Balada Surti, Tejo, Broto dan Bebek Sejahtera

27 07 2010

Tejo dan Surti adalah karyawan di sebuah perusahaan vendor peralatan komunikasi terkemuka, sebut saja PT. Hubungan Arus Pendek. Tejo adalah Manager Pemasaran, sementara Surti adalah Senior Sales Agent.

Sejak direkrut 10 tahun lalu, Tejo dikenal sebagai karyawan teladan dan selalu mencapai target, sehingga PT. Hubungan Arus Pendek dapat terus berkembang. Ini pun membuat Tejo terus meningkat taraf hidupnya. Seiring meningkatnya penghasilan, kini Tejo sudah mampu membeli sebuah sepeda motor. Bajaj Pulsar 200 DTS-i berhasil ia pinang dari sebuah dealer di bilangan Pasar Baru.

Namun hal ini tidak membuat Tejo tinggi hati, ia tetap seperti Tejo yang dulu ketika ia masih berpanas-panas dan bersusah payah naik angkutan umum untuk memenuhi nafkah istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Tejo mengatakan bahwa sebenarnya ia bisa saja membeli motor itu kredit 3 tahun yang lalu, namun Tejo tidak mau.

“Kredit itu menyengsarakan saya” ujarnya kepada Surti yang tampak mulai kepincut kegagahan Tejo di atas Pulsar 200-nya sore itu di parkiran motor yang masih sepi.. rupanya Tejo sedang bersiap pulang kantor dan kebetulan bertemu Surti.

“Tapi kan mas Tejo bisa aja kredit, kan jadinya dulu gak harus capek naik turun angkot” tukas Surti sambil mengedipkan mata genitnya.

Ah gak lah Sur, aku gak mau tiap bulan bayar cicilan, mending aku nabung dulu buat motor ini, 3 bulan yang lalu waktu anak keduaku lahir, terbukti kan kalo tabunganku berguna buat nutup biaya rumah sakit..coba kalau aku gak nabung..masa mau ngutang” ucap Tejo lirih..

“kan mas Tejo punya kartu kredit..waktu itu juga mas Tejo kan pernah bayarin klien kita makan-makan di restoran tho” Surti tak mau kalah debat, sambil sedikit menyibak rambut yang menutupi dada montoknya.

“Iya..itu kan kartu kredit punya kantor, biarpun limitnya cukup buat beli Pulsar 200, masa aku pakai, nanti aku dituduh korupsi lagi” Tejo mulai kesal

Surti terus merajuk Tejo..”Mas Tejo, besok kan kita dapat undangan tender di PT. Bebek Sejahtera..kemarin aku berhasil bujuk mas Broto, bagian procurement-nya untuk pakai produk kita..yah biarpun susah payah tapi aku malah dikasih hadiah motor baru lho mas dari mas Broto”

“Hah..kok kamu bisa sih? PT. Bebek Sejahtera itu kan terkenal pilih-pilih klien, kok bisa perusahaan yang masih hijau kaya kita ini lolos tender?” ungkap Tejo terkejut.

“Ya..mas Broto itu kan mantan pacarku dulu mas..kemarin malam…mmm..kami baru aja memadu cinta di rumahnya mas Broto..lama gak ketemu, rupanya stamina mas Broto itu seperti Pulsarnya mas Tejo…Joss terus. Saya jadi “sampai puncak” 3 kali tadi malam..nih celana saya aja sekarang jadi basah gara-gara inget tadi malam..Mas Tejo mau bantu keringin celana saya yak, kita mek lof di atas Pulsar yukk..” kata Surti yang dengan bernafsu menggigit bibirnya sambil mendesah..

“Nggg..anu, mas Tejo kan sudah punya anak istri Sur..sudah lah jangan godain mas Tejo terus..nanti kebablasan gawat” ujar Tejo sambil membetulkan posisi celana dalamnya.

Tejo pun buru-buru beranjak pergi meninggalkan Surti.. Pikiran Tejo menerawang membayangkan kemolekan tubuh Surti dan seandainya saja ia tadi menerima tawaran Surti, pastilah… ***

CIIIIITTTTTTTTTTT…. bunyi rem mobil dan lampu rem di depan Tejo membuat Tejo serta merta mempraktekkan teknik pengereman 70% depan dan 30% belakang yang ia pelajari dari Safety Riding Course komunitas Pulsar yang ia ikuti, sambil melihat ke spion, untungklah tidak ada kendaraan di belakangnya. Awalnya Tejo ragu dengan motornya, tapi ia ingat bahwa Bridgestone Battlax BT45 110/70F dan 140/70R yang membalut velg Pulsar 200 nya cukup dapat diandalkan untuk sudden braking ini.

Pulsar 200 Tejo pun berhenti sempurna kira-kira 10 cm dari bemper mobil yang mengerem mendadak tersebut. Usai menyalip mobil itu ia tak henti-hentinya bersyukur karena baru saja luput dari tabrakan beruntun. Ia juga sedikit sebal karena bayangan tubuh molek Surti mengganggu konsentrasi berkendaranya.

Sampai pintu rumah Tejo pun sudah lupa dengan kejadian di jalan tadi dan juga lupa dengan Surti, Ia sibuk bercanda tawa dengan istri dan kedua anaknya. Malam harinya Tejo pun kembali dihibur oleh aksi ranjang istrinya yang tetap singset meskipun telah melahirkan anak 2x. Usai memadu kasih, Tejo pun berkata.. “Mah, doain aku besok yah, aku dapat tender di PT. Bebek Sejahtera jam 1 siang aku presentasi di sana sama Surti.. “Baik mas, aku selalu doain kamu kok, sekarang kita tidur yuk..”

Dan mereka pun tertidur dengan damai sambil berpelukan..

***

Hari baru dimulai..setelah siap di atas Pulsar 200 nya, Tejo melongok ke spionnya, tampaklah Surti yang tengah mendekat dengan sebuah motor bebek terbaru keluaran PT. Bebek Sejahtera. Ia tampak tersenyum bangga meskipun motor tersebut belum ada plat nopolnya.

“Surti…kenapa kamu gak pasang plat nopol? Sudah kamu parkir aja itu motor, kamu saya bonceng..!!” hardik Tejo ketus.

“Gak mau ah, mas Tejo sok jual mahal kemarin, aku ajak tidur bareng gak mau..lagipula aku kan mau ngetest motor bebek baru ini mas..!” sergah Surti tak mau kalah.

“Nih mas kasih tau..kamu kan baru pertama kali bawa motor bebek ini, itu namanya “maiden voyage”, perjalanan dengan motor yang belum pernah kamu kendarai, kalau kamu belum hapal sama karakter motornya, kamu bisa celaka..ini mana spion Cuma satu pula, gimana kamu mau liat kendaraan di belakang kamu?” ungkap Tejo dengan lemah lembut.

“apaan sih pake sok bahasa inggris..ini kan motor hasil kerjaku mas, jadi ya motor bebek aing ya kumaha aing dong!” Surti mulai kesal..sambil membetulkan letak helm cetoknya yang bertuliskan “Hampir Dapitson”

“Hasil kerjamu? Kamu memang kerja apa? Kerja di ranjang orang kan? Baru punya motor bebek aja lagaknya belagu..oke kamu silakan naik motor di belakangku, tapi kalau kamu sampai kenapa-kenapa aku gak mau tanggung..!!”

BRUMMM…ZZUIINGGG…kedua kendaraan itu melaju menembus kemacetan..sampai di sebuah jalan yang teramat sangat macet, keduanya pun berhenti.. Maklum kota Atrakaj yang mereka tinggali kini penuh sesak dengan kendaraan bermotor. Penduduknya tak mau lagi naik kendaraan umum karena tidak aman, tidak nyaman dan harganya tidak murah, sehingga ATPM motor laris manis berjualan. Namun sayangnya memiliki motor di kota Atrakaj sangatlah mudah, anak SMP pun kini sudah bisa naik motor hasil merengek ke orang tuanya. Orang sudah lupa dan tidak mau lagi hidup susah dan menunda kesenangan.

Banyak orang yang seperti ini:

repot jalan kaki –> naik angkutan umum
repot naik angkutan umum –> beli motor, enak bisa selip2

repot naik motor –> modifikasi, copot spion
repot tengok spion –> kecelakaan ditabrak dari belakang, masuk rumah sakit
repot bayar biaya rumah sakit –> ngutang
repot bayar hutang –> jual motor rusak
kondisi sekarang: luka-luka, motor rusak, harus bayar bunga hutang, harus bayar sisa cicilan motor

akhirnya kembali lagi jalan kaki…

SREEEEK… !!! lamunan Tejo menguap mendengar Pulsarnya hampir tertabrak bebeknya Surti. Surti pun mengomel

“Mas Tejo ini lama banget sih naik motornya!!! Buat apa punya motor 200cc DTS-i kalau gak bisa cepat!!! Itu lihat trotoar kosong melompong, jalan dong jalan…!!!” Teriak Surti yang kontan saja membuat pengendara motor lain berpaling.

“Ti, naik trotoar itu haram hukumnya buat pengguna jalan, kamu mau merampas hak pejalan kaki?” tukas Tejo halus.

“Halaaah…mana pejalan kakinya??? Mana??? Kaya orang susah aja hari gini jalan kaki..”

Dan ketika lalu lintas mulai bergerak…Tejo pun mendadak kehilangan Surti di spionnya..

“Eladhalah…kepiye iki..lha kok Surti ngilang???” gumam Tejo kebingungan.. Namun ia tidak panik, segera ia pinggirkan motor ke tempat aman, lalu ia buka Blackberry 9550 nya dan menunggu telepon dari Surti.

Belum lama ia menaruh Blackberry di genggaman, ringtone “Didi Kempot – Stasiun Balapan” pun mengalun..

“Halo mas Tejo..kamu ini lama banget tho! Tuh liat akibatnya kalau kamu gak mau cepat ambil jalan pintas naik trotoar, sekarang kamu kesasar tho…” ucap Surti sinis..

“Lho kamu dimana ini? Aku sekarang masih di Jl. Jendral Sudirboy, kamu dimana?” tanya Tejo khawatir.

“Aku sudah belok ke jalan Martadimana dari tadi, sekarang kamu buruan kesini!!!” hardik Surti seakan lupa bahwa Tejo itu atasannya.

Tejo hanya diam dan bersiap menaiki motornya sambil memasang handsfree di telinga..namun sayang ia lupa menutup teleponnya, sehingga sayup-sayup ia masih bisa mendengar suara Surti yang sedang ngedumel. Namun sayang Tejo memang bukan tipe biker hapal jalan, meskipun sudah memasang GPS di motornya ia terkadang masih mengandalkan CPS (Cangkem Positioning System) alias bertanya kepada warga setempat.

Tejo pun bertanya ke tukang kerak telor yang kebetulan mangkal di situ..

“Mang, jalan Martadimana dinata?” tanya Tejo panik..

“Heeeh…???” tukas tukang kerak telor dengan lebay

“Eh maaf maksud saya jalan Martadinata dimana?” koreksi Tejo sambil mengatur napas.

“Oh..iku lho mas dari sini puter balik terus menggok kiri” katanya sambil menunjuk ke arah kanan tapi pakai tangan kiri. Bingung khan?

“Heeh..apapula nih tukang kerak telor..kiri sama kanan aja bingung..” gumam Tejo sambil berlalu meninggalkan tukang kerak telor yang tebengong bengong.

Baru saja berjalan 100 meteran tiba-tiba Tejo mendengar Surti berteriak.. “Aaaaaaahhhh…!!!” sambil terdengar suara benturan keras.

Tejo mendengar semuanya..termasuk ketika Surti terengah-engah dan ada suara lelaki menghampirinya, terdengar ucapan dari seberang

“Mbak gak papa?”

“Ah..ah..aduh..pelan-pelan mas..”

“Oi oi.. bantuin pinggirin bebeknya mbak ini dong..”

“Aduh maas..lututku sakittt..lho..tas saya..tas saya mana…???”

Sampai di TKP, Tejo melihat jejak hitam ban di atas aspal sepanjang kurang lebih 20 meter..Rupanya karena tadi menelpon Tejo sambil naik motor, Surti lengah melihat spion dan sebuah mobil menyerempetnya hingga bebek Surti tersangkut handle pintu mobil dan terseret..

“Lho Mas Broto ngapain di sini? Kan kita mau presentasi di kantor mas Broto” Surti berujar dengan mata masih setengah sadar.

“Aduhhh…maaf Surti, aku gak tau kalau yang naik motor itu kamu, tadi aku lagi asik telponan sama bos ku sampai lupa kalau di sebelah kiriku ada kamu..” Broto pura-pura khawatir.

“Jadi mas Broto nabrak aku? Payah nih mas Broto, masih lemes ya kemarin habis mek lof sama aku? Liat tuh motorku hancur, hayo sini gantiin yang baru!!!”

Tejo hanya terdiam memangku Surti..lalu Surti berkata: “pantas kamu telat belok mas, aku ngerti kamu kan ikutan komunitas Pulsar yang terkenal tertib lalu-lintas itu..gak kaya aku yang masih sruntulan naik trotoar ini…” lalu Surti sesaat kemudian pingsan.

Tak lama kemudian ambulan datang dan mengangkut Surti..sesaat setelah di dalam ambulan Surti siuman sambil memanggil Tejo.

“Mas, aku sadar sekarang, si Broto dari PT. Bebek Sejahtera itu cuma manfaatin aku untuk memperlancar bisnis jual beli bebeknya aja..dia gak peduli sama keamanan pemakainya di jalan. Bahkan si Broto itu aja gak mau naik motor, eh pas naik mobil dia malah nyetir sambil telponan..Udah lah cukup tau aku tingkahnya orang-orang PT. Bebek Sejahtera…bikin ilfil aja..aku salut sama mas Tejo yang mau nabung dan gak gampang kemakan bujuk rayu kredit motor”

(sumber: pikatan.wordpress.com)

Blekkk..lalu Surti pingsan lagi..

Tejo pun hanya terdiam sambil kemudian memacu Pulsar 200 nya kembali ke kantor..Ya, pengalamannya baru saja bertambah dan tak sabar rasanya ia ingin membagikan pengalaman ini ke kawan-kawan di komunitas Pulsarnya.

***

terinspirasi dari:

blog dwinugros.wordpress.com

kisah bro Fazri, Pulsarian #993

***

sumber gambar:

googling

About these ads

Aksi

Information

26 tanggapan

27 07 2010
Hourex

Ngisi PRETAMAXXX duluBRO..

27 07 2010
Hourex

Numpang komen lg dong tuk yg KEDUA x ny..

27 07 2010
Maskur®

wekekekekekekekekeke
boleh boleh boleh……….tenteng kredit itu aku sangat setuju sekali…………..

27 07 2010
zaqlutv

repot jalan kaki –> naik angkutan umum
repot naik angkutan umum –> beli motor, enak bisa selip2
repot naik motor –> modifikasi, copot spion
repot tengok spion –> kecelakaan ditabrak dari belakang, masuk rumah sakit
repot bayar biaya rumah sakit –> ngutang
repot bayar hutang –> jual motor rusak
kondisi sekarang: luka-luka, motor rusak, harus bayar bunga hutang, harus bayar sisa cicilan motor
akhirnya kembali lagi jalan kaki…

bukan lingkaran setan, tapi lingkarang apes, sangat ironi..

27 07 2010
nunoe

novel…
btw, ceritanya kayak blog cerpen 17++ sebelah :P

27 07 2010
yahonsuwakanja

hahahahahahaha…
bisa wae bikin crita na…

27 07 2010
martini

paling atas kok ada rangkaian yang pake IC 78XX (pembatas/regulator)….
lha kalo jembatan penyearah trus dikopling sama 7815…dah jadi kiprok/regulator tuh………

27 07 2010
bennythegreat

oit dah..ane gak tau itu rangkaian apa..hihihi… bisa dijelaskan lebih lanjut oom..bagi2 ilmu gitu.. :mrgreen:

27 07 2010
lekdjie

masih tetep cinta bebek…

-maap,aku kok ndak bisa ketawa ya?-

27 07 2010
bennythegreat

nangis aja cak… :D

27 07 2010
Fazri

bwakakakakakkkksss….i do enjoy this dam* story and GOT the POINTs….xixixixi

*lah cerita ane nyang bagian mana yaak ?*

27 07 2010
bennythegreat

ini kan cerita ente kemarin jumat..staf ente yg cewek itu bisa cepet gara2 naik trotoar..

27 07 2010
Makanan Organik

mas brotonya mabuk apa kantuk berat itu,tidak takut motornya dicuri

27 07 2010
cotto

Nunggu kisah si Broto dan Surti selanjutnya… hehe

27 07 2010
asmarantaka

hmm…si tedjo ini ane curiga kalo ini adlah om Ben….hehhehehhe..dan alur ceritanya dibelokin dikit…di cerita Tedjo nolak…di kisahnyata Tedjo Ho’Oh2 aja…wkwkwkkwkwkk :mrgreen:

27 07 2010
bennythegreat

husss…tejo itu bukan ane..hehehe…

27 07 2010
bejo

:d

27 07 2010
bejo

tumben ngga nyangkut….
mirip tejo n surti cuma ini versi bikers

27 07 2010
bongok

bonusnya mana ???

27 07 2010
@BroArdy

Kalo gue baca nih story Intinya…

1) Jangan mau di-Paksa kredit motor, apalagi kreditnya Bebek
2) Lebih baik susah-susah nabung, daripada bela-belain kredit tapi tersiksa kerja siang malam buat bayar utang (Perbudakan Era Baru tuh…!!!)
3) Kalo dah punya uang, mendingan beli motor batangan ajah…

Bgmn bang bens??? :mrgreen:

28 07 2010
steven sahardjo

Story yang bagus….jadi ingat artikel yang lalu mengenai mengendarai motor itu adalah suatu kebanggaan…

Dan tentunya antara motor dan pengendara haruslah menjiwai serta penuh perasaan (ingat film Avatar disaat ingin mengendalikan hewan yang liar)

29 07 2010
Soheh Mumtaz

Setuju. Jgn beli Bebek !
Matic azaa …… Heh hee.

29 07 2010
dnugros

satu lagi blogger kena virusku :-D…tapi inti ceritanya wokeeee punya sip om :-D

29 07 2010
sembalap

ngomong2 no telpon surti berapa bang ben?? …. wkwkwkwk

30 07 2010
felix

sebenarnya gk salah kalo kredit motor bagi yg masih naik angkot. anggaplah sehari abis 20rb buat angkot.25 hari=500rb, 1tahun= 6jt! 6jt terbuang percuma buat angkot ajah. mendingan kredit ajah….

25 04 2012
punisher

ceritanya lengkap_ lucu, romantis, n plus “nggilani”_
itu yg jualan kerak telor di jl.benyamin sueb, kemayoran ya om????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.698 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: