Perlu Dibangun Portal di Bandara

29 04 2010

Foto Kecelakaan (sumber: Metro TV)

Membaca dan mendengar berita di beberapa media massa yang mengisahkan kecelakaan yang melibatkan motor dengan pesawat di sebuah landasan udara di bilangan Ciputat, hingga menewaskan pilot dan anak didiknya membuat ane gusar.

Apa pasal?

  • Pengendara motor tanpa berdosa menerobos area runway dengan alas an memotong jalan.

Ini keterlaluan. Sudah sedemikian MALAS dan BODOH kah tingkah laku pengendara motor di jalanan saat ini..sampai-sampai runway berani dilanggar.

  • Pengendara motor menyalahkan pihak pengelola landasan udara karena tidak memasang pagar landasan udara.

Ini lebih konyol lagi. Sudah lupa tentang siapa yang benar dan salah. Jelas yang salah adalah si pengendara motor. Semoga ia juga bersedia melanggar jalur pemisah surge dan neraka.

  • Pilot yang merupakan instruktur penerbang dan anak didiknya tewas dalam kecelakaan tersebut.

Ini yang paling menyedihkan. Karena ulah bodoh orang lain, nyawa melayang.

Dari kejadian ini ane menarik beberapa hal.

  • ATPM rupanya sangat bahagia dengan keberhasilan jualan bebek dan itiknya yang laku keras. Kenapa bebek dan itik??? Lihat saja di jalan…ada banyak kan populasinya. Mereka berhasil membodohi dan menyetir jalan pikiran masyarakat dengan mengajarkan dogma bahwa dengan beli motor buatan mereka dapat meningkatkan gengsi. Gengsi gundulmu! Kasihan para pengendara bebek dan itik yang ridingnya sopan dan elegan jadi ikut tercemar bahkan menjadi korban karena ulah pengendara bebek dan itik yang ugal-ugalan di jalan.
  • Pemakai motor juga  banyak sekali yang telah habis-habisan dibodohi dengan sukarela. Lihatlah dengan mudah mereka teriming-imingi bunga ringan dan uang muka murah pembelian bebek dan itik. Lalu tanpa peduli SIM dan keamanan berkendara dalam jumlah besar mereka turut memenuhi jalan dengan tingkah laku riding urakannya. Apakah hanya si bebek dan itik yang disalahkan? Tunggu dulu..lihat juga ulah para pengendara motor batangan yang merasa paling wah di jalan. Pasang asesoris ini itu biar terlihat WOW.
  • Transportasi massal untuk masyarakat makin amburadul. Ada yang bangga dan enjoy naik angkutan umum? Herannya angkot-angkot reyot dan berasap itu masih saja berkeliaran mencari penumpang di jalan..lagi-lagi dengan gaya berkendara urakan mereka turut membahayakan pengguna jalan lain di jalan. Mungkin keadaan ini turut dipelihara para ATPM motor..agar dagangan bebek dan itik mereka tetap laku.

Well, sepertinya perlu dibangun portal di bandara untuk menghalangi laju pesawat ketika ada motor yang mau lewat. Biarlah almarhum Teeza sang pilot dapat membaca artikel ini dan mengabarkannya pada Sang Pencipta. Mudah-mudahan Dia dapat memperbaiki kondisi transportasi Indonesia yang carut-marut ini.


Aksi

Information

5 responses

29 04 2010
Adee

ada benarnya bro…
kadang kesal liat ulah urakan para ‘pembalap’ dijalanan … mau mati ya silakan.. tapi jangan sampai mencelakakan orang lain dong …
tapi kita juga tidak bisa nge-judge ini salah bebek atau itik, tapi memang sifat masyarakat kita yang masih berpola pikir “gimana dengan biaya sedikit, tapi pengen dapat kemampuan besar” .. (mungkin juga termasuk saya 🙂

contoh :
– belinya motor bebek / itik / batangan, pengennya kemampuan / laju kayak motoGP (mimpi)
– belinya netbook, pengennya maen games 3D, edit foto, dll
– beli barang bajakan / seken, tapi menuntut performa seperti barang baru

di tahap ini kadang susah membedakan mana yg smart buyer, smart consumer, pelit, irit, pintar dan licik..

just my opinion, great blog bro..

29 04 2010
bennythegreat

terima kasih opininya bro,

image sebuah motor terbentuk akibat attitude pengendaranya..

di Indonesia ini kan motor sudah jadi alat transportasi harian, beda sama di negara-negara maju. motor hanya jadi sarana rekreasi.

sementara ATPM ambil kesempatan, dijuallah motor2 yang “mudah” dibeli. masyarakat bersorak. dapat motor yang “low cost, high impact”.

akibatnya ya demikian ini.

urusan perut nomor satu, urusan attitude nomor sekian, sampai pesawat berani ditantang.

semoga kita dapat menggunakan motor dengan berpikir lebih maju.

29 04 2010
kilaubiru

beli motor ga punya duit dibela2in kredit
tapi urusan safety justru diirit-irit
pake helm gara2 takut disemprit
pake kaos, jaket seadanya, plus pake sandal jepit
cara ridingnya pun asal2an kayak mo buru2 cepirit

sungguh bikin hati sakit… 😈

29 04 2010
rangga

Jadi inget jaman kuliah masih pake vespa, kayanya santun soalnya takut bodi gede susah nyelip, berat n ga terlalu stabil di kecepatan tinggi..
2006 bs beli bebek…eh malah jd sruntulan gara2 easy handling..kapok trus mau belajar sopan lagi, berenti di belakang garis putih kl lampu merah malah dimaki goblok sm sesama bebek….
Akhirnya pake tigy sampe sekarang…alhamdulillah bisa jd santun lg…soalnya buat ukuran saya bodi besaar g susah selap selip.
Semua pihak baik khususnya ATPM sdh hrs lebih aware deh..kondisi dimana motor “mudah dikendarain” bikin awareness pengemudi berkurang, soal bebek di runway itu bukti kita bukan bangsa yg cerdas lagi…hehehe IMHO yaah

5 05 2010
Torry

ya.. mungkin memang perlu dipasang portal di run way supaya pswt nunggu jika motor mau lewat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: