Pulsar 135LS, Tester Bunny dari Bajaj

5 04 2010

Bajaj Pulsar 135LS

Sabtu kemarin (4/4) sebuah dealer cukup berani menggelar acara test ride Bajaj Pulsar 135LS, lebih cepat dari launching resminya tanggal 17 April besok bertepatan dengan Ulang Tahun Ketiga Pulsarian Community. Lalu kenapa ane tidak jadi datang ke acara test ride tersebut?

Selain karena ane lagi asyik bongkar fairing Ninja 250R dan bersih-bersih kamar bareng istri, info bocoran dari sumber internal Bajaj cukup menyurutkan niat ane untuk datang kesana. Apa itu.

Jadi begini, sebut saja namanya Mr. Bajaj seorang dari “dalam dapur” BAI yang sudah dua minggu yang lalu kasih bocoran halus bahwa tanggal 1 April Pulsar 135LS ini sudah tiba di dealer dan bisa di test ride. Obrolan berlanjut ke arah mekanis diantaranya tentang teknologi DTS-i dan 4 Valve yang diadopsi oleh motor ini dan singkatan LS yang stands for “Light Sport”. Obrolan makin seru ketika kami bersama-sama membaca perbandingan Pulsar 135LS dengan Yamaha Byson alias FZ16 di blognya kang Taufik dan spesifikasi Pulsar 135LS di sini.

Di sini Mr. Bajaj menggarisbawahi fakta bahwa peak power Pulsar 135LS sebesar 13.5PS mampu dicapai di 9000 RPM, sementara Byson mampu meraih 14 PS di 7500 RPM. Artinya Pulsar merupakan motor yang cocok dipakai untuk jarak jauh dan lalu-lintas yang sedikit stop n go, dengan kata lain Pulsar 135LS cocok buat perjalanan jauh alias touring. Bagaimana memperlakukan motor sesuai karakter range RPM nya? Monggo baca di sini bro..

Lalu apalagi info penting dari Mr. Bajaj?

Gosip memang bertiup kencang di dalam BAI. Cukup menarik bahwa Bajaj Auto Limited (BAL) di India jatuh hati kepada motor ini dan segera “menyuruh” petinggi Bajaj Auto Indonesia (BAI) untuk segera memasarkan motor berkatup 4 ini di Indonesia. Kenapa?

Rupanya BAI belajar dari pengalaman penjualan XCD yang tidak memuaskan. Di sini BAL melihat bahwa Bajaj tanpa Pulsar ibarat Kawasaki tanpa Ninja. Nama dan ukuran cc mesin menjadi pertimbangan bagi BAL dan BAI, oleh karena itulah motor yang desainnya benar-benar baru ini diberi nama Pulsar meskipun sejatinya memiliki chassis XCD.

Kenapa ane sebut tester bunny alias kelinci percobaan?

Ini dia yang seru..menurut Mr. Bajaj, Pulsar 220 awalnya hendak diluncurkan tahun 2010 ini, namun pihak BAI pesimis dengan pertimbangan motor sebesar ini memiliki pasar segmented. Alih-alih menjual Pulsar 220, BAI menerima masukan BAL untuk menjual Pulsar 135LS terlebih dahulu untuk melihat respon pasar Indonesia. Jika ternyata nasibnya setali tiga kutang dengan XCD125 yang sudah kadung dedel duwel, maka BAL akan langsung memasukkan Pulsar 220 ke pasaran Indonesia.

Pilih Pulsar 220..

Atau Pulsar 135LS

Jadi, jika gosip tersebut benar, sebagai konsumen, kita diberikan pilihan nih..ibarat main saham, mau beli atau tahan?

Pilihan di tangan kita bro, jika ente tergolong pengguna harian ya monggo sikat Pulsar 135LS, tapi jika ente tergolong maniak cc besar dan desain aduhai, monggo jalankan strategi boikot massal pembelian Pulsar 135LS ke kawan-kawan ente yang hendak beli Pulsar 135LS..hehehe..








%d blogger menyukai ini: