Celoteh Di Hari Kemerdekaan

17 08 2011

image

Okey bro n sist seantero jagad Indonesia, seperti biasa pada hari istimewa yang sebenarnya gak istimewa amat ini ane ingin sedikit berceloteh mengenai “KEMERDEKAAN”. Renungan khusus dari balik kakus ini sengaja ane tuliskan agar tidak menguap berlalu begitu saja dengan HTC Flyer di tangan..nah, itulah salah satu fungsi blog..sebuah sarana untuk memerdekakan pikiran kita.

Di tahun 2011 ini dari sudut pandang ane, Indonesia belumlah bisa dibilang merdeka. 17 Agustus 1945, 66 tahun yang lalu memang ada sih proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan oleh senior ane dari ITB yaitu Bung Karno, yang juga salah satu tokoh idola ane. Namun hey, itu hanyalah sebuah milestone. Apa yang terjadi setelah tonggak pencapaian itulah yang lebih penting.

Karena ane bukan orang yang mau mikirin yang luas-luas maka kontemplasi ini akan ane batasi ke beberapa topik.saja. Lhaa..kok..? Lha iya lah, namanya manusia interest nya kan beda-beda..pandangannya juga beda-beda. Khusus bagi ane yang kapasitas.otaknya terbatas ini, sejak sekolah ane sudah berkomitmen untuk fokus kepada hal yang sempit saja. Misalnya ketika sekolah..ya ane hanya akan fokus kepada pelajaran di sekolah dan bagaimana meraih prestasi setinggi-tingginya. Ingat ya, prestasi bukan nilai. Demikian pula ketika kuliah, hidup ane lempeng aja..gak banyak neko-neko. Memang enak jadi orang berpikiran yang sempit dan apatis kala itu. Ada gadis cantik yang diperebutkan lelaki satu sekolah, ane cuek. Ada kawan yang disukai kawan di sekolah karena sudah.bisa bawa motor sport, ane cuek saja. Ada kampus sebelah ngajak demo ke kampus, ane cuek saja..

Lha gimana gak cuek..resources ane terbatas bro..! Konsen dan waktu ane juga terbatas..waktu sekolah tujuannya ya belajar, bukan main ngalor ngidul. Begitu juga ketika kuliah konsen ane juga terbatas. Yah..barangkali jauh lah kapasitas ane dengan para aktivis kampus yang jago pidato itu..hehehe

Lalu dimana makna merdeka di situ..? Bukankah bang ben menjadi terpenjara dengan konsen dan.waktu yang dibatasi oleh kesibukan kuliah dan sekolah..? Lalu gimana dengan masa muda bang ben yang hilang begitu saja..? Bukankah bang ben juga perlu bermain dan mengenal lawan jenis..? Oh.jelas..tapi porsinya jangan sampai mengganggu prestasi dong..! Rupanya di sisi lain, dibalik disiplin dan perencanaan kegiatan, ane menemukan kebebasan dan kemerdekaan di sana.

Well..untunglah almarhum ayah ane, seorang alumni Seni rupa ITB secara implisit mengajarkan bahwa semua akan indah pada waktunya. Kira-kira demikianlah kalau diartikan dalam bahasa sekarang. Sekolah tak punya uang, tak punya motor. Owh..gak masalah, lha wong tujuanmu itu belajar.. kuliah tak punya pacar, tak mampu bergaul di cafe.. owh gak penting..yang penting raih IPK setinggi-tingginya. Masih teringat wejangan Quraish Shihab semalam di acara buka bersama kantor.di sebuah hotel mewah di Jakarta. ” Tetapkanlah tujuan hidupmu jauh ke depan..tidak dalam hari ini, tidak dalam bulan dan tahun ini atau 5 tahun lagi..tapi ingatlah tujuan akhir kita adalah bersanding dengan Sang Pencipta..” sebuah wejangan yang membuat ane berkontemplasi. Rupanya sedikit banyak ane telah melakukannya..Alhamdulillah..lagi-lagi merdeka..!

So, karena ini blog yang aroma otomotifnya lumayan tajam, maka dari kakus ini ane akan coba memandang situasinya. Bicara otomotif pasti bicara transportasi..bagaimana caranya memindahkan manusia dan barang dari titik A ke titik B. Sebenarnya ditilik dari teori dasar transportasi mudah saja. Tinggal bagaimana moda transportasinya..? Mau pakai jalan darat, air, udara atau jalan rel..?

Rupanya jalan darat masih menjadi pilihan, namun sayang dalam bidang transportasi, rakyat Indonesia belum diberi kemerdekaan oleh pemerintah. Di kota besar yang seharusnya tingkat pelayanan publiknya lebih baik dari pedesaan, masyarakat secara alami – atau barangkali disengaja oleh pihak tertentu –  telah diarahkan untuk mencari solusi individual, bukannya solusi kolektif (baca: transportasi massal). Oleh karena itulah, kata penjajahan otomotif menurut ane tepat dialamatkan untuk keadaan ini.

Mengapa dijajah..? Siapa yang menjajah..? Coba pikirkan..saat ini rakyat punya kebutuhan, punya urusan masing-masing,namun karena.pemerintah tidak mau berjuang dan berusaha untuk memberikan solusi transportasi kolektif yang bersifat massal, maka rakyat dibuat tercerai berai..mencari cara dan daya upaya sendiri-sendiri untuk memenuhi kebutuhannya.

Jegerrr..rakyat yang mayoritas memiliki daya beli terbatas ini tiba-tiba disejukkan dengan adanya pabrikan otomotif, mobil dan motor yang disediakan secara manis oleh para produsen yang bermodal kuat yang pastinya bukan berasal dari APBN.

Sebuah skema kepemilikan ditawarkan, yang menggoda.banyak orang untuk menyetujuinya. Uang muka.sekian rupiah..selanjutnya kamu bayar ke saya sekian rupiah per bulan ya. Enteng tho..lihat 3 tahun lagi kamu udah bisa punya kendaraan sendiri..lihat nih bebek keren kamu, bisa dipakai ke kantor, ke rumah mertua, ngapelin cewek dsb. Dan…penjajahan pun dimulai..? Lho..apa yang dijajah..? Bukankah itu adalah proses ekonomi. Ada kebutuhan, maka akan ada pemenuhan kebutuhan. Ada demand, ada supply. Ada konsumen, ada produsen. Wajar tho..? Yah..bener kok. Gak salah juga. Tapi lihatlah secara kaffah dari berbagai sisi..

Ini solusi individual yang dimassalkan bung..! Satu per satu batang lidi di dalam Republik Batang Lidi Indonesia diarahkan untuk mengonsumsi barang yang seharusnya dijadikan barang hobby, bukan diturunkan spesifikasinya lantas dijual massal. Pemerintah seharusnya melayani rakyatnya untuk bertransportasi. apa susahnya menambah armada busway dan feeder, lantas membatasi pemakaian kendaraan pribadi secara TEGAS..?

Padahal seharusnya uang yang dipegang oleh para batang lidi ifu dapat dimanfaatkan untuk bisnis dan investasi yang lebih berguna ketimbang memenuhi kebutuhan transportasi yang seyogyanya dipenuhi oleh negara.

AH..sudah terlambat untuk misuh-misuh..kini budaya rakyat Indonesia sudah bergeser. Kini agar bisa “dianggap” sebagai orang, setidaknya manusia harus mampu/memiliki 3 hal berikut: punya handphone, mampu beli rokok dan bisa kredit.motor..barangkali kalau mau lengkap harus ditambah lagi dengan harus nonton acara sampah di televisi dan mengikuti kabar selebritis tak penting, harus ikut trend busana alay masa kini, juga harus bisa nongkrong tanpa tujuan di lokasi tongkrongan di lingkungan..tentu saja harus bawa motor dan menghisap rokok..kalau tidak..Ah..gak gaul banget seh..

Ah..semuanya begitu cepat terjadi. Semua tak seperti dulu lagi. Ada yang berargumen..ini adalah sebuah kemajuan..daya beli meningkat, remaja bisa bergaya, semua serba tersedia, taraf ekonomi meningkat..lihatlah convenience store di berbagai sudut kota menawarkan standar baru pergaulan kota. Barang siapa tak mampu nongkrong di sana, jangan harap bisa dianggap mampu.. padahal..harga makanan dan minuman di sana tak bisa dibilang murah untuk ukuran kantong remaja. Belum lagi waktu remaja yang seharusnya diisi dengan kegiatan pengembangan diri dan belajar untuk berprestasi harus dihabiskan di sana..sayang sekali.

Kata mereka..untuk apa sekolah, sekarang zamannya wirausaha. Tak sekolah itu bukan hambatan.. sekolah itu hanya berlaku untuk mereka yang mau jadi karyawan..demikian kata seorang pengusaha tua bangka yang gemar becelana pendek..well you know what pak.. Fuck you..! Ane ingin tahu apa ente bisa bicara seperti itu seandainya bisnis ente gagal…! Tolong jangan racuni generasi muda kami dengan iming iming hasil pencapaian hidup ente, tapi tolong ajarkan kami proses menuju kesana.. bukan sekedar pamee kekayaan lantas mengejek yang mengenyam pendidikan.

Tak terasa waktu sudah hampir berbuka, renungan kakus di hari kemerdekaan ini harus disudahi.. semoga kita bisa melakukan, tak sekedar merenungi arti.kemerdekaan.


Aksi

Information

20 responses

17 08 2011
mandirajati

merdeka

17 08 2011
B M W ♣

Sip

17 08 2011
Bonsai Biker

merdeka

17 08 2011
Long'S

Hidup wiraswasta

17 08 2011
ipanase

wow, koran

17 08 2011
Kevin

taon ni sma keq taun sblun ny, gr2 puasa jd tidak ada kegiatan spt panjat pinang dll,

17 08 2011
18 08 2011
absoluterevo

Andai di indonesia cuman satu partai politik, apakah indonesia akan maju atau tidak ya mengingat banyak yg rakusnya dari pada yg jujurnya Merdeka basmi bangsat2 uang rakyat

18 08 2011
Mbah Dukun ... ┌П┐(‾.‾҂)

kuliah – sekolah penting tapi tergantung jurusan ben. kalo mau jadi akademisi atau technokrat silakan kuliah setinggi tingginya karena emang itu celahnya,

kalo mau jadi bisnismen ya kuliah itu “secukupnya” aja yang penting orang nggak ngeremehin tinggat pendidikan kita, sisanya gimana kita ngembangin karir kita sendiri. kalo mau jadi wira usaha kelamaan nongkrong di kampus, yah alamat ditinggalin kompetitor,

tapi kalo mao jadi karyawan and make a living ya memang kudu kuliah tapi jangan kelamaan juga cos pengalaman kerja juga mala lebi penting.

inget lagu rhoma irama … yang sedang sedang saja … jangan ter la lu …

18 08 2011
dumsky

Kata mereka..untuk apa sekolah, sekarang zamannya wirausaha. Tak sekolah itu bukan hambatan.. sekolah itu hanya berlaku untuk mereka yang mau jadi karyawan..demikian kata seorang pengusaha tua bangka yang gemar becelana pendek..well you know what pak.. Fuck you..! Ane ingin tahu apa ente bisa bicara seperti itu seandainya bisnis ente gagal…! Tolong jangan racuni generasi muda kami dengan iming iming hasil pencapaian hidup ente, tapi tolong ajarkan kami proses menuju kesana.. bukan sekedar pamee kekayaan lantas mengejek yang mengenyam pendidikan.

————————————————————————————-

LIKE THIS !!!!

18 08 2011
el barto

memang agak sebel juga sama pernyataan tsb, kesannya menyepelekan yg sudah sekolah tinggi2

18 08 2011
husni

Kalo menulis tema renungan emang om ben jos banget dah…tulisan-nya panjang mirip seperti thesis… (no offense)..

18 08 2011
bennythegreat

Haha..nulis apa aja yg ada di kepala..go with the flow

18 08 2011
the yellow flash

Menurut saya Indonesia.adalah negara yg senang dijajah KORUPTOR…!!! HUKUM di injak2 oleh mereka…

18 08 2011
kasamago

wejangan yg mantab om.. nice, inspiratif. ttp jadi diri sendiri, jangan ikut2an ngeksis tongkrongan dipinggir jalan tanpa tujuan hidup..

18 08 2011
Ifan056

Nice om…
Bener2 potret gambaran keadaan ibukota Saat ini yg penuh dgn persaingan dan intrik..

19 08 2011
yusto

like this om ben, memang yg terbaik adalah jadi diri sendiri, ga ngikut trend pada masanya

20 08 2011
1098

maap om ben, ijin copy buat di share

20 08 2011
kun am

Kenapa begitu sinis dgn yg namax motor bebek?
Kecuali kl anak2 org kaum borjuis brgelimang harta (entah itu dr hasil korupsi ato uang halal)yg begitu merengek minta motor lgsung dbelikan org tuanya “motor laki” yg mahal,,mayoritas motor prtama org indonesia adalah motor bebek..
Ada yg bilang,bebek itu pembodohan otomotif,,WTF!!berdasarkan apa bs blg begitu..?
Apa brdasarkan bahwa di luar negeri tdk ada motor bebek??hidup sono di luar negeri…
Bahkan sebelum qt lahir pun motor bebek sdh diterima dgn baik di indonesia..

28 06 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: