Naskah Orasi Aksi Damai RSA – 28 Agustus 2010

2 09 2010

Wahai masyarakat penghuni  kota Jakarta

Wahai pengatur kota ini

Kami yang ada saat ini bukanlah rombongan badut, bukan pula parade dari pahlawan kesiangan.Kami adalah bagian dari pengguna sepeda motor yang sehari hari melintasi  jalan jalan di Kota Jakarta ini,..yah kami semua sama dengan anda , sama dengan para tukang ojek, sama dengan para kurir, sama dengan semua warga Jakarta lainnya yang memilih menggunakan sepeda motor..

pers mewartakan aksi damai

Kami mengggunakan Sepeda motor karena  kami muak dengan  kemacetan yang semakin gila di kota ini, kami menggunakan sepeda motor karena kami  cape harus menunggu lama angkutan  umum yang ada, kami menggunakan sepeda motor karena  kami tidak ingin uang kami, yang kami cari dengan susah payah itu dicopet atau dirampok didalam bus. Kami menggunakan sepeda motor karena ongkosnya paling murah dari semurah muranhnya angkutan umum yang ada

Wahai para pemimpin kota ini, wahai para pengatur kota ini…..

Sadarkah kalian, fahamkah kalian bahwa penderitaan kami menggunakan sepeda motor juga luar biasa, kami selalu terancam kematian akibat kecelakaan dan ini fakta bahwa  3 orang  pengendara sepeda motor tewas setiap hari di Jakarta pada saat ini, kami juga harus terus menerus menghirup udara kotor dijalan raya, kami juga harus terpapar dengan panasnya matahari dan derasnya hujan ,  tapi kami menantang semua resiko itu karena  kami tidak memiliki pilhan lain,.. Karena tidak ada pilihan lain !!!

bro Syamsul berorasi

Wahai para pemimpin kota ini, para pengatur kota ini

Betapa sakit hatinya kami, ketika kalian akan melarang kami menggunakan sepeda motor kami ini untuk mencari nafkah dan kebajikan di kota ini, bukankah kami juga memenuhi semua kewajiban kami membayar pajak dan retribusi, ?? bukankah kami selalu berusaha untuk mengikuti aturan lalu lintas yang ada ??,  bukankah kami menggunakan sepeda motor karena kami tidak memiliki pilihan lain !!, bukankan karena keinginan kalian sendiri atas nama nilai nilai ekonomi, telah mempermudah kami memiliki sepeda motor ?? lalu sekarang kalian cegah kami, kalian pinggirkan kami, tanpa ada pilihan lain, tanpa ada solusi.. sungguh aneh cara kalian berfikir, sungguh sakit hati kami karena  engkau tinggalkan kami yang karena atas nama kemacetan kalian lebih berfihak kepada pengguna mobil pribadi, meyesal kami telah titipkan kepercayaan kami kepada kalian,sehingga kalian menjadi pemimpin saat ini.

konvoi

JIka kami dilarang menggunakan sepeda motor untuk mecari nafkah dikota ini, lalu kami harus menggunakan apa untuk mencapai tempat tujuan kami ??, teganya kalian memaksa kami untuk menggunakan angkutan umum yang tidak layak pakai, yang tidak jelas kapan berawal dan berakhir perjalanannya, yang selalu dipenuhi dahak dan air ludah dilantainya, yang penuh dengan pelecehan seksual, yang rawan dengan kejahatan, inikah yang kalian inginkan ??, inikah balasan kalian atas suara yang telah kami sampaikan untuk kemangan kalian sebagai pemimpn ??  inikah batas kemampuan kalian bekerja dalam mengatur lalu lintas dikota ini….?? Sungguh amat memprihatinkan setelah kita merdeka 65 tahun, kemampuan kalian hanya sebatas itu, hanya mampu berbuat setelah terdesak, panik dengan keadaan, mencari praktis dan pragmatis dalam membuat kebijakan, dan tidak mampu berfikir sebagai pemimpin yang visioner.

Wahai para pemimpin kota ini, para pengatur kota ini

Inilah tuntutan kami, Kami menolak pembatasan penggunaan sepeda motor di kota ini, sebelum kalian mampu menyiapkan transportasi public yang aman nyaman dan terjangkau.

sampai kapan Jakarta macet?

Tuntutan kami bukanlah berlebihan, karena negara ini telah memaksa kalian juga untuk melakukan hal ini pada UU Lalu Lintas yang ada, lakukan segera perbaikan transportasi public di kota ini atau kalian membiarkan kami melakukan tuntutan melalui class action.

Wahai para pemimpin kami..

Beranilah kalian dalam berfikir dan bertindak, utamakan semua kepetingan rakyat diatas segala galanya, jangan lembek dengan para pemilik modal penghasil kendaraan itu, atur dan tekan produksi kendaraan pribadi, ini negara kita, kita yang berdaulat jangan atas nama ekonomi kami juga yang sengsara.

bro Rio, ketua umum RSA

Wahai Para penguasa aturlah dengan tegas para investor dan operator angkutan umum untuk merevitaslisai armadanya, menata kembali rutenya, paksa mereka juga untuk menata gaji supirnya, jangan mau diatur mereka yang selalu memikirkan keuntungan.

Wahai para pemimpin kami kalau kalian berani, kalau kalian mau pasti bisa memenuhi harapan kami….jangan lembek, jangan takut dan jangan bodoh

Kami akan terus menyuarakan tuntutan ini, kami akan terus menuntut dan mendesak hal ini..hingga transportasi public yang kami harapkan tercapai..

Salam perjuangan dari pengguna sepeda motor Jakarta.

biker bersatu...!!!

(naskah orasi by bro Syamsul Maarif, Dewan Pembina RSA)

foto-foto Aksi Damai RSA – 28 Agustus 2010 dapat dilihat di sini:

link #1

link #2


Aksi

Information

5 responses

2 09 2010
Tweets that mention Naskah Orasi Aksi Damai RSA – 28 Agustus 2010 « bennythegreat.wordpress.com -- Topsy.com

[…] This post was mentioned on Twitter by ahmadharyanto, Benny Nugroho. Benny Nugroho said: Naskah Orasi Aksi Damai RSA – 28 Agustus 2010: http://wp.me/ppWx8-Iq […]

2 09 2010
blognyamitra

Pak Kumis harus bertanggung jawab atas gagalnya transportasi masal di Jakarta. Yang kelihatan di depan mata, benahi dulu tuh bis transjakarta. Biqin yg nyaman, cepat & murah. Tingkatkan layanannya. Kemana larinya duit jutaan kendaraan Jakarta yg tiap tahunnya bayar pajak ???

2 09 2010
Awakku

pajak… ya buat menggaji pegawai negeri lah…
kasihan dech kitaaaa

23 04 2012
hamba Allah

Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga buat bahan tugas saya, membuat orasi ternyata tidak mudah ya.
Mohon ijin copas , bolehkah?
Terimakasih

20 05 2013
andre febriansyah

bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: