Berkenalan dengan TVS Motor Indonesia – (part.3)

10 06 2010

TVS Wolcome Bloggers

Komentar

Nah..sekarang komentar dari Blogger..

ane bersama para blogger senior

Ada hal menarik mengenai manuver TVS untuk mencari motor seperti apa yang diinginkan oleh konsumen Indonesia. Pak Benny dari divisi marketing TVS mengatakan bahwa TVS berusaha menambah kualitas hidup masyarakat dengan motor yang irit dan bertenaga yang cocok untuk penggunaan harian. Sehingga pada akhirnya masyarakat bisa berhemat dan menabung, karena pengeluaran untuk transportasi jadi lebih kecil setelah membeli motor TVS.

Pak Benny Widyatmoko - GM Marketing TVS

kalo Benny yang ini...yang punya blog.. 😀

Tapi tunggu dulu, mari kita lihat pola pikir Research & Development (R&D) TVS dengan langkah sebagai berikut:

  1. Melakukan survey motor idaman ke masyarakat
  2. Mengolah data di R&D TVS
  3. Mengeluarkan output berupa desain motor yang sesuai

Naah..mari lihat langkah perlangkah..

Melakukan survey motor idaman ke masyarakat

Pada langkah ini TVS lupa bahwa masyarakat Indonesia ini adalah hasil “jajahan Jepang” lebih sempit lagi dalam hal permotoran adalah “hasil jajahan Honda”. Apa artinya? Jelasss..25 tahun Honda bercokol di seluruh pelosok Indonesia telah sukses menanamkan di benak anak-cucu generasi Indonesia sampai zaman ini bahwa motor yang paling nyaman, aman tenteram loh jinawi bagi rakyat adalah motor bebek. Apakah TVS melupakan ini?

Mengolah data di R&D TVS

Di sini data survey diolah, tapi lihatlah data input berupa suara masyarakat. Dengan mindset masyarakat yang sangat pro motor bebek, maka data R&D akan jelas-jelas beraroma motor bebek. Lalu..dimana letak inovasi TVS terhadap motor idaman jika hanya mengikuti kemauan masyarakat yang jelas keracunan akut motor bebek?

Mengeluarkan output berupa desain motor yang sesuai

Lagi-lagi hasil output adalah hasil olahan R&D yaitu motor bebek..ini sih namanya garbage duck in – garbage duck out.

Susah Payah Riset..Hasilnya Cuma Bebek? 😦

Kesimpulan..

Dari produk yang diunggulkan TVS seperti Neo, Rockz dan Neo X3i, dengan alasan ingin lebih familiar dan dikenal di kalangan masyarakat pengguna motor, TVS cenderung main aman dan tidak terlalu bernyali untuk tampil beda dan segmented seperti Bajaj dan Minerva.

Hasil utama R&D TVS bisa dibilang hanya berupa fitur charger HP, fitur MP3 player, dan lampu bagasi. Sayang untuk TVS Neo, seolah TVS tanggung memberikan fitur dengan absennya pocket atau wadah untuk menaruh HP dan charger HP itu sendiri.

Charger pada TVS Neo...tapi gak ada wadah menaruh HP

Dari output produk TVS terlihat bahwa TVS mengikuti strategi Bajaj dengan menambah fitur-fitur yang tidak umum ditemui pada motor Jepang.

Jika Bajaj memasang fitur speedometer digital, lampu sein yang mati sendiri setelah berbelok dan double busi, maka motor bebek TVS mengikuti pola ini dengan fitur MP3 player, FM radio dan charger HP ala lighter di mobil dengan alasan mengikuti aspirasi konsumen.

Well, kalau mau total mengikuti konsumen, coba tengok ke jalan, kan banyak tuh yang naik motor bebek sambil mainan handphone atau pegang rokok. Bagaimana kalau motor bebek TVS dibuat dengan tempat handphone, cigarrette holder dan asbak di bagian stang, yaah seperti trend naik motor sambil telpon atau sambil merokok yang dilakukan kebanyakan oknum bebekers di jalanan…pasti okeh banget tuh…hihihi.

TREND RIDING SAMBIL MEROKOK..mungkin TVS mau memfasilitasi?

Trend Naik Motor Saat Ini...NDESO ABIS!

Iklan

Aksi

Information

17 responses

10 06 2010
noFUN

lambangnya “Kuda” koq bikinnya “bebek”??
:mrgreen:

10 06 2010
bennythegreat

Wahahahah…bisa aja bro Nofun..:D

Komen yg lucu n pedas buat TVS..bisa2 mereka ganti logo jd bebek tuh!

10 06 2010
bebektengil

Hahaha…duck in duck out…dasar bebek…

PERTAMAXXX GAN..!

10 06 2010
bebektengil

Yaah..gagal pertamaxxx…hix…

10 06 2010
asmarantaka

hahaha….bebek berbulu kuda dong??? :mrgreen:

10 06 2010
Van Der Syur

Lha kalo ada tempat HP trus kelupaan ditinggal di motor?

10 06 2010
bennythegreat

Perlu ada alarm reminder kalo mesin mati tapi hp masih di motor..hehe..makin ribet dong..

10 06 2010
Basho

Wah,itu bapak yg lagi nelpon, naek motor apa ya? Angkot yg di belakang mirip angkot jurusan panghegar – dipatiukur. Di bandung?

10 06 2010
bennythegreat

@basho

Motornya TVS Neo yak..yg dipake si bapak?
Xixixixi…

10 06 2010
penerjemah a.k.a arif rakhman

pedez….pedez…pedez……ya sudahlah. nanti saya segera brojolin Apache 180 RTR…. segera…. gak pake lama….. loh..loh….sapa tuh yang ngomong??? :mrgreen:

10 06 2010
hadiyanta

untung aku sudah ninggalin bebek

10 06 2010
blognyamitra

wah ane pernah ngeliat biker riding ngerokok sambil nelpon, edan !!!

11 06 2010
lexy

Aku msh setia dg bebek, walau lg serius mencari yg batangan..condong ke RTR 180, katanya mo di-release, udh pa blm ya???

13 06 2010
indihebanget

kalo yang namanya pasar, teteup lebih besar pangsa pasarnya bebek.
realistis aja, pemakai sport n skutik masih tetup sedikit.
jadi kalo lambang kuda diganti bebek, terlalu mengada-ngada.

@van den syur, itu namanya yg punya hp….bego aja, hp sendiri sih kelupaan?….waaakakakkakkk…

@basho, jelas si bapak bukan naik Neo…,kayaknya produsen jepun punya tuh, norak soalnya.

22 06 2010
Ulum

Awas kna tilang.. pak e..

24 06 2010
wewed

Charger itu bisa dipake buat GPS mungkin…

14 12 2010
titus

halah.. halah.. ketangkep juga motor tvs… telah tertangkap kamera… motor bebek ber tenaga kuda…. cikidut om..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: