Waspada Bahaya Kebakaran di Bengkel Motor

24 02 2010

Siang kemarin  (23/2) sekitar pukul 10.00 ane dikejutkan oleh email di milis tamsur@yahoogroups.com, sebuah milis OOT para rangers Pulsarian Community yang mengabarkan bahwa bengkel Joery Racing, salah satu bengkel langganan sekaligus lokasi berkumpul para rangers Pulsarian Community terbakar.

Kebakaran di bengkel asuhan bro Juki, ranger kehormatan bernomor #018 ini disebabkan oleh percikan api dari knalpot free flow motor bro Juki. Menurut penuturan beliau, ia sedang mengetest mesin Pulsarnya, namun api dari knalpot tersebut langsung menyambar kotak berisi bensin yang biasa digunakan untuk membersihkan part motor. Api pun langsung berkobar di bagian depan bengkel.

Tanpa merasa panik, langkah penyelamatan pertama bro Juki adalah menyelamatkan motor-motor milik pelanggannya keluar dari bengkelnya yang terletak di Jl. Panjang itu dan segera mengambil lap basah untuk memadamkan api.

Bengkel Joery Racing mulai terkenal di kalangan rangers Pulsarian Community sejak awal tahun 2008 karena kemampuan Bro Juki yang unik dalam melakukan setting motor baik itu dengan part standar hingga part modifikasi. Beberapa hasil karyanya bahkan sempat dibahas di sebuah majalah otomotif.

Akibat musibah ini 3 buah motor menjadi korban. Motor Ninja R dan Trail milik bro Juki dan motor Pulsar 180 bro Mufid #116 yang hangus bagian belakangnya, sementara anak bro Juki kakinya menderita luka bakar dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Kondisi Bagian Depan Bengkel

Motor-motor yang terbakar

Ninja R dan Motor Trail Bro Juki

Motor Bro Mufid Hangus Bagian Belakangnya

Untunglah kebakaran hanya terjadi di bagian depan bengkel dan dapat segera dipadamkan.

Moral dari cerita ini adalah:

Jauhkan material yang mudah terbakar dari api. Dalam segitiga api dijelaskan bahwa terdapat 3 elemen yang dapat menyebabkan timbulnya api yaitu bahan bakar, oxidizer dan sumber api.

Api akan timbul ketika bahan bakar, oxidizer dan sumber api sudah menyatu atau tercampur pada tingkat tertentu. Ini membuktikan bahwa api tidak dapat terjadi apabila :
1. Tidak terdapat bahan bakar atau bahan bakar tidak cukup untuk menimbulkan api.
2. Tidak terdapat oxidizer atau oxidizer tidak cukup untuk menimbulkan api.
3. Sumber api tidak memiliki energi yang cukup untuk menimbulkan api.

Bermacam-macam bahan bakar, oxidizer dan sumber api umumnya terdapat pada industri kimia, diantaranya :

· Bahan bakar
Padat : plastik, serbuk kayu, fiber, partikel logam
Cair : bensin, aseton, eter, pentana
Gas : asitilen, propana, metana, karbon monoksida, hidrogen

· Oxidizer
Padat : metal peroksida, amonium nitrit.
Cair : hidrogen peroksida, asam nitrat, asam perklorat
Gas : oksigen, flourine, klor, flour

· Sumber api
Korek api, listrik statis, puntung rokok,dll.

Berhati-hatilah dan selalu waspada ketika bekerja dengan ketiga elemen penyebab api tersebut. Jauhkan ketiga elemet tersebut seaman mungkin dan selalu sediakan alat pemadam kebakaran yang siap dan layak pakai.

referensi:

http://fireexplosionanalysis.blogspot.com/2009/01/fire-triangle.html





Riding Position..?

24 02 2010

Ane dapat gambar ini di forum CyberNinja 250R.

rupanya berbagai jenis motor dibuat dengan berbagai macam riding position..

Riding Position mana yang paling ente sukai..?

he..he..he..





Strategi Menghadapi Ulah Pengendara Angkutan Umum

23 02 2010

Saat ini jalanan makin padat dengan kendaraan umum dan pribadi. Di satu sisi kendaraan pribadi makin banyak karena begitu banyaknya kelemahan kendaran umum seperti:

– tidak tepat waktu

– armada tidak cukup untuk melayani penumpang

– tidak aman

– tidak nyaman

Dengan alasan ini maka banyak orang beralih ke moda transportasi pribadi. Dan seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan pribadi konflik antara kendaraan pribadi dan kendaraan umum pun kerap terjadi. Berita terbaru yang tersiar adalah ditusuknya pengendara motor karena bersitegang dengan sopir angkutan umum C-01 di daerah Ciledug.

Konflik seperti ini seharusnya dapat dihindari jika kedua belah pihak dapat saling berempati dan memahami cara berkendara aman yaitu:

– mampu mengendalikan ATTITUDE

– memahami RULES lalu-lintas

– mampu menerapkan SKILL berkendara

Strategi Berkendara

Jika ente adalah salah satu pembaca blog ini dan ente adalah pengguna kendaraan pribadi, maka ane yakin pendidikan ente cukup tinggi untuk dapat mengamalkan ketiga hal di atas.

Suasana Lalu-lintas Ibukota

Tentunya ente juga cukup memahami bahwa kesenjangan intelektual antara pengendara kendaraan pribadi dan kendaraan umum sangatlah besar.

Artinya, dengan menganggap bahwa para sopir angkot, pengendara sruntulan, petugas, atau siapapun yang membahayakan diri di jalan/tidak mentaati aturan sebagai orang-orang yang tidak/belum mengerti dan memahami dengan baik (maksud dari suatu peraturan, fungsi dan tujuan dari suatu infrastruktur, norma sopan santun dan kepantasan, bahkan norma agama), kita bisa lebih “maklum” dengan ketidakpahaman mereka.

Efeknya, kita akan lebih mudah bersabar dan mengendalikan emosi.. Lebih lanjut, kita bisa mempraktekkan defensive driving/riding. Pahami situasi dan hindari kecelakaan sedini mungkin.

Seharusnya kendaraan umum dapat menjadi moda transportasi massal yang paling diminati masyarakat, dan tidak menjadi musuh jalanan bagi masyarakat serta momok yang menakutkan bagi pengguna kendaraan pribadi. Namun apa lacur..sekarang kondisi jalanan yang ada mau tidak mau harus dihadapi. Oleh karena itu izinkanlah ane sedikit berbagi beberapa tips dan strategi berkendara menghadapi angkutan umum di jalan.

  • Selalu berada di sebelah kanan belakang angkot, karena sewaktu2 mereka bisa ke kiri untuk menaik-turunkan penumpang.
  • Jaga jarak minimal 3 detik atau sekitar 20 meteran pada speed 30-50 km/jam dari angkutan umum di depan.
  • Jika terdapat ruang dan kesempatan, dahului angkot dengan terus menerus memberikan klakson sampai si sopir angkot memperhatikan kehadiran kita.
  • Jika ente cukup sial berada di samping angkot, maka jika angkot membanting stir mendadak ke kanan jangan langsung kaget dan swerving (bermanuver menghindar ke samping). Sebelum swerving lihat kiri-kanan ente dan putuskan apakah jalan terus mendahului angkot atau mengurangi kecepatan dan membiarkan angkot berada di depan.
  • Dengan alasan apapun, jangan berkejaran dengan angkot yang sedang memburu penumpang atau sedang balapan dengan angkot lainnya. Bahaya!
  • Jika jalur lambat dipenuhi angkot, bersabarlah, jaga jarak di belakang angkot agar ente jauh dari asap knalpot dan manuver tak terduga.
  • Jika ente berada di depan angkot, waspadalah. Angkot sangat tidak sabaran dan akan mencari jarak terpendek dengan kendaraan di depannya dan kemungkinan besar akan menyeruduk bagian belakang kendaraan ente. Jaga jarak sejauh mungkin atau menjauhlah dari angkot di belakang ente.
  • Sopir angkot bekerja sangat monoton dan penuh tekanan, jadi jauhilah konflik dengan sopir angkot. Ente jauh lebih baik dan lebih beruntung dari mereka, oleh karena itu kendalikan emosi ente.
  • Jika angkot memiliki kenek, berhati-hatilah..ia dapat naik turun sewaktu-waktu. Perhatikan pula sinyal tangan dan teriakannya yang menunjukkan naik-turun penumpang atau manuvernya
  • Sebisa mungkin mencari rute yang tidak dipenuhi angkot, seperti terminal atau tempat ngetem, lebih baik mencari jalan yang jauh tapi lancar ketimbang jalan dekat tapi macet.

Itu dulu yang bisa ane share..Tentunya akan lebih indah bila semua dapat saling berbagi di jalan. Silakan kalau ada yg mau menambahkan.

sumber foto:

saft7.com

misteridigital.wordpress.com





Riding Skill Contest di Kopdar Gabungan Pulsarian Community

22 02 2010

Acara Pulsarian Community kali ini bertajuk kopdar (kopi darat) gabungan – kopdargab, suatu momen dimana seluruh PRA (Pulsarian Ranger Area) berkumpul bersama di suatu tempat yang ditentukan secara bergilir. Kebetulan PRA Jakarta Timur alias BAYONET menjadi tuan rumah dengan tema “Welcome to the East”. Acara kopdargab yang diadakan  tanggal 20-21 Februari 2009 di Plaza Kramat Jati Indah (KJI) ini terasa beda, tak lain karena diadakannya Safety Riding Contest, Bazaar dan Lomba Modifikasi.

Welcome to the East

Ane sempat absen di hari pertama karena hujan, namun di hari kedua cuaca cerah dan ini menjadi kesempatan bagi para rangers – julukan bagi anggota Pulsarian Community untuk turut hadir dan memeriahkan kopdargab. Tercatat perwakilan dari PRA Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Cikarang dan Bandung hadir di Plaza KJI.

Selalu ada kesan tersendiri di setiap acara Pulsarian Community, yang paling menyenangkan tentunya adalah bertemu kawan-kawan sesama rangers, baik itu lama atau baru. Semuanya bersemangat, antusias dan gembira mengikuti kopdargab, bahkan diantara mereka terlihat beberapa wanita dan anak-anak, baik itu pacar, istri maupun anak mereka. Sungguh acara seperti ini dapat menjadi sarana rekreasi, edukasi dan silaturahmi yang positif.

Rangers dan Keluarga

Acara inti pertama yang menyedot perhatian adalah safety riding contest. Ya, sejak pertama kali PSRT (Pulsarian Safety Riding Team) dibentuk sekitar 2 tahun silam. Kata safety riding menjadi hal mutlak yang wajib dipahami dan diamalkan oleh para rangers Pulsarian. Hampir tak ada momen yang tidak beraroma safety riding di setiap kegiatan Pulsarian, dan tanpa kenal lelah dan bosan pula PSRT secara berkesinambungan terus mengedukasi para rangers mengenai pentingnya berpikir dan bertindak aman berkendara di jalan.

Suasana Kopdargab

Skill saja tidak cukup, begitu yang selalu didengungkan oleh rekan-rekan di Road Safety Association (RSA). Ya, Pulsarian Community turut berada dibawah naungan RSA sebagai komitmen dalam menegakkan propaganda aman berkendara. Selain penguasaan SKILL, diperlukan pemahaman RULES dan ATTITUDE dalam berkendara. Terkadang orang beranggapan hanya dengan Skill ia akan dapat berkendara dengan aman. Hal ini tidak benar dan tidak cukup tanpa didukung pemahaman Rules dan Attitude.

Lalu bagaimana meningkatkan edukasi Rules dan Attitude di komunitas ini?

Kebetulan Pulsarian Community sehari-harinya aktif di mailing list (milis), baik itu di milis internal Pulsarian maupun di milis bajaj_pulsar_indonesia@yahoogroups.com. Lewat media komunikasi inilah edukasi dan pengetahuan rules berkendara seperti UU no.22 tahun 2009 disebarkan dan dibahas. Dalam hal attitude, para rangers tak pernah absen disuguhi kisah, cerita, curhat dan pengalaman berkendara yang melibatkan perilaku berkendara dan dampak sistemiknya. Jika hal tersebut tadi ditemui di dunia maya, di dunia nyata edukasi aman berkendara dapat ditemui di acara seperti kopdargab ini. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat membentuk sikap berkendara yang ideal.

Kembali ke TeKaPe..

Suasana Bazaar

Demo Obat Poles Motor

Bazaar yang berlangsung sejak hari pertama menyajikan barang dagangan yang berguna bagi para Pulsar riders. Dari mulai spareparts yang disediakan oleh salah satu dealer Bajaj yaitu Bajaj Andalan Sakti (BAS) juga beberapa asesoris motor hingga perlengkapan pengendara seperti jaket, helm dan sarung tangan.

Lanjut ke SR Contest..

Kriteria yang dipertandingkan dalam SR Contest ini antara lain kemampuan peserta dalam melewati balok keseimbangan, kecepatan dan keseimbangan dalam melakukan slalom dan terakhir kemampuan manuver peserta dalam melakukan chidori, suatu bentuk teknik berkendara slalom yang lebih rumit.

Uji Balok Keseimbangan

Dalam uji balok keseimbangan peserta diwajibkan berkendara selambat dan seseimbang mungkin tanpa keluar dari balok.

Uji Slalom

Dalam slalom peserta diwajibkan melakukan manuver berkelok dengan menggunakan body language dan keseimbangan.

Uji Chidori

Dalam chidori peserta diwajibkan melewati rute chidori yang memerlukan ketrampilan manuver dengan cepat dan tepat.

Peserta SR Contest

Peserta yang ikut dalam SR Contest ini mewakili PRA masing-masing, didukung lengkap dengan supporternya.

Acara inti kedua adalah kontes modifikasi. Tak kurang dari sepuluh motor turut adu modifikasi. Dengan juri dari PSRT dan pengurus Pulsarian, tentunya kriteria MEFRIK dalam kontes ini harus dipenuhi yaitu Modern, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi, dan Kreasi.

Kontes Modifikasi, Siapa yang paling MEFRIK?

Ketika PSRT Menilai..

Diskusi Dulu..

Ketika pengumuman tiba, SR contest dimenangkan oleh bro Bangzai #458 dari PRA PANSER (Tangerang) sementara kontes modisikasi dimenangkan oleh bro Vijay #759 dari PRA KALIBER (Bekasi).

Bro Vijay, Pemenang Kontes Modifikasi

Juara Kontes Modifikasi

Penyerahan Hadiah SR Contest

Di akhir acara, menang-kalah tidak masalah, semua bergembira, bersilaturahmi antar PRA, sesuai slogan Pulsarian Community yaitu “Mewujudkan Biker yang Sehat, Dinamis dan Beradab”.

GO PULSARIAN…!





Bumblebee, My Yamaha XJR400

22 02 2010

Yamaha XJR 400 tahun 1999, motor ini resmi ane beli di awal tahun 2008 dan ane beri nama Bumblebee. Kisah cinta kami dimulai sejak ane melihat fotonya di sebuah situs jual beli motor besar. Motor berwarna kuning ini segera memikat ane dan gayung bersambut,  penjual dan pembeli menyepakati harga jual setelah melalui proses negosiasi.

First Encounter With Bumblebee

Apa yang dapat ane ceritakan tentang XJR400 ini? Yang jelas motor ini adalah moge pertama yang ane beli dari hasil jerih payah ane sendiri. Rasanya berbeda dengan memakai moge-moge oom ane. Ya, dulu sewaktu kuliah ane memang badung, didukung dengan oom ane yang hobi motor besar. Waktu itu ane dipercaya untuk membawa Suzuki Bandit 400 VTEC. Alasannya..”biar kamu cepet bisa naik motor”  begitu katanya.

Cukup dulu cerita Banditnya..nanti akan ane ceritakan di artikel lain. Bagi ane mengendari moge dengan mesin inline four seperti ini jelas beda rasanya ketimbang memodifikasi motor batangan standar menjadi “moge wannabe”.

Yang jelas pengalaman pertama mengendarai Bumblebee adalah dari bilangan Cibubur menuju Kelapa Gading. Berhubung Bumblebee adalah motor bodong alias tidak memiliki STNK dan BPKB maka mengendarainya juga membawa sensasi tersendiri apalagi jika berpapasan dengan pak polisi. Untungnya Bumblebee tidak terlalu terlihat seperti moge karena sekilas mirip dengan Suzuki Thunder 250.

Bumblebee di Garasi

Sebelum meminang Bumblebee ane membandingkannya dengan 2 motor lain yang masuk nominasi ane yaitu Honda CB400 Super Four dan Suzuki Bandit 400 VTEC. Paling tidak berikut hasil perbandingan kecil-kecilan yang sempat ane buat. Cukup jelas mengapa akhirnya pilihan ane jatuh pada si Bumblebee.

400cc Bikes Comparison

Kembali mengendarai moge setelah sekian tahun absen membuat ane agak kagok, terlebih pada handling dan torsi besarnya. Satu hal yang “ngangeni” dari moge adalah suara mesinnya. XJR memiliki suara mesin yang kasar pada RPM bawah namun suara raungan khas mogenya baru keluar di 2000 RPM ke atas.

Bumblebee memiliki karakter mesin yang lambat di putaran bawah. Tarikan atau torsi baru akan terasa jika RPM ditarik menuju angka 6000 ke atas. Mesin 4 silinder-DOHC nya akan membuat badan rider tertarik ke belakang akibat inersia. Lebih dari cukup untuk mengejar Harley-Davidson Roadking yang sedang berakselerasi..hehehe, ini ane lakukan saat touring bersama kawan-kawan Miles Biker menuju Ujung Genteng.

Perpindahan transmisi 6 kecepatannya lebih responsif dari Bandit 400. Sayangnya sepanjang ane memiliki Bumblebee hanya 3 kali ane riding hingga gear ke-6. Itupun hanya sampai kecepatan 160 km/jam. Sebenarnya motor masih bisa menambah kecepatan, namun ridernya sudah gemetaran duluan. Ini sering ane lakukan ketika ane sedang iseng di malam hari di jalan boulevard Kelapa Gading.

Berpose di Bayah

Didukung dengan suspensi Ohlins, handling Bumblebee sangat stabil. Gejala stang goyang maupun guncangan mampu direduksi dengan baik. Satu hal yang ane sayangkan dari shokbreaker belakang Ohlins standar pabrikan itu adalah tingginya, yang menyebabkan percabangan leher knalpot di bagian bawah mesin selalu saja terbentur polisi tidur. Hal ini ane akali dengan mengganti shockbreaker belakang tersebut dengan milik Pulsar 180. Hasilnya motor terlihat lebih “nungging” dan benturan dengan polisi tidur tidak lagi terjadi.

Rear Shockbreaker (Before - After)

Perawatan Bumblebee tidak merepotkan, karena tidak memakai radiator dan hanya memakai oil cooler. Oli mesin hanya 2.7 liter dengan spesifikasi 10w40. Sparepart Bumblebee seperti kampas dan plat kopling dapat dikanibal dengan Yamaha Scorpio sementara kampas rem depan dikanibal dengan Bajaj Pulsar, dengan sedikit ekstra menggerinda tentunya.

Oil Cooler, Mempermudah Perawatan

Hal penting selanjutnya adalah penampilan. Yamaha XJR400 memiliki body yang terbesar di kelas moge 400 cc, hal ini dapat dilihat dari tangki yang panjang dan lebar dan body buritan yang lebih montok dari moge 400 cc lainnya namun tetap terlihat tidak jauh seperti Suzuki Thunder 250. Kecuali jika orang melihat blok mesinnya yang lebar pasti akan langsung sadar bahwa yang ia lihat adalah moge.

Beberapa pengalaman seru ane alami bersama Bumblebee, mulai dari touring ke Bandung dan Ujung Genteng serta city riding setiap minggunya. Karena terlihat seperti motor biasa maka kadang Bumblebee digoda motor lain untuk balapan. Jika ane sedang iseng dan ingin “torque show off” maka ane jabanin saja itu orang. Tercatat beberapa motor seperti Yamaha Scorpio, Suzuki Satria FU hingga Kawasaki Ninja 250R pernah ane pecundangi..hehehe..4 silinder kok dilawan, mbok ya liat-liat dulu gitu lho.

Selama memelihara Bumblebee satu-satunya hal yang merepotkan hanyalah ketiadaan STNK dan BPKB. Ane jadi harus sering memantau keberadaan aparat polisi di sekitar ane. Hal inilah yang akhirnya memutuskan ane untuk menjual Bumblebee yang sudah ane ceritakan di artikel sebelumnya.

So overall ane sangat puas pernah memiliki Bumblebee, keinginan memiliki moge di atas 600 cc pun masih ada. Tahun ini ane meminang Kawasaki Ninja 250R yang ane beri nama Ironhide dan tetap berencana untuk meminang sebuah moge lagi, kali ini harus yang resmi dan bersurat lengkap tentunya. Nominasi ane sebagai berikut:

– Kawasaki ER-6F/N

– Kawasaki Versys

– Suzuki GSR 600

Ada masukan moge mana yang terbaik menurut ente?





Bermusik Memang Gak Ada Matinya..!

20 02 2010

Bagi ane musik adalah sebuah bentuk ekspresi , entah itu dinikmati dengan didengarkan, dinyanyikan maupun dimainkan. Nah yang ane sebut terakhir ini memberikan sensasi tersendiri buat ane. Sejak kelas 5 SD ane sudah “teracuni” oleh Bon Jovi dan membuat ane tertarik pada alat musik drum. Alat musik sederhana yang waktu itu tidak mampu ane beli sehingga ane berlatih menggunakan sumpit mie ayam..hehehe.

James Band (ki-ka: Benny, Reza, Radit, Atus (duduk), Nio)

Beberapa tahun setelah itu pada kelas 2 SMP, di SMPN 123 Kelapa Gading, ane sudah menggemari banyak sekali band luar maupun dalam negeri dan mulai memperdalam gitar. Apa sebab..? Tak lain karena wanita. Ya, waktu itu cowok yang bisa bermain gitar memang digemari cewek-cewek..hehehe. Sejak belajar gitar dan kali ini dengan perbendaharaan musik yang lumayan banyak ane mulai bergabung dengan band di SMP ane. Waktu itu ane ingat benar membawakan lagu-lagu dari mulai Oasis, Dewa 19, sampai Deep Purple.

Aliran musik rock rupanya memiliki tempat spesial di hati ane dan tidak tergantikan sampai sekarang. Musik rock memiliki energi yang mampu mengubah muram durja menjadi semangat membara. Entah apa jadinya jika tidak ada musik rock di dunia ini ya.

Masa SMU menjadi training ground bagi ane. Di SMU ane, SMUN 13 Jakarta yang merupakan SMU Unggulan di Jakarta Utara, ane banyak berkenalan dengan para “maestro” unggulan musisi remaja. Setidaknya terdapat 4 orang gitaris, 2 orang bassist, 3 orang drummer dan 2 orang keyboardist yang ane jadikan guru sekaligus kawan waktu itu. Bahkan beberapa diantaranya lebih muda dari ane. Masa SMU menjadikan pengetahuan musik ane jauh lebih luas, sempat bermain sebagai drummer dan bassist di beberapa acara sekolah memang cukup mengasyikkan sekaligus menegangkan. Kadang saat audisi player di sebuah band sekolah ane yang tadinya ane anggap guru, kini menjadi saingan ane. Hahaha..masih ingat saat-saat itu. Momen tak terlupakan tentunya ketika mengikuti Jakarta Music Contest 1999 di JHCC Senayan. Ketika itu ane bermain bass dan secara rutin berlatih di studio milik gitaris ane yang bernama Radit. Kami berlima yang seluruhnya maniak rock entah kenapa jadi suka “membelot” memainkan lagu-lagu GIGI dan The Groove..hehehe..begitulah, kadang apa saja dapat terjadi dalam sebuah band. Puncaknya ketika kami bermain di acara perpisahan dan kelulusan SMU. Betapa lagu-lagu yang nge-rock hingga slow kami mainkan dengan penuh penjiwaan. Begitu nikmat..begitu indah.

Ngeband di Perpisahan SMU

Memasuki masa kuliah di ITB, Bandung para maestro bermusik yang ane kenal semakin banyak. Kali ini ane berkenalan dengan seorang dari Bali bernama Made Indraprasta. Ia menguasai  4 alat musik. Gitar, Bass, Piano dan Drum. Kepiawaian bermain drum nya luar biasa. Kecepatan tangannya dalam memainkan gitar, bass dan piano sangat menawan. Selama kenal dengan Indra ia sukses meracuni ane dengan aliran musik Progressive Rock yang ane akui waktu itu terdengar sangat rumit. Sampai tiba suatu saat ane tersadar bahwa jurusan ane, Teknik Sipil adalah jurusan yang identik dengan aliran musik progressive rock. Sebagai perbandingan jurusan tambang identik dengan aliran musik dangdut..hehehe, untung gak masuk ke sana. Sayang waktu itu kami belum narsis sehingga tidak sempat foto-foto..

Di suatu acara himpunan, adalah pertama kalinya ane bermain gitar bersama Syarif, seorang spesialis gitar dan Indra pada Drum. Lebih heboh lagi ane bertiga harus mengulik tablatur sebuah hits dari Dream Theater yang waktu itu ane nilai sangat rumit yaitu tiga lagu pertama dari album Scenes From A Memory, yaitu Regression, Overture 1928 dan Strange De Ja Vu. Ketiga lagu ini harus dikulik dalam waktu seminggu. Dan ane memainkan tablatur piano Jordan Rudess..fuiiih..rumit namun dalam waktu seminggu ane harus akui bahwa ane telah jatuh cinta dengan progressive rock dan menemukan kerumitan, keindahan dan sensasi luar biasa ketika memainkannya. Singkat cerita tiga hits sepanjang 9 menit itu pun sukses kami mainkan meskipun kadang jari kami harus “terpeleset”.

Me + Strato..

Lulus kuliah tahun 2005..ane praktis tidak lagi ngeband. Syarif bekerja di Cikarang, sementara Indra kembali ke Bali. Tinggallah ane sendirian bermusik bersama Fender Stratocaster yang sudah menemani ane sejak tahun 2003.

3 tahun kemudian..

Setelah iseng bermain bersama The Miracle di HUT Pulsarian Community yang ke-1 di tahun 2008, ane mengikuti milis i-rockmusik@googlegroups.com, sebuah milis penggemar musik rock. Suatu saat ane mengutarakan kerinduan ane akan nge-band dengan subject “Sakaw Ngeband”. Rupanya gayung bersambut, bertepatan dengan acara ICE 2009 ane diajak ngeband bersama beberapa anggota milis tersebut yang tentu saja belum pernah ane temui sebelumnya. Berikut formasi awal band yang kami namakan secara asal dengan nama Sakaw Band.

Arief Widiasmoko – Gitar

Arief - Gitar..Gitaris Kantoran..

Harris Hadinata – Keyboard, Vokal/Bass

Harris - Bass..Penyiar PRo2FM nih..

Ane – Drum

hehehe..

Yugo Dento – Bass

Rizalsyah – Keyboard

Fauzi – Vokal

Awalnya kami semua canggung masuk studio, rupanya kami sama-sama absen dari dunia band selama tiga tahun lebih. Namun dasar satu jiwa, satu selera..ketika masuk ke studio dan Arief memainkan intro The Whole World’s Gonna Know dari MR.BIG, kami semua langsung mengeluarkan taring masing-masing..hehehehe..

Mejeng Dulu ah..

Selanjutnya latihan band menjadi aktivitas rutin mingguan kami. Dengan berawal dari iseng kini kami berlatih dengan giat untuk produktif dengan bermain dari kafe ke kafe.





So You Think Mono-Arm/Pro-Arm is Cool?

18 02 2010

Lihatlah Honda NSR 150SP atau Honda VFR..apa yang membuat mata ente jelalatan?

Jika ente doyan motor, pasti mata akan tertuju pada swing arm-nya yang unik. Ya, swing arm kedua motor tersebut disebut pro-arm/mono-arm dimana ban belakang hanya “dipegang” di satu sisi. Cantik dan unik.

Honda NSR 150 SP

Honda VFR800

Mono Arm

Mono-Arm Terpasang

Tapi kalau ente pikir pro-arm/mono-arm itu keren..think again..ada sebuah kendaraan yang sudah sejak dulu memakainya, lihat dulu gambar “sneak peek” berikut.

Mono Arm "antik"

Kendaraan apakah itu?

Ternyata Bajaj 3 roda 2 tak sudah mengaplikasikan mono-arm (ada 2 mono-arm maksudnya) sejak tahun 70an ya, meskipun kadang kendaraan ini menjengkelkan karena asap dan manuver-manuvernya yang tak terduga.

Abang Bajaj Berkata...

Barangkali ada yang berminat memakai “limbah” mono-arm Bajaj 3 roda 2 tak ini untuk modifikasi?





Yamaha FJR1300 Police, Armada Baru Polisi Militer (?)

17 02 2010

Well…(mengikuti gaya ngeblog oom Rudi Triatmono) setelah beberapa kali melihat sekelebat penampakan motor besar baru tunggangan anggota Polisi Militer ada beberapa motor yang terlintas di kepala ane, yaitu Honda VFR800 Interceptor, Honda ST1100 dan Yamaha FJR 1300 Police, ketiganya memiliki bentuk yang paling mendekati motor yang ane lihat, namun feeling ane cenderung mengatakan bahwa FJR1300 lah yang ane lihat. Well…lihat saja nanti mana yang benar, sementara ini ane ingin berceloteh dulu tentang Yamaha FJR1300.

Paling tidak ada beberapa pertanda bahwa motor besar keluaran Yamaha ini sudah mulai mengaspal di jalanan Jakarta dengan ditunggangi oleh anggota Polisi Militer.

Pertama..ketika ane sedang berhenti di persimpangan Kuningan arah ke Mampang dan melihat ada iring-iringan RI-1. Motor paling depan melintas cepat sekelebat yang ane kenali hanya pannier-nya saja alias box samping yang berbentuk segi enam mirip Givi V35 atau Kappa K33. Plus bentuk motor ala sport touring berfairing warna putih.

Kedua..ketika seorang kawan ane berkata bahwa sekarang motor Polisi Militer sudah menggunakan box motor yang bentuknya seperti Givi V35. Dalam kepala ane langsung membayangkan list motor besar yang dipakai oleh Polisi dan Polisi Militer dan ternyata tidak satupun yang pannier-nya berbentuk seperti Givi V35. Dari pernyataan kawan ane ini ane mulai curiga, terlebih setelah ia ane interogasi dan ternyata testimoninya mengarah ke bentuk motor sport-touring.

Ketiga..pagi ini ane berangkat ngantor dan lagi-lagi rombongan VVIP melintas di lampu merah di depan gedung Indosat arah ke bundaran HI. Entah itu RI-1 atau RI-2 yang melintas ane tak peduli, yang ane lihat adalah dua motor besar Polisi Militer yang pertama melintas disusul oleh beberapa mobil, dua Yamaha XJ900P dan Honda Goldwing GL1800. Rupanya Yamaha FJR1300 yang berada pada posisi voorrider ini sangat cepat melintas dan karena pandangan ane terhalang beberapa mobil ane tak sempat melihat secara detail. Namun dari bentuknya ane yakin itulah Yamaha FJR1300 Police.

FJR1300P di Kepolisian Denmark

Pertama kali ane melihat Yamaha FJR1300 adalah dua tahun silam ketika ane ikut dalam city riding bersama beberapa klub motor besar. Waktu itu ane tidak sadar bahwa motor yang berada di samping ane adalah FJR1300 namun begitu ane lihat logo Yamaha dan sepulang acara itu ane googling semua motor besar yang ada di acara itu barulah ane sadar betapa “seksi” motor sport touring tersebut.

FJR1300 tampak depan

Apa yang menarik dari motor yang memperoleh gelar The Best Sport Touring Bike 2009 dari majalah Motobike ini  sehingga Polisi Militer bersedia meminangnya, ane tidak tahu pasti, namun dari motor-motor besar lansiran yang telah dipinang oleh Polisi Militer sebelumnya seperti motor di foto berikut:

Harley Davidson Electra Police

Suzuki GSX750 Police

Yamaha XJ900 Police (Diversion)

Honda GL1800 Goldwing

BMW K1100 LT

Paling tidak FJR1300 memiliki kriteria yang dicari oleh Polisi Militer yaitu torsi yang besar, gesit, lincah dan mudah perawatannya. Menilik motor Yamaha sebelumnya yaitu XJ900 Police yang sudah dimiliki oleh Polisi dan Polisi Militer sejak lebih dari tujuh tahun silam, maka FJR1300 memiliki beberapa kemiripan dengan XJ900 Police seperti mesin 4 silinder berkonfigurasi inline (segaris), suspensi monoshock dan final drive menggunakan shaft.

Shaft Drive pada FJR1300

Shaft Drive pada FJR1300

Keistimewaan motor bersilinder inline four ini terletak pada sistem transmisi 5 kecepatan yang memakai semi-automatic transmission bernama YCC-S (Yamaha Chip Controlled-Shift). Perpindahan gear menggunakan mekanisme yang dapat digerakkan dengan jempol seperti pada mountain bike dengan penyesuaian timing pembakaran yang dikontrol oleh ECU. Tuas pemindah gear di  footstep kiri tetap dapat dipakai secara simultan dan uniknya posisi netral berada di posisi paling bawah. Keunikan yang lain adalah windshield-nya yang dapat diatur posisinya melalui tombol pada stang.  Windshield ini akan kembali ke posisi semula saat mesin motor dimatikan.

Mesin Inline Four Yamaha FJR1300

Spesifikasi Yamaha FJR1300

Well..jika tebakan ane benar, dengan segala feature-nya yang mengesankan, ane ikut berbangga atas kehadiran Yamaha FJR1300 Police di jajaran armada motor besar Polisi Militer Indonesia.





I’m Getting Married…!

3 02 2010

undangan page-2

undangan  dapat di-download di sini.

http://www.4shared.com/file/213444444/822a48d5/Undangan_Pernikahan_Benny_-_Lu.html





Multitasking Riders/Drivers, Berbahaya!

2 02 2010

Kenapa disebut Multitasking?

Ya tentu saja karena selain melakukan kegiatan mengemudi, pengendara tersebut juga “nyambi” melakukan kegiatan lain.

Apa saja kegiatan yang biasa dilakukan oleh seorang pengendara kendaraan, baik itu roda-2 atau roda-4 ? Akan ane urutkan dari yang paling sering ane lihat.

1. Merokok

2. Memainkan HP (bertelepon/ber-SMS)

3. Mendengarkan musik

4. Mengobrol dengan boncenger/penumpang

santai boss...?

sibuk boss...?

halo sayang, aku masih di jalan nih..

halo sayang, aku masih di jalan nih..

polisi aja begini, gimana rakyatnya..?

Paling tidak kegiatan seperti itulah yang sering ane lihat dilakukan pengendara lain yang ane temui di keseharian berkendara ane. Jika suatu saat ente berkendara, Multi tasking riders/drivers ini sudah sepantasnya dijauhi karena berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Mengapa?

Otak manusia kebanyakan tidak terbiasa dengan kegiatan multitasking, coba saja ente menaruh kedua tangan di meja. Satu tangan menggambar segitiga, dan tangan lain menggambar lingkaran. Lakukan secara bersamaan. Apa jadinya? Dua buah gambar bentuk yang kacau bukan?

Sama halnya dengan berkendara, fokus kepada kegiatan pengendalian kendaraan akan terpecah kepada kegiatan lain yang dilakukan. akibatnya fokus, pandangan dan refleks motorik tubuh kita akan terhambat, sedangkan di saat kendaraan melaju, kondisi jalan di sekitar ente akan berubah setiap detik, bahkan setiap sepersekian detik. Sebagai gambaran kendaraan yang melaju 40 km/jam jika dihitung akan berpindah 11.1 meter setiap detiknya. Bayangkan jika ente lengah akibat tidak fokus selama 1 detik saja.

Ironisnya, semakin banyak populasi kendaraan yang beroperasi di jalanan kota besar, populasi multitasking rider/driver ini makin banyak saja. Seakan-akan mereka lebih takut dipanggil boss via telepon ketimbang dipanggil Yang Maha Kuasa lewat kecelakaan.

Dalam UU Lalu lintas no.22 tahun 2009 pun sudah disebutkan di pasal 283. Menurut Pasal tersebut jika ada pengemudi yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan, dapat dikenakan sanksi berupa denda paling banyak Rp. 750.000,- atau kurungan paling lama 3 bulan. Nah sudah jelas kan dasar hukumnya?

Lalu bagaimana tips dan trik nya?

Seperti slogan yang dibuat oleh kawan-kawan ane di Road Safety Association (RSA), yaitu GOOD RIDERS JUST RIDE, GOOD DRIVERS JUST DRIVE, kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa melakukan kegiatan lain ketika berkendara adalah berbahaya. Jadi paling tidak ada beberapa tips yang dapat ane share:

mau telepon, sms, email? berhenti dulu doong..

1. Matikan gadget yang dapat mengeluarkan suara dan getaran sebelum dan selama berkendara.

2. Jangan panik jika gadget ente bergetar/berbunyi, jika ente beranggapan itu penting, maka pinggirkan kendaraan ente di tempat yang aman dan silakan berinteraksi dengan gadget ente.

3. Pastikan panca indera terbebas dari gangguan, contohnya  jangan memasang earphone yang menghambat pendengaran.

4. Misalkan ente lupa mematikan gadget, maka acuhkan gadget tersebut setiap kali bergetar atau berbunyi.

5. Letakkan gadget di tempat yang tidak menempel dengan tubuh.

Itu tips untuk para pengendara kendaraan, lalu bagaimana jika ketika kita berkendara kemudian menemui multitasking rider/driver ini di jalan?

Tindakan yang paling baik adalah menghindari si multitasking rider/driver, baik itu mengurangi kecepatan, menjaga jarak, atau mendahului secara perlahan tapi pasti, yang penting posisikan kendaraan ente jauh darinya. Bahasa kerennya DEFENSIVE RIDING/DRIVING.

Ente sudah pasti berpotensi celaka selama berkendara di dekat multitasking rider/driver ini. Jangan sekali-kali membunyikan klakson untuk menegurnya karena suara klakson tersebut akan mengejutkannya dan membuatnya semakin kehilangan fokus atas kegiatannya.

Semoga artikel ini dapat berguna bagi keselamatan berkendara ente sehari-hari.








%d blogger menyukai ini: