30 Menit Bersama RSA di Pantai Karnaval

15 06 2009

Hmmm..Harley Davidson XR1200 ini memang mantappp. Benar-benar membuat badan ini bergelora dan menggelinjang sampai menetes air liur ini mengagumi lekuk bodi dan detailnya. Ane daratkan pantat ke joknya dengan lembut dan menekan tombol ignition di panel stang kiri. Raungan ganas mesin berkonfigurasi V segera merasuk ke telinga. Bersamaan dengan getaran lembut yang menjalar di pangkal paha ane..segera ane injak tuas transmisi berbalut krom itu. Tak sabar rasanya diri ini hanyut dalam buaian torsi dan power yang maha dahsyat..

Tiba-tiba ada sesuatu yang bergetar di dekat telinga ane..badan ini terasa hilang kesadaran dan semua menjadi gelap. Getaran itu semakin terasa saat ane dapati tubuh ini sedang berbaring sambil memeluk guling. Astaga..getaran itu semakin keras yang ternyata berasal dari handphone ane. Samar-samar ane baca ada tulisan “RSA Rio calling”

Alamaaakk..rupanya ini hari Minggu jam 9 pagi. Ane harusnya sudah berkumpul di Taman Suropati untuk membicarakan rundowwn Safety Riding Course singkat sebagai bagian dari acara “Gebyar ASPERINDO” yang diadakan oleh ASPERINDO di Pantai Karnaval Ancol.

Segera ane lap air liur sisa mimpi indah semalam dan masuk kamar mandi, dengan sebelumnya mencomot roti tawar di kulkas. Bah..lagi enak mimpi nikmat pakai diinterupsi saja..!

Jadilah ane nongkrong di WC sambil mengunyah sekerat roti..hehehe.

Selesai dengan ritual suci ala biker metroseksual, yaitu mengenakan celana panjang jeans dan kemeja, memakai jaket kulit limbah Polisi Militer, menyemprotkan parfum ke sekujur tubuh, mengoleskan pelembab ke bagian tangan dan leher, ane mencomot dompet berisi kunci-kunci vital, diantaranya kunci motor. Hmmm.. Ini hari libur. Saatnya motor besar berkeliaran. Hehehe.. Ane urungkan niat memakai Si Tomat dan langsung mendaratkan pantat di jok empuk Bumblebee.

“satu pengendara moge arogan, semuanya dapat cap jelek. Oleh karena itu berlakulah santun di jalan.”  demikian ucap ane di dalam hati sambil melakukan prosedur pemeriksaan T-CLOCK (Tire, Chain, Lamp, Oil (bensin+oli mesin), Chassis, Kickstand) di Bumblebee. Rupanya semuanya oke dan Bumblebee layak jalan.

Perjalanan ke Tamsur dilakukan dengan riding santai dan sesekali tebar pesona sana-sini. Tak lupa ane berkaca mengagumi kegantengan dan kekerenan diri ini yang berbalut helm keren, jaket kulit dan sepatu safety di samping mobil-mobil berwarna hitam yang ane lewati..hehehe. Setiba di sana sudah berkumpul bro Rio, Yudhie Bewok, Edo dan Syamsul yang rupanya sudah terjangkit penyakit “pantat dan kaki lumutan” akibat menunggu ane. Setelah briefing singkat dilakukan, kami melakukan Group Riding menuju Pantai Karnaval Ancol.

Pendidikan Safety Riding ini perlu untuk para karyawan ASPERINDO karena sebagian besar dari mereka adalah kurir yang menggunakan motor untuk melakukan kegiatan pengiriman barang.

Seperti biasa, karena kurang koordinasi antara penyelenggara acara dengan pihak TIJA (Taman Impian Jaya Ancol), kami harus membayar tiket masuk untuk kemudian di-reimburse ke pihak panitia acara.

Sampai di lokasi kami mendapati ratusan massa yang sangat ramai. Mereka memadati area penonton di depan panggung. Benar-benar momen yang tepat untuk sosialisasi Safety Riding. Hal pertama yang kami rasakan adalah panas yang menyengat dan haus yang menyesakkan kerongkongan. Ane langsung jelalatan melihat sirop markisa dan tutty frutty yang dijajakan panitia dengan harga Rp 2.000 per gelas. Dua gelas minuman ane habiskan. Tak lupa curi-curi gelasnya Bewok yang masih sisa setengah isinya.

Kami digiring ke area di samping panggung dan melakukan briefing acara. Bro Rio, Edo ddan Syamsul akan melakukan public speaking dengan penonton, sementara ane dan bro Bewok menjadi peraga cara berkendara aman. Di sini bro Bewok berperan sebagai “BAD RIDER” dengan penampilan tanpa helm, tanpa jaket dan mengendarai motor sambil bertelepon ria. Ane menjadi “GOOD RIDER” dengan segala perlengkapan safety gear (pinjam knee guard bro Rio) yang mengendarai motor dengan aman sentosa. Kebetulan kami menggunakan motor yang “sejalan” dengan salah satu sponsor yaitu Vixion milik bro Edo dan Bumblebee.

Tiba saatnya kami “on-air” yang dibuka oleh bro Rio selaku ketua RSA. Paparan Safety Riding Course singkat ini dilanjutkan dengan suguhan data kecelakaan dari awal Januari sampai bulan Juni 2009. Angka-angka ini tampak sangat menakutkan penonton, terlebih setelah bro Edo menawarkan “apakah ada yang mau jadi korban selanjutnya?”…..”…..” penonton hanya diam.

Terlebih ketika kalimat berikut terucap:

“Anda boleh saja cuma punya jabatan kurir, setiap hari di jalan, tapi berkendaralah dengan elegan. Tunjukkan bahwa anda punya harga diri di jalan..”

Mantappp..!

Bro Syamsul kemudian memaparkan cara berkendara yang benar antara lain mengajarkan cara memakai dan memilih helm dengan benar, memakai sarung tangan hingga knee guard. Ia juga turut menyesalkan mengapa motor Vega ZR dari pihak sponsor yang digunakan sebagai display di panggung tidak dilengkapi spion. Ini dapat menjadi preseden buruk untuk penonton, ia pun melanjutkan pemaparan sambil menginstruksikan ane dan bro Bewok untuk bersiap.

Scene#1

Ane sedang riding santai, kemudian dengan tiba-tiba bro Bewok mendahului dengan tiba-tiba tanpa isyarat apapun dari kanan. Hal ini cukup mengejutkan dan membuat ane mengerem mendadak.

Scene#2

Ane sedang riding santai, kemudian dengan tiba-tiba bro Bewok mendahului dengan tiba-tiba tanpa isyarat apapun dari kiri. Hal ini lebih mengejutkan lagi  dan membuat ane mengerem mendadak sambil banting stang ke kiri.

Scene#3

Ane memeragakan cara mendahului dengan urutan sebagai berikut:

1. Nyalakan sein

2. Lihat spion

3. Head check (tengok ke arah kanan/kiri motor dan arah tujuan)

4. Pindah lajur jika diperlukan

5. Beri isyarat akan mendahului dengan klakson atau lampu dim.

6. Segera kembali ke lajur semula dan matikan lampu sein.

Scene#4

Bro Bewok memeragakan cara mendahului dan  membelok yang salah dari arah dalam (contoh: mendahului dari kiri kemudian belok kanan), yaitu dengan mendahului dilanjutkan memotong jalan dengan tiba-tiba.

Scene#5

Bro Bewok memeragakan cara mendahului dan  membelok yang salah dari arah luar (contoh: mendahului dari kanan kemudian belok kiri), yaitu dengan mendahului dilanjutkan memotong jalan dengan tiba-tiba.

Scene#6

Ane memeragakan cara mendahului dan  membelok yang benar dari arah luar (contoh: mendahului dari kanan kemudian belok kiri), yaitu dengan melakukan prosedur seperti di Scene#3 dilanjutkan dengan merapat ke lajur kiri sebelum belok kiri.

Scene#7

Ane memeragakan cara mendahului dan  membelok yang benar dari arah dalam (contoh: mendahului dari kiri kemudian belok kanan), yaitu dengan melakukan prosedur seperti di Scene#3 dilanjutkan dengan merapat ke lajur kanan sebelum belok kanan.

Scene#8

Ane memeragakan cara pengereman mendadak (sudden braking) yang salah, yaitu dengan menggunakan rem depan saja dari kecepatan 40 km/jam. Hasilnya: Bumblebee dapat berhenti dengan aman, namun jarak henti sangat jauh.

Ini tidak aman untuk diterapkan karena tujuan sudden braking adalah menghentikan motor dari kecepatan tinggi dengan jarak sependek-pendeknya.

Scene#9

Ane memeragakan cara pengereman mendadak (sudden braking) yang salah, yaitu dengan menggunakan rem belakang saja dari kecepatan 40 km/jam. Hasilnya: ban belakang Bumblebee terkunci sehingga terus meluncur tanpa henti (untung tidak geal-geol), sehingga pada jarak ±  10 meter dari pagar pembatas di depan, ane terpaksa curi-curi pakai rem depan..daripada nyungsep..hehehe.

Bro Rio menyaksikan betapa Pirelli 160/70-17 Bumblebee mengeluarkan asap selama terkunci dan bergesekan dengan aspal.

Scene#10

Ane memeragakan cara pengereman mendadak (sudden braking) yang benar, yaitu dengan menarik tuas rem depan dan menginjak pedal rem belakang secara bersamaan dengan komposisi rem depan 70%  dan rem belakang 30%.

Mengapa?

Pada saat proses pengereman dimulai. Berat motor akan berpindah ke bagian depan motor, dengan kata lain ban depan akan memberikan kontribusi traksi (gesekan/daya cengkeram antara ban dengan jalan) yang lebih besar.

Sementara itu ban belakang akan semakin kehilangan traksi. Oleh karena itu prioritas pengereman diberikan ke ban depan dengan sedikit dibantu ban belakang.

Akan lebih optimal jika rider turut “memindahkan” berat badannya ke bagian depan motor dengan cara mengangkat pantat dan mencondongkan badan ke arah depan.

Pada saat pengereman, efek “engine brake” juga turut berperan. Cukup turunkan posisi ke gear yang lebih rendah dan lepaslah tuas kopling secara perlahan untuk mendapatkan engine brake atau  “kontribusi daya henti” dari mesin.

Sebagai catatan, mesin 2 tak dan mesin dengan sistem injeksi (tidak menggunakan karburator) kurang memberikan kontribusi daya henti ini.

Semua itu cukup menjelaskan mengapa seorang rider tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut untuk keselamatannya.

1. Melakukan pengereman sambil membelokkan stang.

2. Berbelok sambil melakukan pengereman.

3. Mengerem dengan rem belakang atau rem depan saja.

4. Menarik tuas kopling ketika mengerem.

Safety Riding Course singkat ini ditutup dengan tepuk tangan meriah penonton dan harapan agar angka kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan menurun.

Saat ini RSA telah berbenah, namun masih sangat membutuhkan dukungan dari sumber daya manusia handal yang berasal dari klub/komunitas yang tergabung di dalamnya.

Kami berharap ente semua yang merasa egois di jalan dapat bergabung dan berkontribusi sebagai sukarelawan.

Kok yang egois?

Ya..dalam safety on the road, prioritas yang harus diutamakan adalah keselamatan diri sendiri dahulu baru kemudian orang lain. Bagaimana mungkin kita dapat merasa lebih aman di jalan hanya dengan paham safety riding/driving sendirian, sementara kita tahu jutaan pengguna jalan lainnya belum paham teknik berkendara aman, etika berkendara dan aturan lalu-lintas? Mereka inilah yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

Oleh karena itu marilah kita lakukan perubahan menuju lalu-lintas yang lebih baik dengan berbagi ilmu safety riding/driving yang kita miliki ke mereka yang belum paham agar diri kita dapat lebih aman menggunakan jalan.

Kami tunggu kontribusi anda, wahai para sukarelawan pendukung safety on the road!


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: