Suzuki GW 250..Fairing Ditukar Double Muffler dan Triple Spoke

3 03 2011

Menilik penampilan fisik Suzuki GW 250, harus diakui bahwa prospek motor ini akan bermain di “blue ocean“. Setelah dua motor 250 cc pendahulunya yaitu CBR 250 dan Ninja 250 bermain di kelas sport fairing.

 

blok mesin kekar

Dari pengamatan ane pun ada beberapa value yang disinyalir bakal menjadi nilai plus untuk bisa menyalip dan bahkan menggulingkan tahta Ninja 250 dan CBR 250.

  • Twin cylinder engine

ini fitur yang bikin penasaran sekaligus bakal bikin user CBR 250 semakin megap-megap..seperti artikel ane sebelumnya:mrgreen:

Ini yang menarik..kalau boleh hitung-hitungan, pada GW 250, fairing yang pada Ninja 250 itu seharga 1.7 juta sepasang.. “ditukar” dengan fitur double muffler dan velg triple spoke. Manteb tho..itu blok mesin yang kekar jadi kelihatan jelas.

Jika pada kelas >200 cc kita pernah sedikit kecewa karena velg triple spoke Honda Tiger ternyata 18 inch, maka pada GW 250 disinyalir akan memakai triple spoke 17 inch..hmmm..menurut ane inilah fitur yang membuat GW 250 semakin semok…!!

 

double muffler..wew..!

  • Double muffler

Baru kali ini ada motor 250 cc  yang berani memakai double muffler..yaah..setidaknya mengesampingkan Kaisar Ruby 250 ya..hihihi..Makin pede aja bawa GW 250 bro..ane sendiri membayangkan seperti apa gelegar suara knalpot stereo nya. Tapi kalau hendak modif ke kelas Leo Vince atau Yoshimawur..yaah..siap-siap aja keluar biaya double juga..:mrgreen:

 

speedometer digital ala B-King

So, jika CBR 250 berusaha “menabok” Ninja 250 dengan melakukan “jepit pricing” dan fitur unggulan seperti digital speedometer, penampilan agresif dan Antilock Brake System (ABS),  Maka GW 250 akan “menabok” kedua pendahulunya dengan fitur yang menurut ane sangat dahsyat, karena secara form factor GW 250 tidak akan bermain di kelas sport tulen.

 

abang besar GW250

Akankah GW 250 berhasil membangkitkan kegarangan Suzuki yang sekarang seolah tengah tidur..? Dan yang paling penting..harga yang pantas untuk GW 250 ini berapa ya bro..?

Only Time Will Tell..


Aksi

Information

68 responses

3 03 2011
w15nu

PERTAMAX…!!

Like This Gan…..udh siapin tabungan neh buat beli nih motor spy jd tunggangan ke-2….lmyn, gogoners s2w Jkt pan ntar punya gacoan baru….wkwkwkwk…..

eh, tp ada pajak progresif yak….?? hihihihihi….jd mikir juga…..wuahahahaha….

3 03 2011
hmdr2

2..

3 03 2011
Maskur

menunggu saja lah

3 03 2011
asmarantaka

ah Suzuki2..jgn2 budeg2 gitu dong:mrgreen:

3 03 2011
yudibatang

Absen saja…kurang suka mongtor naked… ntar dikira bang tigor lagi..xixixii:mrgreen:
http://yudibatang.wordpress.com/2011/03/03/video-top-speed-honda-cbr250r-standar-164kpj-tambah-vitamin-171kpj/

3 03 2011
bAdcOp

mantab..
keker, semok, semlohai, demplon…

cowok banget tapi seksi…

*untung motor, kalo orang, ogah daaaaaahhhhhh..

3 03 2011
altops

Sayang Indomobil berkata ” masih akan bertarung dengan Thinder 125 sampai akhir 2011 “. … Payaaah Indomobil Suzuki …..

3 03 2011
jaos

kalo serius ni gw250 eksis nengkene….tambah patut dikasihani tu si vfr, dikunyah2 sama sprot turing sejati ini….

masa vfr sekelas tigr ngelawan yg dua silinder…lupakan itu spido digital, injeksi, c-abs……jmlh silinder tetap lebh eksotis.

bahkan vfr pun masih belum bisa ngalahin aura mtr tua 1970-1980 tapi non satu silinder….ha haha

3 03 2011
Niko P.

Anu… saya nggak ahli motor sport. Jadi mohon dijelaskan definisi anda tentang “sprot turing sejati” dan bagaimana vfr (saya yakin yang anda maksud adalah cbr250) bisa dikunyah-kunyah…

Dari berbagai sumber yang beredar di internet, kisaran spek power dan torsi dari GW 250 tidak lebih tinggi dari spek CBR, bahkan GW250 memiliki bobot yg lebih berat dari CBR, sehingga saya tidak melihat kemungkinan performa GW250 akan jauh diatas CBR.

Oleh karena itu, atas kekurang pahaman saya ini, mohon dijelaskan dengan detil.

3 03 2011
Niko P.

Sekedar informasi, ini spek umum dari kedua motor yang anda sebutkan diatas:

CBR
Max power : 26hp/8500 rpm
Max torque : 23Nm/7000 rpm
Weight : 161 kg (STD)

GW250:
Max power : 26hp/8500 rpm
Max torque : 24Nm/8500 rpm
Weight : 180 kg

Saya tunggu penjelasannya, ya!

3 03 2011
bennythegreat

bro Niko,

dari spek yang ente sebutkan, power to weight (PWR) ratio jelas lebih besar CBR250 ini karena beratnya yang berbeda. namun torsi trcapai di RPM lebih tinggi pada GW 250

jadi pada kenyataannya, motor dengan PWR yang lebih kecil akan butuh waktu akselerasi lebih lama..

GW 250 ditilik dari ergonomi, dan didukung data PWR ini lebih ditujukan untuk cruiser, bukan sport purpose..

yah, meskipun riding post CBR dan ninja juga enggak sport banget..

GW 250 akan sangat cocok untuk mereka yang doyan touring dan riding jarak jauh..track pantura mungkin..🙂

3 03 2011
Niko P.

Bro Benny, penjelasan anda sangat masuk akal.

Namun itu belum menjelaskan bagaimana GW250, dengan kedua silindernya bisa mengunyah2 CBR sebagaimana dipost oleh bro Jaos, ato dalam posting Bro Benny sendiri (topik lain) dimana Bro Benny menggambarkan bahwa seorang penunggang CBR harus “bersusah payah sampai harus sruntulan mengejar penunggang N250 dan GW 250 yang duluan melesat dengan elegan dan tidak sruntulan”. Pernyataan ini saya terjemahkan bahwa performa CBR sedemikian inferiornya dibanding N250 dan GW250 – walopun dari spek yg beredar di internet, spek CBR dan GW250 (diluar dari jumlah silindernya), saya anggap seimbang.

Selain itu, di posting balasan diatas, Bro Benny menyatakan bahwa “jadi pada kenyataannya, motor dengan PWR yang lebih kecil akan butuh waktu akselerasi lebih lama..”. Sepengetahuan saya yang terbatas, bukankah akselerasi berkaitan dengan parameter torsi, sedangkan parameter power akan berkaitan dengan top speed?

Jika Bro Benny menyatakan hal tsb, bolehkah jika saya menyimpulkan bahwa CBR yg bobotnya lebih rendah dari GW250 akan unggul dalam performa, dimana parameter lain seperti power dan torsi dianggap sama dan diabaikan?

3 03 2011
bennythegreat

di atas kertas bisa disimpulkan begitu bro..tentang cerita CBR yang ngos-ngosan ngejar GW dan Ninja itu khan hanya khayalan saja..:mrgreen:

tapi fakta di atas kertas belum tentu benar..kalau bro Niko berkenan silaken coba bandingkan Honda Tiger Revo dan Pulsar 200..

Honda Tiger:

– Daya Maksimum 17,4 PS / 8.500 RPM – Torsi Maksimum 1,62 kgf.m / 6.500 RPM

Pulsar 200

– Daya Maksimum 18 PS / 8.500 RPM – Torsi Maksimum 1,71 kgf.m / 6.500 RPM

meskipun sama-sama 200 cc namun Pulsar 200 di atas kertas dan ane uji keduanya..torsi-power lebih responsif Pulsar 200

yes, korelasi torsi-akselerasi dan power-top speed itu benul, tapi jangan lupakan berat..

biar jelas tetep harus test ride bro..baru terbukti diskusi dan hipotesis kita.

3 03 2011
jaos

@mr niko p.
soal perbandingan performa, saya gak bisa komen krn tu gw250 belum eksis…

maksud saya, dikunyah2 itu, masalah kecenderungan org INA ke arah mtr2 naked bike yaitu sprot turing ketimbang sprot turing tp pake fairing…ya itu selain ergonominya la. Itu buktinya di trit vfr yg di naked kan, banyak yg bilang ajib, pdhl itu sdh biasa….

Nah belum lagi soal jumlah silinder…buat yg sdh merasakan non satu silinder mesti tau soal taste nya…dibanding satu silinder tapi maksa kencang…Jadi mgnkn saja kalah performa sedikit tapi gak signifikan, tapi kalo kalah jumlah silinder 2 vs 1, wah itu signifikan kali…gak tergantikan.

lalu soal harga, sdh tradisi hnd kalo hrg lbh mahal drpd yg lain, suzy? ya tau la…jd harga bisa jd faktor penentu bila faktor lain gak signifikan.

dan akhirnya, dgn tetap adanya ninka, maka secara tak langsung tekanan dari suzy gw makin terasa…krn semua celah tertutup dan vfr gak bisa tetap main di area abu-abu lagi…tau kan abu2 itu area kompromi? kompromi itu bahaya lo…

yah…itu prediksi buat mtr yg belum eksis…

3 03 2011
Niko P.

Bro Jaos, penjelasan anda sangat detail. Awalnya komen: “tambah patut dikasihani tu si vfr, dikunyah2 sama sprot turing sejati ini…” saya anggap interpretasikan bahwa CBR tidak dianggap sebagai sport turing sejati karena motor tsb hanya dibekali dengan 1 silinder, bukan karena CBR dilengkapi dengan fairing spt penjelasan bro Jaos.

Saya setuju dengan “tapi kalo kalah jumlah silinder 2 vs 1, wah itu signifikan kali…gak tergantikan” dalam kasus N250 vs CBR. Namun dalam kasus GW250, spek yg beredar menyatakan bahwa peak powernya adalah 26HP pada 8500 rpm, sama plek (sama teman kasih diskon deh :D) dengan CBR. Apakah dengan peak power yang dicapai pada RPM yg sama, 2 silinder masih akan tetap memberikan performa lebih? Ini yg saya belum paham.

Mengenai kehadiran kompetitor, hal ini nggak hanya berlaku untuk bagi kehadiran GW250 terhadap CBR, karena rupanya kehadiran CBR juga berefek pada penjualan N250. Apakah pasar akan berubah dan kembali mendukung N250 lagi setelah CBR bukan dianggap sbg barang baru lagi, only time will tell. IMHO, intinya, dengan adanya kompetitor untuk suatu kelas yg sangat segmented, pasar yg udah ada untuk pemain existing pasti akan compromised dan kalo mereka tidak ingin kue mereka diambil, mereka harus membuat perubahan kalo ingin tetap mempertahankan porsi mereka. Hal ini tentu baik bagi konsumen, karena konsumen punya pilihan untuk masing2 kebutuhannya – dan ATPM harus tetap menjaga produk mereka kalo nggak ingin konsumennya pindah ke toko seberang jalan😀

Good discussion!

3 03 2011
Amamoto

klo yang ini baru saya bener2 ngilerrrr

3 03 2011
3 03 2011
kodokijo

SIS… ayo, segera brojolin atau selamanya fans bakal ngecap Suzuki sebagai pabrikan kelas teri yg bernyali bak ikan cere di got! Pikirkan itu! This is the time to make a move…😀

3 03 2011
Vickytrack

ayo Suzuki !tolonglah fans2mu ini .
Suzuki selalu di hati selalu dinanti (lebay mode:on)

3 03 2011
Don Chinoy

EDUUUUUUUUUUUUUUAN tenan Suzuki ini…. MANGTAB!!!! mari bersama-sama kita buktikan kedahsyatan power dan torsinya….. BANZAI!!!! BANZAI!!!!…

1. Kawasaki Ninja 150 RR : TOP
2. Suzuki GW 250 : TOP Juga…

nanti kalo bikin klub namanya : SUZUKI 250 GUE.. atao SUZUKI 250GW COY!!

6 03 2011
Vickytrack

gw masuk juga ya om ..

3 03 2011
Niko P.

Ah. Salut dengan Bro Benny yang bisa diajak berdiskusi dengan ilmiah dan “civilized” tanpa harus bertindak seperti fanboy. Kita tunggu head to headnya CBR dan GW250, bro Benny!

3 03 2011
bennythegreat

disinyalir fanboy itu ada beberapa macam..ada “komentator bayaran”, ada pula rider yang terlalu bangga sama motornya..

hehehe..

*sumber data: dari sesama otoblogger*

3 03 2011
Niko P.

Hahaha… kita tidak bisa menyalahkan “enthusiasts” bro Benny. Tidak ada orang yang mau ditunjukkan ato mengakui bahwa kendaraan pilihannya adalah kendaraan yang jelek atau bermutu rendah, seperti juga saya yakin kalo ada orang yg bilang ke bro Benny bahwa “Iron Maiden adalah band kacangan”, saya yakin bro Benny akan menggebuk orang itu dg gitar listrik ato melemparnya dengan bass drum😀

3 03 2011
bennythegreat

:mrgreen:

3 03 2011
bjubah hitam

diskusi yg mantap antara Niko dan Benny ini yg kita tunggu dari sebuah BLOG ….bukan FANSBOY ..

3 03 2011
bennythegreat

hehehe..pada benci banget sama fanboys..apakah karena bikin kobong? padahal blog itu juga memuat unsur subjektivitas juga lhoo..:mrgreen:

yaah..semua kembali pada kebijaksanaan pembaca saja deeeh.. sudah banyak yang pinter-pinter urusan montor kok..

3 03 2011
jaos

bagaimana dgn konsumen biasa?
namanya org biasa kan komen jg masih kelas biasa, mana bisa dimarahin dong….?
ya kaan?

3 03 2011
Niko P.

Nah ini yang saya tunggu2… bro Jaos, orang “biasa” mungkin akan berkomentar tanpa mengedukasi diri dengan informasi yang komplit yang seimbang. Sebagai contoh yg umum terjadi akhir2 ini, saya akan memakai komentar “2 silinder pasti mengungguli 1 silinder – dalam hal apa pun”.

Namun dari komen2 bro Jaos di blog2 lain, saya menilai bahwa bro Jaos bukanlah orang “biasa” dan “awam”, karena dapat menilai kriteria kendaraan yang cocok bagi dirinya. Dari komentar2 bro Jaos, saya asumsikan bahwa bro Jaos adalah speed lover pemakai motor jenis sport berfairing yg membeli N250 bukan karena prestisenya, melainkan karena peak power kendaraan ini serta “sensasi” 2 silindernya – yg tidak bisa didapat dari motor 1 silinder. Dari kriteria ini, N250 adalah motor yg sempurna bagi bro Jaos.

Namun, bagaimana dengan orang “biasa” lain seperti saya, yg menganggap bahwa fitur2 injeksi dan ABS (yg kebetulan ada pada CBR) adalah fitur yg berguna bagi saya? Seperti 99.9% pengendara motor lain di dunia, dengan berat hati saya harus mengakui bahwa skill riding saya tidak sehebat V. Rossi ato J. Lorenzo ato C. Stoner ato D. Pedrosa sehingga fitur keamanan spt ABS menjadi sangat penting bagi saya. Mungkin ada juga yg tidak mau motor berfairing tapi suka 2 silinder. Fitur2 ini terdapat pada GW250. Bukankah ini akan menjadi awal suatu keputusan bagi konsumen untuk mengambil merek tertentu dibanding dengan kompetitornya?

Oleh karena itu, akan lebih baik jika kita membandingkan motor yg beredar di Indo secara seimbang dengan melihat keunggulan dan kekurangannya dikaikan dengan penggunaannya secara objektif, tanpa harus menyatakan bahwa brand ABC lebih payahsucknggakbisangacir dibanding brand XYZ karena silindernya cuman 1? Saya rasa ini akan memberikan lebih banya informasi yang berguna kepada orang “biasa” dan bisa memancing komen2 dan diskusi yang lebih bermutu.

3 03 2011
jaos

hai mr niko
….i appreciate your comment la…but meh…never said the vfr itu buluk…ok? yes…you can track to prove it..

1. tapi memang saya suka (kalo lagi mood) komen2 hype para fanboi utk diladenin mengenai vfr ini…saya bikin komen “penyeimbang”nya bahkan sampe mereka merasa saya menjelekkan vfr, padahal tidak…dan hanya bermaksud utk kita2 jadi realistis saja soal vfr…tanpa dilebih-lebihkan bhw cocok buat ini itu tanpa benar2 dipikirin. Yah, fanboi yg komen soal vfr juga spt domba, ngikut aja apa yg komen org lain…tanpa pikir2 lagi.

2. anda bisa komen soal vfr secara mngira2 dgn mungkin hampir tepat bila anda sdh make ninka, itu opini saya ya. Knp? Sebab apa bedanya ninka dgn vfr (kecuali performa dan design) yg signifikan? Hampir gak ada yg signifikan.

3.Asumsi saya lanjutnya, bila seseorang gak pernah naik ninka (utk mudahnya) maka komennya soal vfr cenderung hype atau jg ignore sesuatu yg gak signifikan sebenarnya.

4. dan kalo memang mau beli vfr, itu mungkin krn ignore sesuatu atau memang lagi penasaran saja.

5. bgmanapun, asumsi saya bisa salah…cuma jgn banyak2 la disalahkan, dikit saja…ok? yes.

3 03 2011
bennythegreat

oom Jaos..kok pakai istilah VFR? hehehe..

3 03 2011
jaos

hai mr benny..
knp saya selalu sebut ni vfr? krn saya (ehmmm…ehmm) gak rela ni mtr disebut cbr….entah dimana aura sprot cbr nya? saya bingung…dan sekaligus iba mendalam.

3 03 2011
bennythegreat

dinamai VFR bukankah karena config engine nya V4 yah? jadi secara engine kurang pantas gitu kalau CBR ini masuk keluarga VFR kalau dari segi desain ya..memang mirip..

tapi kalau mau penamaan yang sesuai ya harusnya masuk keluarga CBR..

kecuali sinyalemen honda yang ingin meletakkan VFR sebagai basis design body untuk CBR 250 dan 150

3 03 2011
jaos

kalo isi mesin memang tampaknya ngambil ukuran satu buah silinder cbr1000rr…jadi ada bau2 cbr nya..

design dan ergonomi (tampaknya) ngambil dari vfr….dan memang jg gak ada vfr kelas kecil baru cbr yg ada…

Kalo melihat kebiasaan, opini saya, biasanya soal mesin gak mempengaruhi nama mtr nya. Tapi soal design dan ergonomi, itu yg biasanya mempengaruhi nama mtr itu apa jadinya.

Nah jd asumsi saya, memang hnd mencoba peruntungan sj dgn permainan campur sari nya yg menggenaskan itu, penggabungan nama sprot bike (cbr) dgn design dan ergonomi sprot turing (vfr)……dan siapa tau berhasil makan MS ninka yg sdh melenggang sgt lama.

Oh ya, jg jgn heran hasilnya ni vfr jadi masuk kelas sprot turing…bhkn hnd pun memperkuat hal itu di site in’tl mereka, kecuali fanboi yg bilang ini cocok di kota tiap hari… stop and go dst…ha haha…

3 03 2011
bennythegreat

hehehe…masuk akal jawabannya. sekedar share opini pribadi.

trend honda kepada produknya itu selalu mengutamakan penampilan. namun basis mesin dibuat sederhana atau cari template mesin motor lain.

seperti CBR ini basis mesinnya kan CRE ya..CMIIW.. tapi bodinya ambil design VFR1200. yah..mirip kawak dengan ZX dan ninja-ninjanya gitu..🙂

jadilah sebuah breakthru..ya CBR 250 itu.

honda gak terlalu memusingkan performa, yang penting sesuai dengan market Indonesia yang selalu utamakan penampilan. makanya desain CBR 250 dibuat seagresif mungkin..

kalau comot desain keluarga CBR terbesar yaitu CBR 1000 barangkali dianggap kurang agresif..monggo di googling tapi VFR..wow..memang ganteng sih.

urusan ergonomi, menurut ane baik Ninja atau CBR tidak memakai ergonomi merunduk aka. sport tulen tapi lebih tegak ala sport touring..barangkali mirip riding post. nya Yamaha FJR 1300 yah…monggo ditest.

ini disinyalir untuk memperluas pasar, dimana konsumen yang notabene baru terhadap motor sport dapat ikut tertarik membeli. so..ini hanya personal opinion, kurang lebihnya monggo didiskusikan.

3 03 2011
Igfar Pramarizki

suzuki ya? zzzzzz

3 03 2011
satria_bajahitam

Woy petinggi suzuki pada bangun woy,punya produk bagus gini di cuekin malah ngandelin gledek 125…

3 03 2011
ngobrolmotor

berharap ma suzuki takut kecewa bro….😦
nitip blog otomotif juga ya broo…
http://ngobrolmotor.wordpress.com/2011/03/02/parade-modifikasi-cafe-racer-ducati/
maturnuwun…

3 03 2011
bjubah hitam

Apapun alasan dan argumennya yg penting jgn black campaign …

3 03 2011
Niko P.

Betul… biar konsumen memilih kendaraan sesuai keperluannya, dari informasi yang disajikan oleh blog seperti punya bro Benny ini.

3 03 2011
3 03 2011
bennythegreat

urusan harga..apalagi value..monggo diprediksi..:mrgreen:

3 03 2011
Angga

klo diliat dari value sih, bisa diatas 50jtan om ben. Itu belom termasuk overpricing lho😛

4 03 2011
Niko P.

Saya harap bisa dipatok di kisaran 37.5 – 40 jutaan, mengingat seharusnya manufacturing costnya lebih rendah karena tidak menggunakan fairing. Tapi saya kira Suzuki akan memanfaatkan pricing dari kompetitornya untuk menaikkan harganya, sehingga saya perkirakan Suzuki (kalo jadi memboyongnya kesini) akan menaruhnya di sekitar 42 jutaan plus minus dikit.

3 03 2011
s03r

suzuki masih bimbang ngeluarin gw250,takut kasusnya seperti gsx250 & fxr150 terulang…

3 03 2011
tigerpiceks

definetely my NEXT BABY BIKE!!

3 03 2011
sabdho guparman

mantep. . . .
aku menyimak aja ya om, mau ngomong juga belum punya ilmunya .
yang yang jelas GW 250 menurutku punya potensi tenaga yang besar dan sangat cocok untuk jarak jauh, mudah-mudahan bandrolnya ndak terlalu mahal

keep brotherhood,

salam,

3 03 2011
The Sunday Painter

judul artikel ini mengingatkan pada: “fairing yang ditukar”😀

3 03 2011
Joybono

..vote suzuki gw 250 or honda cb 300..

3 03 2011
F41z

nininku pasang knalpot stereo lokal cuma 2.5jt suara kaya moge tenaga naek 3 dk tanpa jetting. klo penget mawut tinggal silencer ganti yoshimawut. kqkqkkk….

3 03 2011
lekdjie

bung jaos memang bukan orang biasa.bung niko pun mengakuinya.hehehe..

4 03 2011
jaos

hai mr lekdjie
memang saya masih org biasa, kemarin saya lupa mengkoreksi pernyataan mr niko soal saya….ok? ha ha….yes la.

3 03 2011
Basho

Kalo ngeliat si GW 250 ini, ane jadi inget sekilas lirik salah satu lagu yang dinyanyiin ama Elfa’s Singer :

AKU JATUH CINTAAAAAA…… (ngebet banget pengen punya)

AKU TAK BERDAYAAAAA……. (soalnya Suzuki ngga masukin motornya ke sini)

4 03 2011
azizyhoree

kalo beredar dengan harga sesuai polling yg 25-30 bungkuss siji kang! , aku iseh duwe kenalan wong ISI kok, *biar dapet diskon lagi :mrgreen:

4 03 2011
Niko P.

Bro Jaos, pendapat anda cukup akurat. Tentu saja, karena belum beredar secara luas, komentar2 tentang CBVFR akan bias dengan hype, sementara komen2 mengenai N250 akan jauh lebih akurat karena barangnya sudah beredar cukup lama – Bro Jaos dan Bro Benny sudah membuktikan sendiri. Namun cukup banyak review dari situs luar maupun dalam negeri yang sudah membahas mengenai performanya – yang menurut saya bisa digunakan sebagai indikator performa yg akurat. Peak power? Jelas kalah dari N250. Tarikan? Untuk drag sampai 401m mungkin masih unggul, tapi untuk trek lurus jarak jauh, RPM N250 yg bisa mencapai 13.000 tentu akan lebih unggul. Tapi yang membuat saya penasaran adalah adanya laporan (nasional dan internasional) yang konsisten menyebutkan bahwa topspeed CBVFR bisa mencapai 160+km/jam. Kembali lagi, untuk menentukan bahwa ini adalah keunggulan ato bukan, satu-satunya jalan adalah dengan mengadu kedua motor ini di trek untuk balapan.

Soal penamaan memang banyak yg komplain (saya baca juga di forum2 internasional)- tapi saya kira itu adalah strategi honda untuk menawarkan sepeda ini dengan nama yang sudah dikenal lama dan tidak menamainya dengan nama baru ato ikut nomenklatur VFR – karena konfigurasi mesinnya bukan mesin V. Mungkin kalo dikasih nama CBR250F masih lebih bisa diterima ya? Karena seri CBR juga punya versi yg lebih “jinak” yang ditargetkan bukan untuk maniak speed.

Perlu juga kita ingat, bahwa CBVFR ditujukan untuk market global, dimana fitur2 spt injeksi (!!) dianggap penting, di forum2 yg pernah saya baca, ada beberapa pemilik N250 di Amerika yg menginginkan opsi tersebut pada motornya, karena mereka kesulitan menyalakan mesin pada saat cuaca dingin. Selain itu, hampir semua review yg saya baca memang menyebutkan bahwa CBVFR memang lebih nyaman untuk dipakai dalam kota / kondisi stop n’ go, karena selain difungsikan sebagai beginner bike, karakter power yg mudah didapat pada putaran yg lebih rendah dianggap lebih user friendly terhadap rider pemula. Karena dari segi pure power jelas tidak bisa menandingi N250, jadi mungkin segi performa inilah yg dipake oleh FBH untuk menunjukkan keunggulan pilihan mereka…

Mohon maaf bro Benny, karena telah membajak threadnya untuk mendiskusikan N250 vs CBVFR, dan malah melupakan GW250😀

4 03 2011
bennythegreat

hohoho..santai..namanya juga komentar.. manteb2 nih komentarnya..monggo dilanjut

4 03 2011
bodats

memang beda tipe…
Ninja mungkin dibuat bagi yang power oriented.
CBR250R bagi ergonomis & city riding, tapi bukan berarti gak cocok buat touring.
gw250, jelas diciptakan untuk tourer. Entah itu dari segi ergonomis, ataupun powernya. Jadi masing-masing punya segmen dan positioning sendiri. Nanti toh terlihat, banyak biker jenis apa di Indonesia. Tentunya dari hasil penjualan.
good discusion braders!

4 03 2011
Niko P.

Saya harap akan lebih banyak produsen yang mengeluarkan motor2 berkubikasi 250 cc. Semakin banyak pilihan, sudah pasti akan lebih menguntungkan konsumen. Siapa tahu, jika merasa terancam oleh CBVFR, Kawasaki memutuskan untuk mengupgrade model N250 nya atau menambah fitur2 baru spt injeksi, ABS ato digital speedo, ato mungkin malah mendiskon harganya, tentu segmen yang bisa diraih akan lebih lebar. Saya nggak sabar untuk melihat bagaimana Yamaha menangani serbuan kompetitornya.

Yang jadi pertanyaan saya sekarang adalah bagaimana mengatasi kondisi jalanan di Jakarta bila motor2 yg lebih powerful tambah banyak berkeliaran di jalan?

4 03 2011
jaos

hai mr niko
mungkin lbh baiknya, memang belum ada review secara luas dari end user mengenai vfr ini baik dari segi performa jarak pendek vs ninka, soal ergonomi sehari2 dst….sbb kita tdk bisa hanya bergantung dari review tester sj…

menarik jg dari komenmu, ternyata bnyk yg komplain soal nama….kupikir cuma saya sj..ha ha.

Kupikir yg terbaik ditunggu sj kalo ada forum atau trit di blog yg review soal vfr ini dari sudut pandang end user nya….

4 03 2011
Oche

makin beragam pilihan nih di motor 250 cc, tinggal konsumennya aja yang bijak milihnya, dengan adanya diskusi antara bro benny, bro jaos and bro niko, calon-calon buyer tercerahkan, semoga tidak salah dalam membeli sportbike ini, baik N 250 ,cbr 250 ato GW 250. Yang penting tidak saling perang and njelek2in motor lain, tetep kudu tetep, keep brotherhood for bikers indonesia.

4 03 2011
legenda rider

Preidiksi ane di atas 35 juta, kalo disuruh milih, ane pilih gw250 dari cbr, krn ane bukan speed freak (kl ngebut mah doyan kl lagi butuh). suka aja model muscle bike. tp yg ane tunggu mah ckp tiger diganti jd twister, power 24hp torsi 20Nm dah lebih dari cukup, singgle silinder disinyalir lebih murah n irit. pertamax lg mahal.

5 03 2011
willykk

mhanteph brow.. real street fighter😳

6 03 2011
Vickytrack

Harga 35jt – 42jt Tolonglah Suzuki ..

7 03 2011
Felix

Kalau mau laris manis GW250 sebaiknya di bandrol Rp.25-30 juta an. Kalau harganya sdh di range Rp.30-35 juta an, sebaiknya kita nunggu ktm 250 duke dari India, moga2 harganya kaga mahal, barangnya lebih entengg dan lebih powerful. Kalau masuk range harga Rp.35-40 juta an mendingan cbr250 non abs dgn pertimbangan motor naked bike bakal kelihatan tua banget untuk 5-10 thn kemudian. -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶ ™

15 03 2011
montormiber

Saya termasuk salah satu pengguna motor suzuki yang sangat menunggu Indomobil memasarkan motor ini untuk menemani GS250 saya yang sudah setia selama 10 tahun menemani saya. Saya bilang menemani karena cukup puas dengan yang sekarang sehingga tidak tega kalau harus kehilangan.

Baca referensi dari beberapa blogger Jepang, mereka atau lebih tepatnya pasar jepang tidak begitu antusias menyambut kehadiran GW250 ini, karena mungkin juga ini bukan buat pasar Jepang sana yang mainannya sudah cc besar. Tapi ada satu hal yang menarik karena mereka (orang Jepang) kecewa kenapa Suzuki bikin motor GW250 ini di China, sebab menurut mereka akan lebih baik kalau Thailand yang bikin.

Saya tidak begitu mengerti tapi kalau betul begitu, sebegitu jelek kah produk China meski tentu saja pakai standard Jepang……
Sepertinya mereka bangga merek Jepang tapi tidak untuk produk China.

1 04 2011
Satria120s

G sebelumnya pakai motor suzuki dari jaman smu sampai sekarang ud kerja ganti ke merek laen karena alasan tertentu. Entah kenapa g kepengen lagi memakai produk merek suzuki lagi. Produk yang g pake sekarang menurut g ga seawet motor g yang dulu”. suzuki g pake dari bravo, tornado GS, satria 120s, shogun 125r, dan satria fu. Selama ini menunggu motor tunggang yg mantap dari suzuki, ternyata berojol jg motor tunggang yang ok. Semoga produk ini nanti masuk dengan tidak mengecewakan.

27 04 2011
mangtap

di tmpt ane ad om tp jrang dpake suarax mntap mnggelegar di LA gan.

12 04 2012
aji putra bungkarno

kalo menurut ane,china tu pinter bikin barang murah meriah

tp jg pinter buat barang bagus ,coba liat jaman dulu sepeda yg mahal dan bagus adalah cina,
sperti RRT, aq jg g faham knp cina buat barang yg g bermutu skarang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: