CBR 250 ABS, Best Value Motorcycle versi Motorcycle.com

22 08 2011

Rupanya alasan efisiensi dan price over value menjadi kriteria penting bagi para reviewer di website motorcycle.com. Silakan baca dulu review mereka terhadap CBR 250R – ABS sehingga layak dijadikan pemenang untuk kategori “Best Value”.

When Honda stopped importing the VTR250 in 1990, it left the Kawasaki Ninja 250 as the default entry-level sportbike, remaining that way for two decades. But with the introduction of the CBR250R, Honda removed the best quarter-liter sportbike trophy from Kawasaki’s mantle. Boasting an MSRP of $3,999, equal to that of the Ninja, and only a $500 bump in price for ABS, the newest CBR easily won our best-bang-for-your-buck award this year.

The liquid-cooled, fuel-injected single-cylinder engine powering the CBR makes more usable power than the Ninja’s peaky parallel-Twin and is remarkably smooth. The new CBR is also the first small-displacement sportbike to offer ABS, and this is a feature that’s worth every penny for beginner riders. Honda’s Combined-ABS links the rear brake with one of the front caliper’s three pistons, and if pushed past the ABS threshold, hauls the bike down with the usual mild pulsing. Nicely styled, comfortable for a variety of sizes and shapes, and affordable in new-bike terms, the CBR250R ABS is a winning combination at a great price for beginner riders – or experienced ones.

Mari kita bedah bersama maksud review tersebut..

Pada paragraf pertama disampaikan bahwa Kawasaki pada awalnya mengisi kekosongan pasar 250cc yang sempat diisi oleh Honda VTR 250 yang di stop impornya oleh Honda pada 1990 silam. Namun sejak kemunculan CBR 250 yang memiliki kode MC41 dan basis mesin DOHC single cylinder ini, kekuasaan Ninja 250 berhasil dilengserkan. Mengapa?

Entah mengapa reviewer mengatakan bahwa karakter mesin yang torqy (galak di RPM bawah) ala CBR 250 lebih disukai ketimbang karakter peaky (galak di RPM atas – >10,000 RPM). Apakah situasi “stop n go” alias macet juga terjadi di negara Paman Sam sana..?

Fitur ABS juga ternyata menambah alasan untuk memenangkan CBR 250R, mengingat motor ini adalah motor dengan mesin terkecil yang menggunakan teknologi ABS. Well..bisa dimaklumi sih, tahu sendiri kan kalau orang sono lebih peduli dengan safety..

***

Nah, usai memahami review di atas, mari berkaca ke negeri sendiri. Di Indonesia, CBR 250-Non ABS ternyata lebih laku. Konsumen kelas 250 cc bisa dipastikan melek teknologi dan performance addict, nah..lalu kenapa malah versi non-ABS yang lebih laku? Disinyalir beda harga sebesar tujuh juta rupiah cukup signifikan menghambat “decision to buy” konsumen untuk versi ABS.

Selama ane melihat penampakan CBR 250R di jalan sendiri, karakter mesinnya memang cocok untuk mereka yang menginginkan untuk terlihat ganteng di kemacetan. Mesin torqy mengakomodasi mereka yang ingin melakukan over taking dengan cepat dan meraih akselerasi lebih galak.

Dilihat dari grafik penjualan yang direkap oleh eyang Edo Rusyanto, 5 bulan setelah diluncurkan, penjualan CBR 250 cenderung menurun dan Ninja 250 sebaliknya cenderung naik, namun trend 5 bulan ini belum cukup untuk menilai perilaku konsumen.. Time will tell deeh..:mrgreen:


Aksi

Information

15 responses

22 08 2011
B M W ♣

Ngapusi

22 08 2011
geraltofrivia

loo jadinya CBR250 ini DOHC atau SOHC dengan Unicam nih om ben?

22 08 2011
bennythegreat

DOHC bro, liat tuh camshaft nya ada 2

22 08 2011
22 08 2011
chi

konsumen luar sono mungkin lebih care m teknologi + safety ,, good bike !!

22 08 2011
asmarantaka

barang baru mungkin??..disini sukanya yg kentjanggg😀
http://asmarantaka.wordpress.com/2011/08/22/saat-komentator-menjadi-diktator/

22 08 2011
Isnanto Dahrojatun (@is_roadster)

Eh, pernah denger CBR250 pakai knalpot racing? Kok mirip motor biasa ya? Gak kedengeran suaranya mahal? Berarti 1 dapur vs 2 dapur memang nyata beda ya? Lom lewat aja dah ketahuan. No offense,….

22 08 2011
Rizqibe

Ya begitulah, pernah disalip pas pake Ninin sama CBR 250(Lagi jalan santai) Dikira disalip Bebek DOHC, eh ternyata pas lewat dimensinya gede banget, tapi suaranya gak mendukung. Bedain sama Ninin pas udah 7ribu rpm keatas, selain makin ngisi, suaranya juga makin “garang” walaupun knalpotnya standard sekalipun. Teriakannya itu loh yang gak bisa disaingin sama si 1 dapur.

24 08 2011
drill&blast

Lain ladang lain ilalang.. org sana sudah sampai ranah safety dan tekno, org kita masih bahas speed n suara

22 08 2011
Triyanto Banyumasan

konsumtif , barang baru dikeja… Inferor ganti anyar lagi😀

22 08 2011
MASBAS™

Mungkin karena tipikal konsumen disana beranggapan bahwa kecepatan bukan faktor utama _IMHO

22 08 2011
mantyasih

IMAO, konsumen 250CC di amrik bener2 konsumen beginner entry level bike, mungkin krn mrk gag dibombardir dgn moped dan scooter (bedakan dgn eropa yg slain scooter, entry level bike di angka 125CC).

Pemakainya mungkin murni anak2 muda atau dewasa yg baru belajar naik motor, hingga masalah performa, msh akan menjadi point “pembelajaran” mereka. Hingga, untuk belajar motor ini, lbh pas dgn karakter torque dibanding peak power, krn mrk memakai di perkotaan saja, yg pasti akan terpantau ketat masalah speed limit nya. Hingga lbh penting kcepatan utk mendapat tarikan bagus drpd top speed lbh menguasai pemilihan motor. Blm jika disandingkan dgn konsumsi bbm, kantong anak muda, dimanapun beda dgn kantong mapan…apalagi bensin disono termasuk mahal juga.

Saat mrk mapan dgn skill bermotor, dan menyukai perjalanan menengah-jauh, plus kemampuan financial, saatnya mrk naik kelas… Dan ingat, mrk memiliki pilihan utk naik kasta dgn nominal yg lebih sedikit bedanya dibanding indonesia, ibarat, beli 2 CBR250 atau ninja250 sudah bs dpt 1 motor 600 cc,

Skrg bandingkan dgn indonesia, 250CC jelas bukan kelas beginner….hampir bisa dibilang, 250CC adalah kelas puncak di industri R2 indonesia… Untuk naik kelas, butuh dana > 3x lipat… Bahkan bicara power, minimal 4x lipat…

Dgn alasan itu, bagi para penyemplak R2 di indonesia, yg sudah cukup modal skill n attitude berkendara, tentu akan lebih memilih motor yg powerfull… Ingat juga, disini masalah speed limit masih abu2 (ada tapi spt tiada)

Diluar itu, mungkin reviewer td akan bs berkesimpulan lain apabila yg dibandingkan adalah motor2 non entry level (>600cc)

22 08 2011
ipanase

asekkkkkk

22 08 2011
13 09 2011
Nugroho Wahyu

Mangkin rame aja dah 250 di Indonesia… Denger2x Hyosung ama minerva maw buat pabrik di Indonesia … ^.^ Bijimana dah tuh ??? harga motor 650ccnya mereka juga Bikin mata ngelirik tuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: