Mengenal dan Meneladani Figur-figur Bikers (part-1)

7 07 2010

Kawan, tentunya tidaklah lengkap jika hobi bermotor kita hanya dinikmati sendiri saja, pastinya kita perlu seorang atau beberapa kawan yang punya hobi sama maka dijamin kita akan lebih mantap dalam mendalami hobi bermotor kita.

Salah satu cara untuk itu adalah dengan bergabung ke klub atau komunitas motor yang memiliki sesuatu yang sama dengan ente. Misalnya ente adalah pemakai dan penggemar Yamaha Scorpio, maka silakan cari dan ikuti klub atau komunitas yang sesuai dan pas buat ente. Waktu awal ane disarankan untuk bergabung dengan komunitas/klub motor pun ada hal negatif yang sempat tersirat, namun ane tepis jauh-jauh karena ane yakin saat ini komunitas/klub motor adalah perkumpulan yang jauh lebih cerdas dan intelek.

Dalam berkomunitas sudah tentu kita akan menemui banyak orang. Nah berbagai jenis kepribadian dan interaksi inilah yang menentukan “warna” atau “aura” dari sebuah klub/komunitas. Sebagai contoh, jika di suatu organisasi motor terdapat banyak orang serius, maka pasti suasananya juga serius, dan sebaliknya.

Namun ini juga tidak bisa dijadikan patokan. Beberapa komunitas yang banyak anggotanya orang serius ternyata malah isinya guyonan melulu..hehehe. Ane pun sering sekali mendengar bahwa tujuan orang bergaul di klub/komunitas adalah untuk mencari kesenangan dan melepas lelah, terlebih setelah penat bekerja seminggu lamanya.

Sebagai seorang yang berjiwa positif, pastilah ente akan memilih juga klub/komunitas yang juga berisi orang-orang yang juga positif. Kalau kata orang tua, berteman memang tidak boleh pandang bulu, namun kan tidak semua orang itu berjiwa positif. Jadi kita memang harus tahu mana hal baik dan hal buruk, kemudian jauhkan yang buruk dan dekatkan yang baik. Motivasi bergabung dengan komunitas/klub motor hendaknya didasari oleh niat untuk mengembangkan diri dan saling berbagi ilmu.

Nah tetap sebaiknya kita tetap memiliki “filter” untuk membentengi kita dari hal-hal negatif yang berpotensi merugikan diri sendiri. Ibarat kata pepatah “jika kita bergaul dengan tukang parfum, maka kita akan ikut wangi”. Demikian pula ketika kita bergaul. Jangan sampai kita terjerumus kepada hal-hal negatif hanya karena salah pergaulan.








%d blogger menyukai ini: