Road Safety Association goes to Pabrik Helm

20 11 2009

JAKARTA- Road Safety Association (RSA) bersama sejumlah anggota kelompok sepeda motor berkunjung ke pabrik helm PT Dinaheti Motor Industri (DMI), Cikarang, Jawa Barat, Selasa (20/10). Kunjungan tersebut bertujuan guna menambah wawasan tentang proses produksi helm, termasuk kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib untuk helm.

Menurut dia, tujuan dari kunjungan ke pabrik DMI juga untuk sosialisasi kepada para pengendara sepeda motor, khususnya klub/komunitas pengguna sepeda motor yang berhimpun di RSA. Perwakilan klub/komunitas pengguna sepeda motor yang ikut kunjungan antara lain DeNyut RC, HSJ, Barac, Hornet, YJOC, Everbikers, Milys, Pulsarian Community, HTML, dan YVC Depok. “Klub/komunitas pengguna sepeda motor ini adalah agen penyebar virus road safety, diharapkan mereka dapat membagikan pengetahuannya ke masyarakat pengguna sepeda motor di lingkungan masing-masing anggotanya” tandas Eko Cahyo Wibowo, wakil ketua RSA.

Selamat Datang RSA

Helm merupakan kelengkapan bersepeda motor yang wajib dipakai oleh setiap pengendara atau penumpang sepeda motor. Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya pasal 57 ayat 2 menegaskan bahwa setiap pengendara sepeda motor wajib memakai helm sesuai standar nasional Indonesia. Siapa saja yang melanggar aturan ini bisa dikenai sanksi kurungan maksimal satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu. Tujuan aturan ini jelas untuk melindungi pengendara sepeda motor terhindar dari risiko kecelakaan. “Luka paling fatal yang dialami pengendara sepeda motor adalah akibat cedera di kepala, ini terkait dengan budaya indisipliner pengguna sepeda motor terhadap peraturan lalu lintas,” tutur Rio Octaviano, ketua RSA.

Manajemen PT DMI menjelaskan soal proses produksi helm. Mulai dari pembuatan tempurung helm yang terbuat dari thermal polymer, pembuatan emblem SNI yang langsung di-emboss pada saat pencetakan, hingga pemasangan bagian dalam helm. Seluruh proses produksi harus memenuhi standar mutu ISO 14000 tahun 2008 dan produknya harus lolos uji standardisasi SNI 1811 tahun 2007. Dalam presentasinya GM Manufacturing Operation PT DMI Thomas Lim menjelaskan tiga macam jenis helm yaitu full face, open face dan half face. “Helm Half Face itu adalah helm cetok yang hanya melindungi bagian atas kepala, sedangkan helm Open Face melindungi bagian atas dan samping kepala sehingga lebih aman,” jelas Thomas Lim.

RSA juga memperoleh penjelasan mengenai uji laboratorium SNI helm. Beberapa fase pengujian mencakup uji penyerapan energi kejut (impact energy), dilanjutkan uji penetrasi, uji chin strap, dan uji EPS shell. ”Tiap negara mempunyai kriteria sendiri-sendiri, tidak semuanya bisa disamakan standarnya. Pemerintah memiliki tim teknis yaitu Badan Sertifikasi Nasional (BSN) yang merumuskan standar kualifikasi SNI, bahkan standar SNI diakui lebih ketat dari standar DOT (Amerika) yang masih mengizinkan pemakaian helm half face (cetok)” papar Henry Tedjakusuma, direktur PT DMI.

Ketentuan SNI wajib untuk helm tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No 40/M-IND/Per/6/2008 tanggal 25 Juni 2008. Semula, ketentuan itu berlaku mulai 25 Maret 2009, namun diundur menjadi 25 Maret 2010 karena ada permintaan dari sejumlah produsen helm.

SNI mengacu kepada standar Japan International Standard dan standar Eropa Saat ini, produksi helm di Tanah Air berkisar 9-10 juta unit per tahun. Sebagian produsen juga telah mengekspor produk mereka ke pasar Eropa dan Amerika.

Henry juga menjelaskan bahwa helm produksi di atas April 2009 harus sudah mengikuti sertifikasi SNI. Adanya sertifikasi SNI ini selain menjaga kualitas produk juga mencegah kemungkinan importir pemasok helm impor yang kadaluarsa atau cacat produksi untuk mengedarkan produk gagal tersebut di pasaran Indonesia.

Berdasarkan data Depperin, selama ini hanya 7 dari 15 perusahaan helm skala besar yang mengajukan Sertifikat Produk Pengguna Tanda (SPPT) SNI. Ketujuh perusahaan itu antara lain PT Tara Citra Kusuma, PT Dinaheti Motor Industri (DMI), dan PT Tara Kusuma Indah (TKI).

RSA menilai, SNI cukup mumpuni untuk melindungi para pengguna helm di Tanah Air. Konsep perlindungan terhadap pengendara sepeda motor, khususnya terkait helm, juga telah disiapkan oleh pemerintah. Proses produksi helm akan diawasi oleh Departemen Perindustrian, lalu peredarannya diawasi Departemen Perdagangan, dan Departemen Perhubungan akan membuat regulasi pemakaian helm, sedangkan Kepolisian Republik Indonesia berperan selaku penegak hukum. “Sayangnya, ini hanya akan menjadi isapan jempol belaka bila tidak diiringi dengan niat baik dan konsistensi dari berbagai instansi tersebut,” ujar Rio Octaviano.

Ia menambahkan, kegiatan penegakan aturan di lapangan masih tidak karuan. ”Masih banyak penyimpangan dan inkonsistensi” tuturnya.

===

Para peserta yang hadir diharapkan dapat membagi pengalaman berkunjungnya ini kepada kawan-kawannya. Salah satu report datang dari peserta kunjungan yaitu bro Sam Artanto, member Pulsarian Community bernomor ranger #615 yang kebetulan berdomisili di Cikarang, berikut tulisan lengkapnya:

===

PT Dinaheti Motor Industri (PT DMI) adalah induk dari PT Tara Citra Kusuma dan PT Tara Kusuma Indah yang kesemuanya memproduksi helm. PT DMI adalah OEM (Original Equipment Manufacture) atau dengan kata lain perusahaan yang memproduksi merk lain atas pesanan pemilik merk. Kami melihat di show room banyak helm dengan merk luar, saya tidak sebutkan satu persatu karena menurut keterangan Direktur mereka ada perjanjian dengan pemegang merk untuk tidak men-disclose ke pihak luar bahwa merk tersebut dibuat di situ. Hari, tanggal  : Selasa, 20 Oktober 2009

Waktu   : Pukul 14.00 WIB – 18.00 WIB

Tempat  : PT DMI / PT Tata Citra Kusuma (anak perusahaan PT DMI)

Jl. Meranti 3 Blok L, no3-5

Delta Silicon Industrial Park, Cikarang

Peserta (Pulsarian) :

Benny Novianugroho (RSA)

Mami Merry (Squadron)

Sam Artanto (Rocketer #615)

19 anggota RSA + 1 wartawan Bikers Magz

Host   :

Bp. Thomas Lim ( GM manufacturing Operation)

Bp. Henry Tedjakusuma (Director & Owner)

Pak Thomas Lim dan Pak Henry

Topik   : Apakah helm buatan lokal dapat dipercaya kualitasnya ?

Latar Belakang

Bahwa PT Dinaheti Motor Industri (PT DMI) adalah induk dari PT Tara Citra Kusuma dan PT Tara Kusuma Indah yang kesemuanya memproduksi helm. PT DMI adalah OEM (Original Equipment Manufacture) atau dengan kata lain perusahaan yang memproduksi merk lain atas pesanan pemilik merk. Kami melihat di show room banyak helm dengan merk luar, saya tidak sebutkan satu persatu karena menurut keterangan Direktur mereka ada perjanjian dengan pemegang merk untuk tidak men-disclose ke pihak luar bahwa merk tersebut dibuat di situ.

Meskipun ane sempat terperangah ketika mengetahui beberapa merk helm yang sangat terkenal ternyata diproduksi di situ, silakan japri ane kalau ingin tahu…jangan gondok ya..hehehe

Sekilas tentang Helm SNI

Berkaitan dengan isu Helm SNI (Standar Nasional Indonesia) disampaikan bahwa standarisasi helm sebenarnya sudah dimulai tahun 1990 dengan nama SII (Standar Industri Indonesia). Pada tahun 1990 SII diganti menjadi SNI (Standar Nasional Indonesia) dengan nomor SNI 09-1811-1990 yang banyak mengadopsi norma-norma standar JIS (Japan Industrial Standard). Penerapan SNI helm masih bersifat sukarela, sehingga belum banyak industri helm yang melakukan sertifikasi helm.

Seiring dengan berjalannya waktu industri helm nasional berkembang pesat, tetapi di lain pihak tingkat kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan luka fatal dan meninggal dunia terus meningkat. Melihat kenyataan ini pada tahun 2007 Departemen Perindustrian RI merencanakan penerapan SNI helm secara wajib dengan mengacu pada SNI 1811-2007 yang merupakan revisi SNI 09-1811-1990 terbitan Badan Standarisasi Nasional. SNI 1811-2007 ini mengadopsi beberapa standar di dunia, diantaranya : BS 6658 : 1985, EN 960 : 1994, E/ECE/Trans/505.

Pada tanggal 25 Juni 2008 Pemerintah menerbitkan Permen Perindustrian no.40/M-IND/PER/VI/2008 tentang pemberlakuan SNI helm pengendara kendaraan roda dua secara wajib yang akan berlaku efektif 9 (sembilan) bulan sejak tanggal ditetapkannya, yaitu 25 Maret 2009. Akan tetapi di Indonesia masih terkendala dengan banyaknya industri kecil helm yang belum siap dan juga disyaratkannya produsen helm harus memegang ISO 9001/2008, maka pemerintah menerbitkan Permen Perindustrian no. 40/M-IND/PER/ IV/ 2009 yang menunda pemberlakuan SNI helm secara wajib sampai dengan tanggal 1 April 2010. Berkenaan dengan penundaan ini pelaksanaannya adalah untuk produksi sebelum 1 April 2010 tanpa SNI tidak apa-apa beredar, akan tetapi setelah 1 April 2010 harus SNI baru.

Penulis sempat bertanya bagaimana dengan helm impor yang tidak ada tulisan SNI setelah diberlakukannya SNI ? Jawabannya tidak secara eksplisit disampaikan, tetapi pada intinya SNI sudah dibuat dengan penggabungan beberapa standar internasional yang sudah cukup bagus dengan tujuan untuk melindungi pemakai helm Indonesia. Standar dari negara lain belum tentu lebih bagus bagi negara kita. Misalnya di Amerika masih diperbolehkan helm model “cetok” / batok half face yang masih kelihatan telinga untuk dipakai. Kami lihat Harley Davidson memesan helm model ini. Menurut mereka dasar pemikirannya helm dibutuhkan untuk melindungi otak dimana letak otak adalah di kepala bagian atas sampai agak ke bawah, dan oleh karena itu cukup dilindungi dengan helm model “cetok”.

Hal ini berbeda dengan negara-negara Eropa dengan standar EC 2205 yang mensyaratkan helm harus menutup sampai bagian telinga. Oh ya, ada istilah di dunia helm yang perlu kita ketahui, di kalangan industri helm mereka membagi helm menurut bentuk dalam 3 kelompok yaitu :

Helm Half Face : Ini yang kita kenal dengan model “cetok” atau kuping kelihatan.

Open Face   : Ini yang kita biasa sebut dengan half face di Indonesia, sampai
menutup kuping

Full Face   : Menutup semua sampai mulut

Di samping hal di atas, polemik helm SNI juga tidak lepas dari kepentingan para importir helm merk asing yang pasti terpukul dengan kebijakan pemerintah ini.

Berkaitan dengan tuduhan beberapa pihak yang menyatakan SNI helm ini adalah akal-akalan para produsen helm, bapak Thomas Lim menyampaikan bahwa ini bukan kemauan mereka, bagi produsen sendiri sebenarnya SNI ini menyusahkan karena harus ISO 9001 dan harus meng-emboss (tulisan timbul) di body helm yang artinya biaya untuk membuat mold (cetakan). Ditambah lagi harus membentuk asosiasi untuk memenuhi syarat Deperindag ke WTO (World Trade Organization), dimana di kalangan anggota asosiasi helm (AIHI) sendiri pada awalnya kebingungan mau ke mana karena masing-masing punya kemauan sendiri serta mengganggu target perusahaan dan kemudian dipaksa untuk membentuk asosiasi.

Helm Produksi PT. DMI

Produksi helm dan pengujian

Kalau di atas penulis sudah sampaikan pembagian helm menurut bentuknya, maka kita bahas khusus helm full face.

Berdasarkan fungsinya helm full face dibagi 4 :

Street Helmet, helm seperti yang kita pakai sehari-hari
Racing Helmet, helm untuk balap
Off Road Helmet, biasa dipakai untuk motor trail
Snow Mobile Helmet, dipakai untuk kendaraan salju. Untuk mencegah kaca berembun karena nafas maka dipasang pemanas dan lensa double.

Bagian – bagian utama helm

Bagian-Bagian Helm

Shell / Cangkang keras : terbuat dari bahan ABS, fiberglass, atau yang ringan dan kuat dari carbon.

EPS Shell (Expandable PolySterene) : Semacam sterofoam  tapi yang mampu meredam goncangan, dengan High density tertentu (tingkat kepadatan tertentu).

Comfort Padding : Terdiri dari Top padding (lapisan kain dalam), Crown padding (lapisan kain tebal setelah Top padding), Cheek padding (lapisan di pipi) dan Neck roll (pelindung leher).

Chin Strap : Tali dagu

Visor / Shield : Kaca pelindung depan (bagian ini optional)

Accessories : mulai stiker air sampai hiasan yang menempel di shell (bagian ini optional)

Proses Produksi
Seperti industri lain secara garis besar dikelompokkan dalam 4 tahap :

  1. Proses Pencetakan
  2. Proses Pengecatan
  3. Proses Perakitan
  4. Quality Control

Diantara masing – masing proses tersebut di atas dilakukan juga quality control.

Di dalam factory tour kami bisa melihat proses pencetakan shell dengan mesin modern, dimana biji plastik ABS dihisap ke dalam mesin pencetak dan operator tinggal men-set ketebalan shell, tak lama kemudian mesin terbuka dan jadilah shell helm model off road.

Kami juga mengamati proses pembuatan helm dengan bahan fiberglass yang masih manual dengan menggunakan tangan. Sebagai orang yang pernah menjadi buruh pabrik beberapa tahun di dua industri, penulis bisa sampaikan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja di situ banyak yang masih harus diperbaiki dan hal ini sudah penulis sampaikan langsung ke Direktur saat factory tour.

Hal yang menarik adalah penempelan stiker air pada Shell yang telah dicat. Seperti yang kita ketahui helm mempunyai banyak motif gambar. Tadinya kami pikir gambar tersebut dicat, ternyata itu semua adalah stiker air. Jadi mereka menempelkan sejenis stiker yang dibasahi air, untuk kemudian dirapikan. Setelah itu dikeringkan selama sehari baru kemudian diberi lapisan pelindung.
Pengujian Helm

a. Pengujian berkaitan dengan batok / shell helm :

Uji Impact

1. Uji penyerapan energi kejut : Tidak boleh melebihi 300 G (gravitasi)

Test Uji Kejut

2. Uji Penetrasi : Helm dipukul dengan logam yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu

Uji Impact Miring

3. Uji ketahanan impact miring : Helm dijatuhkan dengan posisi miring, dengan asumsi banyak kejadian jatuh pada posisi miring

Uji Chin Strap

4. Uji pelindung dagu (khusus untuk helm full face)
b. Pengujian berkaitan dengan Chin strap / Tali dagu :

Yaitu untuk melihat apakah ada perpanjangan tali ketika dijatuhkan
Uji keandalan sistem penahan pada tali, terdiri dari :
Uji kekuatan sistem penahan
Uji kelicinan tali helm
Uji keausan tali helm
Uji keefektifan sistem penahan, dengan cara ditarik kuat ke belakang.

Foto-foto selengkapnya dapat dilihat di Facebook ane


Aksi

Information

24 responses

22 11 2009
jeffry

”Tiap negara mempunyai kriteria sendiri-sendiri, tidak semuanya bisa disamakan standarnya. Pemerintah memiliki tim teknis yaitu Badan Sertifikasi Nasional (BSN) yang merumuskan standar kualifikasi SNI, bahkan standar SNI diakui lebih ketat dari standar DOT (Amerika) yang masih mengizinkan pemakaian helm half face (cetok)” papar Henry Tedjakusuma, direktur PT DMI ==> terlalu berlebihan jika standar SNI lebih ketat drpd DOT

25 11 2009
Joe TZ

Berarti Helm KYT bagus dan aman ya???

25 11 2009
bennythegreat

@ Jeffry
memang setiap negara standarnya berbeda, mungkin Pak Henry itu ingin menggambarkan betapa ketatnya aplikasi standar SNI pada helm di Indonesia..

@ Joe
Kalau dilihat dari hasil uji-uji tersebut, hasilnya memenuhi syarat bro. KYT itu juga termasuk helm buatan PT. DMI.

25 11 2009
Stephen Langitan

info yang lengkap soal helm..

19 01 2010
Yully Winter

Pak Henry bisa nga minta no telp PT DMI yang di cikarang and contact person. Saya mau buat appointment untuk datang kesana. saya tertarik untuk prospek bisnis.
ASAP.

4 02 2010
Aturan Helm SNI | caplang[dot]net

[…] Bacaan lain: – Pemberlakuan Helm Ber-SNI Mulai April – Kontroversi Seputar SNI (I) – Isi Kepala Kita Lebih Mahal – Road Safety Association Goes to Pabrik Helm […]

5 02 2010
O2r

Ooooooo ternyata Om Thomas ini yang komen sama tulisan ane di marih : http://yvcbogor.wordpress.com/2009/03/23/helm-dan-sni-siapa-jadi-korban/

25 02 2010
yesy

Pak apakah laboratorium uji PT. Tara sudah diakreditasi?

25 02 2010
bennythegreat

@yesy
belum ada info pak bro saya tidak bertanya sampai kesitu waktu kunjungan..coba tanyakan langsung kesana deh.

9 04 2010
24 05 2010
edo

Pak… kira2 gmn caranya ya.. kalu mau joint dgn PT. DMI utk buka toko khusus helm yang berstandar SNI?? rencananya saya mau buka di wilayah Jayapura.

24 05 2010
bennythegreat

PT. DMI cukup selektif dalam memilih rekanan bro…silakan aja datang ke pabriknya di Cikarang

25 05 2010
PT SAI

saya mau pesan full face helmet dalam jumlah besar, bisa request design ga? apakah ada contact person yang bisa dihubungi?

23 10 2010
herman saputra

mas, minta no tlp kantornya dong,
saya mahasiswa fakultas teknik universitas indonesia mau mewawancarai, dalam rangka meningkatkan motivasi temen-temen mahasiswa dalam pengembangan jiwa kewirausahaan khususnya di bidang teknopreneur,
trimaksih

28 10 2010
cistha

mas mo tanya dong klo helm merk MRY itu pabrik pembuatnya dr DMI juga ato bkn c ?? thanx

28 10 2010
bennythegreat

Wah merk apa tuh, waktu di kunjungan gak ada merk seperti itu

3 11 2010
INK Spy Hacker, Helm dengan Rear View Mirror..Pertamax di Indonesia..! « bennythegreat.wordpress.com

[…] Namun daripada mengimpor Reevu MSX1atau berharahap berharap helm unik ini dipasarkan di Indonesia lebih baik membuat sendiri.. Nah, peluang ini ditangkap oleh PT. DMI selaku produsen helm INK. Jika ente penasaran dengan jeroan pabrik helm ini, bisa klik artikel ane sebelumnya di sini.. […]

1 02 2011
achs

WEW SAMPE HELM SEKELAS AGV juga dibuat di situ ? WOWWWWWWWWWW….

23 03 2011
sivi anton

kepada yang terhormat
pimpinan pt dmi

dengan hormat,
saya bermaksud menawarkan program kerjasama promosi dalam event berjatuk safeti riding competition oleh 3000 peserta, dengan harapan dapat ditindak lanjuti. mohon balasan emailnya untuk pengiriman proposal event kami

malang 23 maret 2011

hormat saya

sivi anton
manager ae jtv malang
hp; 0817530589/ 0341 7006389

10 04 2011
faiz alghazali

salam sukses. kami atas nama perusahaan jasa klo
bp minat kerja sama. saya bs bikin moulding grafic, chc, embos dan sablon
klo minat hubungi kami aja trims

10 04 2011
Anisa

Mau tanya, maz.. Saya mahasiswa ITS yang sedang ada tugas mengenai Feasibility Study.. Kebetulan produk (angan2) saya produk helm.. Saya ingin mengetahui lebih lanjut mengenai proses permesinan dan juga mesin2 yang ada di pabrik helm (riil) seperti PT DMI.. Kira2 bisa share tidak, maz? Terimakasih.. 🙂

10 04 2011
bennythegreat

Waktu kunjungan,kami juga tidak diberikan info ttg mesinnya.barangkali harus berkunjung langsung ke pabriknya mbak lalu ngobrol sama pejabatnya.

28 05 2011
rony

Ini saya ada inovasi tentang teknologi helm terbaru….Bisa dicheck di video ini…

14 12 2011
soscommunity

informasi cukup MENARIK.
Semoga semakin maju dan lebih sukses lagi.
kalau ada waktu jangan lupa silahkan,
KUNJUNGI : SOSCOMMUNITY yang siap membantu segalanya terutama
PENANGGULANGAN KEBAKARAN:

Informasi lebih maju silahkan MELIHAT :
http://soscommunity.org/index.php?option=com_content&view=frontpage&Itemid=58
Terimakasih

CALL : 031 853 8830
E-MAIl : soscommunity1@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: