Berkenalan dengan TVS Motor Indonesia – (part.1)

8 06 2010

TVS Founding Fathers

Sejarah

TVS Motor Indonesia, nama TVS ini ane dengar pertama kali tahun 2006 sewaktu membuka iklan lowongan kerja di Career Development Center (CDC) ITB. Kala itu TVS membuka lowongan kerja untuk posisi Mechanical Engineer. 3 tahun kemudian ane baru ngeh bahwa TVS itu adalah produsen sepeda motor terbesar ketiga asal India. Perusahaan yang didirikan oleh TV. Sundaram Iyengar pada tahun 1911 ini memiliki banyak anak perusahaan, diantaranya TVS Motor. Usil gothak-gathuk…ternyata TVS sudah mulai berinvestasi di Indonesia sejak tahun 2006 dengan membangun fasilitas produksi senilai 50 juta US$ di daerah Karawang.

Pabrik TVS - Karawang

Rencana Pengembangan Pabrik TVS - Karawang

Strategi Investasi

Wah..dengan strategi investasi seperti ini, membangun pabrik terlebih dahulu kemudian baru berjualan motor mengingatkan ane kepada produsen motor terbesar di India yaitu Bajaj yang produknya sudah dikenal lebih dulu di Indonesia dengan varian Pulsar-nya. Menilik strategi Bajaj yang memilih untuk berjualan motor secara import bulat-bulat alias CBU hingga tahun 2008 jelas berbeda dengan TVS. Tersiar kabar bahwa Bajaj baru akan membuka pabriknya pada tahun 2011.

Pabrik TVS Motor Indonesia

Bukti Peresmian Pabrik TVS Indonesia

Dengan strategi marketing ini, ane dari sisi konsumen menilai Bajaj terkesan “icip-icip” pasar dahulu dengan memasukkan “tester bunny” nya ke pasaran Indonesia..dan ternyata motornya laku!! Ya jelas, ketika konsumen lelah dan bosan dengan motor yang itu-itu saja, Bajaj sukses mengambil kesempatan dan telah membuka dealer di beberapa pusat kota besar di Indonesia.

The Man Behind The Gun

Tercatat ada Pak Darmadi Tjuatja yang sebelumnya pernah 20 tahun lebih bergabung bersama Indomobil, ATPM Suzuki dan juga terdapat beberapa staff manajemen yang dulunya ada di Honda (AHM). Diperkuat lagi dengan adanya Pak Juwono Sudarsono di jajaran Komisaris, semakin memperkuat TVS untuk mengambil ceruk pasaran motor Indonesia dari genggaman Jepang.

Pak Darmadi Tjuatja

Jajaran Manajemen TVS Motor Indonesia

Lalu kedepannya bagaimana?

Oke..kita kembali ke TVS, dengan strategi bangun pabrik dulu, dagang kemudian, TVS sedikit kehilangan momen emas yang keburu disikat Bajaj. Oleh karena itu dara pengamatan singkat ane terlihat bahwa TVS memilih untuk memperkuat basis marketingnya di wilayah suburban, alias dari pinggiran menuju ke pusat. Namun karena pabrik sudah berdiri maka keuntungan bagi TVS adalah harga produk bisa lebih murah karena seluruh kegiatan produksi dilakukan di Indonesia dan konsumen secara jangka panjang akan melihat bahwa TVS benar-benar serius menggarap market Indonesia!


Aksi

Information

16 responses

8 06 2010
penerjemah a.k.a arif rakhman

artikelnya TVS, tapi saya pengen ngomongin untuk salut pada Bajaj. ibaratnya, Bajaj berjudi dengan ngeluarin motor sport…..yang laku berapa sih setiap bulan??? kalo sekedar icip-icip saja n ternyata hasilnya sangat menggembirakan, mudah2an setelah emang jadi diriin pabrik ndiri, bisa bikin motor batangan yang lebih variatif, apalagi setelah kolaborasi dengan KTM…

8 06 2010
asmarantaka

Om Ben…itu kok fotonya dikasih kembang??…apakah termasuk penglarisnya TVS??….xixiix :mrgreen:

8 06 2010
bennythegreat

weleh..itu mah bunga dari sononya..budaya india kali..

8 06 2010
Track

apa ada prod.nya tvs yg 250cc ke atas ?

8 06 2010
bennythegreat

Belum ada bro..belum berani mereka..

18 09 2010
st wills

bukan belum berani..tapi akan diluncurkan yang cc nya lebih tinggi,…soalnya TVS kwn jadi pemimpin pasar auto bike…tul gk…?..betul itu…!!!

9 06 2010
Maskur

Kenapa kalah gaung ama Bajaj yang baru icip-icip yah
padahal TVS udah masuk AISI segala

18 09 2010
st wills

gongnya waktu itu cuma bawa yang kecil jadi salah bawa,yang besar ketinggalan di india…..he..he

9 06 2010
aWi

Gak jamin, masuk AISI pasarnya meningkat. Tetap saja brand dan after sales bagi orang Indonesia sih. Lihat saja Kanzen, yang asli bawa nama Indonesia. Susah juga lakunya.

Harus ada yang bersifat revolusioner, lain dari yg lain, terus iklannya gencar.. wah pasti banyak yang kenal jadinya (minimal dilirik lah) hehehe….

4 07 2010
bean.tmed

Well, kalo saya sih yakin TVS motor bakalan sukses ditahun2 mendatang karena selain basis produksi sudah di Indonesia otomatis kandungan lokalnya juga bertambah banyak. Di tambah lagi dengan masuknya beberapa (mantan) petinggi dari ATPM lain seperti Pak Darmadi Tjuatja yg notabene sukses membangun pasar motor Suzuki di Indonesia. Belum lagi produk2 yg semakin variatif untuk mengisi segala segmen, mulai dari bebek sampai dengan sport (tinggal tunggu aja skutiknya).
Semoga konsumen Indonesia semakin pintar memilih produk berkualitas dan “value for money” nya tinggi.
Bravo TVS..

23 07 2010
febriandi

kta bsa lihat sendiri kan motor TVS mamang bnyak klebihan di banding motor kebanyakan di INDONESIA ini…..

saya bkan na membangga – bangakan karna saya kerja di TVS tapi kenyataan nya memang seperti itu adaya……

18 09 2010
st wills

TVS itu adalah motor orang pintar,…orang pintar pasti pilih TVS…hmmmm yes..

18 09 2010
st wills

mana ada selain TVS,,yang ada fasilitas MP3-nya? kalo yang pake Roda karet warna hitam udah banyak…tul gk tuh,…TVS sangat inovatif designnya….,IND..banget lah…,liat aja tuh filmnya dah nyampe hollywood..skarang pindah ke bollywood..he..he, pasti ente setujukan kata ane…?!

18 09 2010
st wills

udah..tunggu apa lagi, …beli TVS skarang ….yang lain udah pasti banyak kurang nya….he..he..,emang betul kan..

1 11 2010
Agung Yurnalia

6 bulan pakai TVS Rock Z mantap, mesin bagus. Cuma perlu saya sampaikan : 1. Rantai cepat kendor dan gir cepat runcing. 2. Ban mudah panas baru dipakai 20 km dan itu velg racing ikut panas juga, yg akhirnya berakibat ban dalam bocor. 3. Strategi pemasarannya tidak luwes (tidak bisa mengikuti apa yg di inginkan konsumen dan apa yg berlaku di dunia marketing). Jelasnya : motor merk baru, harga mahal, dan uang muka terlalu tinggi bagi konsumen yg ingin beli secara kredit. Sedang motor merk yg sudah tahu kehandalannya ringan DPnya. Mohon dipertimbangkan dan maju terus!

23 11 2010
Colot Bin Katob

@ Mas Agung Yurnalia >>>> BETUL….BETUL…BETUL….
Orang dagang tuh musti luwes, mau jualan apa aje kek…LUWES
Orang tadinya mau beli…cuma gara gara PENJUALNYA KURANG LUWES
jadi ……………..KABURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: