Launching Buku “Hiruk-Pikuk Bersepeda Motor”, karya “Eyang” Edo Rusyanto

12 01 2011

buku karya eyang Edo Rusyanto

Ane datang sekitar jam 10 ke lokasi acara di Marketing Gallery Rasuna Epicentrum, sementara acara dimulai sejak jam 8.30 pagi. Namun tak menghilangkan kesempatan ane untuk bertatap muka dengan Pak Bambang Susantono yang baru hari Sabtu kemarin ane temui di acara Seminar yang diadakan oleh ALSI-Alumni Sipil ITB di atas kapal Dharma Kencana IX.

So..usai melambaikan tangan ke Pak Bambang dan eyang Edo di panggung, ane menemui wajah-wajah yang tak asing dari anggota klub/komunitas motor serta wartawan otomotif. Ane awalnya berdiri mendengarkan diskusi, namun akhirnya ada juga seat kosong di samping bro Henry “Bodats” Parasian.

(ki-ka: Hiransyah Thaib, Bambang Susantono, Paulus Firman, Edo Rusyanto)

Pembicara pada kesempatan kali ini adalah Pak Hiransyah Thaib dari Bakrieland, Pak Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan, dan Paulus Firman dari Yamaha Motor Kencana Indonesia.

Selain mereka, dari pihak-pihak dari ATPM lain juga terdeteksi seperti bu Mieke dari TVS Motor Indonesia dan Ibu Isti dari AHM.

Tanpa banyak basa-basi, ane menggaris bawahi beberapa poin diskusi saja.

Yang pertama adalah pernyataan dari Pak Bambang Susantono, Ketua Alumni Sipil ITB ini berkata bahwa kondisi hiruk-pikuk kemacetan adalah buah dari konvergensi waktu melakukan perjalanan pada waktu peak hour, alias jam puncak. Tak ada kota megapolitan yang mampu lepas dari kemacetan, bahkan Tokyo yang memiliki transportasi massal pun masih saja didera kemacetan. Mantan ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini juga mengatakan bahwa sebagus apapun transportasi massal, pasti ada saja masyarakat yang masih ingin mengendarai kendaraan pribadi.

Tanggapan ane: Nah, bagaimana dengan pemerintah sendiri yah? Apakah selama beberapa tahun terakhir ini pemerintah mampu memberikan solusi transportasi kepada masyarakat? Ane baca bukunya Pak Bambang bertajuk “1001 Wajah Transportasi Jakarta“. Disitu Pak Bambang mengangkat teknis congestion charging alias ERP sebagai salah satu solusi menghadapi konvergensi ini. Artinya jika ente ingin melaju tenang dan bebas hambatan, ente harus bayar untuk menggantikan nilai waktu dan lokasi yang ane ambil. Lalu…bea yang terkumpul dari ERP tadi digunakan untuk pelayanan masyarakat kelas bawah dengan membuat mass rapid transit dengan biaya murah.

Nah, itu kan idealnya..tapi nyatanya, karena pemerintah lamban bertindak akhirnya solusi transportasi perkotaan diambil alih oleh ATPM-ATPM roda 2 dan roda 4 yang menawarkan sepeda motor dan mobil sebagai solusi transportasi komuter dari suburban menuju pusat kota. Jika hal ini terjadi terus menerus maka gridlock alias stuck alias jammed alias macet gak gerak. kondisi gridlock ini pada awalnya terjadi di wilayah suburban macam Bodetabek dan lambat laun mengarah ke pusat kota. Coba bayangkan jalan depan rumah ente penuh kendaraan, padahal itu jalan kompleks. itulah namanya gridlock.

suasana diskusi

Nah, bicara sepeda motor, tanggapan Pak Bambang adalah bahwa sepeda motor tidak cocok untuk transportasi jarak jauh dalam hierarki transportasi. Jika digunakan sebagai feeder menuju transportasi publik memang oke, tapi tidak untuk digunakan jarak jauh apalagi harian.

Nah pak, bicara memang gampang, tapi lihat sekarang..mana yang mau disuburkan oleh pemerintah? Bisnis bebek ATPM yang mana pendapatannya besar untuk negara, atau pembenahan transportasi massal untuk rakyat? Jika tidak segera ditertibkan dan dibatasi, transportasi kota akan tetap seperti ini. Motor akan tetap hiruk pikuk di kota, berjibaku berebut jengkal demi jengkal ruas jalanan menuju pusat kota.

Sementara itu, Pak Hiransyah Thaib dan Pak Paulus Firman mengungkapkan pendapat , seperti misalnya kesesuaian pembangunan perumahan untuk masyarakat dengan moda transportasi. Pak Hiransyah mengungkapkan hal-hal yang ideal dari mulai lokasi perumahan di suburban dan bagaimana seharusnya penduduk berpindah menuju pusat kota dengan transportasi yang tertata baik.

perwakilan dari RSA dan JDDC

Pak Paulus Firman dari Yamaha, ketika dihujani pertanyaan seputar safety pun mengungkapkan pendapatnya bahwa Yamaha sedang membuat lahan pelatihan untuk mencetak instruktur safety riding yang memiliki ketrampilan berkendara yang baik.

Tanggapan ane: Lhaaa…kok masih saja bahas ketrampilan??? Kagak tau apa kalau pemotor-pemotor di Endonesia itu sudah pada trampil…liat aja tuh, jago sruntulan, jago naik trotoar, jago ngebut sampai jago berkoar ketika bikin salah di jalan..!!

Harusnya pabrikan sekelas Yamaha mau mikirin etika, rules dan attitude dalam berkendara..Gak melulu bahas skill, skill dan skill lagi. Lihat nih hasil karya kawan-kawan di Road Safety Association (RSA)..!!

ingat rules dan attitude, jangan skill melulu..

Oh iya, menjelang perginya Pak Bambang karena harus rapat dengan Wakil Menteri Perindustrian, beliau berpesan kepada Pak Paulus Firman agar Yamaha dan juga seluruh produsen motor dapat mengurangi iklan yang memberi kesan bahwa kecepatan adalah segalanya, serta membuat iklan yang lebih edukatif. Pesan ini ditanggapi Pak Paulus dengan senyum termesem-mesem dan tawa renyah para peserta diskusi.

pesan Pak Wamenhub kepada Yamaha

Tanggapan ane: Manteb nih “cubitan” dari Pak wamenhub, langsung kepada oknum ATPM…!! STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF deehh…!!!!

Event ini sebenarnya adalah ajang yang sangat baik mengingat narasumber yang diundang mewakili kondisi kebutuhan masyarakat, dari mulai perumahan, transportasi, pemerintah dan ATPM. Namun sayang waktu berdiskusi yang kurang panjang, serta moderator yang kurang mampu mengarahkan diskusi membuat diskusi kurang menggigit dan terarah. Overall, ane tetap mengucapkan selamat kepada eyang Edo atas peluncuran buku barunya.

Semoga solusi transportasi kota yang aman, nyaman, layak, terjangkau dapat cepat terlaksana. Amin..!

nb: foto-foto selengkapnya ada di sini.


Aksi

Information

15 responses

12 01 2011
#99 bro

perdana wekwek

12 01 2011
#99 bro
12 01 2011
#99 bro

NGUCAPIN SELAMAT AJA PADA MBAH EDO… SUKSES MBAH…

12 01 2011
asmarantaka

jadi juragan buku tuh Eyang Edo..xixixix..ente ngk ngikut bikin om??:mrgreen:

12 01 2011
Maskur

sepertinya diskusinya tidak menarik…jam kerja lagi…
**lihat Epicentrum dari lantai 19, kok gak kelihatan**
Ooo terhalang menara Arya Duta

12 01 2011
nadi

Iya, dari tempat saya juga ora ketok.
*Terhalang Pakubuwono Residence, Menara Jamsostek, dan Hotel Grand Melia:mrgreen:

12 01 2011
az147r

wah,selamat aja buat pak Edo.

12 01 2011
Igfar Pramarizki

foto gw dapet helm mana mas?

12 01 2011
j4na

mnurut ane…. perbaiki dulu jalan… jangan salahkan pengendara motor….
http://dewataspeedblog.wordpress.com/2011/01/12/hyosung-kemana-ya/

12 01 2011
alex

tambah sukses aj bung edo,smga dgn hadirnya buku karya beliau ini..bsa menambah wawasan kita

12 01 2011
Triyanto Banyumasan

wah ra diundang,
paling top yo cubitane kuwe, ‘wes semakin di…***

13 01 2011
theoxcool

sekarang begini, jika motor dikategorikan sebagai kendaraan bukan untuk jarak jauh dan harian, harusnya pemerintah menyediakan alat transportasi yang murah, aman, nyaman, dan yang pasti para perusahaan tempat para bikers bekerja harusnya memberikan tunjangan transportasi yang masuk akal.

kedua, jika motor yang dipermasalahkan disini, coba lihat di jalan raya di jabodetabek, jalan yang kecil itu dimasuki oleh puluhan mobil yang mana hanya memuat 1 atau 2 orang saja, sementara body mobil gedenya sekitar lebar 1,5-2m X panjang 3-4m jika di gantikan oleh motor yang berukuran 0,5-1m x maks 2m, kira2 berapa motor yang bisa menggantikan mobil, apalagi mereka yang menggunakan motor banyak yang bergoncengan alias sendiri.

maka dalam hal ini harusnya ATPM mobil yang perlu di sorot, dan masyarakat indonesia yg konsumtif perlu disorot, kedua kemudahan kredit motor dengan DP murah perlu ditindak, minimal DP harus 10-20% dari harga motor

IMHO nih mas Ben..
tolong dikoreksi kalo salah ya…

13 01 2011
bennythegreat

gak salah kok pendapat ente, memang kita ini korban kegagalan pemerintah bikin transportasi massal. dan harus menyerah pada ATPM yang mbikin mobil dan motor. balik lagi dijajah jepang deeh.

14 01 2011
ayoung

beritanya mantab gan😀

13 11 2011
hermina sujono hadi

walau tidak ada hubunannya dengan topik diatas…mau numpang agar dibaca ADIK-ADIK ALUMNI SIPIL ITB…
tgl 13 des1957 ir Djoeanda (senior kita) mengumandangkan sebagai HARI NUSANTARA dan menyatakan bw INDONESIA MENGANUT PRINSIP-PRINSIP NEGARA KEPULAUAN (ARCHIPELOGIC STATE)…shg wilayah Ind adalah WILAYAH PERAIRAN…baru dg Keppres 126/2001 13 des dikukuhkan sbg HARI NUSANTARA…

SEBAGAI NEGARA KEPULAUAN, yaitu 17.508 pulau besar & kecil, laut 5.176.800 km2 atau LEBIH DUA SETENGAH KALI DARATNYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: