Parkiran Motor di Ibukota..Motorsiawi Gak Sih..?

18 01 2011

Wangsit ngeblog ane dapatkan setelah menaruh Ironhide di sebelah Yamaha R1 hitam di parkir yang katanya khusus moge di sebuah pusat perbelanjaan terkemuka di Jakarta. Hmmm…pikiran ane langsung mengawang-awang memikirkan karut-marut dunia perparkiran di ibukota ini. Yes…tadi ane masuk melalui pintu masik mobil dan diperlakukan bak mobil. Bahkan security tampak ramah menuntun ane untuk parkir di parkiran khusus bin eksklusip itu..

 

sumber: ducatimonster.wordpress.com

Yook..kita bahas perlakuan pengelola parkir terhadap motor dulu. Bisa dihitung dengan jari berapa buah lokasi pusat keramaian yang menyediakan lahan parkir yang layak bagi motor-motor kita? Layak di sini berarti si motor diberi ruangan yang cukup bagi naik-turun pengendara dan akses masuk-keluar motor. Udah laaah…kita sama-sama tau yang namanya parkiran motor itu jauh dari yang namanya “motorsiawi” semua ditumpuk kaya bandeng. Entah itu motor bebek atau motor batangan sekalipun pasti dapat perlakuan bak ikan bandeng yang lagi dijemur..!

area parkir moge

Tapi perlakuan bergeser menjadi lebih baik ketika “motor-motor tertentu” memasuki lahan parkir. Mengapa ya?

Yook..kita coba bahas sudut pandangnya..dengan berbekal sok tahu dan sedikit empati ane mencoba menyelami dan memposisikan diri sebagai pengelola parkir dan pengguna parkir motor.

Dari sudut pandang pengelola parkir..

Yes..tempat yang kami kelola ini kami segmentasikan untuk kalangan B+ sampai A+ yang berarti mata orang-orang seperti itu perlu dihibur dengan pemandangan eksotis yang dihasilkan dari moge-moge yang berjejer. Jadi untuk melengkapi simbiosis ini, makanya kami izinkan moge memiliki lahan parkir khusus. Selain menjadi objek pencuci mata, keberadaan si moge akan mengangkat pamor sang pengelola tempat.

Dari sudut pandang pengguna parkir..

Weits..ini motor dibeli dengan susah payah broh…bukannya sombong, tapi kalau ditaruh berdempetan sama motor-motor yang pasaran, bisa gawat..!! resiko gores besar oi…belum lagi ancaman tangan jahil. So, kita perlu area parkir khusus untuk menjamin keamanan motor-motor yang ada di piramida atas ini.

Naaah…sekarang yoook kita menganalisis dari sudut pandang psikologis yang sedikit ngawur..

Kata seorang psikolog…Pengakuan alias acknowledgement itu adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Setiap manusia pasti ingin dianggap “lebih” dari sesamanya. Ini manusiawi kok asal berada dalam batas-batas kewajaran. Kalau lewat…ya itu namanya snob alias si tukang pamer..

Tapi fakta bicara..dan fakta tersebut dapat digambarkan dengan sebuah piramida populasi-kualitas. Piramida yang paling bawah jumlahnya besar dan kualitasnya level bawah, sementara piramida puncak jumlahnya sedikit namun kualitasnya kelas atas. Seperti gambar piramida populasi-kualitas motor berikut.

piramida populasi-kualitas

 

Tapi setiap manusia perlu pengakuan oom..gimana dong dengan mereka yang belum seberuntung penghuni level piramida teratas? Motor-motor kami juga butuh diakui dan di-treat dengan baik..Jangan cuma moge aja yang dapet…!

hmmm...

Naah…disinilah pengelola parkir harus paham bagaimana memperlakukan pengguna parkir dengan layak. Memang, kuantitas penghuni piramida terbawah itu banyak dan perlakuan yang motorsiawi sering sekali diabaikan. Tapi coba deh kalau saja pengelola parkir di lokasi yang umum disinggahi kelas bawah mau sedikit saja memberikan treatment parkir yang layak.. ga usah susah…cukup kasih space parkir dan tutupi tuh jok motor pakai kardus bekas biar gak panas dan kehujanan, dijamin pengguna parkir akan senang..!

Demikian pula di kelas menengah..di kelas ini so pasti pengguna parkirnya lebih membutuhkan pengakuan dong..So, di tempat-tempat nongkrong mereka, kasih dong treatment parkir yang layak..kasih space yang lega, beri kesempatan untuk yang memakai box samping dan belakang untuk membuka tutup box nya dengan nyaman.

Adalagi cara lain untuk membatasi sekaligus mengedukasi para pengguna parkir ini, simple saja..misalnya dengan memberikan layanan space parkir yang lega dan nyaman, khusus bagi rider yang memakai safety gear lengkap.. Jadi…yang safety gear riding nya lengkap silakan nikmati layanan kami..sementara yang enggak layak ya monggo dempet-dempetan. Ini masalah kesadaran dan keselamatan diri lhoo..bukan kemampuan dan daya beli..catat..!

Jadi…intinya ane cuma mau bilang, setiap kelas piramida harus ada perlakuan khusus yang layak bagi pengguna parkir. Jangan mentang-mentang motornya dicap kelas bawah lantas diperlakukan semena-mena. Tentunya juga..si pengguna parkir juga harus memantaskan diri untuk dapat memperoleh layanan parkir yang layak.

Setuju..?


Aksi

Information

20 responses

18 01 2011
Maskur

benar-benar
kecuali kalo tempat jualan miliknya hanya ingin dikunjungi oleh pemilik moge……ya sudah silahkan

18 01 2011
arantan

kalau yang di piramida bawah diperlakukan sama seperti moge ya nggak jadi special lagi dong mogenya🙂

BTW foto yang paling atas dan foto yang Piaggio MP3 itu di parkiran mana Ben?

18 01 2011
bennythegreat

itu di PIM2 oom

18 01 2011
bennythegreat

kalau yg paling atas di pluit junction

18 01 2011
18 01 2011
az147r

wahhh….coba kalau bisa ditampung motor2 entry level,apa nga banyak untung th.syg,di jakarta mungkin buat prestise tinggi skali buat mall dan space buat parkir yg terbatas juga ya

18 01 2011
NVR 110

Betul mas Benny
Sangat tidak motorsiawi
motor saya sering kebaret-baret di parkiran

18 01 2011
Triyanto Banyumasan

jadi inget parkir basemen Harco Manggadua yg nggrunyek kaya ikan teri diadonin, naikturun kaki aja susah..
Ngomong2 Ironhied pakai Pertamax yg makin gila Om http://triyantobanyumasan.wordpress.com/2011/01/18/pertamax-dari-mana-ya-baca-uud45-pasal-33/

18 01 2011
asmarantaka

hmmm…diminimalkan ngk parkir..kalo ngk mau baret bisa bayar lebih ama tukang parkirnya
*sugih opo ora..xixixiixix:mrgreen:

18 01 2011
martini

padahal banyak yang bodong…no papper…weleh2….

18 01 2011
Mercon C a.k.a Mercon Mretelli

kalo gak ada lahan biasa dehh,,, yang penting dapet duit aja tu tukang parkir, masalah lecet,,, MBOH lahhh😦

18 01 2011
willykk

ck2 motor premium => parkir premium tapi minumnya jangan premium dong😆

18 01 2011
extraordinaryperson

masalahnya kalo dikasih space besar gak akan cukup lahannya, motornya aja berjubel…

jadi daripada tanah yang mahal itu dibuat motorsiawi, mending didempet2in aja yang penting masuk banyak, pemasukan lancar, motor mahal yang jumlahnya sedikit dikasih space di lobby biar pamor mall meningkat

http://extraordinaryperson.wordpress.com/

19 01 2011
Mbah Dukun aka "Tom Cruise" Aka Mr Handsome

sebenernya sih gampang aja bro, kalo mall dengan target konsumen grade A+ seperti Sensi, GI ato PP mereka mengakomodir pengguna mobil dan motor besar, bahkan restricted diatas 400cc. karena memang mayoritas tetamunya dari kalangan itu.

Sebaliknya kalau mall yang target konsumenya dari grade B s/d A umumnya mereka lebih longgar seperti Citos, PIM, Gandaria City (umumnya motor eksotis atau 250cc masih dapat lahan parkir ekslusif)

Kalau mall dengan segmen market B- sd C dan seterusnya jangan harap bisa dapet parkiran ekslusif. Yang jelas di mall seperti ini parkiran motor justru lebih lega dibandingkan mall dari segmen B dan A.

Balik lagi, target konsumenya aja yang diliat. konsumen selallu jadi Raja. FYI di GI dan PP ada parkiran khusus Ferrari, Lambo dan Porche😉

19 01 2011
bennythegreat

Jadi ekslusifitas parkir itu memang sesuatu yg harus ada ya mbah?

Cuma wong cilik yang liat kan jadi iri..terlebih faktanya standar kualitas layanan parkir motor di kota besar masih banyak yg jauh di bawah rata2.

20 01 2011
Mbah Dukun aka "Tom Cruise" Aka Mr Handsome

nggak gitu juga ben, coba kalo situ ke mal buat konsumen segmen C atau C- parkiran motor konvensional justru lebih manusiawi dibanding mall grade B apalagi A . Soalnya pengelola gedung juga mempersiapkan konsumenya memang dari kalangan pengguna motor konvensional.

jadi ibarat mal buat wong cilik yang diperioritaskan ya kendaraan buat wong cilik, sebaliknya mal buat wong gede ya mereka akan memfasilitasi kendaraan yang digunakan wong gede.

kalo perihal iri ato ribut ya relatif. Inget temen yang bawa BMW rt1200 ke mall grade C, doi dipaksa parkir di parkiran motor yang sialnya nggak muat karena ukuran gambot RT1200 nya, trus doi ribut. Nah siapa suruh dateng ke mall grade C pake Moge, pasti ribet. Sebaliknya kalo ada pengguna motor konvensional datang ke mall Grade A ya jangan ribut kalo di merasa di anak tirikan.

Wong di sentul aja ada kok perbedaan. “Sentul kecil” buat bebek dan skutik dan “Sentul besar” buat sport dan Superbike. Kalo dibalik bakal nggak enak.

20 01 2011
bennythegreat

Aha..got the point mbah..
Jadi mereka yang merasa di anak tirikan karena melihat parkir motor khusus di lokasi grade A itu gak seharusnya merasa iri ya.

Jadi intinya saling memantaskan tunggangan dengan lokasi.

Seeep..

Sent from my Kepler®

20 01 2011
Mbah Dukun aka "Tom Cruise" Aka Mr Handsome

Tapi kita bicara mall yah! kalo bicara perkantoran parkiran motor kadang lebih manuisiawi …😀

26 01 2011
aditninjamaniac

setuju bgt mas ben..aku aja kalo parkir di salah satu mall di Bandung ini, aduh ampun deh..aku mening titip ke rumah sodara yg kebetulan deket..motor ga peduli motor apapun di dempet2 kaya lagi jemur ikan asin..bahkan n250r pun sempat spionnya ada yg patah krn di geser2 sama orang..mengenaskan…

16 10 2011
lex perak

Gw punya kesan apik sama Grand Indonesia, CBR 250R gw dapet parkiran yang sepantasnya n berkelas sesuai kelasnya.. Salut bwt Grand Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: