Riding Skill Contest di Kopdar Gabungan Pulsarian Community

22 02 2010

Acara Pulsarian Community kali ini bertajuk kopdar (kopi darat) gabungan – kopdargab, suatu momen dimana seluruh PRA (Pulsarian Ranger Area) berkumpul bersama di suatu tempat yang ditentukan secara bergilir. Kebetulan PRA Jakarta Timur alias BAYONET menjadi tuan rumah dengan tema “Welcome to the East”. Acara kopdargab yang diadakan  tanggal 20-21 Februari 2009 di Plaza Kramat Jati Indah (KJI) ini terasa beda, tak lain karena diadakannya Safety Riding Contest, Bazaar dan Lomba Modifikasi.

Welcome to the East

Ane sempat absen di hari pertama karena hujan, namun di hari kedua cuaca cerah dan ini menjadi kesempatan bagi para rangers – julukan bagi anggota Pulsarian Community untuk turut hadir dan memeriahkan kopdargab. Tercatat perwakilan dari PRA Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Cikarang dan Bandung hadir di Plaza KJI.

Selalu ada kesan tersendiri di setiap acara Pulsarian Community, yang paling menyenangkan tentunya adalah bertemu kawan-kawan sesama rangers, baik itu lama atau baru. Semuanya bersemangat, antusias dan gembira mengikuti kopdargab, bahkan diantara mereka terlihat beberapa wanita dan anak-anak, baik itu pacar, istri maupun anak mereka. Sungguh acara seperti ini dapat menjadi sarana rekreasi, edukasi dan silaturahmi yang positif.

Rangers dan Keluarga

Acara inti pertama yang menyedot perhatian adalah safety riding contest. Ya, sejak pertama kali PSRT (Pulsarian Safety Riding Team) dibentuk sekitar 2 tahun silam. Kata safety riding menjadi hal mutlak yang wajib dipahami dan diamalkan oleh para rangers Pulsarian. Hampir tak ada momen yang tidak beraroma safety riding di setiap kegiatan Pulsarian, dan tanpa kenal lelah dan bosan pula PSRT secara berkesinambungan terus mengedukasi para rangers mengenai pentingnya berpikir dan bertindak aman berkendara di jalan.

Suasana Kopdargab

Skill saja tidak cukup, begitu yang selalu didengungkan oleh rekan-rekan di Road Safety Association (RSA). Ya, Pulsarian Community turut berada dibawah naungan RSA sebagai komitmen dalam menegakkan propaganda aman berkendara. Selain penguasaan SKILL, diperlukan pemahaman RULES dan ATTITUDE dalam berkendara. Terkadang orang beranggapan hanya dengan Skill ia akan dapat berkendara dengan aman. Hal ini tidak benar dan tidak cukup tanpa didukung pemahaman Rules dan Attitude.

Lalu bagaimana meningkatkan edukasi Rules dan Attitude di komunitas ini?

Kebetulan Pulsarian Community sehari-harinya aktif di mailing list (milis), baik itu di milis internal Pulsarian maupun di milis bajaj_pulsar_indonesia@yahoogroups.com. Lewat media komunikasi inilah edukasi dan pengetahuan rules berkendara seperti UU no.22 tahun 2009 disebarkan dan dibahas. Dalam hal attitude, para rangers tak pernah absen disuguhi kisah, cerita, curhat dan pengalaman berkendara yang melibatkan perilaku berkendara dan dampak sistemiknya. Jika hal tersebut tadi ditemui di dunia maya, di dunia nyata edukasi aman berkendara dapat ditemui di acara seperti kopdargab ini. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat membentuk sikap berkendara yang ideal.

Kembali ke TeKaPe..

Suasana Bazaar

Demo Obat Poles Motor

Bazaar yang berlangsung sejak hari pertama menyajikan barang dagangan yang berguna bagi para Pulsar riders. Dari mulai spareparts yang disediakan oleh salah satu dealer Bajaj yaitu Bajaj Andalan Sakti (BAS) juga beberapa asesoris motor hingga perlengkapan pengendara seperti jaket, helm dan sarung tangan.

Lanjut ke SR Contest..

Kriteria yang dipertandingkan dalam SR Contest ini antara lain kemampuan peserta dalam melewati balok keseimbangan, kecepatan dan keseimbangan dalam melakukan slalom dan terakhir kemampuan manuver peserta dalam melakukan chidori, suatu bentuk teknik berkendara slalom yang lebih rumit.

Uji Balok Keseimbangan

Dalam uji balok keseimbangan peserta diwajibkan berkendara selambat dan seseimbang mungkin tanpa keluar dari balok.

Uji Slalom

Dalam slalom peserta diwajibkan melakukan manuver berkelok dengan menggunakan body language dan keseimbangan.

Uji Chidori

Dalam chidori peserta diwajibkan melewati rute chidori yang memerlukan ketrampilan manuver dengan cepat dan tepat.

Peserta SR Contest

Peserta yang ikut dalam SR Contest ini mewakili PRA masing-masing, didukung lengkap dengan supporternya.

Acara inti kedua adalah kontes modifikasi. Tak kurang dari sepuluh motor turut adu modifikasi. Dengan juri dari PSRT dan pengurus Pulsarian, tentunya kriteria MEFRIK dalam kontes ini harus dipenuhi yaitu Modern, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi, dan Kreasi.

Kontes Modifikasi, Siapa yang paling MEFRIK?

Ketika PSRT Menilai..

Diskusi Dulu..

Ketika pengumuman tiba, SR contest dimenangkan oleh bro Bangzai #458 dari PRA PANSER (Tangerang) sementara kontes modisikasi dimenangkan oleh bro Vijay #759 dari PRA KALIBER (Bekasi).

Bro Vijay, Pemenang Kontes Modifikasi

Juara Kontes Modifikasi

Penyerahan Hadiah SR Contest

Di akhir acara, menang-kalah tidak masalah, semua bergembira, bersilaturahmi antar PRA, sesuai slogan Pulsarian Community yaitu “Mewujudkan Biker yang Sehat, Dinamis dan Beradab”.

GO PULSARIAN…!





Bumblebee, My Yamaha XJR400

22 02 2010

Yamaha XJR 400 tahun 1999, motor ini resmi ane beli di awal tahun 2008 dan ane beri nama Bumblebee. Kisah cinta kami dimulai sejak ane melihat fotonya di sebuah situs jual beli motor besar. Motor berwarna kuning ini segera memikat ane dan gayung bersambut,  penjual dan pembeli menyepakati harga jual setelah melalui proses negosiasi.

First Encounter With Bumblebee

Apa yang dapat ane ceritakan tentang XJR400 ini? Yang jelas motor ini adalah moge pertama yang ane beli dari hasil jerih payah ane sendiri. Rasanya berbeda dengan memakai moge-moge oom ane. Ya, dulu sewaktu kuliah ane memang badung, didukung dengan oom ane yang hobi motor besar. Waktu itu ane dipercaya untuk membawa Suzuki Bandit 400 VTEC. Alasannya..”biar kamu cepet bisa naik motor”  begitu katanya.

Cukup dulu cerita Banditnya..nanti akan ane ceritakan di artikel lain. Bagi ane mengendari moge dengan mesin inline four seperti ini jelas beda rasanya ketimbang memodifikasi motor batangan standar menjadi “moge wannabe”.

Yang jelas pengalaman pertama mengendarai Bumblebee adalah dari bilangan Cibubur menuju Kelapa Gading. Berhubung Bumblebee adalah motor bodong alias tidak memiliki STNK dan BPKB maka mengendarainya juga membawa sensasi tersendiri apalagi jika berpapasan dengan pak polisi. Untungnya Bumblebee tidak terlalu terlihat seperti moge karena sekilas mirip dengan Suzuki Thunder 250.

Bumblebee di Garasi

Sebelum meminang Bumblebee ane membandingkannya dengan 2 motor lain yang masuk nominasi ane yaitu Honda CB400 Super Four dan Suzuki Bandit 400 VTEC. Paling tidak berikut hasil perbandingan kecil-kecilan yang sempat ane buat. Cukup jelas mengapa akhirnya pilihan ane jatuh pada si Bumblebee.

400cc Bikes Comparison

Kembali mengendarai moge setelah sekian tahun absen membuat ane agak kagok, terlebih pada handling dan torsi besarnya. Satu hal yang “ngangeni” dari moge adalah suara mesinnya. XJR memiliki suara mesin yang kasar pada RPM bawah namun suara raungan khas mogenya baru keluar di 2000 RPM ke atas.

Bumblebee memiliki karakter mesin yang lambat di putaran bawah. Tarikan atau torsi baru akan terasa jika RPM ditarik menuju angka 6000 ke atas. Mesin 4 silinder-DOHC nya akan membuat badan rider tertarik ke belakang akibat inersia. Lebih dari cukup untuk mengejar Harley-Davidson Roadking yang sedang berakselerasi..hehehe, ini ane lakukan saat touring bersama kawan-kawan Miles Biker menuju Ujung Genteng.

Perpindahan transmisi 6 kecepatannya lebih responsif dari Bandit 400. Sayangnya sepanjang ane memiliki Bumblebee hanya 3 kali ane riding hingga gear ke-6. Itupun hanya sampai kecepatan 160 km/jam. Sebenarnya motor masih bisa menambah kecepatan, namun ridernya sudah gemetaran duluan. Ini sering ane lakukan ketika ane sedang iseng di malam hari di jalan boulevard Kelapa Gading.

Berpose di Bayah

Didukung dengan suspensi Ohlins, handling Bumblebee sangat stabil. Gejala stang goyang maupun guncangan mampu direduksi dengan baik. Satu hal yang ane sayangkan dari shokbreaker belakang Ohlins standar pabrikan itu adalah tingginya, yang menyebabkan percabangan leher knalpot di bagian bawah mesin selalu saja terbentur polisi tidur. Hal ini ane akali dengan mengganti shockbreaker belakang tersebut dengan milik Pulsar 180. Hasilnya motor terlihat lebih “nungging” dan benturan dengan polisi tidur tidak lagi terjadi.

Rear Shockbreaker (Before - After)

Perawatan Bumblebee tidak merepotkan, karena tidak memakai radiator dan hanya memakai oil cooler. Oli mesin hanya 2.7 liter dengan spesifikasi 10w40. Sparepart Bumblebee seperti kampas dan plat kopling dapat dikanibal dengan Yamaha Scorpio sementara kampas rem depan dikanibal dengan Bajaj Pulsar, dengan sedikit ekstra menggerinda tentunya.

Oil Cooler, Mempermudah Perawatan

Hal penting selanjutnya adalah penampilan. Yamaha XJR400 memiliki body yang terbesar di kelas moge 400 cc, hal ini dapat dilihat dari tangki yang panjang dan lebar dan body buritan yang lebih montok dari moge 400 cc lainnya namun tetap terlihat tidak jauh seperti Suzuki Thunder 250. Kecuali jika orang melihat blok mesinnya yang lebar pasti akan langsung sadar bahwa yang ia lihat adalah moge.

Beberapa pengalaman seru ane alami bersama Bumblebee, mulai dari touring ke Bandung dan Ujung Genteng serta city riding setiap minggunya. Karena terlihat seperti motor biasa maka kadang Bumblebee digoda motor lain untuk balapan. Jika ane sedang iseng dan ingin “torque show off” maka ane jabanin saja itu orang. Tercatat beberapa motor seperti Yamaha Scorpio, Suzuki Satria FU hingga Kawasaki Ninja 250R pernah ane pecundangi..hehehe..4 silinder kok dilawan, mbok ya liat-liat dulu gitu lho.

Selama memelihara Bumblebee satu-satunya hal yang merepotkan hanyalah ketiadaan STNK dan BPKB. Ane jadi harus sering memantau keberadaan aparat polisi di sekitar ane. Hal inilah yang akhirnya memutuskan ane untuk menjual Bumblebee yang sudah ane ceritakan di artikel sebelumnya.

So overall ane sangat puas pernah memiliki Bumblebee, keinginan memiliki moge di atas 600 cc pun masih ada. Tahun ini ane meminang Kawasaki Ninja 250R yang ane beri nama Ironhide dan tetap berencana untuk meminang sebuah moge lagi, kali ini harus yang resmi dan bersurat lengkap tentunya. Nominasi ane sebagai berikut:

– Kawasaki ER-6F/N

– Kawasaki Versys

– Suzuki GSR 600

Ada masukan moge mana yang terbaik menurut ente?








%d blogger menyukai ini: