Anda Ingin Celaka? Mari Saya Bantu…

4 09 2009

Malam ini ane baru aja pulang dari rumah yayang,setelah sebelumnya bukber kantor di sebuah hotel berinisial JWM.

Ane lewat jalan danau sunter selatan menuju rumah kelapa gading. Jalan ini sudah sering ane lihat dipakai untuk tempat balap liar karena jalannya yang lurus dan mulus, bisa kapan saja setelah jam 10 malam. Sudah berkali-kali ane kirim sms ke TMC (1717) melaporkan kejadian balap liar, tapi event berbahaya ini selalu saja kambuh setiap minggunya.

Balap Liar Kampungan

Balap Liar Kampungan

Ane sedang melambatkan motor dan berpindah ke lajur kiri ketika ada motor bebek sedang putar balik dari arah berlawanan. Karena gaya riding si pengendara yang sedikit oleng ditambah lagi ia tidak pake helm, lampu belakang putih silau dan pakai sandal ane menjaga jarak kira2 3 motor di kanan belakangnya.

Seperti inilah posisi berkendara yang ane lihat.

Seperti inilah posisi berkendara yang ane lihat.

Si oknum bebekers ini semakin ke kiri dan melambatkan motornya ketika mendekati pertigaan ke kiri. Sebagai respon atas hal ini ane segera lihat spion, klik sein kanan dan mendahuluinya.

Tapi..baru sekitar 5 meteran ane mendahului, tampak di spion dengan jelas si bocah ini mengubah posisi duduknya menjadi tengkurap di atas jok motor dan berancang2 untuk tancap gas. Ternyata ia tidak belok kanan tpi menganggap belokan itu sebagai titik start.

Ane yang sedikit panik melihat itu segera menambah kecepatan jadi 40an km/jam ntuk menjauhinya. namun si bocah ini rupanya memiliki motor dengan akselerasi seperti Honda CBR 1000F dengan cepatnya ia mendekat.

Yang membuat sebal adalah ia tancap gas mendekati kiri belakang ane dengan posisi tengkurap seolah ingin mengintil dan mempermainkan. Pada kecepatan 50an km/jam ia riding mepet sekali dengan ane. Ane tak ingin celaka. Spontan ane cek spion kanan. Baru saja menengok..klakson mobil berbunyi keras. Sebuah Toyota land cruiser sudah berada di kanan ane hendak menyalip di jarak 1 meteran dari kanan ane.

Kejadiannya begitu cepat. Ane segera menghindari mobil itu.karena ane sudah mepet ke trotoar di kiri ditambah lagi si bocah ini nyempil dan melakukan akrobat di kiri ane, ane langsung bereaksi.

Entah ada bisikan dari mana ane refleks goyangkan lutut ane ke kiri, otomatis motor ane juga goyang sedikit ke kiri. Dalam kepala ane sudah terpogram ajaran “utamakan keselamatan sendiri”. Entah kaget atau apa. Stang motor si bocah yang sedang ngebut tengkurap ini menyenggol lutut ane dan ane merasakan nyeri di samping telapak kaki kiri ane. Setelah itu ane langsung tancap gas menjauhi bahaya.

Dalam beberapa detik terlihat di spion, motor si bocah oleng dan si bocah jatuh ke kanan tertimpa motor. Si bocah terguling2 sementara motornya hampir saja tertabrak mobil di belakangnya. Entah bagaimana nasib si bocah itu.

Dalam hati ane yang masih deg2an karena hampir celaka ini berkata “berkurang lagi satu begundal jalanan”. Sesuai komitmen pribadi ane yang tidak akan menolong pemakai jalan yang tidak peduli keselamatan dirinya dan orang lain, maka ane cukup berlalu saja sambil siul2 biar santai.

Sayup2 setelah sampai rumah ane memeriksa sepatu Bucherri boleh dapet yang masih aman. Apes banget sepatu jarang dipake kena senggol footstep pula, namun telapak kaki kiri ane sedikit nyeri, mungkin kena footstep motor setan itu. ane tiba2 ingat bisikan dalam waktu singkat tadi kalau tidak salah bunyinya “anda ingin celaka? Mari saya bantu”..

Kejadian yang seram? Silakan artikan sendiri.
Segera ane share pengalaman ini agar tidak lupa.








%d blogger menyukai ini: