Inspirasi dari Sebuah Kancing

5 02 2009

Kemarin malam ane riding santai memasuki daerah Kelapa Gading dari arah Yos Sudarso sekitar jam 9 malam. Dugaan ane bahwa jalanan “off road” yang ada di depan Makro sudah sepi ternyata salah, lalu lintas tampak masih ramai Hmmm..baru riding sekitar 10 meteran sudah disambut pemandangan kemacetan yang tidak mengenakkan.

Tampak mobil-mobil yang berjalan sangat lambat karena menghindari lubang dan sepertinya enggan memberi jalan kepada motor.

Yang membuat ane tambah kesal, kebanyakan dari R4 itu hanya diisi oleh 1 (satu) orang saja. Bah..! orang-orang pasaran ini naik mobil demi fungsi atau demi gengsi???

Tampak juga motor-motor yang kebanyakan dari jenis bebek selalu saja ingin menyelip, meskipun ruang sangat sempit. Hal ini selalu membuat ane mengumpat-umpat di dalam helm. Kata-kata umpatan seperti “lelet..!”, “bebek..!”, “mobil..!” dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu menjadi pelepasan dari kekesalan ane.

Kemacetan di pintu barat Kelapa Gading ini disebabkan karena adanya jalan yang rusak sangat parah di depan Makro, ini menyebabkan kendaraan, terutama R4 tidak mau melewatinya sehingga mereka berebut melewati jalan yang masih mulus.

Kerusakan jalan selain terjadi di kedua jalur baik menuju dan meninggalkan Kelapa Gading, juga terjadi di jalan menuju Sunter dari mulai Wisma SMR sampai perempatan Sunter. D

Di tengah situasi yang sangat tidak mengenakkan ini, ane melihat seekor sedan Toyota Camry yang berjalan sangat lambat dan tidak mau memberi jalan ane meskipun jarak dengan kendaraan di depannya cukup jauh. Sopirnya menjulurkan tangannya keluar sambil memegang rokok..hmmm tipikal pengendara R4 yang tidak tahu etika. Umpatan dari balik helm kembali terjadi (sensor).

Hmmm..umpatan tidak akan mengubah keadaan. Ketika ane melihat bulatan hitam di bumper mobil tersebut, tiba-tiba ane membayangkan sebuah kancing.

AHAAA..!!!

ane teringat sewaktu mengemudikan (kalau tidak mau dibilang membawa kabur) Toyota Camry milik kantor.

Mobil ini memiliki PROXIMITY SENSOR di bagian bumper depan dan belakangnya. Prinsip kerjanya, ketika ada objek yang berada jalam jarak kurang dari 30 cm dari sensor tersebut (dapat info dari sopir kantor), maka alarm berbunyi beep panjang akan berbunyi terus di dalam kabin. Ane sangat terganggu dengan alarm ini ketika driving, karena tidak tahu cara mematikannya.

Proximity Sensor Toyota Camry 2008

Proximity Sensor Toyota Camry 2008

Tanpa pikir panjang ane dekatkan saja ban Bridgestone Battlax BT45 110/70 – 17 si Argento ke kancing hitam ini. Hahahahahaha…akibatnya sungguh mengejutkan, si sopir langsung menarik masuk tangannya dan bergegas maju. Demikian ane lakukan itu berulang2 sampai mobil tersebut menjadi kelimpungan.. Kalau begini ane bisa hemat daya aki untuk membunyikan klakson.

Mantabs..ane menemukan “mainan” baru di tengah kemacetan. mood pun berubah dari mengumpat-umpat di balik helm menjadi tertawa. begitu kerasnya ane tertawa sampai harus membuka flip N103 ini untuk mencari udara segar.

Bagi kawan-kawan yang ingin ikut bersenang-senang seperti ane bisa mencobanya di beberapa mobil berikut:

– Toyota Camry (mobil pak menteri bisa dikerjai juga nih)

– Toyota Innova

– Nissan Terrano

Selamat bermain di kemacetan.


Aksi

Information

3 responses

5 03 2009
edy

ini mobil-mobil yg punya sensor parkir yak?
lucu juga 😀

5 03 2009
bennythegreat

hehehe..lumayan buat mainan pas macet2

23 04 2009
fajr

nyoba ah, kebetulan ada sodara yg punya. *emg sering denger sih decitan itu* he9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: