Amat Victoria Curam (part-1: Review Film TAKEN)

21 03 2011

(part-1: Taken)

Cerita dimulai dengan kehidupan sebuah keluarga yang terpecah. Sang ibu tampak menikah lagi dengan pria yang lebih kaya dari suami sebelumnya. Sementara itu, Bryan Mills, seorang yang disebutkan berprofesi sebagai “The Preventer” diperankan oleh Liam Neeson, adalah seorang yang sangat teliti dan serba terencana. Ia memutuskan pensiun dini dari profesinya agar dapat dekat dengan Kim, sang putri semata wayangnya.

Bryan dan temen-temannya usai pensiun lantas mencari nafkah dengan menjadi bodyguard Sheerah, seorang artis muda berbakat. Di sini aksi Bryan sebagai “preventer” terlihat jelas saat ia menyelamatkan Sheerah dari seorang yang ingin membunuhnya. Sebagai balas jasa, Bryan tak meminta banyak, ia hanya minta bagaimana caranya agar putrinya dapat belajar bernyanyi dan menjadi artis seperti Sheerah. dan permintaannya dikabulkan.

Cinta seorang ayah pada putrinya terdeskripsikan jelas oleh sang sutradara, Pierre Morrel. Di ulang tahunnya yang ke 17, Bryan membelikan Kim sebuah karaoke set karena ia tahu sang putri sangat ingin menjadi seorang penyanyi. Dan, di saat yang sama, sang ayah tiri Kim yang kaya raya membelikannya seekor kuda poni. Kendati pemberian Bryan dianggap remeh oleh Kim, namun Bryan sangat bahagia, usai mengambil foto Kim dan karaoke setnya, Bryan mengumpulkan foto tersebut kedalam sebuah album khusus yang berisi foto-foto perayaan ulang tahun Kim sepanjang hidupnya. Hmmm..sangat mengesankan..sangat menggambarkan figur seorang ayah yang teliti, tekun dan konsisten.

Kim lantas meminta izin sang ayah kandung untuk pergi ke Paris, padahal sebenarnya ia ingin mengikuti tour konser U2 keliling Eropa. Bryan yang sangat protektif awalnya tidak mengizinkan Kim untuk pergi. Namun setelah diyakinkan Lenore, sang ibu yang diperankan oleh Famke Janssen, akhirnya Bryan mengizinkan Kim pergi dengan syarat harus menghubunginya begitu tiba dan menyebutkan nomor telepon tempat tinggalnya di Paris.

Setiba di Paris, Kim yang pergi bersama kawannya, Amanda berkenalan dengan seorang pemuda yang mengaku sebagai touris. Pemuda itu lantas menawari mereka ikut taxi karena biaya taxi di Paris lumayan mahal. Niat jahat sang pemuda mulai terlihat ketika Kim dan Amanda tiba di tempat tinggal. Ia bergegas menelpon sekawanan penculik untuk beraksi.

Tanpa buang waktu, para penculik dengan leluasa menculik Amanda, sementara Kim yang sedang berada di ruangan lain tengah menelpon Bryan. Melihat Amanda diculik, Kim segera mengabari Bryan dan Bryan segera menunjukkan kemampuan “The Preventer” ala agen rahasia nya. Ia meminta Kim untuk tidak panik dan ketika Kim ketahuan oleh para penculik, Kim berteriak menyebutkan ciri-ciri sang penculik yang bertato bulan bintang, serta logat bicara Eropa Timur.

Bryan yang mengetahui telepon genggam Kim dipegang oleh sang penculik lantas berkata “I have special skills, I don’t know who you are, but if you don’t let my daughter go, I will find you, I will kill you” demikian ancam Bryan kepada sang penculik, yang dijawab dengan kata “Good luck” dengan logat yang khas. Tak lupa Bryan merekam percakapan itu.

dengan informasi dari kawannya, Bryan mengetahui bahwa Kim diculik oleh komplotan penculik dari Albania yang khusus mencari gadis muda untuk dijual sebagai pelacur. Bryan hanya punya waktu 96 jam sebelum Kim tak dapat ditemukan. Dengan informasi ini, Bryan lantas meminta agar dapat diterbangkan ke Paris oleh ayah tiri Kim.

Tiba di Paris, Bryan mulai menunjukkan kecakapannya dalam bertindak terencana. Mulai dari menyusuri TKP, dimana ia menemukan pantulan foto sang penculik, hingga mereka kejadian saat Kim diculik. Dengan bekal tersebut ia cukup mudah membekuk sang pemancing yang beraksi di bandara itu. Namun sayang, karena kabur, sang pemuda jahat ini keburu tewas tertabrak truk usai berkejaran dengan Bryan.

Tak putus asa, Bryan lantas menemui Jean Claude, seorang kawan lamanya yang kini memiliki jabatan Kepala Keamanan di Paris. Jean Claude yang mengetahui tabiat Bryan lantas mencoba untuk memata-matai aksi Bryan, namun anak buahnya selalu kalah cerdik oleh Bryan.

Bryan mulai mengorek informasi dari lokasi pelacuran hingga ke lokalisasi di sebuah kawasan konstruksi. Di sini ia menemukan seorang gadis yang memakai jaket milik Kim. Gadis tersebut dalam kondisi  sangat kritis di bawah pengaruh obat, namun berhasil disembuhkan oleh Bryan. Di sini ane paling suka cara Bryan memelintir gantungan baju menjadi sebuah gantungan infus. Ketika siuman, sang gadis memberikan informasi menganai sebuah bangunan berpintu merah di kawasan Rue de Paradis.

Kecerdikan Bryan kembali ditunjukkan, dengan hanya bermodalkan kartu nama Jean Claude, ia berhasil mendapatkan akses menuju komplotan penculik dari Albania ini dan mengobrak-abrik mereka begitu mendapatkan suara sang penculik yang sama persis dengan rekaman “Good luck” ketika Kim diculik.

Sukses membantai markas para penculik dan menyiksa sang dalang penculikan dengan kejam namun cerdas, Bryan mendapat informasi bahwa gadis perawan seperti Kim dijual ke sebuah pelelangan wanita dimana pembeli dengan penawaran tertinggi dapat membawa pulang sang gadis.

Meskipun ketahuan dan hampir dibunuh, kali ini Bryan memamerkan kecakapan fisik dan aksi bela diri yang mengagumkan. Meskipun ia beruntung karena diikat di pipa yang kendor sehingga dapat kabur, aksi bela diri Bryan terlihat rapi dan terencana. Penonton bahkan dipuaskan dengan keputusan Bryan untuk membantai sang bodyguard pelelangan di dalam lift. Ini baru mantaps..karena biasanya sang jagoan di film batal membunuh sang musuh.. :mrgreen:

Berhasil masuk ke ruang pelelangan, ia memaksa seorang pembeli yang ternyata anak buah seorang dari Timur Tengah untuk membeli Kim dengan harga tertinggi. Kendati harus berhadapan dengan para bodyguard yang mengetahui keberadaannya, Bryan tak menyerah mengejar Kim, meskipun harus melawan arus lalu lintas mengejar mobil pembeli Kim yang menuju sebuah kapal.

Di sinilah klimaks terjadi. Bryan harus menghadapi para bodyguard bersenapan mesin. Kemahiran Bryan dalam memakai persenjataan ditunjukkan kali ini. Beberapa kali para bodyguard berhasil dibantai dengan kecerdikan Bryan. Namun pada akhirnya Bryan harus berhadapan dengan sang kepala bodyguard yang memiliki keahlian bela diri yang dahsyat, yang pada akhirnya berhasil ia taklukkan meskipun satu peluru berhasil menembus perut Bryan.

Superklimaks fim Taken sangat memuaskan penonton yang haus akan ‘pembantaian penjahat’. Ketika memasuki kamar sang Big Boss, Kim sedang ditempeli sebilah pisau oleh sang Boss. Bryan masuk sambil membidikkan pistol..

Sang boss lantas mencoba bernegosiasi.. “Kita dapat berunding…”

Belum sempat sang Boss selesai bicara, Bryan telah sukses menyarangkan peluru ke kepala sang Boss dan Kim dapat dibebaskan.

Di akhir film, Kim dipertemukan dengan Sheerah (Holly Valance) yang berjanji akan mengajarinya bernyanyi bersama gurunya.

Kendati Kim kemudian harus berkumpul kembali berasa ibunya dan ayah tirinya. Bryan terlihat cukup bahagia melihat Kim selamat.

Begitu banyak moral dalam film ini, namun akan ane sajikan dalam artikel selanjutnya saja. Bagi pembaca yang penasaran kenapa pada judul artikel ini terdapat kalimat “Amat Victoria Curam” yang mana adalah tagline dari sebuah film laga, apa artinya, silakan googling yah.. :mrgreen: tunggu artikel ane selanjutnya, karena memang terdapat begitu banyak persamaan dari kedua film yang mengagumkan ane ini yang dapat direnungkan.

Semoga berguna.

About these ads

Aksi

Information

9 tanggapan

21 03 2011
anton nugroho

film lama kan? pernah nonton di tipi swasta gratisan

21 03 2011
ardhinugros

review apa sinopsis Om? :mrgreen: Saya dah nonton di Star Movies beberapa waktu lalu.. karakter yang diperankan Liam Neeson rasanya ‘Steven Seagal’ banget :D

21 03 2011
21 03 2011
rifslank

“Amat Victoria Curam” seperti tulisan di pistol kawannya arthur bishop di film the mechanic :)
victory loves the care.
regards.

21 03 2011
dnugros

salut buat liam neeson, walupun umur udah kepala 6 tapi kemampuan akting disaat shoot adegan laga masih wokeiii, dan o iya bung Ben, film ini diproduseri oleh Luc Besson, seorang produser, writer, dan sekaligus sutradara film action asal Prancis. Dan banyak film2 Besson yang booming diHollywood seperti Leon The Professional, District 13, Transpoter, B13U, From Paris With Love, dan yang barus saja hadir 22 Bullets. :-D

21 03 2011
adkarta

film bagus nih,,

yang paling sadis waktu dia nyiksa penculik anaknya, yang di strum. Katanya listrik di paris gak stabil, jadi matinya lama. mantab,,

21 03 2011
Redis

Ini filmnya rada unik oom…dari amrik ke perancis.ngacak2 ibukota nya.tembak sana sini. Bunuh petinggi perancis juga.tapi pulang melenggang ke bandara internasional dan bisa nonton anaknya nyanyi. jangan ditiru deh masbro.

21 03 2011
gogo

keren kayaknya, ane donlot dlu

22 03 2011
nunoe

Liam Neeson = jaminan pilem ajib :mrgreen:
setting di Perancis + Luc Besson = ngga perlu debat dah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.698 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: