Macet..? Tidur Sebentar Bo..

31 03 2010

Rupanya harus menerapkan siasat “berangkat lebih awal” untuk menghindari kemacetan. Meskipun harus ada yang dikorbankan juga yaitu tidur lebih awal. Namun bagi ane tidak masalah, daripada harus berhadapan dengan traffic jam alias kemacetan lalu-lintas.

Coba simak foto yang ane ambil tanggal 30 Maret 2010 ini di arah terowongan Jl. Garuda menuju Perempatan Gunung Sahari – KH. Samanhudi..macetnya poll..motor dan mobil merayap pelan.

macet bo..

Sambil merayap ane pandangi mobil-mobil yang mengantri. Ironis…satu mobil hanya diisi paling banyak 3 orang dan lebih banyak yang berkendara mobil sendirian..wah..wah..pantas jalanan macet..orang-orang banyak yang bersikap individualis.

Melanjutkan kegiatan merayap diatas motor, menjelang lampu merah semuanya berhenti.. iseng ane foto wajah yang tampak di spion ane. Sebuah wajah kelelahan terlihat. Bisa jadi orang tersebut kurang tidur atau memanfaatkan kemacetan untuk beristirahat sejenak..lumayan lah memejamkan mata 5 menit.

tidur bo..

nih gambarnya ane tambahin..

tambah gambar lagi..

Well..semoga ketika lanjut riding beliau tidak ngantuk lagi.





Cara Membaca Kode Busi NGK

30 03 2010

Cara Membaca Kode Busi NGK

Bagaimana cara membaca kode busi? Tiap produsen busi memiliki cara yang berbeda dalam penamaan businya. Karena ane baru mampir dari pabrik busi NGK, berikut penjelasannya

Misalnya pada busi NGK tipe CPR6EA-9

C             = adalah diameter ulir (thread size). C=10 mm, D=12mm, B=14mm

P             = projected insulator, artinya terdapat tonjolan insulator atau tidak, jika ada maka terdapat kode P

R             = kode resistansi busi, biasanya 5 kilo ohm

6              = heating rate busi atau tingkat pelepasan panas busi. Busi panas memiliki rating 2 – 8 sedangkan busi dingin (untuk racing) memiliki rating 9 – 12.

E              = panjang ulir (thread length). E=19mm dan H=12.7mm

A             = menunjukkan fixing end construction atau bentuk ujung lengkungan elektroda

-9            = menunjukkan panjang gap antara elektroda, -9 berarti panjang gap sebesar 0.9 mm

Nah untuk merk lain seperti Denso, Bosch atau Champion bias dibaca di sini dan di sini.





Seputar Busi NGK – Berbagai Jenis Busi

30 03 2010

Kegunaan Busi

Fungsi Busi

Menyambung artikel sebelumnya..

Busi merupakan bagian kecil dari mesin namun memiliki peranan penting. Fungsi busi adalah:

–          Menyalakan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar

–          Menyalurkan panas dari ruang bakar

Lingkungan Kerja Busi

Bagian Busi

Jenis Busi NGK

Meskipun kecil, kerja busi sangat berat. Busi harus mampu bertahan dalam tegangan tinggi serta perubahan temperature dari panas ke dingin, sekitar 570 derajat Celcius yang terjadi dalam hitungan mili detik. Menurut penuturan pak Heri dari PT. NGK Busi Indonesia, terdapat beberapa jenis busi yaitu:

–          Busi standar

Busi dan Propertinya

Yaitu busi dengan ujung elektroda terbuat dari nikel dan diameter elektroda pusat (center electrode 2.5 mm. umur busi umur busi berkisar 5000 – 20,000 km.

–          Busi Platinum

Busi Platinum

Yaitu busi dengan ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum. diameter center electrode 0.6 – 0.8 mm mm. umur busi umur busi berkisar 30,000 km.

–          Busi Iridium

Busi Iridium

Yaitu busi dengan ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari iridium alloy. diameter center electrode 0.6 – 0.8 mm mm. umur busi umur busi berkisar 50,000 – 70,000 km. Keuntungan busi Iridium adalah umur pakai yang lama sehingga cocok untuk kendaraan dengan mesin yang tidak boleh sering dibongkar. Disamping itu dengan api busi yang lebih besar diklaim akan mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar dengan air-fuel ratio yang sama.

–          Busi Racing

Busi Racing

Adalah busi yang dirancang untuk bekerja pada suhu, temperature dan kompresi tinggi serta mesin dengan pemakaian akselerasi dan deselerasi mendadak. Busi racing tidak sama dengan busi Iridium.

–          Busi Resistor

Busi Resistor

Busi resistor biasa ditemui dengan kode huruf R pada bagian insulatornya. Busi ini menghilangkan gangguan pada radio, telepon genggam dan ECU (Electronic Control Unit) pada kendaraan. Jadi jika busi kendaraan memakai tipe R, jangan sekali-kali menggantinya dengan busi biasa karena dapat mengganggu kerja peralatan elektronik lainnya.

–          Busi Alur V

Busi Alur V

Busi alur V dibuat dengan tujuan memusatkan api busi sehingga menghasilkan power yang besar, kedua elektroda terbuat dari nikel. Meskipun demikian busi jenis ini bukan tergolong jenis iridium maupun platinum, atau dipakai untuk racing, namun untuk kendaraan yang membutuhkan tenaga besar. Busi yang termasuk jenis busi resistor ini dapat dikenali dari kode huruf  Y pada seri busi. misalnya BKR5E-Y seperti pada gambar di atas.

Busi Panas vs Busi Dingin

Sedangkan menurut tingkat kemampuan melepas panasnya, busi terbagi menjadi 2, yaitu:

–          Busi panas

Adalah busi yang kecepatan transfer panasnya lebih lambat. Artinya panas tersimpan pada busi dan lambat disalurkan keluar busi. Busi panas biasa dipakai pada kendaraan harian. Busi standar, iridium, platinum, resistor dan alur V tergolong busi panas. Indeks panas (heat rating) busi panas NGK berkisar dari 2 sampai 8.

–          Busi dingin

–          Adalah busi yang kecepatan transfer panasnya cepat. Artinya panas harus cepat disalurkan keluar busi. Busi dingin identik dengan busi racing yang harus melepas panas mesin dengan cepat. Indeks panas busi dingin NGK berkisar dari 9 – 12. Pada umumnya salah kaprah terjadi di pemakai kendaraan yang beranggapan memakai busi racing (busi dingin) akan membuat kendaraan menjadi lebih cepat. Padahal, mesin kendaraan bukanlah mesin balap. Pemakaian busi racing di mesin standar hanya akan membuat mesin sulit distarter pada awal pemakaian karena panas cepat tersalurkan keluar.





Kunjungan Pulsarian Community ke Pabrik Busi NGK

29 03 2010

foto bersama di depan gedung NGK

PT. NGK merupakan salah satu bagian dari NGK dan NTK group yang berpusat di Nagoya, Jepang. Perusahaan yang berdiri 36 tahun silam ini mulai membuka pabriknya di Indonesia sejak tahun 1977. Pabrik di Indonesia ini merupakan ketiga terbesar di dunia setelah Jepang dan Brazil. NGK dan NTK sendiri merupakan merk dagang atas beberapa produk yang digunakan di bidang otomotif, industry dan medis seperti:

–          Knop sensor

–          Oxygen sensor

–          Glow spark plugs

–          Spark plug (busi)

–          IC (Integrated Circuit) untuk handphone

–          Pahat bubut

–          Keramik untuk keperluan medis

Lini Produk NGK dan NTK

PT. NGK sendiri sejak beberapa bulan yang lalu secara rutin mengadakan plant visit atau kunjungan pabrik bagi komunitas otomotif roda dua maupun roda empat. Kali ini Pulsarian Community sebagai komunitas otomotif roda dua mendapatkan kesempatan emas tersebut.

Bro Zulux

Adalah bro Zulux seorang aktivis roda dua senior yang mengundang Pulsarian Community melalui milis Bajaj Pulsar, Pulsarian memperoleh kesempatan untuk menambah wawasan bidang otomotif ke pabrik busi NGK yang terletak di bilangan jalan raya Bogor km. 26. Dengan koordinasi oleh bro Zoel Abrar, ranger yang bernomor #504 ini mengumpulkan 40 ranger untuk bersama-sama berkumpul di belakang Cijantung mall untuk selanjutnya bergerak ke kediaman bro Zulux di wilayah Ciracas.

Usai menyantap snack dan sarapan di rumah bro Zulux, kami bergerak ke pabrik yang tidak jauh dari situ. Begitu selesai memarkir motor kami disambut oleh Pak Andi Priyono, salah satu manager di NGK dan kamipun diajak ke ruang training. Di sini kami diperkenalkan ke Pak Heri Mardiyono, Technical Manager NGK yang telah mengabdi selama 22 tahun.

Pak Adi Priyono

Pak Heri Mardiyono membawakan materi

Tanpa banyak basa-basi, pak Heri langsung mulai presentasinya dari mulai pengenalan teknis mesin, fungsi dan jenis busi, dari mulai busi standar hingga busi Platinum dan Iridium, cara membaca kode busi hingga cara membedakan busi asli dan palsu. Bajaj Pulsar sebagai motor unik yang berbusi ganda turut dibahas dalam forum ini. Ternyata Bajaj Pulsar sangat dianjurkan memakai busi Iridium untuk meningkatkan kinerja mesin

3 Jenis Busi NGK untuk Penggunaan Harian

Begitu banyak pengetahuan baru hingga sekian salah kaprah yang dikoreksi di forum diskusi santai ini. Salah satunya fakta bahwa busi racing yang banyak dicari orang ternyata tidak cocok dipakai harian karena dapat menyebabkan kendaraan sulit di start.

Sekitar pukul 11 siang, kunjungan pabrik dimulai, kami diajak melihat proses fabrikasi busi dari mulai bahan mentah berupa pipa silinder biasa, pemasangan keramik busi, pemeriksaan dan uji produk hingga pengepakan busi. Adapun pertahunnya PT. NGK ditargetkan mampu memproduksi hingga 2.5 juta buah busi.

Kunjungan Pabrik Dimulai

Ini Dia, Bahan Mentah Busi

Busi Dibentuk dengan Mesin ini

lalu dibentuk pakai alat ini

jadinya begini..

nah elektroda busi dipasang di mesin ini

ujung busi yang putih itu dipasang di sini

diseleksi satu persatu

eits..quality control dulu..

dipak menurut jenis dan serinya

Para ranger Pulsarian kemudian diajak menuju fasilitas pengolahan limbah cair yang akan dibuang ke sungai. Yang unik dari fasilitas ini adalah ditempatkannya beberapa ekor ikan di kolam pembuangan akhir limbah sebagai indicator racun. Ikan-ikan tersebut terlihat berenang di sekeliling kolam yang menandakan air buangan tersebut aman sebelum akhirnya dibuang.

makan siang dulu..

ruang makan dipenuhi para rangers..

Usai makan siang acara pun berakhir, puluhan motor Bajaj Pulsar milik para ranger kembali memijak aspal jalanan, ditunggangi pengendaranya yang telah memperoleh ilmu berharga.

Artikel selengkapnya mengenai busi akan ane bahas selanjutnya.





Seputar Indikator BBM Digital Bajaj Pulsar

26 03 2010

Indikator BBM Digital Bajaj Pulsar

Ini share pengalaman aja, di Pulsar UG3 edisi awal (2006-2007) dimana indikator BBM dengan bar digital itu masih dapat dipercaya.

contoh:

– asumsi isi tangki full 18 liter (sampai bawah mulut tangki)
– jumlah bar di indikator = 12
– jadi per 1 bar mewakili (18/12 = 1.5 liter BBM

untuk UG3 edisi awal bagus nih akurasinya..kalau indikator tinggal 2 bar berarti isi tangki tinggal (1.5 x 2 = 3 liter)

dengan asumsi konsumsi BBM Pulsar 1:35 liter, berarti ane masih punya kesempatan untuk riding sejauh 3 x 35 liter = 105 km untuk cari pom bensin.

kalau pemakaian harian misalnya 40 km PP (pulang-pergi), berarti ane masih punya waktu 2 hari sebelum isi tangki BBM ane habis.

Dengan Pulsar 200 edisi pertama (2008-2009) ane juga merasakan akurasi yang sama.

Nah, ketika mulai memakai Pulsar 180 UG3 edisi akhir (2007-2009) nih ane mulai merasakan akurasi indikatornya mulai aneh. Suatu ketika ane lihat indikator menunjukkan 2 bar, ane tenang-tenang saja..Masih ada 2 hari lagi laah untuk isi BBM Pertamaxx..hehehe.. Dan ane pindahin tuh keran BBM ke posisi RES.

Ridinglah ane keesokan harinya menuju tempat kerja, sampai di tengah perjalanan, kurang lebih 10an km indikator turun menjadi 1 bar. Ane masih tenang saja, karena ane masih punya 35 x 1.5 = 52.5 km untuk cari pom bensin.

Sampailah ane di kantor dan ane amati indikator BBM masih tetap 1 bar, tapi ane dengar dari dalam tangki tidak ada suara cipratan BBM nih..Ah…masih tenang lah, mungkin BBMnya ngumpet.

Pulang kantor ane riding pulang.. Baru jalan kurang lebih 5 km, dari Kuningan ke Menteng..lho kok motor ndut-ndutan…Waah..BBM sekarat nih..

Ane lihat indikator BBM masih 1 bar…Lho..kok..???

Ane segera minggir di seberang hotel Formula, Menteng untuk cek kondisi motor. Ternyata benar motor kehabisan BBM, tapiii…indikator masih tetap tegar di 1 bar..Aneh..

Berarti..indikator BBM Pulsar 180 UG3 edisi akhir kurang akurat nih..

Sesuai pengalaman kalau kehabisan BBM, ane lakukan langkah berikut.

– Mendiamkan motor di standar tengah di tempat rata selama kurang lebih 5 menit, dengan tujuan membiarkan BBM memasuki ruang karburator
– Memiringkan motor dengan tumpuan standar tengah dan samping selama 5 menit, dengan tujuan isi tangki BBM di sebelah kanan berpindah ke kiri. Ya karena keran BBM Pulsar terletak di kiri bawah
– Coba start motor

Memiringkan Pulsar

Ternyata motor bisa di start dan ane pun segera riding ke pom bensin terdekat, hanya beberapa ratus meter dari lokasi ane mogok kehabisan BBM.

Jadi..moral dari pengalaman ini:

– Indikator BBM digital di Pulsar 180 UG3 edisi akhir tidak selalu dapat dipercaya akurasinya
– Jika posisi indikator sudah turun ke 2 bar, segera isi BBM ente
– Gunakan selalu BBM dengan oktan >90 ke atas. Bisa coba mencampur Pertamax 92 10 liter, dengan Premium 8 liter.
– Selalu jaga kondisi tangki BBM dalam keadaan full, untuk mencegah uap air masuk dan membuat karat di dinding dalam tangki.
– Biasakan RESET odometer digital Pulsar ke 0 setiap habis mengisi BBM untuk mengetahui konsumsi BBM motor, bagaimana caranya?

jangan biarkan tangki kosong terlalu lama

biasakan mengisi BBM secara teratur

Begini..

Diketahui:
– ingat posisi ketinggian BBM ketika ente mengisi tangki, misalnya setinggi 1/2 leher tangki.
– dari pengukuran odometer motor sudah dipakai sejauh misalnya 500 km, setelah ente terakhir isi BBM dan reset odometer
– segera isi BBM ke pom dengan Pertamaxx..
– lihat volume BBM yang terisi ke tangki sampai ke posisi ketika ente isi BBM sebelumnya. Misalnya dapat 12 liter

Nah, tinggal hitung saja konsumsi BBM Pulsar ente, 500 km / 12 liter = 41.6 km/liter…Well cukup irit lah..

cek karburator untuk mengetahui pasokan BBM

cek mesin dan pengapian

Lalu bagaimana kita tahu Pulsar kita boros atau irit?
Sesuai pengalaman ane begini:

20 – 25 km/liter ==> sangat boros, cek karburator mesin segera ke Beres (Bengkel Resmi)
25 – 30 km/liter ==> boros, cek karburator dan mesin, dan amati apakah ente sering membawa beban berat.
30 – 35 km/liter ==> sedang, namun perlu pemeriksaan ke Beres.
35 – 40 km/liter ==> ideal
40 – 45 km/liter ==> irit
45 – 50 km/liter ==> terlalu irit, cek busi dan karburator
50 – 55 km/liter ==> irit sekali..tukeran motor sama ane doong…hehehe..

Demikian share dari ane, semoga bermanfaat.

sumber gambar:

kaskus, blog donodomo, myindiaguide.com, koleski pribadi





DREAM THEATER NITE is back…!

19 03 2010

Dream Theater Nite

DREAM THEATER Nite By. Request

Kamis, 1 April 2010

Mario’s Place – Menteng Huis Cikini, Jakarta

19.00 – Selesai

Harga Tiket Rp.75.000,-

featuring:

THE MIRACLE

THE RAV

JUKEBOX

————————————————————————————

TIKET MASUK

Penjualan TIKET dibuka mulai Sabtu, 20 Maret 2010 jam 10.00 pagi hingga Sabtu, 27 Maret 2010 jam 22.00.

(Untuk 50 pembeli pertama akan mendapatkan potongan harga sebesar Rp.10.000,-)

Cara Pembelian Tiket:

1.       Kirim sms ke nomor 0813-20595382 berisi Nama dan berapa banyak tiket yg akan dibeli (1 orang maksimal 3 tiket untuk harga diskon)

2.       Mendapatkan balasan sms mengenai informasi nomor urut pemesanan, nomor rekening dan jumlah yg harus dibayarkan (Bank Mandiri).

Batas waktu penyetoran dan konfirmasi balik adalah 2 hari setelah menerima sms pertama. Apabila lewat dari batas waktu yang diberikan belum melakukan pembayaran dan konfirmasi, akan dinyatakan batal

3.       Konfirmasi kembali ke nomor 0813-20595382 setelah melakukan pembayaran, dan simpan bukti transfer / sms banking guna ditukarkan dengan tiket asli. Tidak dianggap sah apabila tidak ada bukti transfer / sms banking

4.       Penukaran tiket asli dapat dilakukan di venue (Mario’s place) sebelum acara berlangsung, kamis 1 April 2010 sejak jam 2 siang

————————————————————————————

PAKET MEJA

Penjualan PAKET MEJA dibuka mulai Sabtu, 20 Maret 2010 jam 10.00 pagi hingga Sabtu, 27 Maret 2010 jam 22.00 dan selama meja masih tersedia.

Paket A – Rp. 500.000,-

– Tiket Masuk untuk 4 orang (termasuk Softdrink)

– 2 Snack (Nachos / Fried Fries/ Singkong Garlic / Pisang Goreng)

Paket B – Rp. 700.000,-

– Tiket Masuk untuk 4 orang (termasuk Softdrink)

– 1 Picher Beer

– 2 Snack (Nachos / Fried Fries/ Singkong Garlic / Pisang Goreng)

Cara Pembelian Paket Meja:

  1. Kirim sms ke nomor 0812-80090080 berisi Nama dan Paket Meja yang diinginkan
  2. Mendapatkan balasan sms mengenai informasi nomor urut pemesanan, nomor rekening dan jumlah yg harus dibayarkan (Bank Mandiri).
  3. Batas waktu penyetoran dan konfirmasi balik adalah 2 hari setelah menerima sms pertama. Apabila lewat dari batas waktu yang diberikan belum melakukan pembayaran dan konfirmasi, akan dinyatakan batal.
  4. Konfirmasi kembali ke nomor 0812-80090080 setelah melakukan pembayaran, dan simpan bukti transfer / sms banking guna ditukarkan dengan tiket asli. Tidak dianggap sah apabila tidak ada bukti transfer / sms banking.
  5. Penukaran tiket asli dapat dilakukan di venue (Mario’s place) sebelum acara berlangsung, kamis 1 April 2010 sejak jam 2 siang

————————————————————————————

Sekilas bocoran setlist hasil rikuesnya temen2… *enjoy 🙂

–          Six Degrees Of Inner Turbulence (langsung dibawain The Miracle pas opening teng jam 7…. Jangan ngaret yah)

–          Under A Glass Moon

–          Take The Time

–          Endless Sacrifice

–          This Dying Soul

–          Panic Attack

–          ACOS (A Change Of Season)

–          Octavarium

so come and join us!

CARPE DIEM…!





Munas Pulsarian Community, Ajang Silaturahmi para Rangers di Indonesia

15 03 2010

Spanduk Munas

Bro Fatur #007 selaku ketua umum Pulsarian 2007 – 2010, bro Edy Sunardi #112 selaku ketua umum yang baru, bro Ndee Siswandhi #203 selaku ketua panitia Munas juga bro Arief Budi #040 dan bro Rivo #631, masing-masing ketua PRA DEPOK dan PRA KALIBER yang kebetulan sedang berulang tahun didaulat untuk berdiri membentuk lingkaran..Di tangan mereka tergenggam sebatang obor dengan api menyala terang. Sang pembawa acara meminta 7 orang pendiri Pulsarian Community untuk memegang bahu masing-masing ketua PRA tersebut. Selanjutnya seluruh rangers juga turut memegang bahu para pendiri.

Api Unggun

Api Unggun..Panas Bo'

Dalam hitungan detik para pemegang obor menyulut bilah-bilah kayu yang didirikan..

Api Unggun Menyala

Dan api unggun besar itu menyala…sangat terang dan memancarkan hawa panasnya ke seluruh penjuru.Suasana malam itu di Bumi Perkemahan Cibubur sangat khidmat diterangi api unggun yang menyala di tengah kegelapan malam. Api unggun seolah bergejolak seiring lagu tema Pulsarian Community didengarkan. Lagu tema Pulsarian Community ini adalah hasil karya bro Andi Rivani, rangers dari PRA DEPOK. CD lagu tema ini memperoleh respon positif dari para rangers. Artikel khusus mengenai CD OST. Pulsarian Community ini akan ane sajikan segera.

CD Album Pulsarian by bro Andi Rivani

Ya, malam itu adalah malam keakraban para rangers, sebutan untuk para anggota Pulsarian Community, sebuah komunitas pengguna Bajaj Pulsar yang baru saja merayakan hari jadinya tanggal 1 Maret yang lalu. Tak terasa sudah tiga tahun komunitas ini berkembang dan meluas. Begitu banyak suka duka yang telah dialami oleh para rangers dan malam itu semuanya dikilas balik seiring berkumpulnya hampir seluruh rangers di satu tempat.

Suasana Munas

Rangers dari luar Jawa..Mantabs Bro!

Lapak Laris Manis..

Suatu kegembiraan dan kehormatan tersendiri melihat begitu banyak perwakilan PRA membaur, terhitung dari PRA Manado (KOMANDO), PRA Makassar (MABES), PRA JOGJA, PRA CIREBON, PRA TASIKMALAYA, bahkan tampak seorang dari Padang yang menyatakan diri hendak bergabung dengan keluarga besar Pulsarian Community. Saat memperkenalkan diri, nuansa Bhinneka Tunggal Ika sangat terasa, mereka dengan bersemangat bicara dengan bahasa daerah masing-masing, seperti bro Uminto Giring Wibowo, ketua PRA JOGJA yang malam itu memberikan sambutan dalam bahasa Jawa kromo inggil.

Potong Tumpeng

Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian dua hari acara Musyawarah Nasional (Munas) Pulsarian Community yang diadakan tanggal 13-14 Maret 2010. Dengan membawa tema “Pulsarian Anti Arogansi, Menjunjung Tinggi Persaudaraan dan Keselamatan” musyawarah diadakan dengan seksama. Hasil rapat internal yang terbagi menjadi 3 komisi dipresentasikan di depan seluruh peserta rapat. Beberapa sanggahan, kritik, masukan dan komentar terlontar ke forum. “Hal ini mencerminkan demokrasi di dalam komunitas ini dan gue bangga menjadi salah satu anggotanya” begitu tutur salah seorang peserta dari PRA KOMANDO yang enggan menyebutkan namanya.

Tamu Jauh Nih..

Munas yang telah diadakan untuk kedua kalinya ini menghasilkan beberapa keputusan penting yang akan menjadi panduan organisasi diantaranya terpilihnya ketua umum baru (KeTumBar) yaitu bro Edy Sunardi #112, ketua harian bro Siswandhi #203, sekretaris umum bro Ruben Alexander Riupassa #989 dan bendahara umum bro Nurdin Hamid #178 hingga revisi pada AD-ART komunitas. “koordinasi adalah hal vital pada komunitas kita ini, jadi kami memilih pengurus dari PRA di wilayah Jabodetabek” begitu tukas bro Edy Sunardi seusai acara serah terima jabatannya.

Sertijab Bro Fatur ke Bro Edy

Usai acara formal, bro Edy dan jajaran pengurus baru tampak berdiskusi dengan beberapa orang perwakilan PRA seputar organisasi dan kegiatan Safety Riding Course (SRC). Sebagai komunitas berslogan “Mewujudkan Biker yang Sehat, Dinamis dna Beradab”, maka SRC adalah menu wajib bagi seluruh anggotanya. Diharapkan dengan memahami RULES, ATTITUDE dan SKILL berkendara, seluruh rangers dapat menjadi trendsetter dan panutan bagi seluruh pengendara motor.

Minggu pukul 14.00 acara dinyatakan selesai, para rangers bertolak pulang menuju lokasi masing-masing dengan membawa buah tangan tak ternilai berupa kenangan acara Munas dan beberapa cindera mata khas Pulsarian Community.

Tukar Menukar Atribut

Mug, Salah Satu Souvenir Pulsarian

Namun ajang silaturahmi Pulsarian Community belum berakhir. Bulan April mendatang hajatan besar akan kembali terjadi, kali ini Pulsarian akan membukakan gerbang bagi seluruh tamu-tamunya dan menjamu mereka. Dikabarkan juga bahwa acara akbar tersebut akan disponsori oleh PT. Bajaj Auto Indonesia yang hendak meluncurkan motor terbarunya. Jadi..mari kita tunggu tanggal main dan kabar selanjutnya dari Pulsarian Community.

Foto Ceriaaa...!





Kopdarling Road Safety Association bersama SC-225

9 03 2010

Foto Apa Hayo..

Dapatkah ente melihat gambar di atas?

Kegelapan akan menghalangi jarak pandang ente ketika berkendara, begitulah salah satu bahasan yang kerap dilontarkan dalam Kopi Darat Keliling (Kopdarling), sebuah acara yang secara rutin dilakukan para penggiat aman berkendara di Road Safety Association.

Logo SC225

Malam itu, dalam pekatnya kegelapan, suara bro Rio Octaviano dan bro Edo Rusyanto tetap terdengar melalui pengeras suara yang disiapkan oleh kawan-kawan dari Scorpio Club 225 (SC-225) sebuah organisasi pengguna motor Yamaha Scorpio yang biasa berkumpul di depan Museum Purna Bakti Pertiwi, TMII.

ki-ka: bro Papank, bro Edo, bro Rio

Kegelapan juga tak menghalangi antusiasme para anggota SC-225 untuk membaca hand-out materi aman berkendara yang dibagikan oleh bro Dito. Lagi-lagi RSA tak jemu-jemunya menyiarkan pentingnya 3 hal yang harus dimiliki oleh pengguna kendaraan yaitu pemahaman RULES, kesadaran akan ATTITUDE dan kemampuan menggunakan SKILL berkendara.

Gelap..No Problem

Beberapa topik bahasan menarik sempat mencuat di acara ini diantaranya klarifikasi seputar RSA yang “meracuni” MUI untuk melakukan syiar aman berkendara, ketidaktahuan pemilik kendaraan akan hak mereka untuk memperoleh santunan kecelakaan sebagai hak atas kewajiban membayar SWDKLJ(tertera dalam STNK, kesulitan dalam mengusut kasus tabrak lari, hingga batasan kebisingan kenalpot yang belum jelas ambangnya.

Seluruh topik bahasan itu dibahas tuntas, sesekali dengan canda tawa dan kelakar beberapa orang. Di saat yang sama bahkan bro Edo Rusyanto selaku kepala divisi Litbang RSA didaulat untuk melakukan siaran langsung via telepon di radio Elshinta, lagi-lagi seputar topik aman berkendara.

Menjelang Tengah Malam..Diskusi terus berlanjut

Begitu mengenaskan, menyeramkan dan merugikannya sebuah kecelakaan lalu-lintas sehingga RSA seolah tak rela satu orangpun harus tewas sia-sia di jalan raya. Pandangan RSA ini turut didukung oleh peserta Kopdarling di SC-225 malam itu. Ya, tak ada seorangpun yang ingin celaka di jalan hanya karena ketidak tahuan, ketidak mauan dan ketidak mampuannya dalam memahami cara berkendara aman.

bro Syamsul menjelaskan materi Group Riding

Menjelang akhir acara, bro Syamsul Maarif, biker senior dari HTML selaku salah satu anggota Badan Pengawas RSA dengan bersemangat dan lugas menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh kawan-kawan SC-225 seputar manajemen group riding atau berkendara secara berkelompok.

Begitu banyak ilmu yang dapat diserap malam itu dari kedua belah pihak dan menjelang pukul 00.00, kami semua harus berpamitan menuju kediaman masing-masing. Sukses untuk SC-225..Satu lagi organisasi otomotif terkena sosialisasi positif. Semoga bermanfaat.





Safety Riding Course PSRT bersama YMIC dan CMOS

8 03 2010

Gedung Citra Marga Nusaphala Persada

Setelah melalui beberapa pertemuan beberapa minggu sebelumnya, kawan-kawan ane di Pulsarian Safety Riding Team (PSRT) akhirnya membulatkan tekat untuk mengadakan Safety Riding Course (SRC) yang ditujukan untuk para pengendara motor diluar Pulsarian Community.

Setelah sebelumnya mengadakan SRC yang diikuti oleh para ranger Pulsarian Community dan peserta eksternal di Carrefour Ciputat, maka kali ini, PSRT didaulat untuk memberikan edukasi aman berkendara di gedung Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) yang diikuti oleh YMIC (Yamaha Matic Indonesia Club) dan CMOS (Komunitas Motor Karyawan CMNP).

Bro Yudi memberikan Materi Teori SRC

Dengan diikuti lebih dari 30 peserta, bro Yudi Kristianto selaku “chief” PSRT memberikan materi presentasi seputar cara berkendara aman. Materi yang disampaikan sangat tajam dan lugas, menyasar para peserta untuk bercermin kepada diri mereka sendiri.

Salah satu Materi Sosialisasi UU no.22/2009

Tak bosan-bosannya bro Yudi mengingatkan pentingnya pemahaman RULES berlalu-lintas, pelaksanaan ATTITUDE berkendara dan aplikasi SKILL berkendara kepada para peserta. Sementara itu istilah pemeriksaan motor seperti TCLOCS hingga pengenalan perangkat keselamatan berkendara turut diperkenalkan dan ditekankan.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Bro Ikhsan dan bro Coky dari YMIC mengatakan bahwa banyak hal baru yang mereka dapatkan di kegiatan ini dari mulai teori hingga praktek.

Di sesi praktek kemampuan berkendara, ada dua hal yang menjadi fokus yaitu kemampuan mengendalikan power motor yang meliputi cara berakselerasi, berdeselerasi hingga sudden braking, serta kemampuan bermanuver di atas motor yang meliputi bumpy ride, balance track hingga slalom dan chidori. Materi SRC ini sempat diajarkan pula di SRC JDDC yang pernah ane ikuti.

Pemanasan & Pelemasan sebelum Sesi Praktek Berkendara

Di awal sesi praktek berkendara kebanyakan peserta terlihat grogi dan kaku, namun setelah diulangi barulah peserta terlihat santai dan mampu. “Sesi praktek tidak bertujuan untuk membuat peserta langsung bisa melakukan teknik manuver ini, namun hanya mengenalkan dan membiasakan mereka saja” demikian tukas bro Aldo, salah seorang instruktur dari PSRT.

Sesi Praktek, Segala Jenis Motor Ada

Briefing sebelum Praktek

Awalnya Kaku, kemudian Terbiasa

Usai sesi praktek, dituntaskan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta tampak kritis dan gencar mengajukan pertanyaan. Hal ini disambut baik oleh tim PSRT yang di ujung acara menyerahkan sertifikat SRC secara simbolis dan menyematkan pin PSRT kepada perwakilan dari YMIC dan CMOS disertai harapan semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan disebarluaskan.

Semoga Ilmu SRC-nya Bermanfaat..!

Akhir kata…izinkanlah ane turut merasa bangga dan terhormat atas kehadiran bro Imam Arkananto di acara ini sebagai salah seorang peserta. Mantabs bro..!

Bro Imam Arkananto, Salah Seorang Biker Senior..





Tank Bag Comparison, 7Gear Enduro vs Rjays TB1

8 03 2010

Jika ente sebagai daily motorcyclist bosan menggunakan box, maka tank bag adalah pilihan yang tepat. Di samping harga yang relatif lebih murah dari box, tank bag memiliki banyak fungsi yang beberapa diantaranya tidak dapat dilakukan oleh box motor seperti:

  • Dapat berfungsi sebagai tas ransel/hand carry
  • Memiliki kantong dengan lapisan transparan, cocok untuk menaruh peta/GPS
  • Elastis, dapat menyesuaikan dengan bentuk barang bawaan.
  • Memiliki case untuk mengambil barang bawaan dengan cepat

Well, dengan segala kelebihan tank bag di atas, kali ini ane mencoba membandingkan dua buah tank bag yaitu merk 7Gear, tank bag buatan Indonesia yang diproduksi oleh seorang kawan blogger, bro Adit Priyono, dengan Rjays, tank bag buatan Australia.

Pilih Mana?

Info lebih lanjut mengenai produk 7Gear dapat dilihat di http://www.7gear-road.com, sementara produk Rjays dapat dilihat di  http://www.rjays.com.au.

Berikut perbandingannya.

Tank Bag Comparison

Setelah melihat hasil perbandingan di atas, dapat terlihat perbedaan dan  nilai plus dan minus dari masing-masing produk. Namun ane pribadi merekomendasikan untuk memakai produk 7Gear dengan beberapa alasan berikut:

– buatan Indonesia

– Proses transaksi mudah dan cepat

– Trusted seller

So, selamat memilih tank bag yang paling pas buat ente.

beberapa foto penggunaan produk:

Zipper Lock pada RJays

7Gear Enduro..dapat stiker

Inner & Outer Label

Cover Tank Bag, Pelindung Saat Hujan

Helm Full Face..Muat!

Contoh Pemakaian Tank Bag

dan…setelah selesai menjadi alat peraga, ane kembalikan motor kepada fungsi semula..tempat jemur jas hujan dan celana dalam.. 🙂

Motor Kembali ke Fungsi Semula..





Damai, Pilihan Utama Pasca Kecelakaan?

5 03 2010

Kecelakaan

Pagi ini ane dapat message via YM dari seorang kawan sekomunitas. Ia mengabarkan bahwa motornya ditabrak oleh sebuah motor dengan kecepatan tinggi yang gagal melakukan proses pengereman. Padahal saat itu jalanan sedang merayap dan motor kawan ane juga ikut merayap pelan.

Akibat kecelakaan ini sidebag kawan ane harus menerima kerusakan cukup parah, pasca kecelakaan adu mulut terjadi dan si penabrak sepertinya menyalahkan kawan ane yang tidak memberi jalan.

Kebetulan kawan ane terkenal sangat sabar, namun kerusakan tidak cukup dihadapi dengan sabar. Usai berbicara baik-baik (meskipun si penabrak ini tetap bernada tinggi), akhirnya si penabrak luluh ketika mendengar ajakan “Ayo pak, kita selesaikan di kantor polisi”.

Dan kata “Damai saja pak” pun terucap dan si penabrak menyerahkan Rp 50,000 yang menurut pengakuannya adalah lembar uang terakhir di dompetnya. Kedua pengendara ini pun berpisah.

Kecelakan..Siapa yang harus bertanggung jawab?

Padahal di dalam Pasal 62, Peraturan Pemerintah no.43 tahun 1993 disebutkan bahwa


Pengemudi pada waktu mengikuti atau berada di belakang kendaraan lain, wajib menjaga jarak dengan kendaraan yang berada didepannya.

Dasar hukum ini seharusnya diterapkan dalam berkendara, jagalah jarak aman minimal 2 detik dengan kendaraan di depan.

Jaga Jarak Aman 2 Detik

Jaga Jarak itu PENTING!

Tapi tetap ada beberapa hal yang mengganjal buat ane:

  • mengapa orang antipati mendengar ajakan ke kantor polisi? Apakah image aparat kepolisian kita masih kental dengan atmosfir “minta uang”?
  • mengapa akhirnya kata “damai di tempat” menjadi pilihan? Apakah karena orang Indonesia cinta damai?
  • ane pernah mengalami kejadian serupa dan ane berkeras ke kantor polisi, namun apa lacur..di sana pak polisi malah berkata “damai saja lah pak..”

Hmmm..Kalau bisa damai dan sekedar minta maaf, buat apa ada polisi?

sumber gambar:

kakdaus.wordpress.com, kaskus, MSF





Moge Wannabe..Apaan Sih?

4 03 2010

Bebek di Pantat, Moge di Kepala..!

Moge Wannabe..

Istilah yang tanpa sengaja terlontar dari mulut ane sekitar setahun yang lalu  ini menjadi bahan tertawaan.. waktu itu ane dan beberapa kawan di Taman Suropati sedang membahas kelakuan pengendara motor di jalanan Jakarta. setelah googling pun ane menemukan artikel berikut yang cukup menggelikan.

Ya mungkin karena kebetulan otak ane sedang mencari padanan frase yang pas untuk mewakili penunggangan sepeda motor yang berkelakuan sebagai berikut.

  • sudah tahu motornya kecil, well kecil itu relatif pastinya.. katakanlah dibawah 150 cc tapi kenalpotnya diganti super berisik..pernah ane tanya sebabnya, jawab si pemilik “agar kedengeran kayak motor gede pak”…reaksi ane: ckckckck..Segitunya bro..
  • mendandani motornya dengan maksud agar terlihat gede, bukan dengan maksud fungsional tapi lebih kepada maksud agar dilihat orang. Contohnya mengganti ban dan velg motornya dengan limbah moge atau memasang box gede kiri kanan atas. Tidak ada yang salah memang, mengganti ban dan velg dengan ukuran besar dapat membuat motor lebih “ganteng” tapi ya..tetap saja cc mesin tidak berubah..he he..
  • gemar memamerkan foto diri di atas moge yang bukan miliknya. Orang seperti ini sering ane jumpai, termasuk ane sendiri..duluuu…sebelum memiliki moge. hehehe. Narsis boleh saja, tapi kalau dipamerkan secara berlebihan bahkan mengklaim seakan-akan moge tersebut miliknya, nah ini yang layak disebut moge wannabe.
  • gemar membuntuti moge di jalan, nah ini juga..moge wannabe juga menjalar ke aksi motorik seperti ini. tak jarang motor-motor kecil dengan sengaja membuntuti dan menempel ketat sebuah moge yang melintas.
  • mengendarai motor dengan kecepatan dan putaran mesin tak wajar. Pernah dengar kata sruntulan? he he he..Kata yang ane dengar dari bro Sontul, salah satu pendiri HORNET (Honda Riders On The Net) ini sangat mewakili gaya bermotor di atas. Ibarat memaksa seekor keledai untuk berlari secepat kuda arab, memaksakan kecepatan dan RPM motor melebihi kemampuannya membuat motor berteriak…”Woi..kalau mau torsi & power gede ganti motor aja luuu…!”
  • memiliki moge tanpa surat-surat lengkap (STNK=BPKB). hehehe, ane pernah seperti ini nih dan trust me..sangat-sangat tidak nyaman berkendara dengan moge bodong, cek posting ane sebelumnya di sini. oleh karena itu tahun ini ane memilih menjual moge bodong tersebut dan membeli motor yang legal..UU no.22 tahun 2009 sudah diberlakukan, mari taati bro!

Mengapa fenomena moge wannabe terjadi?

Kesalahan tidak seluruhnya pada konsumen sepeda motor, namun perlu dicermati pula para produsen sepeda motor di Indonesia yang ane nilai sangat pelit melakukan inovasi terhadap produknya. Coba lihatlah jenis motor yang beredar di pasaran motor dan jalanan Indonesia..jenis motor apa yang paling banyak ditemui? Silakan jawab sendiri dan silakan menilai mayoritas kelakuan pengendaranya.

ATPM produsen motor saat ini seakan tidak memiliki idealisme. Seakan-akan orang Indonesia hanya boleh mengendarai motor-motor kecil dan berteknologi seadanya. Sekalipun cukup banyak varian moge yang dijual di Indonesia, harganya selangit dan tidak terjangkau.

Lepas dari masalah daya beli, hal ini sungguh berbeda dengan beberapa negara tetangga kita seperti Thailand dan Singapura. Jika ente pernah berkunjung kesana, maka moge dari mulai 400 cc hingga >1000 cc dengan mudah ditemui.

Memiliki moge di Indonesia tidaklah mudah. Hambatannya adalah harga dan legalitas. Jika ente memiliki dana, maka sebuah motor Ducati atau Harley-Davidson baru dan resmi (memiliki STNK-BPKB) dapat dipinang dari dealer, namun jika dana pas-pasan maka moge bodong pun bisa juga diperoleh dengan resiko tidak bersurat. Nah memiliki moge bodong tidak ane rekomendasikan lho, kecuali untuk pajangan di ruang tamu.

terkadang moge bodong ditemukan di sini

Website jual beli Moge

Kondisi demikianlah yang menjadikan memiliki moge hanya menjadi mimpi belaka di benak sebagian besar masyarakat Indonesia, akibatnya ya..fenomena moge wannabe merebak di mana-mana. Modifikasi motor yang tidak MEFRIK (Modern, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi, dan Kreasi ditambah lagi SAFETY) pun laku keras, padahal tidak selalu bermanfaat bagi pemiliknya

Sampai kapan fenomena moge wannabe terus berlanjut di Indonesia? Well hanya Tuhan yang bisa menjawab. Manusia hanya bisa menilai. Tetap ingat selalu bahwa “di atas langit masih ada langit, dan di bawah tanah masih ada tanah”. Cukup sadari posisi kita di mana dan syukuri saja sambil terus berusaha. Tak ada salahnya mengejar moge impian kita dengan cara yang benar.

Yang pasti jika menemui orang dengan kelakuan seperti salah satu di atas, maka frase “moge wannabe” layak disandangkan untuknya.





Kawasaki di Indonesia, Idealis atau Terdesak?

3 03 2010

Kawasaki Products

Seperti dalam artikel ane sebelumnya, juga karena tahun ini ane jadikan tahun Kawasaki bagi ane..he he..maklum, sebuah Kawasaki Ninja 250R baru saja mendarat di rumah ane tanggal 5 Februari lalu. Karena itulah maka ane ingin sedikit mengulas tentang brand Kawasaki dari perspektif ane.

Istri baru..Motor Baru..he..he..

Jika ane amati sepak terjang brand motor yang identik dengan warna hijau ini di Indonesia terkesan unik namun miris.

Dimana uniknya?

Tak lain karena positioning lini produk mereka yang mengincar niche market, sebuah ceruk pasar yang berada di tingkat piramida menengah ke atas. Tentunya brand produk yang berani mengisi jenis pasar ini tidak akan melakukan strategi marketing dengan beriklan gencar di televisi. Ceruk niche market berisi konsumen-konsumen yang tidak mudah termakan iklan dan mampu melakukan analisa perbandingan terhadap motor yang akan mereka beli. Coba amati produk Kawasaki, jenis motor apa yang mereka pernah iklankan di televisi..hampir tidak ada bukan..Well..mungkin ada tapi ane yang tidak lihat..he he..

Kawasaki ER-6N

Lalu..Kenapa miris?

Coba amati lini produk Kawasaki..Apa yang menjadi produk kebanggaan mereka? Jawabannya pasti lini produk Ninja. Ya..lini produk Ninja dari mulai 150R, 150RR hingga 250R seolah menjadi flagship bagi Kawasaki. Nah..mari bandingkan dengan brand motor lain, dalam hal ini anggota AISI (Asosiasi Industri Soang dan Itik..ups maaf, maksudnya Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), apakah ada yang berani masuk ke pasar kelas premium yang sama dengan Kawasaki. Jawabannya: BELUM ADA. Kecuali jika brand motor high end seperti Ducati, BMW, Harley-Davidson ikut disertakan dalam kelas ini..Itu tentunya beda kelas bung..

Beda Kelas Bung..

Ketika membandingkan beberapa brand motor dan produk unggulannya, ane lalu memandang Kawasaki yang tetap tegar dengan lini Ninja, KLX250 dan D-Trackernya. Apakah memang karena Kawasaki sangat memiliki idealisme dalam berjualan motor dibandingkan kompetitornya?

Belum tentu.. Mari kita bandingkan beberapa brand motor besar di Indonesia dan produk unggulan atau favoritnya (jika ada).

Honda – identik dengan lini motor bebek-bebeknya, cenderung pelit teknologi dan harga mahal.

.

Yamaha – identik dengan lini motor Vixion, dan bebek-bebeknya yang mengincar tahta bebek Honda..Yamaha baru saja menorehkan tinta emas dalam penjualannya dengan menyaingi penjualan Honda.

.

Suzuki – tidak jelas mau main di segmen apa..mungkin sedang rapat strategi marketing..he he..

.

Bajaj – Serius bermain di segmen “motor laki”, ya oke lah, meskipun produk motornya semakin kecil saja cc mesinnya dan sparepart nya dikabarkan terkadang sulit dicari.

.

Kanzen – Belum ada kabar

.

Piaggio – Nah..ini mungkin bisa menjadi pesaing serius Kawasaki, namun tentunya “aroma” produknya jauh berbeda dengan Kawasaki.

Kawasaki Ninja 250R

Dengan positioning di atas, bukan tidak mungkin Kawasaki lantas berjualan dengan strategi di niche market, jadi mau tidak mau mereka harus memberikan sesuatu yang baru di pasaran motor Indonesia. Dan masuklah motor-motor kelas menengah-ke atas seperti Ninja, KLX dan D-Tracker.Jadi jelas sudah mirisnya bahwa  Kawasaki berjualan di niche market karena terdesak oleh pedagang motor lainnya dan memilih berjualan di ceruk pasar yang lain..mirip-mirip Blue Ocean Strategy bukan?

Kawasaki Versys

Bukan tidak mungkin dengan masuknya ZX-6R, ER-6 dan Versys akan membuat Kawasaki semakin berjaya melenggang seorang diri di niche market ini.

Bagi sebagian orang yang menuntut alat transportasi yang tidak pasaran dan berkelas tentunya lini produk premium Kawasaki layak menjadi pilihan.





Rombongan Jenazah = VVIP ???

2 03 2010

Rombongan Pengantar Jenazah

Pagi tadi (2/3) sekitar jam 8.00, ane lihat rombongan mobil jenazah melaju dari arah Pasar Baru lanjut ke arah Jalan Merdeka barat lalu ke Jalan Thamrin dan Sudirman lalu berbelok ke arah Karet.

Sepanjang jalan memang si mobil jenazah berjalan kalem, namun…

Para pengantar bermotor bebek bertingkah urakan. Jumlah mereka sekitar 10-20 motor. dengan mengacung-ngacungkan bendera kuning mereka dengan berteriak2 meminta jalan kepada pengguna jalan lain. Bahkan saat semua berhenti di lampu merah, mereka membunyikan klakson keras-keras dan memainkan gas motor bebek mereka secara berlebihan.

Hal ini terus berlanjut hingga rombongan memasuki Jalan Thamrin..para pengantar bermotor bebek ini seakan diberikan kesempatan untuk berkendara ugal-ugalan. mereka riding zig-zag dan tak segan-segan menutupi laju pengendara lain yang menghalangi jalan.

Bagaimana dengan aparat polisi?

Melihat gelagat tersebut pak polisi yang bertugas di lampu merah seberang gedung Indosat seakan teringat kepada akhirat..Mereka malah mengizinkan rombongan tersebut menerobos lampu merah, padahal jumlah polisi saat itu cukup banyak, lengkap dengan motor Yamaha XJ900 dan beberapa mobil polisi yang terparkir di sana.

Sungguh pemandangan yang mencerminkan keterbelakangan mental masyarakat dan ketidakmampuan aparat dalam mengedukasi dan mengatur kegiatan masyarakat.

Seandainya ane kelak meninggal dunia, ane titip pesan kepada kalian yang akan mengantar jenazah ane untuk tidak melakukan konvoi seperti itu, karena secepat apapun ane sampai di liang lahat ane akan tetap tak bernyawa dan tidak penting untuk didahulukan. Di samping itu ane tak ingin membebani yang masih hidup dengan dosa karena mengganggu orang lain di jalan dengan berkonvoi.

Namun ane saat ini masih hidup sehat wal afiat, Jadi ane ingin berbuat sesuatu melalui RSA (Road Safety Association) yang tengah melakukan pendekatan ke MUI. Paling tidak selain mendesak MUI untuk mewajibkan penggunaan helm bagi pengendara motor seperti yang mereka lakukan kemarin, ada beberapa hal lain yang ingin ane tambahkan yaitu:

1. Mengajak MUI untuk mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan hal yang merugikan pengguna jalan lain ketika mengantar jenazah. tidak perlu konvoi, tidak perlu minta keutamaan hak berkendara, tidak perlu berkendara ugal-ugalan.

2. Mengajak MUI untuk mengedukasi para peserta acara rohani agar tidak berkendara secara berkelompok ke lokasi acara, karena berpotensi menimbulkan konflik di jalan dan mengganggu pengendara lain.

Tentunya kedua hal yang ane sebutkan di atas jauh lebih berguna dan bermanfaat bagi masyarakat ketimbang mengeluarkan fatwa terhadap suatu hal yang urgensinya tidak krusial.

Ketika Pemerintah melalui peraturan dan perundang-undangan belum cukup mampu untuk mengatur kegiatan masyarakat, maka ane harapkan organisasi sosial dapat bergerak untuk lebih mencerdaskan dan mengangkat derajat intelektual masyarakat Indonesia sehingga kesenjangan intelektual dapat dihilangkan.

Demikian curhat ane hari ini, semoga pihak terkait yang ane sebutkan di atas dapat terketuk pintu hatinya melihat kenyataan yang ada di masyarakat.

foto:

bodats.wordpress.com





1 Maret 2010..Ulang Tahun ke-3 Pulsarian Community

1 03 2010

Hari ini 1 Maret 2010..

Tak terasa..3 tahun sudah komunitas ini berdiri dan berkembang, berbagai aktivitas telah dilaksanakan dengan tujuan menjadikan anggotanya biker yang sehat, dinamis dan beradab.

Pada awalnya hanyalah beberapa orang yang aktif di mailing list bajaj_pulsar_indonesia@yahoogroups.com, kemudian dalam waktu setahun jumlah anggota meningkat, organisasi dan website http://www.pulsarian.or.id dibentuk dan edukasi berkendara pun terus dilakukan.

Dengan tetap belajar dari klub dan komunitas otomotif lain yang sudah ada sebelumnya, Pulsarian Community terus berkembang dengan ciri dan gaya berkomunitas yang unik.

Singkat kata..SELAMAT ULANG TAHUN komunitasku tercinta, semoga semakin besar dan bersahaja.

GO PULSARIAN..!!!





Pulsarian Safety Riding Course – PRA Balikpapan

1 03 2010

Alhamdulillah, dengan mengucap puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, tanggal 28 Feb 2010 PRA (Pulsarian Ranger Area) Balikpapan telah melaksanakan Safety Riding Course di halaman dealer Bajaj – Andi Jaya Motor Balikpapan.

Dealer Bajaj Balikpapan

Walaupun waktu yang tersedia sangat sempit mengingat Bro Bam-154 dari Jakarta akan segera pulang dengan pesawat pukul 13.40WIT tidak mengurangi semangat dari Rangers Balipapan aka BARET untuk bersungguh sungguh mengikuti SRC tersebut. Hadir lebih kurang 20 ranger dengan mengisi absen yang disiapkan oleh dealer.

.
Dimulai pada pukul 09.00WIT dengan pembukaan oleh Bro Agus sebagai penanggung jawab BARET, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak dealer diwakili Sis Sri yang telah memberikan bantuan penuh kepada BARET dengan mempersilahkan area parkir dealer dijadikan tempat praktek SRC, dan kelas teori dimulai dengan santai dan serius dalam waktu yang singkat.

.
Kemudian praktek SRC dimulai dengan menguji area parkir untuk sudden brake yang ternyata tidak layak untuk  dilaksanakan di dealer karena banyak pasir. Maka praktek dilanjutkan ke balance track dan bumpy, dimana BARET telah mempersiapkan tools dengan waktu yang singkat.

Bumpy Ride

Setelah ranger BARET mencoba sampai puas, track diganti dengan Slalom, dimana para Ranger BARET tidak sabar mencoba sehingga jarak antara motor berdekatan. But always insident  free.

Slalom Ride

Gambar kanan atas terlihat bro Dadang dengan front sidebox nya diikuti ranger dibelakang melakukan slalom. Kemudian slalom 1 dilanjutkan dengan slalom 2 yang sudutnya lebih jauh.

Tight Slalom Ride

Pada track ini, ranger menyampaikan bahwa track ini cukup sulit. Kemudian setelah berdiskusi dengan Bro Agus dkk, maka track sudden brake akan dicoba diluar dealer sekitar 1 km dimana tempat tersebut adalah jalan raya yang lebar dan cukup sepi.

Sudden Braking Test

Pada gambar kiri atas terlihat safety gear – hand glove ranger belum lengkap. Pada gambar kanan atas terlihat jari ranger melakukan pengereman depan hanya dengan 2 jari.

Koreksi pada sudden brake sangat banyak, karena hampir semua ranger melakukan pengereman ban depan hanya dengan 2 jari saat menarik tuas rem. Bahkan ada yang 1 jari.

Maka koreksi disampaikan bahwa bagaimana supaya merubah kebiasaan pelakukan penarikan tuas rem depan dengan 4 jari agar lebih maksimal dan lebih aman.
Setelah sudden brake berakhir sekitar pukul 11.00WIT, para peserta segera kembali ke dealer untuk review dan melanjutkan teori dan tanya jawab.

Discussion Session

Terlihat para ranger BARET menyimak dengan serius teori yang disampaikan, bahkan pihak dealer Sis Sri pun antusias mendengarkan.

Safety Riding Chit-Chat

Akhirnya setelah menyantap makan siang yang disiapkan oleh dealer, luar biasa bantuan dealer bagi Komunitas Pulsarian PRA Balikpapan ini, maka SRC diakhiri dengan doa syukur. Dan ranger BARET mengantar Bro Bam ketempat menginap agar segera bisa berangkat kembali pulang ke Jakarta.

.
Good job BARET!

Original post by:

Bambang Witjaksono

Pulsarian Ranger Area Tangerang  #154








%d blogger menyukai ini: