Laporan KOMBI #2..Indonesia Itu Negara Besar, Kaya dan Cantik. Tapi..

14 05 2011

brangkat dari Jakarta, 3 Juni 2009

Itulah sepenggal kalimat pujian yang dilontarkan bro Farid Gaban, salah satu tim ekspedisi Zamrud Khatulistiwa yang didaulat untuk mengisi acara Kompor OBI (Kombi) edisi kedua kali ini.

Meskipun acara ngaret hampir 1 jam karena hujan deras yang mengguyur Jakarta di berbagai tempat sehingga menghambat kedatangan rekan OBI dan juga blogger serta komentator lain, namun otoblogger yang sudah tiba di lokasi lebih dulu rupanya telah mencuri start dengan berkenalan dan menggali informasi seputar perjalanan keliling Nusantara yang dilakukan oleh tim Zamrud Khatulistiwa.

bro Farid Gaban

Tim Zamrud Khatulistiwa sebenarnya terdiri dari dua orang rider yaitu bro Farid Gaban dan bro Ahmad Yunus. Namun di belakang mereka terdapat beberapa rekan yang membantu kesuksesan ekspedisi ini.

Sebenarnya..apa dan bagaimana sih Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa itu..?

Begini..Dari hasil diskusi dan sharing, diperoleh informasi bahwa tujuan utama dari ekspedisi ini adalah membuat sebuah perjalanan jurnalistik yang akan mengungkap hal-hal mengenai Indonesia yang selama ini tersembunyi bagaikan Zamrud yang belum digali.

Modal nekat adalah semangat dari tim ekspedisi ini. Lalu mengapa perjalanan jurnalistik? Ya, bro Farid dan bro Yunus adalah dua orang jurnalis dengan pengalaman di atas 10 tahun, sebut saja detik.com hingga majalah Playboy Indonesia pernah diberi sentuhan oleh mereka. Dengan berbekal pengalaman tersebut, perjalanan ini akan diabadikan dalam video, foto dan juga tulisan jurnalistik untuk mengungkap kondisi alam Indonesia

Lalu..darimana dana untuk membiayai perjalanan sebanyak itu. Nah, di sini bro Farid mengungkap fakta bahwa sponsor utama mereka adalah PT. Newmont dan Balai Pustaka. Lalu mengapa tidak mengajukan ke Departemen Kebudayaan dan Pariwisata? Hmmm..rupanya tim Zamrud Khatulistiwa ingin lebih bebas dan independen dalam mengguratkan catatan kegiatan perjalanan mereka. Total dana yang mereka bawa mencapai 350 juta rupiah untuk mendukung perjalanan selama 8 bulan beserta perlengkapannya. Itu belum termasuk biaya “loss of opportunity” karena bro Farid dan bro Yunus harus meninggalkan pekerjaan mereka 9 bulan lamanya. Jika ditotal dengan loss tersebut maka biaya total bisa mencapai 900 juta. Hmmm…sebuah angka yang fantastis.

suasana Kombi

Pada dasarnya ekspedisi ini juga akan menciptakan sebuah buku seperti di bawah ini, yang berisi berbagai foto dan karya tulis yang menggambarkan perjalanan mereka. dalam mengabadikan ekspedisi, bro Farid bertugas mengambil gambar dengan kamera DSLR, sementara bro Yunus mengambil video dengan camcordernya. Perlu diketahui juga bahwa kedua petualang ini juga berlatih selam untuk perjalanan panjang ini. “Berkeliling Indonesia tanpa menyelam itu kurang lengkap rasanya” demikian ungkap bro Farid sambil menunjukkan video dan foto yang diambil di perairan Nusantara. Ya, peralatan yang mereka bawa bernilai puluhan juta rupiah, namun mereka merasa itu adalah harga yang setimpal demi kualitas pengabadian momen-momen ekspedisi. Bukan tanpa hambatan, Macbook Pro bro Farid pun harus direlakan tenggelam di laut Mentawai..barangkali ada yang mau mencarikan..?

“Tapi biarpun membawa perlengkapan bernilai jutaan, kami gak perlu tuh sirine atau strobo untuk mengamankan perjalanan..lha wong klakson aja gak ada” demikian jawab bro Farid ketika ditanya eyang Edo Rusyanto mengenai kelengkapan motor mereka yang disambut gelak tawa peserta.

masuk hutan gelap..gak perlu sirine-strobo..!

Sekarang bahas kendaraan yang digunakan yah.. Mereka memakai Honda Win 100cc dengan pertimbangan daya tahan, dan bukan kecepatan. Meskipun tidak disponsori oleh Honda, namun mereka mengakui bahwa kemudahan memperoleh spareparts, keiritan hingga keamanan di jalan karena tidak menggunakan motor yang terlalu mencolok membuat pilihan motor jatuh ke Honda Win. Kedua motor ini kemudian dimodifikasi di Bandung dan menelan dana mencapai 35 juta rupiah untuk memodifikasi menjadi ala trail.

“Box yang terpasang sudah lepas ketika kami baru mencapai Lampung..” demikian tukas bro Farid menceritakan perjalanannya. Ya, dalam video yang tadi diputar, memang terlihat betapa medan yang mereka lalui, jauh lebih parah dari medan yang dilalui Charlie Boorman dan Ewan Macgregor di Long Way Down. Untungnya Honda Win inio ringan dan dapat dengan mudah dinaikkan ke atas kapal. Dengan Honda Win yang terlihat butut ini mereka juga lebih mudah berbaur dengan masyarakat. Namun ada saja cerita unik seperti adanya tilang dari aparat di Dumai karena STNK mereka belum dibayarkan pajak tahunannya., Ujung-ujungnya harus selesai dengan “damai” tuh..:mrgreen:

medan perjalanan yang berat

Nah sekarang mengenai video yang kami saksikan di Kombi ini..Well..memang tak mudah meringkas 8 bulan perjalanan keliling Nusantara ke dalam sebuah video berdurasi 48 menit. Namun apa yang kami saksikan sudah cukup membuat kepala bergeleng dan lidah berdecak. Memang benar..Indonesia menyimpan berbagai potensi pariwisata yang belum terjamah dan belum dikelola dengan baik. “Ketika orang komentar..Waah foto mas Farid bagus banget, sesungguhnya bukan karena kamera atau kemampuan saya mengambil foto, tapi karena memang objek fotonya sudah bagus..begitu indahnya alam Indonesia ini..” puji bro Farid. Keindahan alam tersebut sekaligus menyimpan kebobrokan dan kegagalan pemerintah dalam membina ekonomi, pendidikan, transportasi dan sumberdaya alam…!!

Tengok saja..dalam video tersebut diperlihatkan kemiskinan yang meraja-lela, masih banyak anak Indonesia yang buta huruf dan tidak sempat mengenyam pendidikan yang layak, sulitnya akses infrastruktur publik dan transportasinya, belum lagi pembiaran pemerintah setempat terhadap eksploitasi sumber daya alam. Miris rasanya melihat seekor kura-kura yang sekarat harus dibelah kaki dan tangannya..kemudian cangkangnya dipecah sehingga darah terciprat kemana-mana,..sementara sang kura-kura menggeliat menanti ajal dengan cara yang mengenaskan…ah..begitu kejamnya manusia terhadap spesies yang dilindungi ini.

pembantaian kura-kura..😦

kura-kura yang malang..😦

Di sisi lain, tampak jutaan ton batubara dikeruk dari dalam bumi Nusantara dan diangkut dengan kapal-kapal besar, belum lagi pembalakan liar di hutan-hutan tropis.. Sedih..😦

“Saya mau video ini dilihat oleh para Menteri dan Anggota DPR…!” Demikian tegas bro Farid ketika kami mengomentari video maha dahsyat tersebut.

Kesimpulan akhir dari acara ini adalah testimoni dari bro Farid “Indonesia itu negara yang besar, kaya dan cantik. Namun sayang tidak diurus oleh pemerintah..”

Acara Kombi malam itu pun diakhiri dengan berfoto dan ngobrol ngalor ngidul, tercatat beberapa otoblogger yang hadir yaitu bro Nadhi Alonrider sebagai moderator, eyang Edo juragan Tolak Angin, bro Henry Bodats, bro Sumarlin Putra, bro Triyanto Banyumasan,bro Igfar Motorbiru, bro Mitra “Mimit”, bro Benny Blade_Us dan rekannya dari BARAKUS (Blade Rider Community Kaskus), bro Fajar Dinihari, dan juga komentator blog yaitu bro Sapto aka Khymplnx. Usai acara, evaluasi dilakukan dengan serius tapi santai.

Sampai berjumpa pada Kombi edisi berikutnya. Silakan jika ada tema tertentu yang ingin dibahas bisa diusulkan kemari.

Mongggo disimak foto-fotonya..

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Aksi

Information

25 responses

14 05 2011
joetrizilo

hem… ya itulah indonesia…. kaya raya namun masih ada yang…..

14 05 2011
tiyo 2010

Pemerintah sekarang emang ga becus ngurus negeri ini…demikian juga dengan DPR…..sama2 parah…. korupsi 1000x mulu….lagi 1000x …rakyat jadi korban….

14 05 2011
pandahitam

Kan Uda ada lagu nya Om Benn,,
“itulah INDONESIA”

yang kaya semakin kaya, yang kere semakin merajalele…
lha ong atasan berfikir untuk kehidupan sendiri, bukan untuk rakyatnya….

Om benn suka Coklat???
http://pandahitam.wordpress.com/2011/05/14/manfaat-buah-coklat/

14 05 2011
raf87

sekarang yang lagi ramai tu Krayan di perbatasan Kaltim mau gabung ke Malaysia gara-gara ga diurus sama pemerintah. mungkin masih banyak “krayan – Krayan” yang lain, cuman belum terekspose saja..

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7721785

14 05 2011
girifumi

Moralitas wakil rakyat kian merosot.but I still Love This Country …

14 05 2011
kangmase

lha videonya mana om?

14 05 2011
bennythegreat

Videonya 2 gigabyte..binun gmn cara muternya..😦

14 05 2011
kangmase

mang dikompres n dipotong2 dulu gak bisa om? ya pengen liat walo potongan 5 menit aja gakpapa…

14 05 2011
Takumi Fujiwara

pengen juga keliling indonesia

14 05 2011
Triyanto Banyumasan

merinding ngebayangin perjalanannya, kapan ya bisa ?

14 05 2011
ardiantoyugo

kasian si kura-kura

14 05 2011
kalimalang rider

35 jt buat modif honda win ? knafa gak beli KLX aja ya?

14 05 2011
Long'S

kura kura malang. kenapa harus di bunuh om ben? tolong diberi penjelasan!

14 05 2011
bennythegreat

Buat dimakan oom..mahal katanya..😦

14 05 2011
kmphlynx

wah…, si om salah ketik nama tuh…
hayoo bikinin bubur merah-putih plus tumpeng 7 rupa ditambah minuman 7 rasa ya, heheheh
weleh-weleh…, ngebut nih, postingnya?

14 05 2011
bennythegreat

Weleh..maap..harus belajar mengeja lagi..xixixixi…m

14 05 2011
Innocent Rider

Sayang sekali nggak bisa gabung, bro videonya dijual nggak ya????

14 05 2011
toro

Indonesia memang kaya, kaya alam… juga kaya akan orang2 yg suka korupsi dan gak peduli sm orang laen. Salut unt tim zamrud khatulistiwa akan kepeduliannya terhadap alam Indonesia, smg bisa kembali mengingatkan pejabat-pejabat pemerintah dan anggota DPR kita yang terhormat, masih banyak PR yg blum mereka selesaikan.

eehh…Tertarik sama buku karya bro Farid sama bro Ahmad, ngomong-ngomong bukunya apa sudah beredar luas di toko buku?

14 05 2011
bennythegreat

Belum beredar luas bro..coba aja tanyaken di facebook nya Zamrud Khatulistiwa

14 05 2011
gogo

miris dah.. moga hal ini bis menyadarakn para petinggi negara

14 05 2011
gogo

miris dah.. negara kek atlantis tp kurang diasuh..

14 05 2011
14 05 2011
16 05 2011
Kombi #2 : OBI dan Zamrud Khatulistiwa, Tak Sekedar Nyari Tenar dan Hits « Triyanto Banyumasan Blogs

[…] apa yang kudengar dan lihat di KOMBI episode 2. Untuk Liputan Kombi #2  silahkan mampir di Zamrud khatulistiwa, Sederhana Mencintaimu dari Sumarlin […]

16 05 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: