HENTIKAN KEBIJAKAN DISKRIMINASI PENGGUNA SEPEDA MOTOR & TINGKATKAN KUALITAS TRANSPORTASI PUBLIK

12 08 2010


Jakarta, 12 Agustus 2010 – Niat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Kepolisian Daerah Metro Jaya membatasi sepeda motor pada waktu dan ruas jalan tertentu, tidak menuntaskan karut marutnya kemacetan lalu lintas Jakarta.


Tingginya jumlah kendaraan pribadi dibandingkan angkutan umum salah satu pemicu keruwetan lalu lintas jalan di Jakarta. Kontribusi infrastruktur jalan yang pertumbuhannya kurang dari 1% per tahun, tidak layak sebagai alasan problema kemacetan yang menimbulkan kerugian hampir Rp 17 triliun per tahun.

Jumlah kendaraan pribadi yakni 7,5 juta sepeda motor dan 2 juta mobil pribadi dan jumlah tersebut terus bertambah setiap hari. Warga Jakarta dan sekitarnya harus rela memanfaatkan kendaraan pribadi tersebut sebagai alat transportasi utama karena dinilai efisien dan efektif meskipun harus dengan cara kredit sekalipun.

Padahal akar persoalan terletak pada kualitas layanan angkutan umum yang tidak nyaman, aman, dan mahal. Alternatif pun jatuh pada sepeda motor yang mampu memotong waktu tempuh hingga 50%.
Segmen masyarakat menengah bawah menempatkan sepeda motor menjadi andalan agar bisa tepat waktu ke tempat kerja. Ratusan ribu para pekerja tersebut di antaranya berkutat di tengah kota Jakarta sebagai urat nadi perekonomian. Karena itu, pembatasan sepeda motor di Jakarta menjadi tidak efektif bahkan kontraproduktif bagi perputaran dunia usaha, produktivitas karyawan  terancam menurun karena terlambat masuk kerja, tersendatnya pengiriman barang dan pengeluaran untuk biaya transport akan semakin bertambah.

“Kami Road Safety Association (RSA) mendesak kepada pemerintah pusat cq kementerian perhubungan meningkatkan sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan sistem transportasi massal umum yang aman, nyaman, terjangkau dan tepat waktu secara akses dan finansial” demikian seruan Ketua RSA Rio Octaviano, di Jakarta, Kamis (12/8). Pilihan moda transportasi yang harus dimaksimalkan antara lain Trans Jakarta, subway, monorel dan juga angkutan feedernya.

Kami mendesak solusi terhadap akar permasalahan yaitu perwujudan transportasi umum sebagai prioritas utama saat ini, bukan diskriminasi terhadap pengguna sepeda motor.
Guna menyampaikan aspirasi, Kami segenap pengurus dan relawan serta jaringan RSA berniat menggelar Aksi Damai dengan tema HENTIKAN KEBIJAKAN DISKRIMINASI PENGGUNA SEPEDA MOTOR & TINGKATKAN KUALITAS TRANSPORTASI PUBLIK YANG AMAN, NYAMAN, TERJANGKAU DAN TEPAT WAKTU pada akhir Agustus 2010 yang akan melibatkan massa dari anggota kelompok sepeda motor.

Untuk Informasi:

Rio Octaviano,

Ketua RSA

mobile +628121271978


Aksi

Information

5 responses

12 08 2010
Bogel pies

Numpang pertamax ah gan

12 08 2010
Bogelz

Kalo tempatku bkn alat transportasi massalnya yg rusak..tp jlnnya yang ancur sepuluh mtr 10 lobang.

12 08 2010
dnugros

kadang saya heran dengan pemerintah…kenapa ya kalo ngeluarin kebijakan kadang suka ngga lihat “snow ball effect kebelakangnya….tanya kenapa????

12 08 2010
Motor Kencang

gagal podium maneh 😦

pemerintah suka menerapkan kebijakan kontroversial 😀

12 08 2010
nunoe

kebijakan yg tidak bijak…

yah, pemilihan nanti jangan dipilih lagi lah yg ada kumisnya itu 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: