The Kid and Music

5 02 2009

Semua di awali dengan sebuah rasa yang begitu indah, ketika seorang anak kecil yang berumur 10 tahun memulai sebuah rasa akan keindahan dari berbagai lagu yang melintas di telinganya, lagu demi lagu berlalu tanpa jeda memasuki sanubari dengan indah, lagu – lagu oriental yang di suarakan di sebuah tape tua merek JVC itu begitu mempesona, ketika orang tuanya mendengarkan lagu – lagu tersebut, sang anakpun mau tak mau ikut mendengarkan berbagai melodi yang merasuk di relung hati.

Si anakpun tersentak secara tiba-tiba, merasakan sebuah getaran yang begitu menyiksa hatinya jika melodi itu senyap. Namun tiba-tiba datanglah keponakan dari orang tua si anak itu yang mulai memasang berbagai macam kaset yang isinya merupakan lagu – lagu asal negara-negara barat sana. Berbagai artis maupun band awal 70an mulai terdengar di telinga, sebuah musik yang sangat asing di telinga, namun sang anak tak menyerah, diapun terus mendengar dan mendengar, alunan suara dan melodi yang juga begitu gila mengalun, suara dari sang maestro ABBA, Boney M, Rod Stewart, Aphrodite Child, Bee Gees dan masih banyak lagi mulai sedikit demi sedikit merasuk kedalam belahan jiwa sang anak itu.

Dan sang anakpun memberi respon dengan baik, lagu-lagu tersebut di dengar berulang-ulang walau dia tidak mengerti apa yang di katakan di dalam lirik oleh sang artis. Namun tetap saja di dengarkan  dengan baik. Semua lagu di dengarkan dengan seksama, semua begitu indah terdengar. Lama kelamaan musik menjadi sebuah santapan sehari hari yang tidak bisa tidak harus ada di hadapan sang anak.

Musimpun berganti si anak mulai mencari sesuatu yang baru untuk di perdengarkan, kehausan akan melodi baru begitu membuatnya menderita, seketika juga dia mulai menyentuh sebuah tombol di tape tua itu untuk mendengarkan siaran radio di sebuah jalur bernama mw, dan sebuah babak baru di mulai, ketika lagu – lagu berirama dansa patah mulai terdengar. Bam bam bam sebuah rasa menyentakkan hatinya irama berirama stabil dengan suara bas yang begitu menyentak mulai terdengar.

Tak puas dengan suara di radio tersebut, dia mulai mengajak kakaknya untuk mengunjungi sebuah toko kaset di dekat rumahnya, dan semuanya pun di mulai, sebuah toko yang begitu banyak berisikan musik musik gila mulai di lihat di kornea matanya. Dan dia meminta sang kakak untuk mencarikan sebuah kaset yang berisikan lagu-lagu dansa patah, dan akhirnya cita-citanya tercapai sebuah kaset yang berisikan berbagai band super edan bermain di arena musik beat – beat bulat mulai di dengar, band seperti Firefox, Nucleus, Jean Michel Jarre dengan Zoo Look, Chris Taylor dengan reckless nya mulai membahana di udara rumahnya. Walau tak bisa berdansa namun musiklah yang di carinya, dengan berbagai cara dia mulai merasakan energi yang begitu hebat dari lagu – lagu yang ada di kaset tersebut.

Perjalanan panjang pun dimulai, kali ini dengan teman temannya di sekolahan, dia mulai menanyakan musik apa yang di dengarkan oleh mereka di rumah, banyak temannya yang bercerita namun hampir semuanya sama dengan yang di dengarnya, namun ada seorang temannya yang agak berbeda dengan yang lain, dia bercerita tentang sebuah musik gila nan indah yang bernama Metalllllllllllllllll.

Sang teman kemudian berjanji untuk membawakan sebuah kaset metal bagi sang anak. Dan janjinya memang di tepati, sebuah kaset dengan label rockshotpun ada di genggamannya, sebuah band yang bernama sangat aneh terbaca di bagian

bawah kaset tersebut, Iron Maiden – number of the beast. Si anak kemudian bertanya kepada temannya kaset apaan nih, Dan sang teman berkata dengarkan saja dululah baru tahu rasanya. Dengan hati yang begitu penasaran sang anak kemudian pulang kerumahnya dengan membawa kaset tersebut. Langsung di setel di tape tuanya.

“…….It is a human number and the number is six hundred and sixty six………

i left alone, my mind was blank…..”


mulai di dengar di panca inderanya. Hatinya begitu terusik dengan lagu yang di dengarnya, tanpa terasa waktu berlalu dan kasetpun habis di dengarnya dengan seksama. Dan akhirnya……kaset tersebut kembali di putar balik, terus sampai dia merasa dapat mencerna isi lagu lagu di kaset tersebut, hal ini dilakukan sampai tiga hari berturut turut, hingga akhirnya sebuah rasa mulai timbul di hatinya, ahhhhhhh musik yang begitu bergelora seperti api yang menjilati matahari.


Dan dimulailah kegilaan, hampir setiap hari dia mendengarkan berbagai kaset yang merupakan pinjaman dari sang teman, sampai akhirnya semua kaset sang teman habis di lalapnya dengan kegilaan yang begitu bergelora. Tak puas dengan hal tersebut mulailah sang anak mendatangi toko kaset itu lagi, hanya sekarang musik yang berbeda yang di carinya, hingga mulailah sebuah babak baru di mulai di hatinya. Hampir setiap minggu sang anak mendatangi toko tersebut untuk bertanya

rilisan baru dari musik metal yang tersedia, Tyrant, Vampyr, Castle Blak, Helloween. Namun sang anak tak juga puas dengan hal ini. Walau setiap minggu dia mendatangi toko tersebut namun tetap hati masih kehausan, berbagai cara dia lakukan untuk dapat mendengar lagu, sampai akhirnya dia menemukan sebuah harta yang tersimpan di sebuah rumah yang merupakan rumah seorang paman dari temannya. Sang paman yang begitu menyukai musikpun diperkenalkan oleh teman sang anak.

Pertemuan tersebut begitu membekas di hatinya, ketika sang paman mulai membuka berbagai rak yang ada di kamarnya, dan sang anak mulai terkagum kagum melihat berbagai macam kaset dari berbagai artis yang tersimpan rapi di rak tersebut, dan satu namapun tak di kenalnya. Sang anak melihat kaset Led Zeppelin, Deep Purple, Cream, Blind Faith, Pink Floyd, The Stooges, Gentle Giant dan banyak banyak lagi. Dengan mata yang berbinar sang anak mulai merayu sang paman untuk meminjamkan kasetnya barang satu atau dua buah. Dan rupanya sang paman adalah orang yang sungguh baik, di pinjamkan 2 buah kaset kepada sang anak, Led Zeppelin Iv dan Deep Purple – machine head. Dengan hati yang gembira sang anak kemudian pulang kerumahnya. Dan mulailah kaset Led di masukkan ketape tua orang tuanya. Kemudian….kemudian…

“it’s been a long time gotta rock n roll….. let me get back let me get back..”

Ah hati sang anak kembali berdegup keras, sebuah rasa yang berbeda di hatinya mulai terasa, bagaimana sebuah musik yang lain terdengar di di telinganya, dengan kesederhanaan melodi serta suara dapat menghasilkan sebuah lagu yang begitu hebat dan eduan. Setelah habis satu kaset kemudian di lanjutkan dengan kaset Deep P, sampai kemudian terdengar……. i am a

highway star……Sebuah lagu super edan yang patut di beri bintang 20 buah.


Dan akhirnya sang anakpun mempunyai jadwal yang padat untuk mendengarkan lagu baru yang di dapat dari membeli kaset di toko dan berbagai macam kaset yang di pinjam dari sang paman. Hari harinya begitu padat mendengarkan musik, tiada hari tanpa musik nan keren, cadas, keras, kasar dan yang pasti gila. Sampai pada suatu hari sang pemilik toko yang baik tersebut bertanya kepada sang anak, “bagaimana kalau kamu kerja di toko ini setiap malam minggu?”. Sang anak tak bisa menjawab dengan langsung. Dia membawa pulang pesan itu kerumah untuk meminta ijin kepada orang tuanya. Dengan merengek akhirnya ijinpun di berikan sang mama kepada anak tersebut. Dan akhirnya di mulailah sebuah babak baru lagi dalam hidup sang anak, dimana di toko tersebut dia dengan bebas dapat mendengarkan musik apa saja yang terdengar oleh telingannya. Dia melengkapi hidupnya dengan berbagai musik, dangdut, qasidah, jazz, pop, new wave, new age, classics, ….sampai wayang golek atau apapun jenis musiknya dia dengar dengan lahapnya. Hingga musik apapun yang dia dengarkan akan di beri penghargaan dengan baik, walau tetap terpatri metal adalah segalanya, namun mendengar musik lain akan memberikan sebuah nuansa yang lain. Dengan berbagai lagu yang di dengarnya maka apapun musik yang di tawarkan maka pasti di

dengarnya, tanpa sebuah makian, ejekan, benci atau apapun. Karena yang di rasakan musik di buat oleh manusia untuk manusia, hingga seperti hati untuk hati.

Terima kasih akan di lanjutkan mungkin >>>>>

Hati ini sedikit lega dengan menulis tulisan ini.

Karena musik adalah hati, darah dan jiwa.

Hingga menjelekkan musik adalah juga membenci sebuah hati, setetes

darah dan sebuah jiwa.

Thanx buat bro Kai Devil atas inspirasinya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: