Begini Nih..Salah Kaprah tentang Helm

13 04 2010

helmet atau hell-met?

Di beberapa milis otomotif roda dua saat ini sedang ramai dibahas seputar helm SNI. Banyak terdapat pro dan kontra yang dilontarkan pengguna sepeda motor, dari yang cuek bebek sampai taat.

Namun ada beberapa hal mendasar yang ternyata salah dimengerti, alias salah kaprah seputar helm. Cekidot..

  • Helm berfungsi untuk menghindari kejaran tilang Polisi.

Nah ini jelas salah besar, helm dipakai untuk keselamatan sendiri bro..Jadi ada polisi atau tidak pakai helm selalu. Toh pak polisi tidak akan menilang ente seandainya ente tewas gara-gara gak pakai helm, tapi akan langsung kirim ente ke kamar mayat.

  • Helm yang jatuh dapat tetap dipakai

Ini lagi.. Fungsi helm adalah menyerap benturan dan meneruskannya ke cangkang dan padding helm. Jika helm pernah jatuh, berarti helm tersebut telah “melaksanakan tugasnya” . Jadi jelas..jangan sampai helm jatuh dan jangan sampai helm yang sudah jatuh, apalagi sudah pecah tetap dipakai. Beli motor mampu masa beli helm gak mampu???

  • Helm impor lebih baik dari helm lokal

Ini juga salah, helm import dari luar negeri belum tentu lebih baik dari buatan lokal. Apa sebabnya? banyak..

Bisa jadi helm tersebut adalah helm reject dari negara asalnya yang sudah cacat, kadaluarsa pula.. daripada gak laku dijual aja laaah di Indonesia. Sekedar info, masa pakai helm adalah 3 tahun. Gengsi sih gengsi..tapi jangan kebablasan. Cek dulu tanggal pembuatan dan fisik helm import sebelum membelinya. Boleh tidak pakai helm ini di Indonesia yang sudah menerapkan SNI? Well..menurut penuturan AKBP Subono, Kasilat Lantas Polri, pemakaian helm ini tetap diperbolehkan selama helm tersebut layak pakai. Namun secepatnya pemerintah melalui Badan Standarisasi Nasional dan Departemen Perindustrian akan melakukan “sensor” dan wajib emboss SNI terhadap helm-helm import ini untuk dijual di Indonesia.

  • Half face, Open face dan Full face

Jenis helm apa aja sih? Menurut salah satu ahli helm di Indonesia yaitu pak Thomas Lim, menurut bentuknya helm itu ada tiga (3) macam yaitu:

  1. Helm Full face – adalah helm yang menutupi tempurung kepala, bagian belakang kepala dan bagian dagu (chin guard).
  2. Helm Open face – adalah helm yang menutupi bagian tempurung kepala dan bagian belakang kepala, tanpa chin guard.
  3. Helm Half face – adalah helm yang menutupi bagian tempurung kepala saja (telinga terlihat). Helm ini disebut juga helm “cetok”. Pemakaian helm cetok terlarang di Indonesia, namun di Amerika helm cetok masih diperbolehkan karena memenuhi standar DOT. Buktinya..coba sekali-sekali lihat pengendara motor disana, terutama pengendara motor Harley-Davidson.

helm full face

helm open face

helm half face (cetok)

  • Yang penting batok kepala terlindung

Pakai helm seperti ane sudah bilang di atas adalah untuk mengurangi resiko benturan di kepala. Lalu apakah benturan hanya terjadi di bagian tempurung kepala saja? Tidak..! Menurut data statistik MSF, kemungkinan terbesar benturan ada di bagian dagu. Lihat gambar di bawah. Jadi kalau ane boleh rekomendasi, Pakailah helm full face.

data statistik benturan helm

  • Pakai Helm Full Face = gerah dan berat

Kalau ini bukan salah kaprah, tapi pembenaran atas kebiasaan. Mengubah kebiasaan memang bukan hal yang mudah, terlebih jika kebiasaan itu sudah mengakar. Sama seperti menyuruh orang merokok untuk berhenti merokok. Meskipun sudah disuguhi gambar paru-paru berlubang akibat rokok juga tidak akan berhenti kebiasaan merokoknya.

Yang perlu dibentuk adalah kesadaran si pemakai helm akan resiko, alias “awareness”. Jika seorang pengendara motor sudah aware, sudah sadar akan resiko, maka ia akan serta merta melakukan tindakan untuk mengurangi dan sebisa mungkin menghilangkan resiko tersebut. Sayangnya, belum banyak pengendara motor yang sadar resiko. Resiko jatuh dan mempertaruhkan nyawa setiap hari harus dikalahkan dengan keinginan cepat sampai tujuan.

Demikian sedikit sharing ane, jika ada komentar atau tambahan, mari diskusikan di bawah ya.. 😀


Aksi

Information

11 responses

13 04 2010
pak bams

maturnuwun pencerahanipun

13 04 2010
Rovino

Weah,gara2 aturan SNI dah ilang helm 2biji..Apes

13 04 2010
dodol

Wuih,
Persentase terbesar impact saat kecelakaan ada di rahang? Jadi sebetulnya ga ada kompromi utk OPEN face! Mesti FUll Face ni.. apalagi half face..

13 04 2010
blognyamitra

Gambar terakhir cocok tuh kalo dibuat PIN trus tempel di jaket ato tas 🙂

13 04 2010
Maskur on Real Puncher

Wah boleh nih jadi referensi

13 04 2010
asmarantaka

kalo helm cakil bro??…gmna tuh??…safety ngk?? :mrgreen:

13 04 2010
d1ve2blu3

ane copas ya label “sayang kepala”-nya

13 04 2010
pemain baru

lama2 nanti wajib juga pake werpak juga ya.., biar safety
soalnya kecepatan motor di sini sudah melebihi motor2 yg banyak beredar di usa..
harley—> half face
supra fit—> full face + sni

maju indonesiaku

13 04 2010
nadi

@ pemain baru, huahahahahahahahahah…….. ngakak guling-guling…….huahahahahahahahahaha……

5 08 2010
Zaman

Salam kenal,,
buat temen-temen pecinta motor, berbagi info tentang helm silahkan mampir ya.. Thanks….:) Motorcycle Helm

9 06 2011
Jenis-Jenis Helm, Kenali Resikonya…!! « bennythegreat.wordpress.com

[…] pertama ane tegaskan dulu mengenai jenis helm agar tidak terjadi salah definisi. Jadi helm untuk motorcyclist itu ada 3 macam. Menurut salah satu ahli helm di Indonesia yaitu pak […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: