Resiko..Buat Ente Aja Deh..!

16 05 2010

Polisi Cuek

Paling menyebalkan ketika lampu merah menyala, kemudian ada kendaraan di belakang kita yang memaksa untuk maju ke depan, melewati garis putih. Padahal niat kita baik dengan berhenti di belakang garis putih. Sementara Pak Polisi bersikap cuek terhadap para pelanggar tersebut.

Para "Pemaksa"

Belakangan ini, ketimbang ane terlibat konflik horizontal dengan sesama pengguna jalan, ane selalu mempersilakan para “pemaksa” ini untuk maju melewati ane. Lho kalau si pemaksa menyenggol gimana? Nah..ane biasa berhenti di belakang 2 atau 3 mobil sebelum garis putih. Selain lebih aman, biasanya mobil lebih sabar untuk berhenti..Yaa..kecuali si sopir berangasan juga ridingnya.

Dengan begini ane merasa lebih aman, damai dan tenteram untuk berhenti menunggu lampu hijau menyala.

Entah mengapa para “pemaksa” yang mayoritas menggunakan motor bebek itu selalu ingin berada di depan, melewati garis putih. Mungkin mereka terpengaruh iklan salah satu ATPM yang berbunyi “Semakin di depan” atau apalah itu.

Ayoo..rame-rame melanggar..!!!

Kasihan sekali melihat bagaimana mereka sangat terekspose bahaya namun mereka tidak menyadarinya. Padahal jika mereka sedikit saja teredukasi, maka mereka akan tahu betapa bahayanya berhenti melewati garis putih.

  • Resiko tertabrak kendaraan dari arah lain meningkat
  • Tidak tahu kapan lampu hijau menyala
  • Berpotensi diseruduk kendaraan lain
  • Beresiko ditabrak busway
  • Menghalangi laju kendaraan dari arah lain

Awareness..alias kewaspadaan akan bahaya adalah kuncinya. Para “pemaksa” ini sepertinya tidak butuh rasa aman di jalan. Yang mereka pedulikan hanyalah sampai di lokasi tujuan secepat-cepatnya. Mereka tidak mau tahu dengan RESIKO..Ya..RESIKO kecelakaan yang setiap saat mengintai.

Oleh karena itu setiap ane berhenti di belakang garis putih ane selalu mempersilakan para “pemaksa” ini maju melewati ane sambil mengucap di dalam hati..”Resiko, buat ente aja deh..!”








%d blogger menyukai ini: