Kebijakan Electronic Road Pricing (ERP), Menurut Ente?

24 09 2010

contoh implementasi ERP di negara lain

Usai menggelontorkan kebijakan kontroversial mengenai pembatasan penggunaan sepeda motor di ruas jalan tertentu, kini Pemprov DKI kembali akan mengeluarkan kebijakan ERP (Electronic Road Pricing) di Jakarta. Kemacetan yang semakin menjadi dituding sebagai pemicu kebijakan ini.

Tengok saja pertumbuhan jumlah kendaraan yang sebesar 1.117 per hari atau sekitar 9% per tahun, jelas tak sebanding dengan pertumbuhan ruas jalan yang hanya sebesar 0.01% per tahun.

Dengan mengimplementasikan kebijakan ERP, barangkali Pemprov berhipotesa bahwa kebijakan tersebut akan dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi karena untuk melewati ruas jalan tertentu, pengguna kendaraan harus membayarkan sejumlah uang yang dipotong dari electronic ticket.

Solusi yang mengedepankan teknologi dipilih alih-alih membereskan akar permasalahan kemacetan. Seperti kita ketahui, sebab utama menjamurnya kendaraan pribadi adalah karena buruknya layanan transportasi publik. Jadi ane pikir tidak tepat rasanya jika Pemprov malah mengeluarkan kebijakan yang sifatnya melarang atau membatasi apalagi ERP yang bertujuan mengekang keinginan berkendara pribadi dengan membayar sejumlah biaya pemakaian jalan.

sumber: Kompas Online

ERP yang bukan barang baru di negara tetangga, Singapura ini menuai kritik dari warga dunia maya, banyak yang pesimis dengan ERP ini, ada pula yang mencibir Indonesia ketinggalan zaman. Namun adapula yang mendukung. Adapula yang berpendapat, kebijakan pemprov selalu saja mencontek negara lain tanpa mau melihat perbedaan taraf kemapanan finansial dan intelektual masyarakat.

Menengok reaksi dari komunitas mobil, seperti yang diberitakan seorang kawan ane yang aktif di sana, kebanyakan mendukung ERP ini dengan disertai harapan akan membaiknya layanan transportasi publik. Mereka bosan bermobil ke lokasi beraktivitas. ERP dianggap tidak akan menyelesaikan masalah, biaya tol harian saja yang mencapai kurang lebih Rp 40,000 per hari banyak yang mau melakoni kok, kenapa ERP gak mampu bayar?

tarif tol naik terus, why not..mereka mampu bayar

Sedemikian muaknya masyarakat terhadap kualitas layanan transportasi publik sehingga mereka mau merogoh kocek lebih dalam untuk memperoleh kenyamanan.

Dari kebijakan yang sudah-sudah, reaksi pro dan kontra berdatangan. Kali ini ERP juga belum jelas apakah akan diterapkan kepada kendaraan roda 4 ataukah roda 2 akan ikut terkena dampak ERP. Jika roda 2 terkena dampak ERP, kebijakan ini berarti hanyalah topeng dari kebijakan pembatasan sepeda motor.

Padahal dengan pertambahan jumlah kendaraan yang sama, mobil akan lebih memenuhi volume jalan karena dimensinya lebih besar. Tapi mengapa sepeda motor yang disalahkan? Aha…mungkin karena perilaku minus yang sering terlihat membuat jalanan menjadi semrawut. Apakah ERP solusinya?

Investasi ERP pun tidaklah kecil, namun berpotensi mendatangkan pemasukan yang besar pula yang berdampak kepada BEP yang cepat. Apakah ini target utama Pemprov? To make profit?

Semoga saja bukan itu, karena masyarakat ingin mendapatkan pelayanan transportasi atas pajak yang mereka bayarkan.

Bagaimana menurut ente?


Aksi

Information

10 responses

24 09 2010
goyobod

Pertamaxx!! Transportasi massal solusinya

24 09 2010
blognyamitra

Pertamax… 🙂
Yg jelas gak mungkin jadi, udah parah lalu lintas disini, bingung nerapinnya gmn hehehe…

24 09 2010
bikersgadungan

Bener gambar di atas, kalo transportasi publiknya aja buruk, gimana kendaraan pribadi gk tambah banyak…
Lebih baik merenovasi yang ada untuk mencapai hasil maksimal daripada bikin sesuatu yang baru tapi hasilnya belom ketahuan…

24 09 2010
Baridin

org indonesia mah kreatif.plg bs di akal2in,ky kasus 3 in 1

24 09 2010
Rancho, G4930LR

Ijin reading aja..

24 09 2010
arie sesat

Stop produksi motor murah…dah, yang ada aja dirawat…kedepannya nggak usah pake karbu lagi..motor murah, akhirnya gini
kalo nggak ya dibatasin tuh pertumbuhannya, kalo nggak pake sistem di LN sana, kalo mo beli mobil baru mesti nyerahin satu mobil juga buat dihancurkan

biar pada naik angkot lagi, mestinya angkot lebih murah daripada motor.
Kejahatan di angkot juga mesti diusut yang bener ..

curhat nih:
seminggu sebelom lebaran nyokap ane jadi korban kejahatan di Mikrolet M20, padahal dah bagus doi nggak naik mobil sendirian n ikut bikin macet..

penjahatnya 3 orang, modusnya yang satu pura2 ayan..yang dua lagi mepet kanan kiri pura2 mo bantuin yang ayan di depan calon korban.. yang pura2 nolong nyuruh2… nyokap ane dah curiga, dan nepis..tapi makin dijepit,.terus nyuruhnya maksa, megang-megang dengkul pula..
masa mikrolet suruh buka jendela segala??? emangnya kapal terbang yang ketutup semua??!!
barang dah dijagain, tapi kecolongan aja..ilang deh dompet..pas lapor ke polisi, katanya dah sering kasus, katanya polisi dah siapin tim buser..
eh kemaren ade ane ngeliat di M20 pas mo dia skul naik motor, ada orang ayan dengan ciri2 kaya yang dibilangin nyokap.. wah begonya dia nggak fotoin..
artinya dah lama juga tuh gerombolan masih beraksi aja, kalo polisi masih nggak bisa nangkep juga, ane kerahkan deh gerombolan pemuda pencak silat hahah…kita selesaikan dengan cara yang sesat..masa kejahatan dengan modus yang sama di trayek yang sama nggak bisa diberantas juga???

BTW, ane naik motor bukan karena kegagalan pemerintah, tapi dah pilihan dari dulu….
mo dibilang panas kek, ujan kek, bau asep kek, bahaya kek, kaya orang kere kek, ane tetap pilih motor ampe ane nggak bisa naek motor lagi Yeaaaahhhhhh,,,,,,,

24 09 2010
martini

manteb bro……….ane suka nih cowok yang kayak ginie….
ben..MAHO detected gak???

24 09 2010
bennythegreat

Cerdas detected

*jempol*

27 09 2010
adkarta

asal di barengi dengan transaportasi masal yang dapat diandalkan, saya rasa mau dikasih tarif tinggi pun tidak akan masalah.

kemaren liat di london ternyata juga sudah ada, dan dapat mengurangi kemacetan di pusat kota.

29 12 2010
Rencana Kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) apakah untuk meningkatkan Pendapatan Daerah?

[…] : bennythegreat.wordpress.com Usai menggelontorkan kebijakan kontroversial mengenai pembatasan penggunaan sepeda motor di ruas […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: