Mahasiswa yang membuat Presiden SBY Marah

7 08 2010

Malam-malam gini dapat kiriman posting di mailing list alumni Teknik Sipil ITB dari kuya 2006 bernama Aris Rinaldi, ane pikir artikel semacam ini harus diabadikan dalam blog ane.

***

Mungkin artikel dari majalah Gatra ini sudah lama (Agustus 2008), akan tetapi menurut aq masih menarik untuk didiskusikan. Karena bila melihat fakta dan realitas yg ada di negara kita…
berikut artikelnya :

———— ——— ——— ——— ——— ——— ———

Tylla Subijantoro, mahasiswi S-2 ilmu hukum Universitas New Delhi, India, tiba-tiba mencuri perhatian.

Pertanyaan Tylla kepada Presiden Yudhoyono konon membuat SBY marah. “Saat berdialog dengan masyarakat Indonesia di India, ada warga yang sejak mulai bicara sampai selesai menjelek-jelekkan negeri kita dan memuji luar negeri. Saya menyesalkan, ” kata SBY di Tanah Air.

Apa yang ditanyakan Tylla kepada SBY pada pertemuan 23 November lalu itu? Berikut petikan perbincangan Tylla dengan Basfin Siregar dari Gatra:

Benarkah Anda menjelek-jelekkan bangsa sendiri?
Saya tidak terima dibilang menjelek-jelekkan bangsa! Yang saya jelek-jelekkan itu pemerintah. Saya membandingkan kebijakan Pemerintah India dengan SBY. Saya lihat Pemerintah India memberi subsidi gede banget untuk pendidikan. Adalah salah pemerintah kalau pendidikan di Indonesia makin nggak terjangkau!

Berapa uang kuliah Anda di India?
Untuk program S-2 dua tahun, saya cuma bayar US$ 600, sekitar Rp 6 juta. Itu sudah all-in, sudah admission fee dan tuition fee. Tinggal mikir biaya hidup. Dan biaya hidup di Delhi sama dengan di Jakarta. Uang US$ 600 itu pun karena saya foreigner yang bayar lebih mahal. Soalnya, duit saya itu dipakai buat subsidi warga India asli. Kalau orang India yang kuliah, setahun bayarnya cuma 700 rupee, sekitar Rp 40.000.

Bagaimana dibandingkan dengan biaya di Indonesia?

Tahun lalu, saya mendaftar program notariat. Untuk semester pertama saja habis Rp 50 juta.

Anda kaget ketika SBY marah?
Sebenarnya SBY marah bukan karena pertanyaan saya. Melainkan karena waktu SBY ngasih penjelasan, eh, saya malah bisik-bisik ke teman. Saya bilang, ”Ah, SBY mau ngomong apa, nyatanya anaknya disekolahin ke luar negeri juga. Berarti dia setuju pendidikan di luar negeri bagus.”

Reaksi SBY bagaimana?
SBY sepertinya menganggap saya anak yang kaget. Baru sekali sekolah di luar negeri, kok, sudah sombong banget. Soalnya, SBY bilang bahwa dia sudah sembilan kali sekolah di luar negeri, dan pendidikan di Indonesia nggak jelek. Tapi kenyataannya, di ranking dunia, pendidikan Indonesia kan nggak masuk?

Ketika dibentak, reaksi Anda sendiri bagaimana?
Saya senyum aja, terus diem nunduk-nunduk, manggut-manggut minta maaf. Terus saya perhatikan lagi. Tapi saya bisik ke teman itu cuma beberapa detik aja kok. Sepanjang sebelumnya saya juga memperhatikan penjelasan SBY.

Seperti apa jawaban SBY waktu menjawab pertanyaan Anda?
Ya pokoknya pemerintah sudah bekerja, bahwa pendidikan di Indonesia tidak jelek. Pendidikan di luar negeri ada yang bagus, tapi ada juga yang lebih jelek dibanding di Indonesia. Begitu. Terus waktu menjawab soal buku-buku murah, SBY bilang kalau pemerintah juga sudah menyiapkan content (materi) untuk buku-buku SD, bagaimana agar bisa kepake untuk sekian generasi. Teknis begitu. Itu kan nggak nyambung dengan apa yang saya sampaikan.

Seperti apa subsidi pendidikan di India?
Di sini, buku murah luar biasa, bahkan buku-buku impor karena pemerintah memberi subsidi kertas! Selain itu pemerintah juga bikin kerja sama dengan penerbit-penerbit gede kayak Penguin Books agar buku-buku mereka bisa dicetak di India, jadi bisa dijual lebih murah. Buku-buku kuliah saya, kalau dikonversi ke rupiah, paling mahal cuma Rp 10.000. Kalau di Indonesia, saya bisa keluar sampai Rp 2,5 juta untuk beli buku saja. Dan karena subsidi kertas itu, harga langganan koran juga murah. Saya itu langganan satu koran, satu majalah berita semacam Gatra, dan satu majalah wanita. Nah, untuk langganan tiga media itu, sebulannya saya cuma bayar 110 rupee, atau sekitar Rp 22.000. Selain itu di India, pelajar dapat fasilitas kartu abonemen yang harganya cuma 50 rupee, atau sekitar Rp 10.000, yang berlaku selama empat bulan. Dengan kartu pas itu, selama empat bulan kita bisa gratis naik bis pemerintah jurusan apa aja. Mau keliling-keliling Delhi juga boleh. Meski bisnya bobrok, tapi nyaman. Berhentinya juga cuma di halte. Kartu abonemen itu selain untuk pelajar, juga dikasih untuk pegawai negeri, tentara, orang jompo dan physically disabled (orang cacat). Itu untuk transportasi.

Tidak takut dianggap melebih-lebihkan India?
Lho, justru karena saya cinta bangsa Indonesia, saya ingin pemerintah belajar kepada India. Orang Indonesia itu pintar-pintar. Tapi, soalnya, pemerintah tidak bisa memfasilitasi pendidikan murah. Para insinyur di India mampu bersaing untuk masuk di Microsoft. Sedangkan di Indonesia hanya beberapa orang saja yang beruntung. Maka tolonglah pemerintah bikin agar pendidikan itu affordable.

Tapi, pendidikan di Indonesia kan ada juga bagusnya?
Kalau mau jujur, infrastrukturnya lebih bagus. Di kampus sudah ada lift, whiteboard, pakai OHP. Kalau di sini enggak. Naik dari lantai I ke lantai IV masih manual, masih pakai kapur tulis, terus nggak ada AC. Tapi, kalau kualitas content-nya, kita kurang.

Kalau pengajarnya bagaimana?
Kalau di India enaknya, dosen-dosen itu bisa dihubungi kapan saja. Kayak Amartya Sen, peraih nobel, kalau mahasiswanya minta diskusi private session, masih dilayanin. Nggak susah. Bahkan presidennya sendiri, Abdul Kalam, dia juga mengajar, dan masih bisa ditelepon! Saya pernah bareng mahasiswanya makan malam bareng Abdul Kalam. Saya lihat Abdul Kalam itu dikritik mahasiswanya yang orang India, ditunjuk-tunjuk gitu, dia nggak marah kok. Masih santai aja.

Setelah pertemuan dengan SBY itu, apakah Anda ditegur, misalnya oleh orang KBRI?
Ah, nggak. Orang KBRI itu asyik-asyik. Yang ribut itu justru pegawai negeri (dari Indonesia) yang tugas belajar ke India. Mereka pada marah. Dibilangnya saya itu anak itik yang baru keluar dari induknya, kaget. Padahal saya kan juga bukan baru pertama kali ke luar negeri. Sebelumnya saya kan juga sempat ikut summer course atau homestay gitu. Tapi kan nggak kompatibel kalau membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju. Makanya dibandingin dengan India.

***

Habis baca artikel ini, ane jadi ingat Bajaj Pulsar..hehehe :mrgreen:

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

Aksi

Information

45 responses

7 08 2010
Ardy

Pertamaxxx…!!!
:mrgreen:

7 08 2010
bennythegreat

Tumben nih pertamaxxx..hehehe..

8 08 2010
daris

kocak ceritanya, malu banget indonesia dengan india aja kalah :D, kapan majunya bangsa ini

8 08 2010
Pradesa Emka

wah.. bener2 bagus artikelnya.. klo mau copas original teks nya dimana yah/?? ane pengen copas buat ane pajang di blog ane.. 😀 😀

8 08 2010
bennythegreat

@ Pradesa

Ane juga copas dari milis. Silakan copas aja biar semua orang tahu sekarang saringan masuk pendidikan itu adalah UANG, bukan OTAK.

8 08 2010
Mr_Long'S

Om benny
Posting jga om di forum2 lain biar semua orng baca n melek btpa kacau ny pemerintahan kita skg…
* di rcti ada sekilas info anggota DPR msk jalur busway truz di tilang ga terima mlh menyalakan polisi ny yg tdk becus mengatur lalu lintas… Contoh buruk wakil rakyat, gmna rakyat ny, tanya knp,??

8 08 2010
bennythegreat

@Mr.Long

Ya beginilah pendidikan negara kita..bisa tolong dicopas ke kaskus..

Harusnya ilmu itu gratis…!!!

8 08 2010
asmarantaka

nah ketauan belangnya..marah dah :mrgreen:

8 08 2010
Maskur®

yaaaaaaaah
itulah kelebihan pemerintah indonesia
kurang bisa memerintah dengan baik, nyari unutuuuuuuuuuuuung teus buat merek sendiri
padahal merek digaji dari duit rakyat agar rakyatnya sejahetera

8 08 2010
adit38

Murah tenan sekolah ke india??
Wah siap2 ke india dah.

8 08 2010
Fitri

Aku copas juga ya. Biar Pak SBY melek.

8 08 2010
bennythegreat

Silakan mbak..

8 08 2010
Maskur®

ikutan copas ahhh

8 08 2010
bennythegreat

Monggo masss..ayo peduli pendidikan…!!!

8 08 2010
8 08 2010
galcao

Jay Jay Hindustan_Hindustan Zindabad_Hamara Hindustan Zindabad

9 08 2010
farel

” kayaknya Pemerintah anti Kritik ni…
wkkkk….wkk,,,, “

9 08 2010
lekdjie

ough-ada band..

9 08 2010
Kukuh Thoriq Ariefian

SBY malu kalau pemerintahannya dianggap gagal meskipun dua periode menjabat. Kita bangsa yang tidak tahan kritik, contohnya presiden kita ini. Kalau faktanya demikian kenapa mesti marah???ada kritik, ada kepedulian. Kita membutuhkan mahasiwa yang kritis bukan PENJILAT seperti pegawai negeri (dari Indonesia) yang tugas belajar.
Saya mendukung mahasiswa tadi, kalau mau maju harus ada yang mengimbangi kepongahan pemerintahan dengan kritik yang faktual.
Kita mesti bercermin, benar sekali kalau pendidikan di Indonesia sangatlah mahal tetapi content nya jauh dari harganya. India negara yang sama kondisi ekonominya dengan Indonesia tercinta, tapi pendidikan disana jauh lebih maju.
SBY jangan marah kalau kritik itu membangun !!!!!

9 08 2010
AKHMAD SUDRAJAT

Soal pendidikan mahal di negeri ini tampaknya bukan isapan jempol, jangankan untuk kuliah S2 atau S3, untuk masuk SLTA saja, biayanya minta ampun.

Nice Info

9 08 2010
vdityv

Seandainya SBY membentak mentri, dirjen, kanwil yang membuat negri ini tambah terpuruk Oooowww..

9 08 2010
dnugros

hmmm…kondisi pendidikan dinegeri ini sudah dipolitisir sbg mesin pengeruk uang oleh oknum-oknum berkepentingan 😀

9 08 2010
nunoe

mari kira samakan suara dan bernyanyi…
“ITULAH INDONESIIAAAAA……”

9 08 2010
mr. sectiocadaveris

tandanya pemimpin yang tidak mau menerima kritik dan saran untuk memajukan negerinya.
menganggap apa yang sudah diperbuatnya lah yang paling sempurna
kasian

9 08 2010
tonosaur

haaaaaaaaaaahahahahahh..
dari pilemnya aja boliwud lebih maju daripada pelem sini

9 08 2010
bennythegreat

@ tonosaur

soale di indihe sana gak ada pocong, genderuwo, jalangkung dsb…hehehe

9 08 2010
ferry

Wedeww, begitulah negri Indonesia, gua prbh ikut training di bidang IT dan ada temen yg juga ikutan dr negri India, temen gua itu blg buat ambil Sertifikat sebangsa “MCSE skrg MCITP, RHCE dll itu spt kita mau ambil kursus micoroft office saat zaman2 office lg terkenal bgt dolo, coba bandingin dng ambil MCSE/MCITP bisa sekitar 30jt lebih buat bisa ambil training+sertifkatnya.

9 08 2010
giZmo

banyak yang cumanya bisa mengkritik, tp ga mau dikritik. Lebih parah lagi , yang sukanya mengkritik, menjelekkan, tanpa bisa ngasi solusi yang komprehensif dan dengan rasional yang kuat, yang hanya bisa diperoleh dari pandangan menyeluruh alias benar2 memahami masalah yang terjadi. Analoginya, orang yg baru bisa facebook dan chatting ngaku2 udah paham internet, dan jadilah kolom2 komentar yang banyak beredar di detik.com (contoh). sy rasa indomotoblogers lebih bijak dr itu

9 08 2010
giZmo

yg ga suka di indonesia, monggo… nyari suaka..

9 08 2010
Makanan Organik

Bersikap terbuka /jujur memang sulit dari pada berbuat jujur. marilah belajar dari siapa kapan pun

9 08 2010
omiyan

uang pajakku dipakai buat orang-orang yang ga bener makenya jadinya begini….
SBY salah karena ga tegas terhadap koruptor dan ngebiarin kourptor bertebaran

10 08 2010
Kang Javas

2 jempol buat Tylla, mengakui kekurangan untuk menjadi lebih baik itu lebih oke daripada tong kosong nyaring bunyinya ! 🙂

11 08 2010
adecahyapurnama

gak cuma pendidikan yang murah, bahkan di India ada RUMAH SAKIT GRATIS buat yang gak mampu. Plus, gak ada omongan suster, “Silahkan selesaikan administrasinya dulu, Pak/Bu/Mas/Mbak”, dengan muka mesem…

dan satu yang gw lebih salut lagi, orang India yang mampu, gak mau make jasa rumah sakit ini, bukan karna gengsi, karna mereka tau, rumah sakit itu bukan diperuntukkan buat mereka…

24 08 2010
yudi

indonesia negeriyg tergadaikan oleh para koruptor dan pemerintah yg blo’on2 masa anggota dpr pake ijasah palsu wkwkwkwkw mau dibawa kemana negara ini….ada cerita baru lagi pt.preepot tuch yg sudah sedot abis emas kita gas kita berlanjut mau isap kering uranium yg baru di temukan disana….dasar para pemimpin blo’on..

9 09 2010
sayamautanya

segitu murahnya kah kuliah di india?????
s2 cuma 6 juta doank kalo dirupiahin
wow
murah sangat
bener” murah

9 10 2010
haris

murah pisan..
ya begitulah, knapa itu
orang orang bloon krja d pemerintahn…
terlalu tamak soal harta..

23 10 2010
mardiana

yang penting itu contentnya, bukan tampilannya !
dan untuk pemerintah :
bukan sekedar data tapi fakta untuk negara….

24 04 2011
Haryono

susah ya.. kadang memang kenyataan yang membuat keburukan negara sendiri tampak makin jelas.. seperti kata pepatah kuman sebrang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak keliatan.. begitu kita ke sebrang keliatan hal2 yang selama ini kita ‘terbiasa’ adalah hal buruk..

12 02 2012
djio suratno kasman

mengatakan yang sebenarnya adalah juga pendidikan, mudah-mudahan kejadsian itu membuat pemerintah mau berfikir tentang yang baik untuk pendidikan di Indonesia, mungkinkah???

29 02 2012
Kaos Putih

Knp anaknya presiden kuliah di luar negeri ya?.

28 03 2012
ediinugraha

terus bikin marah biar keliatan aslinya , GUE SETUJU PERTAMAX gan .

11 08 2012
The-black.bottle

ANCURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR SBY gak ngaca2

15 11 2013
komunitashondamegaprokebumen

semakin sering ganti buku, kan fee ke pejabat semakin banyak, semakin banyak fotocopy juga dadi tambah sugih……

15 11 2013
9 03 2015
melilea

pertamaxx!!! salam dari melilea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: