Riding Pakai Rompi, Gimana Rasanya?

30 04 2010

Riding pakai Rompi

Hari ini ane, penasaran ingin mencoba seperti apa rasanya berkendara motor dengan memakai rompi, alias membiarkan bagian siku sampai pergelangan tangan terbuka. Selain karena cuaca seminggu terakhir ini lumayan panas, ane ingin juga pamer otot lengan yang gede ini..gede berlemak maksudnya..hehehe..

Lengan Gede..hehehe

Singkat Cerita naiklah ane ke atas motor dan mulai riding..bagaimana rasanya?

Plus:

  • Tubuh terasa lebih sejuk karena lebih banyak bagian yang terbuka
  • Pakai rompi lebih simple, gak perlu mikirin lengan jaket.
  • Berasa lebih macho, kaya biker yang bawa moge ituu… (kebanyakan liat TV gini nih..)

Wah..plusnya banyak juga yah!

Sampai ketika ane riding sekitar 5 km lepas dari gerbang Kelapa Gading, cuaca mulai memanas dan debu mulai bertebaran dan berhembus kemana-mana.

Mulai deh kepikiran nilai minusnya..

  • Pergelangan siku dan lengan jadi kotor.
  • Paranoid, takut kena bibit penyakit yang terbawa debu.
  • Jadi was-was, takut terserempet kendaraan lain.
  • Tangan rasanya panas terkena sengatan matahari.
  • Riding gak tenang, kalau sampai jatuh, tangan pasti lecet.

Nah, yang terakhir ini yang paling bikin ane gak nyaman. Meskipun riding dengan mengenakan rompi banyak nilai plus-nya, namun di sisi lain nilai minusnya juga membuat pikiran agak kusut..Salah satunya ya itu tadi..mengundang hal  tidak menyenangkan bernama “RESIKO”.





Perlu Dibangun Portal di Bandara

29 04 2010

Foto Kecelakaan (sumber: Metro TV)

Membaca dan mendengar berita di beberapa media massa yang mengisahkan kecelakaan yang melibatkan motor dengan pesawat di sebuah landasan udara di bilangan Ciputat, hingga menewaskan pilot dan anak didiknya membuat ane gusar.

Apa pasal?

  • Pengendara motor tanpa berdosa menerobos area runway dengan alas an memotong jalan.

Ini keterlaluan. Sudah sedemikian MALAS dan BODOH kah tingkah laku pengendara motor di jalanan saat ini..sampai-sampai runway berani dilanggar.

  • Pengendara motor menyalahkan pihak pengelola landasan udara karena tidak memasang pagar landasan udara.

Ini lebih konyol lagi. Sudah lupa tentang siapa yang benar dan salah. Jelas yang salah adalah si pengendara motor. Semoga ia juga bersedia melanggar jalur pemisah surge dan neraka.

  • Pilot yang merupakan instruktur penerbang dan anak didiknya tewas dalam kecelakaan tersebut.

Ini yang paling menyedihkan. Karena ulah bodoh orang lain, nyawa melayang.

Dari kejadian ini ane menarik beberapa hal.

  • ATPM rupanya sangat bahagia dengan keberhasilan jualan bebek dan itiknya yang laku keras. Kenapa bebek dan itik??? Lihat saja di jalan…ada banyak kan populasinya. Mereka berhasil membodohi dan menyetir jalan pikiran masyarakat dengan mengajarkan dogma bahwa dengan beli motor buatan mereka dapat meningkatkan gengsi. Gengsi gundulmu! Kasihan para pengendara bebek dan itik yang ridingnya sopan dan elegan jadi ikut tercemar bahkan menjadi korban karena ulah pengendara bebek dan itik yang ugal-ugalan di jalan.
  • Pemakai motor juga  banyak sekali yang telah habis-habisan dibodohi dengan sukarela. Lihatlah dengan mudah mereka teriming-imingi bunga ringan dan uang muka murah pembelian bebek dan itik. Lalu tanpa peduli SIM dan keamanan berkendara dalam jumlah besar mereka turut memenuhi jalan dengan tingkah laku riding urakannya. Apakah hanya si bebek dan itik yang disalahkan? Tunggu dulu..lihat juga ulah para pengendara motor batangan yang merasa paling wah di jalan. Pasang asesoris ini itu biar terlihat WOW.
  • Transportasi massal untuk masyarakat makin amburadul. Ada yang bangga dan enjoy naik angkutan umum? Herannya angkot-angkot reyot dan berasap itu masih saja berkeliaran mencari penumpang di jalan..lagi-lagi dengan gaya berkendara urakan mereka turut membahayakan pengguna jalan lain di jalan. Mungkin keadaan ini turut dipelihara para ATPM motor..agar dagangan bebek dan itik mereka tetap laku.

Well, sepertinya perlu dibangun portal di bandara untuk menghalangi laju pesawat ketika ada motor yang mau lewat. Biarlah almarhum Teeza sang pilot dapat membaca artikel ini dan mengabarkannya pada Sang Pencipta. Mudah-mudahan Dia dapat memperbaiki kondisi transportasi Indonesia yang carut-marut ini.





Wejangan Road Safety di tengah Lelayu*

28 04 2010

Oom Sar Sewaktu Muda

Paduan Suara Gereja

Suasana Rumah Duka, Lampersari no.18, Semarang

Suasana Pemakaman, Mont Carmel - Ungaran

Ajal memang tak dapat ditebak, pada Jumat dinihari kemarin (23/4), salah seorang sanak saudara ane meninggal dunia. Rasanya sama seperti kehilangan seorang kakek. Oom Sar, demikian beliau biasa disapa, adalah adik bungsu dari kakek ane. Terlahir dengan nama lengkap Sardjono, besar di Solo, kemudian pindah tempat tinggal di Semarang. Beliau adalah salah seorang pendiri Pertani dan sempat menjabat kepala Pertani divisi Jawa Tengah di tahun 80-90an.

Beliau meninggalkan 2orang putri, 1 orang putra dan 3 orang cucu. Begitu akrabnya keluarga Oom Sar dengan keluarga ane, tak lain karena Oom Sar bertemu istrinya karena “dicomblangi” oleh ibu ane.

Sewaktu Oom Sar masih segar bugar dulu, ane sering bermain dengan Mas Adhi, putra bungsu beliau yang usianya relatif sebaya dengan ane. Mas Adhi ini waktu ane masih culun sudah mainan motor gede..bahkan hingga sekarang Mas Adhi juga sering bertukar informasi seputar sepeda motor. Rupanya hobi kami sama..!

Well..karena Oom Sar adalah satu-satunya saudara Mbah Kung ane yang menganut agama Kristen Protestan, ,maka upacara penghormatan terakhir kemarin juga mengikuti tata-cara keagamaan gereja.

Seorang pendeta yang bernama Pak Teguh menjadi pembawa khotbah. Ane yang datang bersama istri tercinta turut mendengarkan khotbah beliau sambil memandangi wajah kaku Oom Sar yang terbujur kaku di dalam peti.

Tak disangka khotbah Pak Pendeta membahas mengenai peraturan dan Road Safety. Beliau menegaskan pentingnya peraturan. Usai membawakan materi khotbah, ane segera minta izin Pak Pendeta untuk mengambil foto materinya.

Materi Khotbah Pendeta - 1

Materi Khotbah Pendeta - 2

Ada konsep menarik dalam materi khotbah,  yaitu “harus…karena…”. Kita harus menaati peraturan lalu lintas contohnya berhenti di belakang garis putih pada saat lampu merah menyala karena dapat dikenai sanksi atau kecelakaan. Jadi sebenarnya ada yang lebih mengancam kita dari sekedar sanksi yang dijatuhkan manusia, yaitu sanksi Illahi yang dijatuhkan oleh Sang Maha Kuasa.

Ada juga konsep “tetap…walaupun…”. Bagi orang yang terbiasa hidup teratur, maka ia akan tetap taat pada aturan, meskipun tidak ada yang akan menghukumnya ketika ia melanggar.

Kita memerlukan peraturan untuk mengatur hidup kita agar tidak kacau. Namun bukan peraturan yang membelenggu, sehingga hidup hanya sarat dengan keharusan-keharusan yang akhirnya hanya akan menjadi beban kehidupan.

Pak Pendeta juga menjelaskan bahwa ada kekuatan baik dari dalam maupun dari luar diri seseorang yang mengatur jalan hidupnya..Well, dalam ajaran Islam ini dikenal dengan Qodo dan Qodar yah..

Rupanya seluruh ajaran agama jelas-jelas mengajarkan kebaikan. Bagaimana dengan umatnya? Nah mari kita berkaca..sudahkah kita jadi umat yang baik?

Semoga setelah membaca artikel ini kita menjadi seseorang yang taat peraturan. “harus…karena…” dan “tetap…walaupun…”.

Bagi yang tertarik dengan isi ceramahnya dapat mendownloadnya di sini.

*lelayu = suasana duka





KoBOI Itu Mencabut Sesuatu dari Pinggangnya di Bandara!

28 04 2010

Koboi Nih..

Setiba di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng hari Minggu kemarin ane lihat seseorang memakai kaos edisi Ultah Koboi. Wah..manusia eksklusif nih..begitu piker ane. Karena pastinya kaos Koboi itu hanya didistribusikan ke beberapa orang dan blogger saja.

Jadi orang ini kalau gak blogger alias penjaga warung  ya pasti komentator blogger alias pengunjung warung…hehehe..jadi inget warung bro Taufik deh yang rame buanget..

Makin dekat..makin dekat, ane tegor deh tuh.. “Mas..mas..dapet kaos KoBOI darimana?

Mas-mas itu pun menjawab dengan kaget bin gelagapan..entah dia ngomong apa, tau-tau kami sudah saling berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri.

Dia langsung “ngeh” ketika ane menyebutkan nama “Benny”. Namun ane sempat salah sangka ketika mendengar nama “Imam”. Maklum di milis KoBOI ada 2 orang yang bernama Imam.

Rupanya bro Imam yang ane temui ini adalah bro Imam S.B., pemilik blog bengkelsepedamotor.wordpress.com yang terkenal itu. Wah..bangga sekali rasanya.

Usai berkenalan…dasar blogger KoBOI..memang tingkahnya mirip banget seperti KoBOI. Ternyata kami sama-sama menggantungkan “senjata” di pinggang kami. Ane mencabut Nikon S225 sementara bro Imam mencabut Sony nya…seri apa ya..hehe..gak tau deh..yang jelas kami langsung berangkulan dan difoto oleh istri ane tercinta.

Berikut foto-fotonya..

Foto Bareng Bro Imam S.B.

Selain mendapatkan foto eksklusif bersama bro Imam, ane juga mendapatkan spy shot barang bawaannya.

benarkah itu Bandeng Juwana khas Semarang..?

Diduga kuat dengan penuh tanda tanya dan tanda koma.. boks bergambar ikan tersebut bukanlah berisi ikan bandeng “Juwana” khas Semarang, tapi hanyalah akal bulus bro Imam dalam menyamarkan onderdil sepeda motornya..hehehe..Sukses ngapusi petugas bandara ya bro..!

sumber foto:

http://nigeldickinson.com





Oi Bro..Salam Toet Yuk!

28 04 2010

Klakson Toet

Di kalangan anggota klub/komunitas motor kerap terdengar “salam toet”. Apa itu?

Rupanya frase yang pertama kali ane baca di milis yamaha-scorpio@yahoogroups.com ini berarti menyapa sesama anggota klub/komunitas roda dua sewaktu bertemu di jalan.

Seru juga ya..

Klakson Motor

Memang dunia roda dua penuh dengan dinamika yang menyegarkan, salah satunya ya salam antar biker ini. Dengan melakukan salam toet kita memperoleh banyak nilai plus, diantaranya:

  • Jadi gak merasa kesepian di jalanan yang ramai.Ya, meskipun jumlah roda dua semakin membludak, namun kita pasti kadang merasa kesepian bukan?
  • Jumlah kawan dan kenalan bertambah. Nah yang satu ini ane buktikan sendiri..bahkan ane pernah dapat rekanan bisnis karena salam toet.
  • Lebih mengenal ciri khas klub/komunitas roda dua. Tiap organisasi otomotif pasti punya cirri khas tersendiri, dari mulai stiker sampai gaya berpakaian. Dengan salam toet kita akan lebih mengenal cirri khas tersebut.

Bagi ane pribadi, salam toet sangat terasa membudaya di kalangan pengendara Bajaj Pulsar. Awalnya ane kira karena populasi motor ini masih sedikit..ternyata ane salah. Setelah jumlah Bajaj Pulsar lumayan banyak di jalanan, Salam toet masih setia berkumandang.

Namun ada kalanya terdapat hal yang membuat ane malas memberikan salam toet, diantaranya:

  • Pengendara motor yang hendak disapa tidak mengenakan riding gear yang memadai, misalnya hanya pakai sandal atau pakai celana pendek.
  • Pengendara motor yang hendak disapa memakai asesoris yang “alay nan lebay” seperti sirine dan strobo. Norak ah..
  • Pengendara motor yang hendak disapa melaju kencang. Nah kalau ini wajar lah..ngapain juga ngejar-ngejar demi salam toet..hehehe..

Adakalanya salam toet juga malas dilakukan karena si pemberi salam merasakan beberapa hal:

  • Mengendarai motor yang lebih kecil dari motor yang akan disapa. Wah ini sih perasaan minder yang keterlaluan..bukankah kita menyapa pengendaranya, bukan motornya.
  • Mengendarai motor yang lebih besar dari motor yang akan disapa. Nah kalu ini namanya sombong..mentang-mentang motornya besar, lantas ogah menyapa si kecil. Padahal selama riding style kita elegan dan tidak arogan dan sruntulan, hal sacral bernama “BROTHERHOOD” akan tetap berlaku tanpa memandang jenis motor.

Nah setelah membaca artikel ini, semoga para pemirsa dapat mengamalkan salam toet kepada sesama biker di jalan, baik itu yang menggunakan motor sejenis, motor teman atau menyapa kawan satu klub/komunitas.

Selamat bertoet ria..!

sumber foto:

http://chazzy13.files.wordpress.com

http://riversidebrain.blogspot.com





Review HUT III Pulsarian : Serigala Anti Arogansi dan Bersahabat

25 04 2010

Aaaaaauuuuuuuuuuu…. Aaaaauuuuuuu… Aaauuuu……
Lolongan Srigala bersautan silih berganti malam itu disusul oleh deruman suara knalpot dari 40an motor Bajaj Pulsar memasuki arena depan panggung. Di komandoi oleh 2 motor dari kepolisian rombongan ini memasuki arena dan parkir di depan panggung. Kemudian salah satu anthem Pulsarian dengan judul Go Pulsarian dari Kaya Band menghentak dan membuat suasana semakin hingar bingar. Para Ranger Pulsarian dan undangan tersihir kedalam suasana penuh semangat dari lagu ini.

Go… Go… Kita bisa… kita mampu… kita bersatu…

Go… Go… Go… Pulsarian… Kita berjalan merangkai persaudaraan…

Go… Go… Go… Pulsarian kita berjalan jadikan pulsar raja jalanan…

Itulah pembukaan dari puncak acara HUT Pulsarian, Pulsarian PRA Depok dan Pulsarian PRA Bekasi yang Ketiga ini di WTC Mangga Dua pada tanggal 17 April 2010. Dengan mengusung tema “Pulsarian Anti Arogansi, menjunjung tinggi persaudaraan dan keselamatan”, Pulsarian berusaha untuk mengajak seluruh anggota dan tamu undangan untuk saling berbagi di jalan raya dan tidak bersikap arogan. Pulsarian mencoba menciptakan persaudaraan yang tidak mengenal cc motor dan juga persaudaraan yang positif.

Jajaran Pulsar Modifikasi

Parkir Motor para Rangers

Dengan di dukung oleh PT. BAI selaku ATPM serta beberapa sponsor pendukung lainnya antara lain NGK, Oli Liger, Coca Cola, Dealer Fontana dan Dealer JAR acara ini berlangsung dari pagi hingga malam. Di perkirakan ada 400an Undangan komunitas/klub yang mengisi buku tamu dan ribuan orang yang menghadiri acara ini.

Sambutan Klub Lain

Ada beberapa rangkaian acara antara lain Test Ride Bajaj Pulsar 135LS yang baru saja di launching BAI tanggal 14 April 2010 kemarin, Kemudian parade band juga ada arena melatih skill SR, sosialisasi UU, Kontes Pulsar Cantik, Launching Album Anthem Pulsarian, sexy dancer dan terakhir ditutup oleh penampilan DJ Sabrina.

Keramaian Acara

Undangan yang hadir datang dari berbagai wilayah ada yg jauh dari PMC Medan, RBC Riau, PUMA Padang, PCL Lampung, PRA Balikpapan, PRA Makassar, PRA Surabaya dan di jawa juga ada perwakilannya yg datang sungguh membuat suasana menjadi semarak. Dari berbagai jenis motor juga menghadiri acara ini dari matic, bebek, sport dan touring juga hadir tanpa mengenal batas persaudaraan.

Para Ketua PRA

Acara telah berakhir tetapi rasa persaudaraan makin begitu mengental di hati. Semoga apa yang kami Pulsarian cita-citakan dan dengung-dengungkan disambut baik oleh saudara-saudara semua dan bersama-sama kita ciptakan berbagai kegiatan positif menuju Indonesia yang lebih baik.

Sesuai tema acara mari kita hilangkan segala bentuk AROGANSI, kita ciptakan persaudaraan yang lebih erat dan positif serta tingkatkan kesadaran kita akan keselamatan di jalan raya juga di kehidupan sehari-hari.

Go Pulsariaaaaaann… Go…

Aaaaauuuuuuuuuuuu… Aaaauuuuuu… Aaauuuuuuuu….





Mirip, Rear Fender Multistrada 1200 dengan Pulsar 135LS

24 04 2010

Setelah membaca artikel di blog bro Sattar mengenai Ducati Multistrada 1200, terlebih ketika memandangi desain mud guard alias rear fender alias  spakbor belakangnya, ane langsung teringat dengan lini produk Bajaj yang desainnya mirip dengan beberapa motor besar. Kali ini kesamaan ane temukan dengan desain spakbor Bajaj Pulsar 135LS. Kebetulan kedua motor ini benar-benar baru dilaunching.

Silakan pandangi bentuk spakbor Ducati Multistrada 1200 dengan Bajaj Pulsar 135LS pada gambar berikut, mirip?

Spakbor Belakang Multistrada 1200

Spakbor Belakang Pulsar 135LS





Ini Dia, Syarat Lulus Helm SNI

23 04 2010

Lusa kemarin ane menerima DVD berisi pengujian helm yang sesuai dengan SNI. Ternyata untuk dapat menyandang “gelar” emboss SNI di outer shell, sebuah helm harus melalui sembilan tahap pengujian.

Apa saja tahapan pengujian itu?

  • Uji penyerapan energi kejut (impact test).
  • Uji penetrasi.
  • Uji ketahanan impak miring.
  • Uji pelindung dagu (khusus untuk helm model full face).
  • Uji kekuatan sistem penahan.
  • Uji kelicinan sabuk / tali helm.
  • Uji keausan sabuk / tali helm.
  • Uji efektifitas sistem penahan
  • Uji sifat mudah terbakar (sudah direvisi).

Menurut Pak Thomas Lim, pakar helm Indonesia, uji sifat mudah bakar direvisi (ditiadakan) dari SNI 1811-2007  karena uji sifat mudah terbakar lebih tepat diaplikasikan untuk helm-helm proyek.

Simak foto-foto di bawah ini, dan klik masing-masing untuk memperbesar.

Uji Penyerapan Energi Kejut

Uji Penetrasi

Uji Kekuatan Sistem Penahan

Uji Kelicinan Sabuk

Uji Keausan Sabuk

Uji Ketahanan Impak Miring

Uji Pelindung Dagu





Resume Sosialisasi Penerapan Helm SNI

22 04 2010

ROAD Safety Association (RSA) tergelitik menjembatani kesimpangsiuran mengenai Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib helm di kalangan para pengendara sepeda motor. Kesimpangsiuran cukup meluas di dunia maya seperti dalam jaringan komunikasi mailing list maupun jejaring sosial seperti Facebook.

Banner Acara

Setelah melalui publikasi di dunia maya, akhirnya digelar diskusi dengan topik Sosialisasi Helm SNI, di Jakarta, Sabtu, 10 April 2010. Selain Rio Octaviano, ketua RSA, diskusi yang dimoderatori Edo Rusyanto itu juga menampilkan pembicara lain yakni Sumarsinah dan Esti Widiastuti, keduanya dari Kementerian Kesehatan, lalu pakar helm Lim Thomas dan Kasilat Subdit Dikmas Ditlantas Polri AKBP Subono.

(ki-ka): Ibu Sumarsinah,Edo,Pak Subono,Rio,Pak Thomas Lim

Ketentuan mengenai helm SNI memiliki dua obyek. Pertama, untuk produsen helm. Kedua, untuk para pengendara sepeda motor.

Sebelum 1 April 2010, ketentuan mengenai SNI helm bersifat sukarela. Artinya, para produsen helm bisa memenuhi ketentuan SNI, namun bisa juga tidak. Saat itu, ciri helm yang sudah memenuhi standar tersebut adalah dengan menempelkan stiker di bagian luar helm. Kini, sejak 1 April 2010, sesuai dengan Permenperin No 40/2009, seluruh produsen maupun importir yang memperdagangkan helm di Indonesia, wajib memenuhi standar SNI 1811:2007 yang ciri utamanya adalah berupa huruf timbul (embosh) bertuliskan SNI di bagian luar helm.

Suasana Acara

Di sisi lain, kewajiban para pengendara sepeda motor untuk memakai helm tertuang dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). UU yang diteken oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Juni 2009 itu bahkan memberi sanksi pidana kurungan maksimal satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu, bagi pelanggar ketentuan mengenai kewajiban memakai helm ber-standar nasional Indonesia.

Suasana Acara - tampak belakang

Ketentuan UU No 22/2009 itu sesungguhnya lebih ringan dibandingkan UU No 14/1992 yang mengancam dengan sanksi denda maksimal Rp 1 juta. Pada praktiknya, selama 17 tahun UU tersebut diterapkan, nyaris tak terdengar penerapan sanksi tersebut. Bisa dibayangkan, jika sanksi itu diterapkan, sudah berapa miliar rupiah kas negara diisi oleh denda tidak memakai helm.

Kualitas Helm

Kualitas helm sesuai dengan SNI 1811:2007 dinilai cukup mumpuni untuk perlindungan kepala para pengendara sepeda motor. Pengujian untuk standar itu mencakup;

Pengujian yang berkaitan dengan bagian batok helm yakni berupa:

  • Uji penyerapan energi kejut (impact test).
  • Uji penetrasi.
  • Uji ketahanan impak miring.
  • Uji pelindung dagu (khusus untuk helm model full face).
  • Uji sifat mudah terbakar (sudah direvisi).
  • Selain itu, pengujian yang berkaitan dengan chin strap / tali pengikat yang mencakup:
  • Uji kekuatan sistem penahan.
  • Uji kelicinan sabuk / tali helm.
  • Uji keausan sabuk / tali helm.
  • Uji efektifitas sistem penahan.

Maklum, SNI 1811:2007 mengacu kepada standar internasional yakni:

  • BS 6658 : 1985 : Protective Helmet for Motor Cyclists, Specification.
  • EN 960 : 1994 : Headforms for use in the testing of protective helmets.
  • ISO 6487 : 2000 : Road vehicles – Measurements techniques in impact tests – Instrumentation.
  • JIS T 8133 : 2000 : Protective Helmet for drivers and passangers of motor cycle and mopeds.
  • Rev. 1/add. 21/Rev. 4  24 September 2002 dari E/ECE/324 dan E/ECE/TRANS/505 Regulation No. 22 : Uniform provision concerning the approval of protective helmets dan visors for drivers and passangers of motor cycles and mopeds.

Artinya, SNI selaras dengan standar Eropa yakni Economic Community of Europe (ECE) dan Jepang (JIS).

Di sisi lain, para produsen harus memenuhi tiga persyaratan utama sebelum memperoleh Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) dari Lembaga Sertifikasi Produk Pusat Standardisasi (LSPro-Pustan) Kementerian Perindustrian  yakni pertama, persyaratan administrasi dan legalitas. Kedua, produsen helm harus mempunyai dan menerapkan sistem manajemen mutu (ISO 9001 : 2000) dan telah diaudit oleh LSPro. Ketiga, helm yang diproduksi telah lulus uji di laboratorium pengujian helm yang telah berakreditasi KAN atau ditunjuk oleh pemerintah.

Bagi suatu negara, standardisasi merupakan salah satu jurus untuk memproteksi industri domestik mereka dalam perang dagang internasional yang kian hari kian bebas. Instrumen perlindungan berupa tarif sudah tidak populer bahkan dilarang oleh Badang Perdagangan Dunia (WTO).

Indonesia yang memiliki ratusan produsen helm dengan produksi belasan juta, yakni pada 2009 sekitar 14 juta unit dan 2010 sekitar 22 juta unit, tentu saja merupakan salah satu wilayah pemasaran helm yang legit. Maklum, produksi sepeda motor di Tanah Air terus membubung dalam 10 tahun terakhir. Pada 2008, penjualan sepeda motor mencapai sekitar enam juta unit lebih, tahun lalu sekitar lima juta unit lebih, dan tahun ini diperkirakan bisa mendekati pencapaian 2008. bisa dibayangkan, berapa kebutuhan helm, khususnya untuk original equipment market (OEM).

Badan Standardisasi Nasional (BSN)

Implementasi Aturan

Mengacu kepada regulasi Permenperin No 40/2009, seluruh helm yang diproduksi dan diperdagangkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan SNI wajib 1811:2007. Sedangkan mengacu kepada UU No 22/2009 tentang LLAJ, seluruh pengendara sepeda motor, wajib memakai helm berstandar nasional Indonesia. Lantas, bagaimana implementasinya?

Untuk jangka pendek selama diberlakukannya kedua aturan tersebut, kepolisian Republik Indonesia mengintensifkan sosialisasi mengenai pemberlakuan helm ber-SNI 1811:2007. Sosialisasi yang dilakukan sejak UU No 22/2009 diteken bakal diakhiri pada Mei 2010.

Pada bagian lain, kepolisian RI bakal fokus menggencarkan penindakan terhadap pengendara yang tidak memakai helm atau pengendara motor yang hanya memakai helm ala kadarnya, seperti helm cetok atau helm proyek yang memang peruntukkannya bukan untuk bersepeda motor.

Helm yang sudah standar, baik sesuai SNI mandatory maupun SNI wajib, bahkan helm yang berstandar internasional lainnya seperti DOT, SNELL, ECE, dan SRIM, belum dilakukan penindakan. Penindakan untuk helm seperti itu tergantung dengan peraturan pemerintah (PP) maupun peraturan Kapolri (Perkap) yang saat ini masih digodok oleh pemerintah di lintas instansi. Kedua aturan pelaksana dari UU No 22/2009 itu ditargetkan rampung sebelum Juni 2010.

Tak heran, jika kemudian RSA selaku fasilitator diskusi Sosialisasi Helm SNI lantas menggagas Petisi Helm SNI yang substansinya mencakup;

  • Mendukung implementasi UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan beserta Peraturan Menteri Perindustrian No 40 tahun 2008 tentang Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib untuk helm kode 1811:2007.
  • Mendesak pemerintah mensosialisasikan secara massif mengenai ketentuan helm SNI.
  • Mendesak Kepolisian RI menindak/menilang pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm atau pengendara yang tidak memakai helm standar. Juga transparansi tentang petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dalam upaya penegakan hukum di jalan, sehingga tidak ada lagi mis-inteprasi rakyat terhadap pihak penegak hukum.
  • Mendesak Dinas Perdagangan di tiap provinsi mengawasi secara intensif peredaran helm di pasar domestik.
  • Mendesak pemerintah untuk menindak tegas produsen/pedagang helm yang memperjualbelikan helm tidak sesuai dengan ketentuan SNI.

Sudah sepatutnya, sebagai bangsa yang peduli terhadap keselamatan berlalu lintas jalan, implementasi aturan mengenai helm ditegakkan secara konsisten dan tegas oleh aparat kepolisian. Sedangkan para produsen harus memiliki mentalitas baik dengan memenuhi spesifikasi yang ditentukan dalam SNI 1811:2007, sementara itu bagi para pengawas peredaran barang di lapangan seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan di tingkat provinsi maupun aparat Bea Cukai, mengawasi secara ketat. Lindungi konsumen dengan kesungguhan hati, tanpa mencari peluang untuk kepentingan pribadi.

Jakarta, 20 April 2010

Litbang RSA

www.rsa.or.id

007/RSA/SK/Ext/4/10





Ranger PROV Memenangkan Lomba Safety Riding

19 04 2010

Sejalan dengan artikel bro Edo Rusyanto yang berjudul “Pulsarian, Srigala Pecinta Safety Riding” dan bertepatan dengan ulang tahun ketiga Pulsarian Community, pada tanggal 17 April kemarin sebuah prestasi diukir oleh rangers dari PRA Surabaya yang dikenal dengan sebutan PROV (Pulsar Brotherhood Forever).

Bro Jansen "Vietcong" Sang Juara 1

Bro Kris #825, Juara 3

Bro Jansen Cisya memperoleh predikat juara 1, sementara bro Kris, ranger bernomor 825 ini menyabet penghargaan juara 3 dalam Lomba Safety Riding yang diadakan sebagai bagian dari Ulang Tahun SPORT (Sidoarjo Pulsar Owner Team). Kegiatan yang disponsori oleh Indosat, Otoplus, dan dealer Bajaj BMSA ini turut didukung oleh pihak kepolisian wilayah Jawa Timur.

Sesuai informasi yang diperoleh dari bro Jansen, lomba tersebut dibagi ke dalam 3 pos.

Pos #1 berisi ujian teori di jalan raya

Pos #2 berisi teori berkendara

Pos #3 berisi tentang pemahaman UU no.22/2009

Sementara itu, dalam acara yang berkonsep Fun City Touring ini yang tidak kalah menariknya, attitude berkendara peserta juga turut dinilai.

Selamat buat para pemenang dari PROV, rupanya virus road safety telah menggurita di Jawa Timur.





Official Design Pulsar 135LS

14 04 2010

Setelah memandangi motor test ride Pulsar 135LS yang IMHO kurang sporty, akhirnya sukses juga dapat bocoran resmi foto-foto Pulsar 135LS yang resmi dijual di pasaran Indonesia.

Sekedar info, hari ini, 14 April 2010 sedang dilangsungkan press conference dan launching Pulsar 135LS di salah satu hotel berbintang di Jakarta.

Berikut foto-fotonya, silakan klik masing-masing gambar untuk memperbesar.

Ini yang warna merah..

Overall - Side Chain

Overall - Side Silencer

Overall Front 3-4th Chain

Overall Front 3-4th Silencer

Overall Rear 3-4th ChainOverall Rear 3-4th Silencer

Detail - Headlamp

Detail - Tank Profile

Overall Rear Top View

Overall Front

Ini yang warna hitam..

Overall Side - Silencer

Overall Front Side quarter

Overall - Rear 3-4th silencer

Side Quarter - Body Details

Overall Rear View

Sekarang detailnya..

Detail Engine

Details - Chain & Fender closeup

Details - Chain & Fender Quarter View

Details - Rear Fender Another view

Details - Number Plate Bracket

Details - Clip-on and console

Details Engine Casing & Gear Lever

Details - Front Headlamp

Buat yang request foto Pulsar 180 yang dimodif menggunakan parts Pulsar 135LS..(made by bro Bakti Noorseta di milis bajaj_pulsar_indonesia@yahoogroups.com)

Pulsar 180 - Modifikasi Parts Pulsar 135 LS

Tak lupa..pesan untuk para pecinta motor dengan cc lebih besar..





Begini Nih..Salah Kaprah tentang Helm

13 04 2010

helmet atau hell-met?

Di beberapa milis otomotif roda dua saat ini sedang ramai dibahas seputar helm SNI. Banyak terdapat pro dan kontra yang dilontarkan pengguna sepeda motor, dari yang cuek bebek sampai taat.

Namun ada beberapa hal mendasar yang ternyata salah dimengerti, alias salah kaprah seputar helm. Cekidot..

  • Helm berfungsi untuk menghindari kejaran tilang Polisi.

Nah ini jelas salah besar, helm dipakai untuk keselamatan sendiri bro..Jadi ada polisi atau tidak pakai helm selalu. Toh pak polisi tidak akan menilang ente seandainya ente tewas gara-gara gak pakai helm, tapi akan langsung kirim ente ke kamar mayat.

  • Helm yang jatuh dapat tetap dipakai

Ini lagi.. Fungsi helm adalah menyerap benturan dan meneruskannya ke cangkang dan padding helm. Jika helm pernah jatuh, berarti helm tersebut telah “melaksanakan tugasnya” . Jadi jelas..jangan sampai helm jatuh dan jangan sampai helm yang sudah jatuh, apalagi sudah pecah tetap dipakai. Beli motor mampu masa beli helm gak mampu???

  • Helm impor lebih baik dari helm lokal

Ini juga salah, helm import dari luar negeri belum tentu lebih baik dari buatan lokal. Apa sebabnya? banyak..

Bisa jadi helm tersebut adalah helm reject dari negara asalnya yang sudah cacat, kadaluarsa pula.. daripada gak laku dijual aja laaah di Indonesia. Sekedar info, masa pakai helm adalah 3 tahun. Gengsi sih gengsi..tapi jangan kebablasan. Cek dulu tanggal pembuatan dan fisik helm import sebelum membelinya. Boleh tidak pakai helm ini di Indonesia yang sudah menerapkan SNI? Well..menurut penuturan AKBP Subono, Kasilat Lantas Polri, pemakaian helm ini tetap diperbolehkan selama helm tersebut layak pakai. Namun secepatnya pemerintah melalui Badan Standarisasi Nasional dan Departemen Perindustrian akan melakukan “sensor” dan wajib emboss SNI terhadap helm-helm import ini untuk dijual di Indonesia.

  • Half face, Open face dan Full face

Jenis helm apa aja sih? Menurut salah satu ahli helm di Indonesia yaitu pak Thomas Lim, menurut bentuknya helm itu ada tiga (3) macam yaitu:

  1. Helm Full face – adalah helm yang menutupi tempurung kepala, bagian belakang kepala dan bagian dagu (chin guard).
  2. Helm Open face – adalah helm yang menutupi bagian tempurung kepala dan bagian belakang kepala, tanpa chin guard.
  3. Helm Half face – adalah helm yang menutupi bagian tempurung kepala saja (telinga terlihat). Helm ini disebut juga helm “cetok”. Pemakaian helm cetok terlarang di Indonesia, namun di Amerika helm cetok masih diperbolehkan karena memenuhi standar DOT. Buktinya..coba sekali-sekali lihat pengendara motor disana, terutama pengendara motor Harley-Davidson.

helm full face

helm open face

helm half face (cetok)

  • Yang penting batok kepala terlindung

Pakai helm seperti ane sudah bilang di atas adalah untuk mengurangi resiko benturan di kepala. Lalu apakah benturan hanya terjadi di bagian tempurung kepala saja? Tidak..! Menurut data statistik MSF, kemungkinan terbesar benturan ada di bagian dagu. Lihat gambar di bawah. Jadi kalau ane boleh rekomendasi, Pakailah helm full face.

data statistik benturan helm

  • Pakai Helm Full Face = gerah dan berat

Kalau ini bukan salah kaprah, tapi pembenaran atas kebiasaan. Mengubah kebiasaan memang bukan hal yang mudah, terlebih jika kebiasaan itu sudah mengakar. Sama seperti menyuruh orang merokok untuk berhenti merokok. Meskipun sudah disuguhi gambar paru-paru berlubang akibat rokok juga tidak akan berhenti kebiasaan merokoknya.

Yang perlu dibentuk adalah kesadaran si pemakai helm akan resiko, alias “awareness”. Jika seorang pengendara motor sudah aware, sudah sadar akan resiko, maka ia akan serta merta melakukan tindakan untuk mengurangi dan sebisa mungkin menghilangkan resiko tersebut. Sayangnya, belum banyak pengendara motor yang sadar resiko. Resiko jatuh dan mempertaruhkan nyawa setiap hari harus dikalahkan dengan keinginan cepat sampai tujuan.

Demikian sedikit sharing ane, jika ada komentar atau tambahan, mari diskusikan di bawah ya.. 😀





Tips Sederhana Melindungi Mahkota Bikers

10 04 2010

Mahkota bikers?

he he…maksudnya mahkota di sini ya helm bro.. 😀

Pemberlakuan aturan wajib SNI bagi helm sudah dijalankan, tentunya sebagai biker yang menghargai diri sendiri setinggi-tingginya, Ibarat mahkota yang dipakai para raja, sudah sepantasnya kita wajib membeli helm yang memenuhi standar SNI atau bahkan DOT/SNELL/ECE yang terbaik untuk dipakai di kepala.

Namun sayang kadang beberapa pengendara masih cukup naas mengalami kehilangan helm. Dari blog bro Stephen Langitan dikatakan bahwa kebanyakan helm hilang dicuri saat ditinggal di tempat parkir. Ini sangat menyebalkan memang, tapi jangan khawatir..masih banyak cara menjaga mahkota biker ini agar aman dari tangan-tangan jahil dengan beberapa tips berikut:

  1. Beli tank bag, biasanya tank bag muat 1 helm full face..bawa saja helm pake tank bag, bisa diselempang, bisa ala ransel..dijamin aman, dan gaya pula.
  2. Beli helm full face, lalu di ikat ke behel/bodi dengan rantai/kabel lock. ikatnya masuk ke leher, keluar di visor helm, jangan lupa dikunci.
  3. Titipkan helm ke penitipan helm…well kudu keluar dana lebih nih buat bayar jasa titipan, selain itu helm yang dititipkan belum tentu dapat perlakuan baik.
  4. Beli box motor. Selain berguna untuk menyimpan hingga 2 helm full face – terbukti di Givi E45 – box motor juga berguna untuk membawa barang lain sehingga memperingan beban pengendara. gak nyesel kok beli box.
  5. Bawa helm dengan tangan. Jika helm ente tergolong helm kelas wahid, maka membawa helm tersebut dapat menjadi kebanggan tersendiri. Jika para pengguna mobil kerap “memamerkan” kunci mobil yang terselip di saku celana, maka para biker bisa dengan santai “memamerkan” helm mahalnya di tangan, yang pastinya jauh lebih mahal dari harga sebuah kunci mobil.

Kesimpulannya, memang diperlukan extra effort untuk menjaga mahkota bikers ini, karena tak semua orang mampu menghargai kepalanya sendiri dengan helm yang paling tidak memenuhi standar SNI. Demikian tips-tips sederhananya, mudah-mudahan bermanfaat. Helm menunjukkan kasta bro..Jaga baik-baik yah..





Undangan Sosialisasi Penerapan Helm Ber-SNI

8 04 2010

Helm SNI

Salam Road Safety,

Melihat issue yang berkembang tentang penerapan SNI pada helm, serta implementasinya. Bersama ini Road Safety Association mengundang seluruh pengguna jalan yang ingin mendapatkan informasi tentang penerapan UU baru ini,

Hari            : Sabtu
Tanggal     : 10 April 2010
Jam            : 20.00 – 23.00
Tempat      : Gedung D lantai 4, Ditjen P2PL, Departemen Kesehatan, Jalan Percetakan Negara No.29, Jakarta Timur. ( Seberang LP Salemba )

Dengan pembicara :

  • Departemen Kesehatan
    • Untuk membicarakan dari sisi kesehatan, cidera yang dapat diakibatkan dari benturan kepala.
  • Ditlantas POLRI
    • (tentative) surat resmi telah kami layangkan kepada Dirlantas POLRI, semoga bapak Dirlantas langsung dapat berpartisipasi untuk meluruskan tentang penegakan hukum lapangan yang terjadi akhir2 ini.
  • Pakar Helm
    • Untuk memberikan penjelasan secara lengkap tentang helm SNI dan seluruh seluk beluknya. Dari uji teknis sampai perbandingan dengan model DOT/SNELL/lainnya.

Acara ini keseluruhan adalah kontribusi sosial dari seluruh pihak terkait. Kami tidak disponsori dana dari pihak manapun, maka dari itu, mohon keikhlasannya untuk dapat membeli konsumsinya masing-masing.

Semoga acara sosial yang kami laksanakan kali ini dapat memberikan informasi walaupun hanya sedikit. Undangan ini adalah terbuka, silahkan membawa siapapun yang memang tertarik tentang informasi penerapan SNI pada helm ini. Kapasitas ruangan yang disediakan adalah untuk 300 orang, semoga bisa mengakomodir seluruh peserta.

Terima kasih sebelumnya atas perhatian yang diberikan.

Tertanda

Road Safety Association
http://rsa.or.id





3rd Anniversary Pulsarian Community

8 04 2010





Oi Biker..Melek Privacy Dong..!

8 04 2010

Biker Ngobrol

Awalnya dari pengalaman riding di jalan, sewaktu berhenti di lampu merah Rawamangun countdown timer masih cukup lama. Tercetuslah obrolan ane dengan istri tercinta yang sedang berada di jok belakang. Kalau gak salah mengingatkan dia agar tak lupa beli makanan kucing..obrolan lantas berlanjut ke tingkah polah si Kibo, kucing kesayangan ane di rumah.

Si Kibo

Sedang asik mengobrol, keasyikan kami dikejutkan dengan celetukan seorang mas-mas yang juga sedang berhenti di atas motor bebek di sebelah kanan ane. Dia bilang “memang kucing kalau dipelihara dari kecil gitu mas..tapi ya kalo sampe nyolong ikan tetep saya tempeleng aja..”

Dengan pandangan menahan kesal ane lihat mas-mas itu. Tak layak lah kalau mas ini disebut biker. Helm cetok, sandal jepit, bulu kaki keliatan, kaos lusuh..tapi motornya..Honda Blade yang masih kinclong.

Tanpa membalas celetukannya ane berpaling ke sebelah kiri ane dan melanjutkan ngobrol dengan istri. Untunglah di sebelah kiri ane hanya ada bagian belakang mobil sedan. Tak perlulah ane takut pembicaraan ane dikupingi lalu ditimpali sembarangan.

Privacy adalah hal yang penting namun belum membudaya dengan benar di Indonesia. Padahal iklim bermasyarakat di kota besar seperti Jakarta ini sudah mengarah ke individualisme alias anu aing kumaha aing alias lu lu gue gue. Sebagai contoh coba tengok kasus sirine strobo (sirbo) di sebuah organisasi motor, ketika pengurus menegur dengan halus ke anggota yang memakai sirbo dengan entengnya si pemakai bilang “halaah..sudahlah, motorku yo sak karepku”. Menyebalkan bukan.

Lebih lanjut tentang privacy, dalam situasi ane di atas, seharusnya orang lain menghargai “ruang pribadi” ane untuk mengobrol dengan istri tercinta. Bukan malah pembicaraan ane diperhatikan lalu tanpa malu-malu ikut nimbrung ke dalam pembicaraan ane. Privacy tentunya bukan hanya milik para pengendara mobil yang benar-benar terisolasi dari lingkungan luar. Untung ane sedang bahas kucing, coba kalau ane sedang bahas rencana pembunuhan Pak Gayus Tambunan,, kan bisa runyam kalau didengar orang 😀

Rupanya di dalam iklim individualisme yang makin kental dan kebablasan ini, masih terdapat sikap “mau tahu urusan orang”. Tak ubahnya seperti orang yang iri melihat motor tetangga lebih kinclong.

Buat yang baca artikel ini, ente pasti tergolong orang berpendidikan, tak ada salahnya berbagi ilmu tentang pentingnya privacy ini kepada sesama.


sumber foto:

ninja250r.wordpress.com





Yamaha Meluncurkan Film Baru – BEBEK BELUR

7 04 2010

Komentar ane : film baru yang tidak menarik.

Sekian.





10 Greatest Motorcycle Ever versi Discovery Channel

7 04 2010

Menyaksikan tayangan Discovery Channel memang lebih bermanfaat ketimbang terkena efek negatif tayangan tidak bermutu dari stasiun televisi lokal. Malam Minggu kemarin (4/4) sekitar pukul 1 pagi, Discovery Channel menayangkan acara Greatest Ever. Acara ini biasanya menayangkan peringkat 10 besar suatu hal, dari mulai pesawat, mobil, persenjataan hingga akhirnya malam itu cukup spesial buat ane, mereka menayangkan Greatest Ever edisi Motorcycles. Segera ane naikkan volume televisi dan mulai menyiapkan cemilan, minuman dan Blackberry untuk mencatat.

Sayangnya ketika tayangan ini baru mencapai urutan ketujuh, yaitu Brough Superior SS8, Indovision mendadak mengalami gangguan dan esok harinya barulah mereka mengirimkan email mengenai gangguan tersebut. Cukup menyebalkan memang..untunglah ada siaran ulang acara ini di hari Rabu pagi ini jam 07.00.

Beberapa ahli permotoran mengatakan bahwa sejatinya sepeda motor adalah sebuah “extension” alias perpanjangan dari beberapa hal, terutama untuk para pria.

  • Motorcycle is an extension of a man’s pride..
  • Motorcycle is an extension of a man’s penis.. (hehehe)
  • Motorcycle is an extension of a man’s wing which enable him to fly..

Sebuah metafora yang cukup mewakili keberadaan dan makna dari sebuah sepeda motor bagi pemakainya.

Berikut adalah countdown peringkat 10 besar motor terbaik menurut Discovery Channel, disertai dengan tayangan videonya masing-masing:

10. Harley Davidson (HD) Knucklehead


HD Knucklehead 1400 cc di sini disebut sebagi “the highest sex appeal”, pertama kali dibuat tahun 1936 sebagai kendaraan perang dan sesudah itu digunakan untuk kendaraan sipil

Sebutan “knucklehead” ini karena bentuk mesin dan karburatornya yang menyerupai knuckle atau buku tangan ketika mengepal. Dalam tayangan ini diperlihatkan pula seorang wanita pecinta HD yang dapat membedakan suara HD dibandingkan motor lain seperti Honda Valkyrie dan Yamaha Dragstar.

9. Motoguzzi V8 (1955)


Pertama kali dibuat tahun 1955. Adalah motor Motoguzzi pertama ydengan 8 silinder – 500 cc yang sangat mendahului zamannya. Motoguzzi membuat motor ini untuk keperluan balap namun ukuran mesin yang besar dan piranti elektronik yang rumit membuat motor ini sulit pemeliharaannya.

8. Vespa PX 125


Testimonial seorang wanita Italia mengenai Vespa tak berlebihan “Jika anda ingin berkeliling Italia dengan cepat dan terlihat manis maka pakailah Vespa”. Ya, Vespa yang dalam bahasa Italia berarti “Wasp” atau lebah ini memang kecil dan lucu.

Sejarah pembuatannya mengesankan. Dengan ban yang terbuat dari ban bekas pesawat dan bodi yang juga terbuat dari rangka pesawat Vespa mengukuhkan diri menjadi kendaraan komuter yang stylish dan unik.

7. Brough Superior SS8


Tahun 1924 Brough menciptakan motor 981 cc yang waktu itu dijamin dapat melaju 128 mil/jam. Sebuah rekor yang dahsyat apalagi dibandingkan dengan motor lainnya yang waktu itu hanya mampu melaju maksimal 42 mil/jam. Hal ini pun dibuktikan lagi oleh tim Discovery Channel, ketika kecepatan menunjukkan 110 mil/jam sang pengendara melepaskan tangannya dari stang untuk membuktikan kestabilan motor dengan konstruksi suspensi castle fork ini.

Brough dijuluki “the Rolls Royce of motorcycle” karena kemampuannya itu. Salah satu rahasianya adalah konstruksi chassisnya yang kaku dan stabil untuk dipacu dalam kecepatan tinggi.

6. Britten V1000


Pada tahun 1993, John Britten dan beberapa kawannya membangun sebuah motor 999 cc dengan konfigurasi V-Twin, mirip Yamaha V-Max. Demi memangkas berat motor kebanyakan material dibuat dari serat karbon dan motor ini tidak memiliki rangka alias chassis..aneh bukan..Motor ini dibuat untuk mengikuti kontes Battle of the Twins di Daytona, Amerika. Sayangnya sang pembuat motor ini harus meninggal dunia di usia yang relatif masih muda, 3 tahun setelah motor ini dibuat karena sakit parah.

5. Triumph Bonneville T100


Motor keluaran tahun 1964 ini memiliki power 64 hp dengan kapasitas mesin 865 cc, memiliki berat 205 kg dan top speed 180 km/jam. Lumayan untuk motor di zaman itu. Selama 10 tahun setelah peluncuran perdananya, motor ini tetap menjadi trend bahkan hingga kini masih diburu para kolektor motor karena menurut mereka motor ini membangkitkan desire tersendiri.

4. Y2K – Turbine Bike


Pada tahun 2002, motor revolusioner ini dibuat dengan menggunakan mesin turbin gas layaknya mesin pesawat jet. Cukup ringan untuk motor “aneh” dengan mesin turbine yaitu hanya 208.7 kg saja. Motor ini mampu melaju hingga 402 km/jam dengan power 316 hp. Sekedar perbandingan, Boeing 737 pada saat take off di bandara Soekarno Hatta “hanya” melaju dengan kecepatan 300 km/jam. Yang menarik dari motor ini adalah suaranya ketika mesin distarter..sama persis seperti menyalakan mesin pesawat. Ditunjukkan pula motor ini diadu dengan pesawat jet tempur yang sedang terbang rendah di sebuah runway dan motor ini memenangkan adu cepat tersebut.

3. Honda CB750


Dengan mesin 750 cc dan overhead camshaft, motor ini diperkenalkan pada tahun 1969. American Motorcyclist Association menempatkan motor ini di Hall of Fame Classic Bikes dan modelnya terus diperbarui dan berevolusi hingga edisi terakhirnya di tahun 2007.

2. Ducati 916


Ducati, sebuah brand yang sudah tidak asing lagi. Bagi 916 prestasinya adalah memenangkan World Superbike Championship selama 3 tahun berturut-turut 1994, 1995, 1996. Disebutkan dalam tayangan ini bahwa kelebihan motor bermesin V-Twin 90° ini adalah pada kestabilan ban belakang ketika menikung sebagai akibat dari penyaluran power yang smooth.

1. Honda Cub


Dengan lebih dari 40 juta unit yang sudah dibuat di seluruh dunia, cukup mengejutkan bahwa Discovery Channel menempatkan motor ini di posisi pertama. Rupanya alasan ketangguhan dan kepraktisan pemakaian membuat motor ini mampu mengalahkan motor-motor lainnya.

Well..demikian review acara Discovery Channel, Greatest Ever: Motorcycle. 10 motor terpilih oleh Discovery Channel sebagai motor-motor terhebat di zamannya masing-masing. Namun dengan Honda Cub alias Honda bebek ditempatkan di posisi pertama menurut ane menjadikan acara ini sebagai dagelan belaka :). Bagi yang ingin menyaksikan video-videonya dapat berkunjung ke sini.





Usil Yuk..Kanibal Parts Pulsar 135LS

6 04 2010

Pulsar 135LS sudah diketahui harganya yaitu Rp 14.7 juta…di sebuah dealer bahkan sudah menjanjikan cash back Rp 500 ribu untuk 1000 pembeli pertama. Tapi..mahal ah, lebih baik menabung untuk membeli Pulsar 220 sekalian. Nah, di Pulsar 135LS ini ane naksir beberapa parts nya aja, bisa gak yah dikanibal tanpa harus memiliki motornya?

Mari berburu parts yang akan dikanibal. Sudah ane tandai beberapa parts yang kemungkinan bisa plek n plei masup ke PIBO (Pulsar 180) atau PZOO (Pulsar 200). Ini dia listnya.

Parts Kanibal..dipilih..dipilih..

  1. lampu sein – keren nih bentuknya
  2. spion – saingan sama spionnya TVS Apache
  3. batok lampu – hajar bleh..keren nih bentuknya
  4. tank flap – bikin tangki jadi keliatan garang
  5. dudukan plat nomor belakang – lumayan buat iseng
  6. tangki bensin – gak tanggung-tanggung..ayo kanibal juga
  7. spakbor kolong belakang – unik nih bentuknya
  8. rear hand grip
  9. …(monggo dilanjutkan)

semua parts tersebut bisa dikanibal dengan catatan asal pas dipasang di motor ente, lumayan toh bisa refresh penampilan..Yah itung-itung menunggu Pulsar 220 masuk ke Indonesia.. hehehe..





Pulsar 135LS, Tester Bunny dari Bajaj

5 04 2010

Bajaj Pulsar 135LS

Sabtu kemarin (4/4) sebuah dealer cukup berani menggelar acara test ride Bajaj Pulsar 135LS, lebih cepat dari launching resminya tanggal 17 April besok bertepatan dengan Ulang Tahun Ketiga Pulsarian Community. Lalu kenapa ane tidak jadi datang ke acara test ride tersebut?

Selain karena ane lagi asyik bongkar fairing Ninja 250R dan bersih-bersih kamar bareng istri, info bocoran dari sumber internal Bajaj cukup menyurutkan niat ane untuk datang kesana. Apa itu.

Jadi begini, sebut saja namanya Mr. Bajaj seorang dari “dalam dapur” BAI yang sudah dua minggu yang lalu kasih bocoran halus bahwa tanggal 1 April Pulsar 135LS ini sudah tiba di dealer dan bisa di test ride. Obrolan berlanjut ke arah mekanis diantaranya tentang teknologi DTS-i dan 4 Valve yang diadopsi oleh motor ini dan singkatan LS yang stands for “Light Sport”. Obrolan makin seru ketika kami bersama-sama membaca perbandingan Pulsar 135LS dengan Yamaha Byson alias FZ16 di blognya kang Taufik dan spesifikasi Pulsar 135LS di sini.

Di sini Mr. Bajaj menggarisbawahi fakta bahwa peak power Pulsar 135LS sebesar 13.5PS mampu dicapai di 9000 RPM, sementara Byson mampu meraih 14 PS di 7500 RPM. Artinya Pulsar merupakan motor yang cocok dipakai untuk jarak jauh dan lalu-lintas yang sedikit stop n go, dengan kata lain Pulsar 135LS cocok buat perjalanan jauh alias touring. Bagaimana memperlakukan motor sesuai karakter range RPM nya? Monggo baca di sini bro..

Lalu apalagi info penting dari Mr. Bajaj?

Gosip memang bertiup kencang di dalam BAI. Cukup menarik bahwa Bajaj Auto Limited (BAL) di India jatuh hati kepada motor ini dan segera “menyuruh” petinggi Bajaj Auto Indonesia (BAI) untuk segera memasarkan motor berkatup 4 ini di Indonesia. Kenapa?

Rupanya BAI belajar dari pengalaman penjualan XCD yang tidak memuaskan. Di sini BAL melihat bahwa Bajaj tanpa Pulsar ibarat Kawasaki tanpa Ninja. Nama dan ukuran cc mesin menjadi pertimbangan bagi BAL dan BAI, oleh karena itulah motor yang desainnya benar-benar baru ini diberi nama Pulsar meskipun sejatinya memiliki chassis XCD.

Kenapa ane sebut tester bunny alias kelinci percobaan?

Ini dia yang seru..menurut Mr. Bajaj, Pulsar 220 awalnya hendak diluncurkan tahun 2010 ini, namun pihak BAI pesimis dengan pertimbangan motor sebesar ini memiliki pasar segmented. Alih-alih menjual Pulsar 220, BAI menerima masukan BAL untuk menjual Pulsar 135LS terlebih dahulu untuk melihat respon pasar Indonesia. Jika ternyata nasibnya setali tiga kutang dengan XCD125 yang sudah kadung dedel duwel, maka BAL akan langsung memasukkan Pulsar 220 ke pasaran Indonesia.

Pilih Pulsar 220..

Atau Pulsar 135LS

Jadi, jika gosip tersebut benar, sebagai konsumen, kita diberikan pilihan nih..ibarat main saham, mau beli atau tahan?

Pilihan di tangan kita bro, jika ente tergolong pengguna harian ya monggo sikat Pulsar 135LS, tapi jika ente tergolong maniak cc besar dan desain aduhai, monggo jalankan strategi boikot massal pembelian Pulsar 135LS ke kawan-kawan ente yang hendak beli Pulsar 135LS..hehehe..





Hitam Doff, Warna Langka dari Kawasaki

2 04 2010

penampakan pertama Ninja 250 hitam doff

Penampakan motor dengan warna hitam doff  (black matte) yaitu warna hitam dengan lapisan end-coating yang tidak mengkilap atau disebut juga flat black selama ini hanya ane temui pada motor-motor pabrikan Italia atau Jepang yang bermain di segmen pasaran 600 cc ke atas. Belum pernah ada ATPM lokal yang resmi mengeluarkan warna hitam doff ini untuk produk motornya. Namun sebuah Kawasaki Ninja 250R dengan warna hitam doff telah mencuri perhatian ane sewaktu acara Jakarta Motor Show di tahun 2009 lalu.

Hitam Doff - Harley Davidson V-Rod

Hitam Doff - Yamaha R1

Hitam Doff - Ducati Monster

Awalnya ane tidak begitu suka dengan motor berfairing, namun warna hitam doff yang melekat pada Kawasaki Ninja 250 begitu seksi dan menggoda. Jadilah ane pulang dengan membawa mimpi basah akan motor hitam doff ini.

Awal tahun 2010, tapa pikir panjang, ane sikat sebuah Kawasaki Ninja 250 ini. Tentunya pilihan ane sudah pas memilih warna hitam doff, meskipun di saat yang sama Ninja 250R juga mengeluarkan special edition dengan warna yang rame namun ane tetap memilih hitam doff. Alasannya ya tentu saja, elegan, gagah dan tidak pasaran.

Kawasaki Ninja 250 SE - Merah

Kawasaki Ninja 250 SE - Hijau

Warna hitam doff merupakan warna pengganti hitam glossy yang selama ini diproduksi Kawasaki. Wah…hati ini tambah senang waktu mendengar harganya sama dengan warna lain. Sekedar info, Ninja 250R yang “pasaran” alias banyak dibeli konsumen adalah warna merah.

Perawatan motor dengan warna hitam doff memang berbeda dari warna lain, lapisan “coating” nya tidak boleh dilap terlalu keras, disamping itu terdapat juga beberapa kelemahan lain seperti kotoran dan noda mudah terlihat jika menempel pada cat dan harus sering dibersihkan. Tapi semua itu terbayar dengan nikmatnya memandangi dan mengendarai motor berwarna langka setiap akhir pekan..Ya setiap akhir pekan saja menurut ane adalah waktu yang tepat membawa si Ironhide, nama yang ane sematkan pada Ninja 250 ane ini, sehari-harinya si Ironhide lebih sering menjadi tempat jemuran.. 😀

hehehe.. 😀





April Mop, Ayo Pakai Helm SNI

1 04 2010
Spesifikasi Helm SNI

spesifikasi helm SNI

Hari ini, 1 April 2010  lazim disebut April Mop, peraturan pemakaian helm SNI akan dijalankan. Menurut beberapa sumber di kepolisian, hari ini adalah awal dari sosialisasi pemakaian helm SNI bagi pengendara motor, sementara itu ada pula sumber lain juga dari kepolisian yang mengatakan bahwa terhitung 1 April 2010, penindakan akan diberlakukan bagi pengendara motor yang tidak memakai helm SNI.

Lalu, sebagai pengendara motor bagaimana sikap kita?

Pertama-tama kita tilik dulu dasar hukum helm SNI ini yaitu di pasal 57 ayat (1) dan 2 serta pasal 106 ayat (8), UU no.22 tahun 2009 yang berbunyi:

Pasal 57

(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.

(2) Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.

Pasal 106

(8) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.

Nah setelah menilik dasar hukum, mari kita lihat helm yang kita miliki. Tersebutlah aturan bahwa helm yang valid standar SNI adalah yang memiliki emboss (logo timbul) SNI. Bagaimana jika ternyata helm kita tidak memiliki emboss SNI? Atau hanya stiker SNI saja?

Emboss SNI

Tunggu dulu, menurut sumber berikut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi kepada wartawan mengatakan SNI wajib helm yang mengharuskan logo SNI berbentuk emboss (cetak timbul) tidak akan berlaku bagi helm berlogo SNI stiker yang dikeluarkan sebelum peraturan ini ditetapkan. “Jadi bagi para konsumen yang sudah memiliki helm berlogo stiker SNI tidak perlu ditukar. Karena dulu SNI belum bersifat wajib jadi masih berbentuk stiker,” katanya dalam acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri dengan wartawan, di Bandung, Sabtu (27/3) malam.

Lalu bagaimana jika helm kita memiliki standardisasi luar negeri seperi DOT, SNELL atau ECE? Nah ini masih menjadi dilema, beberapa salah kaprah terjadi yang mengatakan bahwa standar SNI itu lebih inferior alias dibawah standar luar negeri seperti disebut sebelumnya. Nah menurut hasil kunjungan ane ke pabrik helm di artikel ini, standar helm bukanlah untuk diperbandingkan. Mengapa?

Standar luar negeri seperti DOT, SNELL, ECE, JIC berlaku di negara masing-masing seperti Amerika dan Eropa. Jika Indonesia memaksakan diri untuk mengikuti standar tersebut, maka konsumen helm Indonesia akan dipaksa untuk membeli helm impor yang harganya tentu lebih mahal, sementara banyak pula produsen helm lokal yang kualitasnya setara dengan helm impor.

logo SNI

Standar SNI pastinya juga melindungi kedaulatan Indonesia dari sebuan produk asing. Ingat saja bahwa helm impor yang mungkin dibanggakan sebagian besar pemakainya belum tentu layak pakai karena bisa jadi helm tersebut adalah helm cacat atau kadaluarsa (FYI, masa pakai helm adalah 3 tahun) yang dibuang sayang lalu dijual di Indonesia. Nah kalau begini kan konsumen juga yang rugi.

Helm Cetok..Buat Gayung Aja Bro..!

SNI juga bagaikan pisau bermata dua yang juga melindungi konsumen dari helm lokal yang berkualitas di bawah rata-rata. Sudah pemandangan sehari-hari lah di jalanan ibukota banyak ditemui penjual helm tak berkualitas seperti itu. Kalau sampai jatuh dan kepala terluka..lagi-lagi konsumen yang rugi. Lagipula..gak sayang apa, kepala kita dihargai sama dengan helm cetok murahan seharga 10-20 ribu Rupiah?

Oke..dengan paparan di atas..seharusnya cukup dipahami bahwa standar SNI tidak seburuk yang kita bayangkan. Dan menurut ane aparat juga harus bijak menilai helm yang dipakai. Jangan sampai nanti terjadi keributan karena pemakai helm impor yang tidak ber SNI ditilang aparat. Di sini timbul lagi dilema. Pilih mana, Safety atau SNI?

Pilih Safety Atau SNI?

Ya tentu saja yang terbaik pilih semuanya. Kalau ente misalnya sebagai salah satu pemilik helm impor yang layak pakai tentunya akan bisa berdebat dengan pak Polisi bahwa helm ente layak pakai dan standar DOT/ECE dapat disetarakan dengan standar SNI. Lha wong SNI menggunakan diantaranya standar ECE, JIS dan BS sebagai referensinya.  Silakan baca artikelnya bang Edo di sini. Atau, yang terbaik ya..beli helm yang sudah SNI laah..masa beli helm impor mampu tapi beli helm SNI gak mampu..? gak mampu atau gak mau nih..?

Yang penting dari peraturan helm wajib SNI ini adalah konsistensi penegakan hukumnya. Coba liat di jalan..jangankan helm SNI, kebanyakan pengendara tidak mau dan tidak mampu untuk memakai helm. Barangkali emboss SNI sudah ada di jidat mereka ya.. 😀

Seperti aturan yang sudah-sudah, mudah-mudahan aturan kali ini sifatnya tidak hangat-hangat tahi ayam. So kita pantau bersama kinerja para penegak hukum.

Akhir kata, tetap sayangi kepala kita dengan helm yang layak pakai. Jangan beli helm impor yang mahal namun sudah kadaluarsa dan cacat, dan jangan pula beli helm lokal yang murah namun kualitasnya di bawah rata-rata.





Nodai Idealismeku, Bayar dengan Darahmu!

1 04 2010

Buggg..

Buat yang tadi pagi melihat pulsar merah di dekat persimpangan Hayam Wuruk-Samanhudi, itu ane.

Pagi ini sehabis drop istri di kantor ane lanjut riding lewat jl. Hayam wuruk.
Di perempatan hayam wuruk – KH. Samanhudi ane berhenti di belakang garis putih yang sudah rada pudar..

Di belakang ane tampaklah biru2..rupanya itu kopami (cmiiw)..yang hendak belok kiri ke arah Samanhudi. Belum selesai lampu merah (masih menunjuk ke detik ke 30an) tiba2 kopami itu maju menyeruduk box ane dengan keras..sambil keneknya teriak2.. “maju woi..kasih jalan”

padahal ane berhenti bukan di jalur paling kiri, dan di sebelah kiri kopami itu masih ada ruang yang luas..cukup buat 1 mobil. Kenapa dia mesti nyeruduk ane?

Emosi meluap..padahal sudah ane tahan mengingat ane tahu box ane gak kenapa2..tapi si sopir malah menyeruduk lagi. Nah inilah yang membuat ane gelap mata.
Bukan masalah box e45 murahan yang diseruduk, box tidak ada apa2.

Idealisme ini terasa ternodai..terlebih sehabis baca kisah bro Nursal di milis rsa-indonesia@googlegroups.com yang istrinya harus tertimpa musibah karena kebodohan rider pelawan arah.

Darah Itu Merah Bro..!

Segera ane turun dari motor dan tanpa bicara ane tampar spion kanan kopami sampai pecah dan ane berikan pukulan telak ke wajah si sopir yang entah sedang bicara apa. Darah dari si hidung sopir terpaksa menodai sarung tangan berprotektor merk Viper yang sudah tak terhitung pernah menghajar “benda-benda” lain.

Ketika tangan ane hendak bergerak memukul lagi sopir angkot yang malah teriak2 gak karuan, sorang polantas menarik ane dan menyuruh ane jalan.

Ane cuma bilang ke polisi itu. “saya mau berhenti di belakang garis putih, apa saya salah?”
dan polisi itu cuma berkata “sudah..lanjut jalan sana”

Selanjutnya sopir kopami tsb ane lihat di suruh turun dan entah diapakan oleh si polantas. Ane lanjut riding sambil mengacungkan jari tengah ke arah si kenek.

Puas rasanya bisa menegakkan idealisme, meskipun dengan bayaran darah.

Tapi menggunakan kekerasan fisik bukan hal yang patut dibanggakan, gunakan hanya jika idealisme ente ternoda.








%d blogger menyukai ini: