April Mop, Ayo Pakai Helm SNI

1 04 2010
Spesifikasi Helm SNI

spesifikasi helm SNI

Hari ini, 1 April 2010  lazim disebut April Mop, peraturan pemakaian helm SNI akan dijalankan. Menurut beberapa sumber di kepolisian, hari ini adalah awal dari sosialisasi pemakaian helm SNI bagi pengendara motor, sementara itu ada pula sumber lain juga dari kepolisian yang mengatakan bahwa terhitung 1 April 2010, penindakan akan diberlakukan bagi pengendara motor yang tidak memakai helm SNI.

Lalu, sebagai pengendara motor bagaimana sikap kita?

Pertama-tama kita tilik dulu dasar hukum helm SNI ini yaitu di pasal 57 ayat (1) dan 2 serta pasal 106 ayat (8), UU no.22 tahun 2009 yang berbunyi:

Pasal 57

(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.

(2) Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.

Pasal 106

(8) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.

Nah setelah menilik dasar hukum, mari kita lihat helm yang kita miliki. Tersebutlah aturan bahwa helm yang valid standar SNI adalah yang memiliki emboss (logo timbul) SNI. Bagaimana jika ternyata helm kita tidak memiliki emboss SNI? Atau hanya stiker SNI saja?

Emboss SNI

Tunggu dulu, menurut sumber berikut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi kepada wartawan mengatakan SNI wajib helm yang mengharuskan logo SNI berbentuk emboss (cetak timbul) tidak akan berlaku bagi helm berlogo SNI stiker yang dikeluarkan sebelum peraturan ini ditetapkan. “Jadi bagi para konsumen yang sudah memiliki helm berlogo stiker SNI tidak perlu ditukar. Karena dulu SNI belum bersifat wajib jadi masih berbentuk stiker,” katanya dalam acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri dengan wartawan, di Bandung, Sabtu (27/3) malam.

Lalu bagaimana jika helm kita memiliki standardisasi luar negeri seperi DOT, SNELL atau ECE? Nah ini masih menjadi dilema, beberapa salah kaprah terjadi yang mengatakan bahwa standar SNI itu lebih inferior alias dibawah standar luar negeri seperti disebut sebelumnya. Nah menurut hasil kunjungan ane ke pabrik helm di artikel ini, standar helm bukanlah untuk diperbandingkan. Mengapa?

Standar luar negeri seperti DOT, SNELL, ECE, JIC berlaku di negara masing-masing seperti Amerika dan Eropa. Jika Indonesia memaksakan diri untuk mengikuti standar tersebut, maka konsumen helm Indonesia akan dipaksa untuk membeli helm impor yang harganya tentu lebih mahal, sementara banyak pula produsen helm lokal yang kualitasnya setara dengan helm impor.

logo SNI

Standar SNI pastinya juga melindungi kedaulatan Indonesia dari sebuan produk asing. Ingat saja bahwa helm impor yang mungkin dibanggakan sebagian besar pemakainya belum tentu layak pakai karena bisa jadi helm tersebut adalah helm cacat atau kadaluarsa (FYI, masa pakai helm adalah 3 tahun) yang dibuang sayang lalu dijual di Indonesia. Nah kalau begini kan konsumen juga yang rugi.

Helm Cetok..Buat Gayung Aja Bro..!

SNI juga bagaikan pisau bermata dua yang juga melindungi konsumen dari helm lokal yang berkualitas di bawah rata-rata. Sudah pemandangan sehari-hari lah di jalanan ibukota banyak ditemui penjual helm tak berkualitas seperti itu. Kalau sampai jatuh dan kepala terluka..lagi-lagi konsumen yang rugi. Lagipula..gak sayang apa, kepala kita dihargai sama dengan helm cetok murahan seharga 10-20 ribu Rupiah?

Oke..dengan paparan di atas..seharusnya cukup dipahami bahwa standar SNI tidak seburuk yang kita bayangkan. Dan menurut ane aparat juga harus bijak menilai helm yang dipakai. Jangan sampai nanti terjadi keributan karena pemakai helm impor yang tidak ber SNI ditilang aparat. Di sini timbul lagi dilema. Pilih mana, Safety atau SNI?

Pilih Safety Atau SNI?

Ya tentu saja yang terbaik pilih semuanya. Kalau ente misalnya sebagai salah satu pemilik helm impor yang layak pakai tentunya akan bisa berdebat dengan pak Polisi bahwa helm ente layak pakai dan standar DOT/ECE dapat disetarakan dengan standar SNI. Lha wong SNI menggunakan diantaranya standar ECE, JIS dan BS sebagai referensinya.  Silakan baca artikelnya bang Edo di sini. Atau, yang terbaik ya..beli helm yang sudah SNI laah..masa beli helm impor mampu tapi beli helm SNI gak mampu..? gak mampu atau gak mau nih..?

Yang penting dari peraturan helm wajib SNI ini adalah konsistensi penegakan hukumnya. Coba liat di jalan..jangankan helm SNI, kebanyakan pengendara tidak mau dan tidak mampu untuk memakai helm. Barangkali emboss SNI sudah ada di jidat mereka ya.. 😀

Seperti aturan yang sudah-sudah, mudah-mudahan aturan kali ini sifatnya tidak hangat-hangat tahi ayam. So kita pantau bersama kinerja para penegak hukum.

Akhir kata, tetap sayangi kepala kita dengan helm yang layak pakai. Jangan beli helm impor yang mahal namun sudah kadaluarsa dan cacat, dan jangan pula beli helm lokal yang murah namun kualitasnya di bawah rata-rata.


Aksi

Information

18 responses

1 04 2010
Maskur eps. Suzuki FX125

Pertamax komennya
Mantap ulasannya
Gak bikin panas jadinya

1 04 2010
syam590

ganti helm ahhhh…….

1 04 2010
Pringgo

Wadoh…

Seperti email saya di milis koboi…
Helm saya yang belum 3 tahun tapi gak ada stiker dan emboss SNI nya gimana?
Padahal type yang sama dengan helm sama sampai saat ini masih dijual, hanya bedanya ada emboss logo SNI nya.

Secara bahan dan struktur helmnya masih sama saja kok…

Masa saya juga harus ditilang?

Jadi pengen ngerazia patwal nih, helm patwal pada ada SNI nya gak yah?

1 04 2010
Taufik

yah gitu deh . . .helm sni . .
embos SNI jadi simbol apa nih . . .garansi kualitas, garansi keselamatan ?

… atau jangan2 hanya sebagai kartu pass . . biar gak kena tilang?

1 04 2010
blognyamitra

Skrg itu yg dibutuhkan adalah tindakan terhadap para pengendara yg tdk mengenakan helm standar misalnya helm proyek ato helm cetok. Tuh liat aja di seputaran Sudirman Thamrin, banyak yg pake helm cetok dibiarin aja.

1 04 2010
asmarantaka

hhmmm….masih percaya helm lama ane…..helm SNI kualitasnya ngk ada yg tahu…mana harganya naik dari sebelum ber SNI

1 04 2010
Lilypud_suka.design

klo sni mdg yg agak mahalan klo bli biar kualitasnya rada terjamin 😯 . .

1 04 2010
Q

Gw udh Percaya n Cinta ama Helm A*V type Valentino rosi ane (matahari n bulan).. soalny helm A*V ane yg sblum ny pernah jatoh waktu ane ngebut 180km/h.. dan pala ane bener2 ga knp2.. dan helm ane jangankan pecah.. retak jg ngk.. (lecet2 doank)..

bkn promosi nih gan.. haha..

Btw, Klo helm standart SNI di berlakukan, akankah jika konsumen membeli motor baru mendapat helm standart SNI ??? Soal ny gw liat tmn2 gw beli motor2 .. cmn di kasi helm biasa aja.. Meski fullface, tapi terlihat kopong.. (ga tebel n ga ad isi ny).. soalny gw pernah tes banting salah satu helm tmn gw yg ga kepake.. dan PECAH.. pdhl banting ny jg ga kenceng2 amet.. haha..

2 04 2010
Mr_lOng'S

Mantaf om benny
ulasan helm ny merakyat mirip iwan fals yg ga condong ke kaum have ato memandang sebelah mata kaum ga pnya ky saya…

2 04 2010
bennythegreat

Terima kasih bro..

Mau orang kaya atau miskin semua punya kepala yang berhak dihargai sebaik mungkin.

3 04 2010
Yudhi Irawans

Gimana…orang-orang yg pada nggak punya duit nih, klau dia aja ngambil motor kredit plus Helm, apalagi mesti helm nya harus yang berlogo SNI berarti harus beli lagi dong…he…( kalau bisa helm yang udah ada ditukarkan ke helm yang berlogo SNI tapi yang menyediakan pemerintah ya…!!!)

3 04 2010
MR. RR

I agree use helmet exactly full face……

5 04 2010
5 04 2010
dwi h

pasal tersebut masih harus diatur oleh peraturan pemerintah sebagai aturan pelaksana……apakah PP tersebut sudah ada?
Seharusnya sasaranya bukan konsumen tetapi produsen sebagai penyedia produk……..khan yang dirugikan konsumen……..

9 04 2010
9 04 2010
Ari

Harusnya ketika kita ngurus sim di kasih helm sni biar orang seindonesia bisa kompak make sni he..he..

12 04 2010
kunderemp

Tanya dong, Bang.. pelindung dagu atau mulut itu wajib atau tidak sih?

19 04 2010
dede

sebaiknya tertibkan dulu apakah polisinya pakai helm sni nga ????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: