Touring Deklarasi PRA Cirebon dan Pelantikan Rangers

20 08 2009

Touring Deklarasi PRA Cirebon dan Pelantikan Rangers ini dari kacamata ane barangkali dapat disebut touring minimalis. Bagaimana tidak, dari segi kendaraan, motor ane belum mengganti “alat vital” yaitu ban MRF yang sering menjadi kambing hitam kecelakaan, padahal di rumah ane sudah siap sedia satu sen ban IRC RX-01.

Sebelum berangkat pun ane terlalu fokus pada pembuatan materi presentasi sejarah Pulsarian dan kuis, sehingga beberapa perlengkapan seperti kamera dan GPS pun lupa terbawa.

Sampai di tamsur jam 22.00 rupanya peserta touring masih santai. Barulah ketika komando dari panitia untuk berkumpul dan merencanakan klotur para peserta baru berbaris.

Keberangkatan

Keberangkatan dibagi menjadi 5 klotur dan 1 klotur sapu ijuk, alias klotur paling bontot. Ane sendiri masuk ke dalam klotur ke-5 dimana terdapat bro Uje sebagai RC, sedangkan ane dan bro Yudi Robocop sebagai sweeper belakang dan bro Mario sebagai sweeper tengah.

Tulisan ini selanjutnya adalah perspektif touring dari kacamata ane yang berangkat bersama klotur 5 dan pulang bersama klotur sapu ijuk.

Sebelum berangkat klotur 5 mengadakan T-CLOCS, beberapa point penting antara lain:

1. modifikasi rem belakang menjadi cakram – karena dari pengalaman sebelumnya ane pernah mengalami ban belakang terkunci, si empunya motor menyatakan bahwa modifikasi tersebut sudah terbukti baik dan ia siap menanggung resikonya.

2. modifikasi kenalpot – karena dinilai tidak terlalu berisik, maka tidak dipermasalahkan. Mengingat di daerah Bandung dan sekitarnya sedang ada razia kenalpot.

Sesudah briefing dan berdoa maka berangkatlah kami.

Perjalanan Jakarta – Cirebon

Rute perjalanan melalui Jl. Pramuka – Pemuda – Pulogadung – Bekasi – Karawang – Subang – Indramayu – Cirebon.

Di Jl. Pemuda tepat di samping Velodrome, kami menemui razia gabungan, namun kami depersilakan lewat (usut punya usut, ternyata klotur 1 sudah sukses diberhentikan namun dikasih lewat).

Hingga Bekasi jalanan relatif kosong dan lancar, hingga kami menghadapi kemacetan sehabis Karawang, mungkin di sekitar PatokBeusi. Sekitar ± 2 km kami merayap di kanan jalan (jalanan berpasir) dengan sangat hati-hati agar tidak tergelincir.  Sampai di ujung kemacetan ternyata sebabnya adalah penutupan jalan akibat adanya perbaikan perkerasan jalan di jalur berlawanan.

Istirahat

Klotur 5 yang kelaparan berhenti di  warung nasi ayam dan bebek goreng, dimana ayam dan bebeknya keras dan tidak enak. Belum lagi air teh rasa sabun. Apa boleh buat, namanya orang lapar. Usai makan kami dikagetkan dengan suara bapak penjual “Semuanya Rp 130 ribu”..lho apa-apaan ini..untunglah bro Yudi Robocop segera bertindak tegas dengan memutuskan bayar per orang.

IMG00045

Makan Malam @ Patok Beusi

Kami mulai jalan dengan dongkol tapi karena sepanjang jalan kami disuguhi jalanan aspal yang mulus, dongkolnya hilang.

Demikian terus sampai mendekati Indramayu kami menemui jalanan yang lancar, yang tidak menyenangkan adalah ketika harus menyalip kendaraan besar seperti bis dan truk.

Memasuki kota Cirebon, bro Rio tampak tidak stabil mengemudikan motornya. Dugaan ane karena kantuk, ane segera maju ke sampingnya dan memberikan isyarat jempol, yang dibalas dengan isyarat jempol pula.

Sampai di Cirebon

IMG00047

Bergaya @ Dealer Bajaj Cirebon

Kami sampai di Dealer Bajaj Jl. Tuparev pertama kali, sekitar jam 6.30 pagi. Dealer masih sepi sehingga kami bisa foto-foto dan jajan dulu. Sempat terlihat bahwa bro Mario, sweeper kami menjadikan sebuah boneka Piglet sebagai ganjalan pantat agar idak pegal..hehehe.

IMG00050

Boneka Piglet Korban Keganasan Bro Mario

IMG00053

Seandainya Piglet Bisa Bicara... 😦

Selang beberapa lama kemudian klotur lain berdatangan. Acara dimulai dengan sambutan dari Pak Helmi selaku owner Bajaj Cirebon.

Resize of S1051640

Rolling Formasi Parade Menuju Kuningan

Dalam acara ini pihak kepolisian juga berperan serta. Salah satunya ajakan Perwira Lantas Cirebon yang mengajak peserta untuk mematuhi UU Lalu Lintas dan Jalan Raya nomor 22 tahun 2009 yang baru saja disahkan, diantaranya dengan menyalakan lampu utama di siang hari dan jangan lupa menyalakan lampu sein ketika berbelok. Tentunya ajakan Pak Polisi ini sejalan dengan misi sosialisasi Safety Riding oleh Pulsarian Community. Selanjutnya acara forum berakhir dan disusul dengan rolling Pulsar keliling Cirebon dengan formasi parade dengan kawalan motor BM.

Cirebon-Linggarjati

Dalam kondisi cuaca panas terik kami bergerak menyusuri jalanan kota Cirebon hingga sampai ke Kuningan. Perjalanan terasa lama karena berputar-putar. Mungkin karena ada miskomunikasi di depan.

IMG00056

Break @ Dealer Bajaj Kuningan

Kami sampai di hotel Linggarjati sore hari dan kebanyakan peserta memilih untuk beristirahat atau ngobrol.

IMG00058

Tiba di Hotel Linggarjati

IMG00059

Spanduk Acara Deklarasi PRA Cirebon

Acara Puncak

Acara malam minggu adalah Deklarasi PRA Cirebon yang ditandai dengan diresmikannya logo PRA Cirebon dan pemotongan tumpeng sebagai pertanda bergabungnya PRA Cirebon ke dalam keluarga besar Pulsarian Community Indonesia. Selamat untuk PRA Cirebon!

IMG00078

Detik-Detik Deklarasi PRA Cirebon

IMG00081

Deklarasi PRA Cirebon

Acara selanjutnya adalah diskusi safety riding dan sejarah Pulsarian Community dan diakhiri dengan pergelaran organ tunggal. Mantap..!

IMG00073

Diskusi Safety Riding

Resize of S1051658

Suasana Organ Tunggal

Pelantikan Rookie

Para rookie dibangunkan pagi setelah sebelumnya para rangers riding menuju pos-pos “pembantaian”. Terdapat 5 pos dalam radius 5 km dari Hotel Linggarjati yang akan disambangi para rookie dari berbagai PRA untuk mendapatkan soal ujian lisan dari para rangers. Ujian di tiap pos berkisar seputar Safety Riding, Pengetahuan Organisasi dan Teknis Permotoran Bajaj Pulsar.

IMG00088

Menyusun Strategi Pelantikan Para Rookie

IMG00089

Rookie Menghadapi Soal Ujian Safety Riding

IMG00091

Yel-Yel Rookie Rasa Mbah Surip

Kebetulan ane kebagian berjaga di pos 1 yang memberikan ujian safety riding. Hasil keseluruhan ujian adalah rookie sebagian besar menangkap materi yang ane sajikan semalam, meskipun ada yang sempat tidak tahu apa itu T-CLOCS. Ditambah lagi kebanyakan yel-yel para rookie ini mengandung lagu Mbah Surip semuanya..hmmm..gak ada ide lagi?

IMG00094

Berlatih Formasi Group Riding

Usai acara keliling pos, para rookie kembali ke hotel untuk makan siang dan mengikuti ujian selanjutnya yaitu permainan makan lontong Salome (Satu Lontong Rame-Rame) dan Permainan di kolam renang.

IMG00099

Salome = Satu Lontong Rame-Rame

IMG00098

Hukuman Bagi Klotur 2..Hup..Hup..

IMG00114

Para Rookie Dimarahi Bro Wahyu

Usai basah-basahan, para rookie masih harus dikerjai mentalnya kali ini oleh para rangers yang dari pos 1 sampai 4 tadi bertindak sebagai pendamping. Ternyata ada rangers yang ditinggal oleh para rookie, tentunya ini membuat para pendamping itu marah besar. Tampak bro Wahyu dari PRA Cirebon paling oke marah-marahnya..sampai ada push up segala.

IMG00123

Para Rookie Bernyanyi Lagu Syukur

Namun para rookie akhirnya dilantik dengan harapan mereka dapat membangun dan membesarkan Pulsarian Community.

Dimarahin bro Ejha

Para Rookie Dimarahi Bro Ejha

Pulang ke Jakarta

Sorenya para peserta pulang ke jakarta, kali ini ane bergabung dengan klotur sapu ijuk. Perjalanan klotur ini lumayan santai karena tidak dikejar waktu. Rute yang dilalui  diputuskan melalui Bandung via Sumber – Majalengka – Sumedang, dan dari Bandung melalui Padalarang – Cipanas – Puncak – Bukit Pelangi – Jakarta. Selepas Kuningan kami didaulat oleh kawan Syam untuk mampir makan malam di rumah mertuanya. Nasi hangat, ikan goreng, telur dadar dan sayur sop pun kami santap ramai-ramai. Nikmat…

IMG00142

Jamuan Dinner @ Rumah Mertua Kawan Syam

Meskipun santai namun terkadang high speed riding terjadi dan sekali ane mengalami near miss yaitu ketika melalui tikungan tajam ke arah kanan, ternyata di apex tikungan terdapat seorang yang menarik gerobak yang kondisinya tidak terlihat, hampir saja ane menyerempet gerobak berisi potongan bambu itu.

Selanjutnya masalah terjadi pada motor bro Andi Potek. Lampu rem motornya menyala terus, ini terjadi sejak keberangkatan dan kali ini kondisi tersebut sangat menggangu ane. Kebetulan boncenger bro Banban menglami nyeri pundak dan kami istirahat di pom bensin.

Lampu rem menyala terus karena kabel penarik lampu rem (Pulsar 200) tersangkut dan tidak mau kembali ke posisi semula. Solusinya setelah sempat kebingungan adalah dengan mencabut soket mylex (kabel penghubung lampu rem) yang letaknya dibawah jok depan. Masalah selesai jadi sekarang lampu rem hanya dapat diaktifkan oleh rem depan saja (yang sudah pasti ditarik) ketika melakukan pengereman.

Boncenger bro Banban yang kesakitan diobati dengan cara dipijat. Kebetulan ada seorang warga setempat yang mampu memijat dan bahunya dapat sembuh.

Perjalanan lanjut menuju Bandung melalui Cadas Pangeran, sebuah tempat yang akan terlihat indah seandainya kami melewatinya di pagi atau siang hari, yang mengantarkan kami memasuki Bandung melalui Sumedang dan akhirnya Jatinangor. Jalan tanpa berliku terus kami lewati dan lapar mengantarkan kami ke Warung Nasi Ampera, restoran ala Sunda yang buka 24 jam.Di sini ane menemukan sambal terenak yang pernah ane rasakan seumur hidup. Pedasnya tidak menyengat, manis dan gurihnya pas semakin membuat ane bersemangat sampai nambah 2 kali.

IMG00148

Makan Dinihari @ Warung Nasi Ampera, Bandung

IMG00149

Sambal Terasi Nikmat

IMG00146

Prasmanan @ Warung Nasi Ampera

Lanjut..usai melewati Bandung dan melihat kondisi sudah hampir pagi kami memerlukan lokasi istirahat. Setelah beberapa kali stop and go karena tidak kunjung menemukan pom bensin yang nyaman, kami kemudian memutuskan di pom bensin langganan kami kalau turing ke Bandung yaitu selepas bukit kapur Padalarang.

IMG00152

Kawan Srosot Memainkan Orkes Kompresor

Di sini kami istirahat lumayan lama sekitar 2 jam, kami juga bertemu dengan bro dari Semarang yang rupanya juga touring dari sana menuju tempat tinggalnya di Cipanas. Ketika bangun bro Fahmi berangkat duluan karena harus masuk kerja sore harinya dan kami pun melanjutkan perjalanan.

Sampai puncak kami berhenti di warung langganan bro Ejha (rupanya teteh disitu adalah …nya adik bro Ejha..hehehe). di sini kami menempelkan stiker Hamilers dan stiker Pulsarian serta menyaksikan beberapa rombongan moge naik turun puncak.

IMG00153

Menempelkan Stiker Pulsarian + Hamilers @ Puncak

Resize of S1051714

Narsis @ Warkop Puncak

IMG00157

Parkir @ Warkop Puncak

IMG00161

Kawan Srosot Menggoda Sopir Bis

Perjalanan lanjut lagi melalui jalanan Puncak yang berliku, kami melewati Rainbow Hills agar tidak terjebak macet di Cirebon. Di Rainbow Hills ini kami berfoto sebentar dan terjadi insiden bro Srosot (bukan nama sebenarnya) jatuh karena tak kuasa menahan berat motornya ketika berusaha memasang standar di atas tanah lunak. Insiden ini berbuah tertawaan kawan-kawan.

IMG00162

Kawan Srosot Jatuh Konyol

Bukit Pelangi alias Rainbow Hills terlewati dan kami sampai gerbang sirkuit Sentul. Di sini kami melanjutkan perjalanan sampai Jakarta. Ane sampai di rumah sekitar pukul 13.00 setelah sebelumnya berpisah dengan bro Ndee di Cililitan.

IMG00165

Mejeng @ Rainbow Hills sambil bernyanyi..BUKIT BERBUNGAAAA..

Review Safety Riding

  1. Masih terdapat sweeper yang riding terlalu dempet ke peserta turing ketika maju ke depan. Hal ini dapat membahayakan. Saran selanjutnya sebaiknya adalah dengan pembekalan HT (handy talkie) atau dengan isyarat suara atau  cahaya.
  2. Lampu rem terus menyala. Sebaiknya dicarikan dulu solusinya dari awal perjalanan agar tidak membahayakan.
  3. Bahaya di tikungan. Sebaiknya peserta tidak memaksakan diri untuk berbelok dalam kecepatan tinggi dan dalam posisi yang terlalu dekat dengan lajur berlawanan. Kurangi kecepatan, beri isyarat cahaya dan suara yang intensif, lihat jalan dan arah belokan, barulah percepat kembali laju motor ketika mendekati akhir tikungan.
  4. Riding keliling Cirebon dengan formasi Parade. Riding dilakukan terlalu lama, belum lagi peserta tidak mengetahui rute perjalanan. Dalam beberapa jalan, rombongan berkendara dalam formasi parade dan kecepatan tinggi (>40 km/jam). Ini sangat membahayakan.
  5. Jalan berpasir sama saja dengan jalan berminyak atau berlubang. Kurangi kecepatan dan beri isyarat kawan di belakang.
  6. Komunikasi. Next time, per klotur minimal gunakan 2 buah rakom (radio komunikasi) agar tidak perlu terjadi Sweeper mengejar RC untuk memberitahu informasi.
  7. Jaga jarak aman minimal 2 detik. Berapapun kecepatan anda, jagalah jarak aman tersebut. Jika kecepatan bertambah segeralah menjauh dari kawan di depan anda, jangan malah mengejar.
  8. Beritahukan segala kendala dalam perjalanan dengan ketok helm, kawan di belakang segera melambatkan laju motor, menunjuk kepada si penderita dan membiarkan Sweeper/Safety officer yang menangani.
  9. Meninggalkan lokasi berkumpul tidak harus dengan speed show off dan geber gas. Hal ini saya amati pada beberapa ranger PRA Cirebon. Jika karakter berkendara rangers di sana adalah speed lover. Mohon tingkatkan kewaspadaan dan skill berkendara. Waktu reaksi tercepat manusia sebelum celaka tidak lebih dari 2 detik.
  10. Tidak perlu memaksakan menyalip kendaraan di depan. Ketahuilah bahwa dengan memaksa menyalip maka resiko tertabrak kendaraan dari arah berlawanan sangat mungkin terjadi. Terlebih jika rider memakai side box di motornya. Berhati-hatilah.

Demikian laporan perjalanan ane.


Aksi

Information

2 responses

30 10 2009
pulsariders-001

Luar biasa…….., banyak pelajaran yang bisa ‘dicuri’ disini. Thaks bro……..

30 10 2009
bennythegreat

hehe..terima kasih bro..curilah sebanyak-banyaknya lalu bagikan ke yang lain yah.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: