Gak Usah Sok Jadi “Tukang Sapu” Kalau Gak Ikhlas

6 04 2011

sapu..sapu..sapu..

Perhatikan itu tukang sapu yang kerap bermandi debu dan keringat di jalanan kota. Peran mereka sangat penting untuk kenyamanan pengguna jalan. Sering mereka terlihat  nelongso..mengharap rezeki dari tenaga yang sudah mereka keluarkan. Terkadang terpikir, apakah para tukang sapu jalan itu menerima imbalan dan remunerasi yang cukup untuk keperluan mereka?

Namun kali ini bukan pahlawan kebersihan kota itu yang ingin ane bahas lebih dalam. Kali ini ane akan memposisikan diri sebagai seonggok debu. Ya…debu, hanya sebuah debu yang sekilas sama dengan debu-debu lainnya. Namun debu yang satu ini unik. Ia dapat beterbangan kesana-kemari, menghinggapi berbagai permukaan yang biasa terlihat bersih.

Adapun niatan sang debu ini sebenarnya tulus..Ia hanya ingin, para manusia pemilik barang ingat bahwa tak selamanya permukaan sebuah barang itu bersih. Oleh karena itu sang debu hinggap untuk mengingatkan bahwa si barang kesayangan itu harus dibersihkan.

Tapi rupanya, terdapat sebuah barang yang dimiliki orang sekelompok orang yang rupanya salah satunya sudah telanjur menganggap barang tersebut mahasuci dan tidak perlu dibersihkan…!! Ooo..sebenarnya ia tidak memperhatikan detail, bahwa sang debu yang usil ini sudah hinggap di lekukan-lekukan yang lepas dari perhatian.

Rupanya sang pemilik yang katanya paling memiliki barang ini melihat keberadaan sang debu. Ia sapu debu-debu tersebut, namun ia sapu dengan kedongkolan yang dipendam dalam hati. Ia membersihkan barang tersebut sambil misuh-misuh…!!! Padahal sekali lagi, sang debu yang usil ini sekedar mengingatkan bahwa barangmu itu bukanlah barang yang selalu bersih lho…!!!

Jadi, kalau tidak ikhlas akan keberadaan si debu ya tidak usah dibersihkan sambil misuh-misuh kemudian…!! Silakan enjoy saja dengan keberadaan sang debu, atau suruh saja orang lain yang lebih ikhlas untuk membersihkan si debu ini…!!

Barangkali si “tukang sapu” yang tidak ikhlas ini baru berpengalaman memiliki satu jenis barang, sehingga rasa posesif alias rasa memilikinya begitu besaaarrr. Seharusnya ia mencoba barang lain agar tahu bahwa apapun barangnya, debu yang menempel akan itu-itu saja. Tak ada barang yang sempurna yang bebas dari debu…!!

Intinya, kalau gak ikhlas, silakan misuh-misuh langsung ke si debu…Jangan main sapu saja lantas bergosip di belakang…!!


Aksi

Information

34 responses

6 04 2011
xxl123

pertamakk😀

6 04 2011
xxl123

bungkus pake plastik yg rapet trus di kunci dlm lemari biar debunya ngak nempel😀

6 04 2011
xxl123

sekali2 ngabisin podium😀

6 04 2011
tiyo 2010

xxl123 ngamuk, nt mendi bae jhon, kapan balik mene maning?

6 04 2011
Maskur

kali ini aku gak mudheng.

6 04 2011
satrio

sama g mudeeeeeeengs

6 04 2011
pridesonline

Kayaknya aku juga nggak mudeng.. mungkin aku perlu minum gibolan yah…

6 04 2011
kangmase
6 04 2011
sopo aku???

nginguk tok lha kudu mikir jero..

6 04 2011
devil

ngak ngerti.. ada apa di belakangnya nehh

6 04 2011
vanz21fashion

der mas bi samting bihain dis artikel :-p

6 04 2011
vanz21fashion

sok tau mode:ON

6 04 2011
Arif Rakhman

pasti gara2 itu tuh….. ya ituuu… ituuu….. naah bener kan…. yang ituuuu….:mrgreen:

6 04 2011
B'ja

ho oh….

6 04 2011
sobek2

nganu mas,..
yg penting eksis bwuahahaha
hadegh… piye kok malih kyk ngene kisanak….

sayup2 terdengar…

Ko ngendhi awa’e dhewe
Nyapo neng kene
Neng ngendhi awa’e dhewe lek wis modharrrrrr…………….
:mrgreen::mrgreen:

6 04 2011
sabdho guparman

ya . . . kita semua memang debu om, mana ada yang manusia yang kagak punya salah. . . .

keep brotherhood,

salam,

6 04 2011
Bonsai Biker

ya begitulah setiap tukang sapu memilki style masing-masing, ada yang kalem nyapunya,ada yang grasak-grusuk, ada yang bahkan pakek vacum cleaner, terlepas dia ihlas atau ngak ihlas. Tapi ya husnuzon aja maunya tikag sapu itu semua barang bersih dari debu

6 04 2011
6 04 2011
demungan

maksudnya apa yah? ga ngerti blas iki…

6 04 2011
Tulus_Budi

hmmm…. baca 3x tetep ga mudheng….

6 04 2011
kang_ulid

tambh ga ngerti, ra mudheng! Hadapi dg senyuman…

6 04 2011
Mbah Dukun ... ┌П┐(‾.‾҂)

nggak ngerti😕 total nggak ngerti😕 … apa mau pake vacum cleaner ?

6 04 2011
bennythegreat

Sama seperti “gerombolan taliban afganistan” yg ente bahas mbah..
Lama2 jadi cluster rider deh ane..

6 04 2011
saga

mungkin yng dibawah bisa menjelaskan maksute…

6 04 2011
Wolfy

IMHO.. sebagus2nya barang yang kita miliki pasti ada kekurangannya, ga perlu kita sewot klo ada orang yang membahas kekurangan barang yang kita miliki tu.. (soktau.com):mrgreen:

6 04 2011
Az147r

baca 2x baru paham,kemungkinan ttg yg brhubungan dgn yg ituth yg dlain tempat waktu kemarin (mungkin….pakai asas praduga menduga)😀

6 04 2011
vIP

setauku, kebersihan adalah sebagian dari iman:mrgreen:

6 04 2011
Nude Ink

jadi inget lagu..
Teraj4n4…terajana….
Tukang sapunya…dari ini dia…

6 04 2011
anton_ks

kalo dgn sadar menempatkan diri sebagai debu, mestinya jg sadar akan resiko yg harus diterima.
bisa dibersihin pakai lap, amril atau bahkan pakai air sabun shg bikin perih si debu jg …
so … pertanyaannya penting jg jadi debu? kl penting ayo kita semua jd debu wkwkwkwkwk

6 04 2011
jape methe

like this

6 04 2011
Joko_miorider

Bawah ane tukang sapunya gan…

6 04 2011
Cicakmerah

bersih pangkal sehat…
tapi tetep ane kaga ngerti euy.

7 04 2011
sahatmrt

wah… cara nyindirnya keren mas:mrgreen: halus bahasanya🙂

kira2 gini maknanya : segala sesuatu itu ada kekurangannya, jadi kalau tidak senang dengan orang yang mengingatkan akan kekurangan itu, ya ngomong aja langsung ke orangnya, yang mengingatkan itu, jangan misuh misuh dibelakang.

tul begitu Mas?🙂

7 04 2011
dnugros

??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: