Urusan Premium Atau Pertamax..Yang Penting Tahu Diri..

28 06 2011

mobil isi premium (sumber: majalahforum.com)

Waladalah..hari ini ane baca artikelnya Mas Tri dan juga di beberapa media massa yang menyatakan bahwa membeli bahan bakar premium adalah Haram hukumnya. Ini tentu saja berita yang benar-benar meledak diluar fantasi..

Yah, lepas dari haram atau tidaknya..ini masalah social control terhadap individu-individu yang notabene mampu, namun tetap perilakunya secara naluriah comply terhadap hukum Ekonomi..“dengan pengeluaran serendah-rendahnya, dapat hasil yang sebesar-besarnya”.

Urusan bahan bakar, sudah jelas bahwa pemerintah memberikan subsidi kepada jenis premium..Apapun itu, yang namanya subsidi jelas tujuannya untuk meringankan beban. Beban siapa..? Ya beban konsumen yang membeli..Siapakah itu..? Ya jelas..mereka yang secara rutin bergantung kepada jenis bahan bakar termurah ini. Sebut saja namanya “wong cilik”.

Barangkali karena adanya pertimbangan bahwa jikalau saja harga BBM dihantem kromo seharga Pertamax yang naik turun kaya pose Cak Girifumi yang lagi ngupil itu, maka wong cilik akan berteriak..sebagai imbasnya, yang kena ya masyarakat juga. Harga beras naik..tarif angkutan umum naik..dan bisa-bisa harga bakwan jagung kesukaan ane ikutan naik juga…!! Oleh karena itulah barangkali harga premium dikendalikan. Untuk menopang hajat hidup orang banyak..makanya disubsidi.

Bajaj keren..

Nah, lalu bagaimana jika seorang yang bermobil pribadi juga ingin beli premium..? alasannya kan logis juga..“Lha kan saya tiap pagi pakai mobil..jadi wajar dong kalau cari murah..kan ini sifatnya operasional..”. Ini konsekuensi hukum ekonomi. Pak Dinesh Kulkarni, Vice President PT. BAI pun pernah cerita ke ane, bahkan orang kaya raya di India yang hendak beli sebuah yacht (kapal pesiar) pun bertanya..“Berapa nih konsumsi bahan bakarnya per kilometer..?” tak lain karena ongkos operasional adalah komponen pengeluaran yang harus ditekan serendah-rendahnya…!!

Kembali ke urusan dalam negeri, Sekarang pembelian bahan bakar mau diatur dengan cara menyentil kemaluan rasa malu seorang konsumen. Dengan harapan seseorang akan merasa malu jika mengisi mobilnya dengan premium alias bahan bakar bersubsidi.

Kalau sudah begini..ya jadi susah urusannya..Rasa malu seorang manusia tidak selalu berkorelasi dengan hukum ekonomi. Jadi ya jangan heran meskipun ada spanduk “Premium adalah bahan bakar untuk yang tidak mampu”, namun seseorang yang bermobil pribadi tetap nekad mengisi premium. Kasarnya..”persetan mampu atau enggak, yang penting pengeluaran gue bisa murah…”.

Lagipula yang disebut mampu itu kriterianya apaaa..?

mampu atau tidak..apa batasnya..?

Apakah batasnya..? Apakah orang yang mampu beli mobil itu layak disebut mampu..?Lha kalau kredit gimanaa..? Apakah orang yang mampu beli mobil berharga sekian ratus juta mau disebut mampu..? Apakah kriteria mobil mewah itu..? Apakah batas antara orang mampu dan tidak mampu..?

Bukan itu masalahnya..Bukan batas-batas dan taraf ekonomi masyarakat yang seharusnya diberi patok. Namun ketegasan para legislatif dan eksekutif harus lebih berani..!! Masyarakat harus diatur. Seharusnya sejak masuk pom bensin sudah ada loket selektor yang memisahkan kendaraan berdasarkan suitability BBM nya.

Misalnya saja…sebuah Alphard tentulah harus minum Pertamax minimal, meskipun si pengendara mengaku hanyalah supir dari si boss..atau sebuah angkutan umum dan truk pick-up silakan nenggak diesel atau premium. Sedikit hambatan sistem ini paling-paling adanya protes dari pemilik mobil keluaran tahun 90an yang masih oke nenggak premium..“Lha kan saya masih boleh minum oktan 88, mesin lawas nih..lagipula harga mobil ini gak semahal yang lain..”

Yah, kalau menurut opini ane sih tetap saja, kalau bisa menikmati value dan kenikmatan  minimum sebuah  mobil pribadi yang mana tidak kehujanan, tidak kepanasan dan bisa duduk nyaman..itu sih silakan minum pertamax doong.

Akhirnya..silakan berkaca dan periksa kembali kemaluan rasa malu masing-masing. Lepas dari urusan haram atau tidak..Apakah masih ada atau sudah putus uratnya. Yang penting tahu diri aja deegh…!!

 


Aksi

Information

33 responses

28 06 2011
28 06 2011
extraordinaryperson

tau diri dan sesuaikan spek motor

28 06 2011
adecahyapurnama

hehehe..
kata-kata mampu memang absurd..

btw, hukum ekonomi yang “pengeluaran sekecil2nya mendapatkan keuntungan sebesar2nya” dah kadaluwarsa om..

28 06 2011
el barto

mobil ane premium, mobil bini shell super.
motor ane shell super semua🙂 avanza khan mobil rakyat wajar donk isi premium hehehe.. bini pake freed buat anter anak sekolah, kalau ini memang speknya gak boleh premium.

28 06 2011
nanared

gimana dengan yang didaerah oom Ben?ane pngen pake pertamaxx(sayang motor) tapi jarak spbu yg jualan pertamaxx sekitar 60km,
60km cuman bwat isi BBM?…….astaga*tepok jidat

28 06 2011
B M W ©2011

tergantung kitanya aja mas

28 06 2011
Angga

Pake RON92 ajah. Mobil saya bukan angkot, motor saya bukan ojek. Bukan soal kompresi, yang penting introspeksi diri, masih layak disebut orang ga mampu atau ngga.

28 06 2011
kangmase

saya belum punya mobil, tapi kalo mobil lawas dengan kompresi rendah apa jkuga harus ikutan make pertamax? bukannya akan mubadzir saja? dan hal yang mubadzir kan berdosa juga……….

http://kangmase.wordpress.com/2011/06/28/siapa-sih-orang-tidak-mampu-yang-boleh-pake-premium-trus-kalo-kompresi-mobilnya-rendah-gimana/

28 06 2011
bennythegreat

Nah..itu dia kang..monggo dishare opininya..

28 06 2011
ken arok

subsidi bbm dicabut lalu dialihkan buat subsidi sembako. Semua menikmati mau yg bemobil, pake motor, atau yg pake onthel/ jalan kaki… Paling yg dapet banyak kaum beruang yg makannya banyak..hihihihi……

28 06 2011
ken arok

dan subsidi pendidikan merupakan keharusan karna pendidikan adalah hak setiap warga negara..pendidikan bukanlah sebuah komoditi yg diperjualbelikan… Bbm murah gak penting

29 06 2011
Kudus kota kretek

EntE sebagai blogger Emang beda…….
Kalimat pada paragraf terakhir,
Sungguh menggesankan.
Hahahaa…
Like this kang……..!!!!

29 06 2011
Den

Kalo bisa hemat, ngapain boros…

29 06 2011
jahe

keremiummmmmmm

29 06 2011
29 06 2011
willykk

😆 Qite fair2 an aja ok ? ane siy sebenernya mampu beli bbm non-subsidi aliaz shell super, cuma berhubung harganya 2x lipetnya PreMinum jadi kyknya ga worthed.. beda kalo dulu (th’2009)shell sempet cuma 6000 an/L.. ane selalu isi shell meski motor cuma supera pit.. lah sekarang ??

kudunya PreMinum dinaekin , PreMix alias PrettAmaat diturunin baru dah ane janji ga bakalan isi PreMinum lagii😆

ane menghayal seandainya PreettAmat udah turun seharga maximal 75%nya dari Preminum (rp.7875) baru dah ane bakal stop isi Preminum..😆

ane rasa pemerintah sengaja ga bakalan naekin PreMinum supaya mereka juga bisa nikmatin.. jadi palingan Inflasi bakalan makin tinggi alias harga2 pada naek terus..😥 -> klo kyk gini akhirnya rakyat miskin makin miskin, dll

untungnye motor ane ga kolokan2 amat jadi masih pengertian klo dicekokin preminum😳

29 06 2011
willykk

ntar klo PreeetttAmat udah turun ampe 7500 an, Preminum dinaekin baru ane ngisi dah😳

29 06 2011
dudung59

wah gambar bajajnya seharusnya diperbesar…

29 06 2011
husni

money speak louder dibandingkan himbauan moral … Sepatutnya sekarang dicari lagi upaya yg lebih efektif soal efisiensi bbm seperti angkutan masal atau memperluas penggunaan bbg..

29 06 2011
Tiyo 2010

Bang ben, setau ane mobil yg wajib pake pertamax itu yg keluaran diatas 2006, cmiiw… So di bwh th tsb boleh nenggak premium, jd caranya pas masuk SPBU, petugasnya harus jeli dan tegas dlm melayani konsumen,

29 06 2011
29 06 2011
umarabuihsan

blm ada mahasiswa skripsi, subsidi bbm berapa persen yg tepat sasaran

29 06 2011
gogo

begitulah, kdang yg punya mobil aslinya orang pas pasan, mobilnya ngredit jdi operasional kudu ditekan. bwt pemerintah silahkan aj premium dihilangkan sxan asalkan negara menjamin rakyat negeri ini mampu membeli pertamax aka rakyat makmur semua, syukur transportasi publik dimajukan..

30 06 2011
Sophie

Iya betul,,, kesadaran aja… kalo lagi ada ya beli pertamax, tp kalo lagi kere nggak apa2 premium…

30 06 2011
amirul

kalo naik moge harus beli pertamax atau masih boleh premium mas.. hihihi

30 06 2011
bennythegreat

Ya harus pertamax dong..kompresinya gede gitu loh

30 06 2011
30 06 2011
serba serbi

peringatannya keren gan… “…hanya untuk golongan tidak mampu”

30 06 2011
bodats

untung gue pake avtur…

30 06 2011
ajikinai

ya,itu resiko. urusan mampu ga mampu, anak kecil aja tau. Ato kita buat acara bakti sosial aja, untuk para pemilik plat hitam yg ga mampu beli pertamax…………….

30 06 2011
ajikinai

anda benar

2 07 2011
sam_h

Coba pertamax 6000/liter, pasti ane dah ngisi pertamax dan anti premium!

8 07 2011
dimasarifantonio

di daerah saya masih banyak mobil pribadi yg pake premium mas😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: