasan tentang kepemerintahan dengan
memperlihatkan lambang korpri.
“Ini apa, Pak?” tanyanya sambil masih mengulum senyum.

“Hai… ya…. olang pake itu seling latang ke toko Owe winta winta
sumbangang”.

Lalu, si petugas menunjuk kepada foto Pak Harto yang menempel di dinding
sambil bertanya : “Foto siapa itu?”

“Hai….ya…. lia kan hopengnya Liem. Pintel lagang dia. Anak-anaknya
luga.”

Mendengar jawaban itu, si petugas menjadi sakit kepala.
“Ini pengetesan terakhir, Pak. Coba nyanyikan Lagu Indonesia Raya”

Si Engkoh langsung berdiri tegap dan bernyanyi : “Indonecia tanah
ailmu…”

“Stop… stop… kenapa tanah airmu, Pak ???? tanya si petugas.

“Landa tangan wulu, balu Ngai wilang tanah ail owe !!!!





Bakwan Jagung Bu Warsih

15 01 2009

Buat yang doyan makan..

Berikut ada menu nikmat yang semakin lama semakin jadi rebutan banyak orang di jam makan siang. BAKWAN JAGUNG BU WARSIH yang letaknya di Jl. H. Mughni 9c, dekat pintu belakang Gedung Mitra ini sangat terkenal dengan kelezatan dan ke-kriuk-annya. Warung sederhana ini selain menjual bakwan jagung lezat, juga menjual beraneka masakan rumahan yang sangat bercita rasa mulai dari Tempe Bacem, Garang Asem, Telur Dadar Gulung, Sayur Bayam, Sayur Bambu Muda, Sambal Terasi, Sayur Labu Siam, Opor Ayam, Ikan Bakar dsb.

pic_0036

warung Bu Warsih

bakwan-jagung-bu-warsih

bakwan jagung Bu Warsih

Khas Purwodadi…begitu kata Bu Warsih ketika ditanya, darimana asal muasal warungnya yang memiliki cita rasa khas ini. Bu Warsih mengatakan bahwa ia hanya masak sekali setiap harinya di pagi hari, sehingga ini menjamin kebersihan dan kenikmatan masakannya. Khusus untuk bakwan jagung, ia selalu menyiapkan 12 kilogram jagung per harinya. Warung tersebut sudah dipastikan tutup jam 15.00 dan makanan sudah habis bersih terjual.

Meskipun laku keras, namun Bu Warsih tetap tidak ingin membuka warungnya 24 jam. “Takut basi masakannya mas”, begitu katanya. Konon para pengusaha kantin dan karyawan dari wilayah Mega Kuningan Timur sampai rela memborong hingga 50 buah bakwan jagung per orang per hari ditambah lagi para karyawan yang tetap setia dan rela berdesakan di jam makan siang, hanya untuk mencicipi bakwan jagung ini.

dsc02244

bakwan jagung..nyam

Bukan pemandangan asing jika setiap harinya para pembeli sampai merangsek masuk ke dapur dan antri mencomot bakwan jagung yang baru saja selesai digoreng. Bahkan beberapa karyawan SCTV yang dulu berkantor di gedung Mitra dan kini sudah pindah ke Menara SCTV Senayan, masih setia mampir makan siang demi mencicipi bakwan jagung ini. Saya sendiri termasuk maniak kuliner yang tak pernah bosan mencicipi bakwan jagung Bu Warsih, selama 1 tahun terakhir, awalnya hanya icip-icip 1-2 buah lama-lama sekali makan saya bisa habis 6 – 10 buah bakwan jagung. Ditambah lauk favorit saya yaitu Sayur bambu muda, tahu bacem, kuah opor ayam dan sedikit sambal terasi. dengan harga yang murah Rp 1000 per buah, rasanya lidah ini selalu ingin menggigiti setiap jengkal bakwan jagung nan renyah ini. Rasa bakwan jagung ini begitu gurih dan renyah ketika gigitan pertama mulai dikunyah di mulut, berikutnya, cita rasa jagung dan bumbu khasnya akan mulai memecah di mulut dan menambah kenikmatan makan siang. apalagi jika disertai sesuap nasi yang sudah tersiram kuah sayur bambu muda, kuah opor ayam dan sedikit cuilan telur mata sapi, makin asyik saja makan siangnya.

pic_0034

menu masakan warung Bu Warsih

Apa rahasia bakwan jagung Bu Warsih? Pernah suatu saat saya penasaran menanyakan rahasia resep lezat bakwan jagung ini. Jawaban Bu Warsih: “Gampang mas..yang penting jagung ditumbuk dulu, tepung terigu jangan terlalu banyak dan garam secukupnya, yang paling penting, jangan pakai kuning telur, nanti cepat melempem” Begitu rasanya…

Waktu liburan sempat saya coba masak sendiri bakwan jagung ini dengan bekal tips Bu Warsih, berikut hasilnya:

Percobaan pertama : Bakwan jagung terlalu tebal dan cepat melempem –> Rupanya terlalu banyak tepung dan air

Percobaan kedua : Bakwan jagung terlalu tipis dan renyah –> Rupanya terlalu adonan terlalu encer

Percobaan ketiga : Mulai putus asa, akhirnya semua adonan saya goreng semua ke loyang –> Jadilah Pizza Jagung.. ^_^ Hehehe..

ternyata perlu tangan terampil seperti Bu Warsih untuk membuat bakwan jagung lezat ini. Tertarik mecoba? Silakan sambangi Warung Bu Warsih, jika bisa datanglah sebelum jam 12 siang agar tidak terjebak antrian pembeli.

Bon appetite..





Tips Narsis ala Biker Metroseksual

15 01 2009

biker metroseksualSebagai biker metroseksual pemilik motor yang keren dan beken (motor standar aja udah keren apalagi pakai asesoris)
sudah seharusnya kita bangga dan bisa sedikit narsis di jalan.

nah ane bagikan salah satu tips untuk mengagumi diri sendiri di jalan dengan aman yaitu:

BERKACA DI PINTU MOBIL

sebelum melakukan kegiatan narsis ini ada beberapa persiapan:

1. motor dan asesorisnya harus bersih
2. riding gear harus bersih dan dipakai dengan benar
3. attitude riding harus ELEGAN dan TIDAK AROGAN

nah mari kita mulai hunting “cermin” di jalan.

pilihlah mobil yang memiliki bagian samping (pintu/kaca) lebar dan mampu memantulkan bayangan kita secara sempurna
diutamakan mobil berwarna HITAM.

pastikan jalan di depan dan situasi sekeliling “tempat berkaca” aman dan kondusif
pastikan juga mobil tempat berkaca tidak ngebut dan bersedia dijadikan tempat berkaca =)
pastikan cuaca cerah dan matahari bersinar.

nah kalau sudah ridinglah dengan santai di samping mobil tersebut,
maka kita akan menyaksikan dan mengagumi betapa ganteng dan kerennya rider  bersama tunggangannya.
lakukan hingga puas, jika memungkinkan ambil kamera lalu ambil gambar di pintu mobil tersebut
(jika membawa boncenger lebih baik)
jika terdapat safety gear yang kurang pas bisa dibetulkan selagi berkaca, contoh, helm yg rada miring atau jaket yang rada kusut
jika driver terlihat heran, bukalah helm keren anda dan sapalah driver tersebut sambil berkata

“numpang ngaca ya pak/bu!!”

sekedar tips, berikut adalah daftar mobil yang mampu menampilkan bayangan yang bagus:

1. Suzuki APV (pintunya lebar bro..)
2. Kijang Innova
3. Nissan X-Trail (ngaca di kacanya aja)
4. Toyota Alphard (puas!!puas!!puas!!)
5. Suzuki Gran Max
6. Toyota Harrier

Selamat bernarsis ria dan menjadi biker metroseksual
jangan lupa rajin2lah cimot (cuci motor) dan bersih2 safety gear secara rutin bro..


Best Regards,

Benny

WORK FOR BIKE





Pengalaman Setting Karburator Pulsar Sendirian

15 01 2009

karbu-1Hari minggu pagi yang tidak ada kerjaan…

ane iseng2 putar2 obeng trus ke depan rumah
kemudian buka baut karburator
rada kotor nih jeroannya, banyak debu2 halus, ane segera ambil STP Carb Spray lalu semprot2 karburator
dari mulai kupu2, mangkok, Pilot jet, main jet

Setelah kinclong ane pasang lagi dan setelah terpasang sempurna ke blok mesin mau gak mau harus setting sendiri karena tadi udah diacak2 settingannya
denger2 cerita mekanik bahwa setelan angin/bensin adalah 2.5 putaran.
langsung ane praktekkan (setelah sebelumnya putaran screw dihabiskan searah jarum jam)

Adapun menurut artikel di Motor Plus edisi minggu pertama April 2008 komposisi campuran udara – BBM yang ideal adalah 12.5 bagian udara bereaksi dengan 1 bagian BBM.

foto baut pengatur AFR ini (Air Fuel Ratio) ada disini

http://bp1.blogger. com/_qnHDW- tvTZs/RxBSJrlRCx I/AAAAAAAAAj8/ UcsfBPqbrn8/ s1600-h/screw_ setting.png

Putaran berlawanan jarum jam berarti memperbesar campuran BBM dan memperkecil campuran udara.

Putaran searah jarum jam berarti memperkecil campuran BBM dan memperbesar campuran udara.

Air Screw ane putar 2.5 putaran ternyata kenalpot nembak2  plus RPM langsam tidak teratur.(FYI, busi ane menggunakan Denso Iridium IU27A ngutang dari bro Sadono), BBM Pertamax Plus)

ane kecilin jadi 2 putaran, langsam tetap tidak teratur dan gejala nembak berkurang

coba-coba lagi,

Kali ini screw dibesarkan menjadi 4.5 putaran, langsam mulai teratur dan gejala nembak hilang…

Uji coba berikutnya adalah mendinginkan mesin.
biasanya dengan putaran screw sebanyak itu mesin jadi sulit dihidupkan ketika dingin.

Selang 1.5 jam ane hidupkan lagi mesin dalam keadaan dingin (blok atas dingin)
dan mesin berjalan langsam teratur di putaran 1300 rpm dan ketika RPM dinaikkan tidak terjadi gejala nembak.

selesai setting karbu, motor langsung ane test ride
hasilnya kok tarikan jadi lebih enteng ketimbang settingan mekanik.

Dengan setting sebesar itu (4putaran) akan ada indikasi konsumsi BBM akan lebih irit.
kita tunggu hasil perhitungan di pengisian BBM selanjutnya.





Fenomena Ultah Klub Motor di Tempat Dugem (Diskotik)

15 01 2009

motor dugemBelum lepas rasa kaget saya minggu lalu ketika mengetahui
apa itu Embassy…

ya, Embassy adalah salah satu tempat dugem alias diskotik di metropolitan ini.
sebuah tempat yang menyajikan hiburan berupa ruangan remang2 dengan gemerlap
lampu disko dan suara dentuman nan bising yang dinamakan house music. yang
menurut saya tidak layak disebut musik melainkan sebuah “noise” atau
kebisingan.

Sebuah komunitas motor baru saja merayakan ulang tahun pertamanya di lokasi
tersebut.
Melihat undangannya saya tertarik untuk datang, mengingat beberapa kawan baik saya
adalah member disitu.
namun begitu tahu akan seperti apa acaranya, nyali saya segera ciut
terbayang hingar bingar noise tersebut (maaf bagi penggemar house music, memang
telinga saya alergi begituan).

belum seminggu berselang kali ini sebuah Klub motor lain juga merayakan ulang
tahunnya di sebuah tempat bernama Stardust.
karena menghormati Tuan Rumah yang juga kawan saya, saya berniat datang kesana,
dan dapat informasi bahwa acaranya berupa makan-makan dan kumpul bareng.

Setiba dilokasi…Alangkah terkejutnya saya, ternyata yang dinamakan Stardust
itu tak lain adalah lokasi ajep-ajep, karena baru saja lift terbuka
terdengarlah suara yang membuat saya alergi itu.

Hmmm…sudah kepalang basah..mandi sekalian,
akhirnya masuklah saya ke dalam, setelah mengucapkan selamat ulang tahun kepada
tuan rumah
saya dan 2 orang teman segera mencari tempat duduk..selanjutnya yang bisa
dilakukan adalah…TIDUR. ..!!!

saya terbangun ketika suara MC mengatakan bahwa akan ada sexy dancer..halahhh.
.kirain ada apa,
segera saya teringat earphone terbaik yang pernah saya miliki yaitu earphone
milik Sony Ericsson W-series, segera saya buka playlist Rock dan harmonisasi
indah milik Dream Theater dan Symphony-X membahana di telinga saya. benar-benar
bebas dari suara ajep2 disitu.

Setelah berada di tempat tersebut selama 1.5jam, saya mendapati teman saya
disebelah sedang tidur pulas dan teman saya yg satu lagi sibuk memperhatikan
cewek2 seksi disitu.
kami akhirnya memutuskan untuk pulang karena waktu sudah menunjukkan jam 2
pagi.

Kesimpulan yang saya dapat dari kedua kejadian tersebut adalah:

1. Merayakan ulang tahun klub/komunitas motor di lokasi ajep-ajep membuat kita
tidak bisa berinteraksi dengan member klub/komunitas lain, bagaimana mau
bicara, muka lawan bicaranya saja samar-samar, ini tentu saja bukan langkah
tepat untuk mempererat “Brotherhood”

2. Merayakan ulang tahun klub/komunitas motor di lokasi ajep-ajep tidak
mencerminkan jiwa biker, IMHO sebaiknya noise tersebut digantikan dengan musik
yang sedang IN atau musik2 keras (rock, metal, progressif), intinya jangan
hanya satu jenis musik saja, gak semua orang suka ajep-ajep toh?
atau selera orang2 jaman sekarang mayoritas adalah penggemar
ajep-ajep?nikmatnya dimana ya?gak ngerti saya.

3. Merayakan ulang tahun klub/komunitas motor di lokasi ajep-ajep membuat
telinga berdenging sesudah keluar ruangan, tentunya tidak baik bagi kesehatan.

4. Merayakan ulang tahun klub/komunitas motor di lokasi ajep-ajep membuat logo
klub/komunitas motor pengundang/undangan tidak terlihat, ide bagus nih membuat
kaos logo klub/komunitas yang “GLOW in the DARK”

5. Merayakan ulang tahun klub/komunitas motor di lokasi ajep-ajep MAHAL, yang
benar saja, harga 1 pitcher bir = 120ribu???
lebih baik kasih makan Pertamax Plus buat motor tercinta.

6. Saya pribadi lebih salut dengan acara ultah klub/komunitas yang sederhana,
namun mampu membuat pengundang/undangan dapat saling kenal dan berinteraksi,
tanpa terganggu asap rokok dan suara ajep-ajep tersebut.

Komentar saya ini bukanlah suatu kecaman atau sindiran terhadap acara-acara
seperti itu, sekedar opini saja dari telinga yang kurang suka jenis musik
ajep-ajep.
Kiranya bagi teman-teman yang ingin merayakan acara serupa, mbok ya jangan di
lokasi seperti itu, klub/komunitas motor itu IMHO identik dengan kebersamaan
dan musik sejati yang dimainkan oleh tangan-tangan terampil. bukankah kita ini
biker, bukan clubber.








%d blogger menyukai ini: