Cara Khusus Menikmati Riding bersama Ninja 250R

30 05 2010

Baru 3 bulan sejak ane meminang si Ironhide, Ninja 250 keluaran 2010 dan ane sudah cukup memahami karakter motor serta positioning nya diantara motor lain.

Ninja 250R owners..(foto: blog oom Taufik)

Secara umum, pemilik Ninja 250 bisa dikatakan sebagai “bike enthusiast” alias biker yang menginginkan lebih dari sebuah motor, lebih tinggi dari sekedar “regular bike user” yang hanya membutuhkan alat transportasi sehari-hari yang murah meriah. Kecuali ya..anak-anak ABG yang memperoleh Ninja 250 nya dengan merengek ke orang tuanya..ini jelaazzz beda segmen. Masuk segmen hura-hura atau segmen alay aja yah..huahahaha..

Keindahan Ninja 250R (sumber otomotofoto)

Dengan kesimpulan bike enthusiast vs regular bike user di atas, ane simpulkan kembali bahwa Ninja 250 kurang layak untuk dipakai setiap hari dengan mempertimbangkan alasan berikut:

  • Dimensi body yang lebih bongsor dari tipikal motor lain di jalan
  • Berat motor yang bagi kebanyakan pengendara dinilai sangat berat.
  • Pada jalan yang rutin dilanda kemacetan, memakai Ninja 250 tidaklah nyaman
  • Ninja 250 lebih cocok dipakai untuk pleasure alias menikmati saat berkendara

Ninja 250R owners bersiap touring

Dengan demikian motor yang menyabet begitu banyak penghargaan di berbagai Negara ini layak diperlakukan dengan cara khusus yaitu:

  • Dipakai hanya pada saat weekend atau hari terakhir berkerja setiap minggunya.
  • Mulai menggunakan motor lebih awal di waktu pagi dan pulang lebih awal atau belakangan di waktu sore/malam untuk menghindari macet.
  • Menggunakan motor pada saat weekend. Ini adalah yang paling nikmat. Di saat jalanan kosong, berkendara dengan Ninja 250 sangatlah nikmat.
  • Dipakai ketika touring. Tentunya dengan lebih dahulu mempelajari rute jalan. Hindari jalan yang bergelombang dan rusak. Ini motornya biker metroseksual yang harus jauh dari kotoran 😀

Selamat menikmati kenyamanan dan kenikmatan berkendara dengan Ninja 250R!








%d blogger menyukai ini: