Sisi Gelap Badan Usaha Otomotif

10 03 2011

bengkel..oh bengkel..

Rupanya inilah sisi gelap dunia otomotif Endonesia..terdapat profesi-profesi di bidang otomotif yang tidak dihargai dan diapresiasi secara layak. Disinyalir akibat adanya manajemen yang buruk..Semua prospek bisnis disetting dalam skenario pesimis.. Bagaimana jika bulan ini penjualan cuma sekian unit..bagaimana jika cost bulan ini membengkak sekian persen dari bulan sebelumnya..bagaimana jika SDM turun moralnya bulan ini.

Harapan-harapan pesimis seperti itu akan menciptakan iklim kerja yang sangat tidak kondusif. Semua akan bekerja penuh tekanan dan mental yang negatif. Seolah target tak akan pernah sampai, seolah pekerjaan tiada habisnya.

Sementara itu, di jajaran upper manajemen, yang mana memiliki spare waktu lebih ternyata tidak perform well..Semuanya diserahkan pada jabatan yang dianggap kacungkamprettt bin tertindas..“Lu harus dapet target sekian…!” “Lu harus puasin konsumen…!” “Lu harus penuhi KPI…!” Gile..bener-bener skenario orang tertindas.. kagak berlaku istilah “work with” yang ada istilah “work to”..

Yang ada..STRESS…!! Koplak semua ndase…

Padahal kalo dipikir apa iya target tidak dapat dicapai? Pasti bisa doong..Cuma..gimana bisa mikir atur strategi selling kalau kantong oblak keroncongan…?

pekerjaan terbengkalai..salahe sopo..?

Harusnya manajemen mikir ala manajer artis..Setiap karyawan yang bersentuhan langsung dengan konsumen/customer diperlakukan bak artis. Why? Karena mereka harus menyenangkan konsumen dengan pelayanannya..Untuk itu mereka harus happy..Salary harus mantab..Tunjangan jabatan dan Komisi harus ada. Kalau jajaran customer related ini happy maka citra sebuah Badan Usaha Otomotif akan terangkat. Memang tidak langsung mak jegagig…langsung terkenal, namun sedikit-sedikit..lama-lama jadi bukit.

Hari ini customer A dan B merasa puas dengan pelayanan oleh si anu, problem solved, dapat servis tambahan cuci motor pula. Wuah..sampe rumah customer A dan B cerita ke temennya..eh..servis di bengkel berinisial BUS itu bagus lho..mekaniknya ramah-ramah, servisnya oke..! Bukannya malah stress karena keuangan mekanik yang jeblok sampai harus menerima servis motor sampingan di rumah sendiri demi tambahan honor..!!

Lalu dari bagian sales..karena pikirannya sudah terbebas dari pikiran njelimet keuangan keluarga, menjadi bisa bekerja lebih baik, target selling tercapai, Gak seperti ini…pakai obral janji yang bikin marah konsumen..pakai janji STNK kendaraan baru turun 3 hari ndak taunya sebulan..janji barang inden cuma seminggu ndak taunya 3 bulann..yaah..gak usah bohongi konsumen laah..bilang saja apa adanya..itu lebih baik ketimbang obral janji manis isapan jempol.

Nah..ini bagian parahnya..

Karena sang SDM yang tidak diapresiasi layak tersebut terlalu sering mencari obyekan kesana-sini akibatnya terjadilah kasus yang membuat manajemen menjadi cemar namanya…!!

Lantas sang SDM yang notabene hanyalah rakyat kecil pencari nafkah ditekan dan diskenariokan sedemikian rupa sebagai pihak yang bersalah demi kebaikan manajemen. Kalau tidak, bersiaplah menerima SURAT PEMECATAN…!!

Padahal root cause dan kartu domino paling ujung ada di pihak manajemen..Mengapa sang SDM sampai begini? Ya karena situ terlalu pesimis bin serakah…!! Mengapa ada konsumen sampai komplen besar-besaran? Ya karena manajemen ente terlalu sibuk berkongkalikong saling lempar tanggung jawab…!!

Apakah lantas semua beban dan tanggung jawab dilempar ke pihak rakyat kecil yang lemah dan memiliki posisi paling bawah di struktur organisasi? Meskipun ia juga memikul tanggung jawab..namun ia tidak layak memikul sebuah tindakan pemecatan sepihak…!! Sementara ente-ente para manager yang tidak paham beratnya kerja fisik, lantas cuci tangan atas kesalahan yang dilakukan berjamaah dan terkoordinasi.

Tulisan ini ane dedikasikan bagi pihak-pihak yang merasa lemah dan tertindas oleh manajemen yang pelit dan gemar “mencuci tangan”.

Bagaimana dengan konsumen..? Yaah..gampangg..pilihan tempat banyak.. Kalau tidak suka dengan bengkel BUS ya diblack list saja…!! Tidak usah dikunjungi…!! Tidak usah mempercayakan barang kesayangan ente untuk dibenahi di sana…!! Kita cari tempat lain saja yuuuk..dimana ketulusan seorang mekanik masih ada..dimana layanan personal masih terasa..Karena sudah selayaknya konsumen merasakan pelayanan yang layak. Jangan mau jadi korban salah satu bentuk PEMBODOHAN OTOMOTIF..!!

sumber gambar: googling dengan keyword “bajaj”

About these ads

Aksi

Information

25 tanggapan

10 03 2011
Hori

Sedelapan

10 03 2011
Tiyo 2010

Masih ngomongin nyang kmarin ya bang ben? Disinyalir si’oknum’ mo dipecat gara2 ‘bawa lari’ motor orang? Waduh.. Poor him… :-( emang dah menjadi tabiat para manajer sini yg punya kelakuan kayak kompeni…

10 03 2011
Rancho

masalah ketersedian sparepart kudu dibenahi dgn serius dan jgn anggap remeh !!
di dealer cirebon saya nunggu gir rante p2oo sekitar dua bulan, chamsaft setengah tahun, kampas rem depan dan regulator kelistrikan sebulan lebih baru ada. dll.
thanks.

10 03 2011
#99 bro

yah.. katian..

10 03 2011
10 03 2011
kamtam

Bener tuh mas, dari sales sampe mekanik kerjanya udah mulai ngaco..
Kemaren habis servis P200 di beres ……. Suara klep bener2 kasar, selain itu saya minta cek kelistrikan dibilang akinya aja yang mesti ganti, pas udah diganti taunya tekor lagi, ternyata relay n kebel nya yang bermasalah.. Untung Kepala mekaniknya tanggung jawab n diganti gratis..
Ya mungkin ini akibat beban kerja ga sesuai sama pendapatan..

Klo begini terus, bisa2 konsumen pada pindah ke lain merek, n calon konsumen baru ga jadi beli..

10 03 2011
Zulkarnain d.h. Adul

Manajemen gaya Indihe … ?

10 03 2011
Maskur

maanjernya sekarang BBM-an
kontrolnya kurang
kalo ada apa2 baru mencak2

10 03 2011
iv4n

ahh…merinding bacanya,saya selaku karyawan salah satu ATPM di indonesia,tidak memungkiri budaya atpm seperti ituh,the worst-nya demi menjaga brand image mereka di mata konsumen lain,mereka tidak segan2 mengkorbankan karyawannya untuk dikambing-hitamkan.semoga mereka yg mendzalimi akan mendapatkan balasan di akhirat.

10 03 2011
j4na
10 03 2011
rifslank

yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin…
ckckck… Indonesia yang belum merdeka…

10 03 2011
ksatria_kambing

ben, ijin posting milis internal kantor ye….
(ngumpulin nyali dulu tapi…)
buat nyentil menejemen + membuka mata yg tertindas
xixixixixixixi

10 03 2011
bennythegreat

sikat aje..dipecat gak ditanggung ye.. xixixixi..

10 03 2011
hampura

Oh…Bajaj…ternyata warna Orange ..memang warna kamu dari dulu …xi..xi..xi

10 03 2011
extraordinaryperson

wah berat nih….disatu sisi manajemen ingin bisa perforrn semua frontliner bawahannya, tapi pengennya gajinya sedikit aja :mrgreen:

10 03 2011
gogo

bener om.. nice share..

10 03 2011
john scada

resiko daripada meminimalisir cost demi harga jual yg bersaing,,,

10 03 2011
bodats

*nyuruh benny baca DAS KAPITAL-nya Karl Marx*

10 03 2011
bennythegreat

Karl Marx itu sapa? apakah sodaraan sama Richard Marx…?

10 03 2011
bodats

cari tuh buku… biar lu tahu kenapa kaum kapitalis suka menindas…

10 03 2011
kang_ulid

ya itulah indonesia.

jheren.wordpress.com/2011/03/10/xcd-menggugat/

10 03 2011
hadi

ini adalah kisah si A yg pernah bekerja di “beres A” gajinya dibayar harian cuma 30rb perhari (dulu ya…sekitar 3 thn ke blk, sekarang mungkin ga berubah jauh :D ). tiap hari dikasih target harus ada yg turun mesin (walaupun kalau bisa) tp pd kenyataannya amat sangat jarang motor tahun muda turun mesin dan yg ke “beres” justru motor2 tahun muda yg cuma servis dan ganti oli doank itupun msh servis garansi pabrikan bukan motor tua yg turun mesin. ditambah pula mekanik dilarang menerima tips….padahal hmm….gajinya jauh dari cukup dgn 1 istri dan 1 anak.
maka peluang nakal mekanik pun akan smakin besar…..yah…akhirnya makin kesini makin banyaklah mekanik muda belia yg (maaf) kemampuannya msh diragukan, karna yg lama2 pd kluar.
dan akhirnya konsumen spt ane ga pernah lagi servis di “beres” yg banyak ga beresnya (alias ga puas).

10 03 2011
kriket

kalo beres tak bisa diandalkan,
kemana lagi harus mengadu :(
bengkel pinggir jalan juga tak bisa diandalkan,
bengkel rekomendasi klub, kalo ngga kenal cuma dicuekin,
ah… nasib konsumen.

10 03 2011
Komengtator

Yang ane rasain sekarang adalah kepercayaan ane terhadap beres langganan ane sudah hampir habis, akibat dari payahnya mekanik yang menurut ane seperti gak niat kerja… dan yang bikin semakin putus asa adalah beresnya cuma satu biji di kota ane… Lantas kemana lagi harus mengadu???

2 05 2011
andre

kalau konsumen dengan mudahnya pindah ke tempat baru, apa tidak sama saja”memecat” bengkelnya.? benar, manajemen juga harus tanggap dan mau menerima segala kritik dan saran. dan terlebih penting, harus ada actionnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.698 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: