Strategi Hernan Reyes (Fast Five) dan Kondisi Transportasi Indonesia

1 09 2011

Lord Hernan Reyes

“Let me tell you a true story..
Five hundred years ago the Portuguese and the Spanish came here..
Each try to get the country from their natives..
The Spaniards arrived, guns blazing, determined to prove who was boss..
The natives killed every single Spaniard..
Personally I prefer the methods of
the Portuguese..
They came bearing gifts..Mirrors, Scissors, Trinkets..
Things that natives couldn’t get on their own..
But to continue receiving them, they had to work for the Portuguese..
And that’s why all Brazilians speak Portuguese today..
Now, if you dominate people with violence, they will eventually fight back..
Because they have nothing to lose..
And that’s the key..
I go into the favelas and give them something to lose..
Electricity, running water, School rooms for their kids..
And for that taste of better life, I own them”
 
***************************************************
“Mari saya ceritakan sebuah kisah nyata ..
Lima ratus tahun yang lalu bangsa Portugis dan Spanyol datang ke sini ..
Mereka mencoba untuk merebut negara dari pribumi mereka ..
Orang-orang Spanyol tiba dengan kekerasan dan senjata, bertekad untuk berkuasa..
Namun penduduk asli membunuh orang-orang Spanyol itu..
Secara pribadi saya lebih memilih metode Portugis ..
Mereka datang membawa hadiah .. Cermin, Gunting, Pernak-pernik ..
Hal-hal yang tidak bisa mereka buat sendiri..
Tapi untuk terus mendapatkannya, mereka harus bekerja untuk orang Portugal ..
Dan itu sebabnya semua orang Brasil berbahasa Portugis saat ini ..
Sekarang, jika Anda menguasai orang dengan kekerasan, mereka akhirnya akan melawan ..
Karena mereka tidak akan kehilangan sesuatu ..
Dan itu kuncinya ..
Aku pergi ke favelas (dusun) dan memberi mereka sesuatu yang berharga..
Listrik, air, ruang Sekolah untuk anak-anak mereka ..
Dan untuk sarana kehidupan yang lebih baik itu, aku telah memiliki mereka “

Kutipan di atas berasal dari film Fast Five yang dibintangi oleh Vin Diesel, Paul Walker, Jordana Brewster, Gal Gadot cs..

Diucapkan oleh Lord Hernan Reyes yang diperankan oleh Joaquim de Almeida. Reyes adalah seorang “penguasa” di Rio de Janeiro, Brazil..sebuah kota berbukit. Dikisahkan bahwa jika ada tindakan illegal yang terjadi, maka ia pasti terlibat. Di Rio de Janeiro, Reyes “memegang” peranan kunci dalam penyediaan fasilitas umum. Bahkan beberapa oknum kepolisian pun mampu ia gaji. Istilahnya..preman setempat deeh.

Yang berkesan dari kutipan di atas adalah strategi Reyes dalam mengambil hati masyarakat yang barangkali kasarnya disebut “menjajah” secara halus. Alih-alih mencoba berkuasa dengan menggunakan kekerasan, ia memberikan “taste of better life” kepada masyarakat sehingga dalam jangka panjang, masyarakat menjadi “dijajah tapi nikmat” dan menyebabkan ketergantungan.

macet...

Strategi menarik ini lalu ane gothak-gathik-gathukkan dengan kondisi transportasi di beberapa kota besar Indonesia. Ketidak mampuan pemerintah setempat dalam menyediakan fasilitas transportasi umum yang layak, memberikan kesempatan bagi para produsen kendaraan bermotor untuk mengeruk keuntungan. Tentu saja entry point-nya sudah tersedia dan tidak perlu dipaksakan.. Selanjutnya, dengan sendirinya masyarakat akan membeli produk alat transportasi pribadi buatan mereka karena butuh.

Sudah sekian tahun terakhir untung diraup para produsen dan tentu saja jalanan makin macet. Sementara itu transportasi umum tak kunjung membaik. Adanya fasilitas Kopaja ber-AC hanya tersedia terbatas dan diharapkan masyarakat dapat “dibungkam” dan dibuat takjub sementara. Faktanya, pada jam sibuk di ruas jalan Jakarta, masih saja terlihat kendaraan umum yang sudah tidak layak jalan, ditambah lagi perilaku sopirnya yang sruntulan bin ugal-ugalan.

lagi-lagi macet..

Produk kendaraan, terutama sepeda motor…yang idealnya tidak digunakan untuk transportasi harian, spesifikasinya dispek-down oleh produsen lantas dijual massal, proses kepemilikan mudah sehingga masyarakat bersuka-ria. Urusan kendaraan tersebut digunakan secara menyimpang entah itu dipakai oleh anak di bawah umur atau untuk kebut-kebutan, resikonya silakang tanggung sendiri. Bahkan begitu sukanya konsumen, sampai timbullah fenomena fanboys, entah itu bayaran produsen atau bukan yang sepertinya level fanatismenya kepada merk kendaraan tertentu sudah melebihi penyembah berhala..:mrgreen:

Namun anehnya kondisi tak kunjung membaik, masyarakat masih tergantung pada produsen kendaraan bermotor untuk memenuhi kebutuhan transportasi mereka, sementara itu pemerintah seolah bergeming dan ogah-ogahan dalam membuat transportasi massal yang cepat, murah dan nyaman.

Dilihat dari kondisi ini, silakan dinilai apakah strategi produsen sangat mirip dengan kutipan Lord Hernan Reyes di atas..? Apakah kondisi seperti ini dipelihara..barangkali dengan “bujuk rayu” kepada pemegang jabatan vital di pemerintahan..? Apakah masyarakat kita sudah sampai pada kondisi TTM (Terjajah Tapi Mesra)..?

Wah..wah..kalau benar demikian..Indonesia belum sepenuhnya merdeka dong..? Hanya penjajahannya yang berubah bentuk menjadi penjajahan gaya baru yang lebih disukai.

Melanjutkan kisah Lord Hernan Reyes di Fast Five..sebagai pebisnis yang menjalankan usahanya dengan menghalalkan segala cara, Reyes punya kelemahan. Yang pertama, Ia menyepelekan Tuhan, yang kedua..Ia menaruh uangnya dalam satu tempat, padahal anjuran investasi mengatakan “never put your eggs in one basket”. Nasib Reyes yang tamak ini pun harus berakhir tragis ketika ratusan anak buah dan tentara bayaran tak mampu melindunginya. Sudah tertimpa mobil Dominic Toretto, dua peluru dari Hoobs harus ia terima.

Sebuah ending yang tragis bagi mereka yang memihak Reyes, tapi sebuah skak mat dan penyelesaian yang mantab, dimana tokoh protagonis dengan tega dan dengan senang hati memuntahkan peluru untuk menghabisi sang tokoh antagonis.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sekalian simak dulu bonus video hot berikut..


Aksi

Information

23 responses

1 09 2011
Mupenk

Siip

1 09 2011
Long'S

Nice Artikel😉

1 09 2011
willykk

yeahh mhantephss bangetss nih artikel😆 banyak betulnya😥

btw si giselle berani pose sexy euy cuma sayang kurang montok alias rada begeng bodynya ->kutilang darat 😆

nitip dongengan gratis : http://willykk.wordpress.com/2011/08/30/human-and-motorbike-analogy/

1 09 2011
willykk

yeahh mhantephss bangetss nih artikel😆
banyak betulnya😥

btw si giselle berani pose sexy euy cuma sayang kurang montok alias rada begeng bodynya ->kutilang darat 😆

nitip dongengan gratis : http://willykk.wordpress.com/2011/08/30/human-and-motorbike-analogy/

1 09 2011
motoisme
1 09 2011
cafebiker

bagaikan candu:mrgreen:

1 09 2011
wong

idul fitri belom 24 jam bonusnya udah gituan… tobat…tobaat…

1 09 2011
Joan 'Sky' Aviantara

Nah.. kalo gitu skrg kita cari siapa penguasa disini. Trus, kita gunain caranya si Dom buat ngalahin Reyes.
Bobol dan bawa keliling kota brankasnya😀

1 09 2011
andrews

Nice bgt😀

1 09 2011
gold d roger

kita idupin mobil monas yaitu timor

1 09 2011
arantan

Bagus Ben… berkualitas…
Nggak percuma jadi temennya Giri.

1 09 2011
bennythegreat

Jadi maksud lo apa nih men..

*bodats style*

1 09 2011
2 09 2011
gogo

mantab dah.. sepandai pandainya kancil pasti kalah juga

2 09 2011
2 09 2011
SuRyA

Wah ulasannya lengkap bgt mas..

http://www.dk8000.co.nr

2 09 2011
Mata gp

Ironisnya bloger Kritis kaya Om Ben laksana Buih dilautan…
Teringat tomy vs prinsipal jepang = tenggelam sampai sekarang. Ane dukung prjuanganmu Om Ben…
MERDEKA…

2 09 2011
Vickytrack

Intinya kita masih dijajah .
Tp lebih mantap bonusnya ..

3 09 2011
rider biasa

giliran artikel bagus begini malah sepi komentarnya.. emang pada GA BERKUALITAS banget dah komentator blog sekarang.
demennya debat kusir antara merek SATU dengan yang LAIN…

3 09 2011
jaos

mr.benny….mantaap kali artikel mu ini…..i really like it! Teruskan artikel 2 macam ini yang ditulis dengan hati yang berbelaskasih. Great!

Bahkan begitu sukanya konsumen, sampai timbullah fenomena fanboys, entah itu bayaran produsen atau bukan yang sepertinya level fanatismenya kepada merk kendaraan tertentu sudah melebihi penyembah berhala..
====
menjadi fanboi sekaligus dibutakan karena tertipu………..dan apa yg disembah itu pada akhirnya menyakiti mereka juga.

4 09 2011
2Strokers

Setuju, penyembah merk/brand minded = penyembah berhala.

4 09 2011
Nn

S7

5 09 2011
justmyimage

Salam hangat mas bro benny

justmyimage

teringat kata2 ‘ bila memang tak mampu untuk di kalahkan maka bergabunglah..justmyimage

konsep saya untuk mengatasi kemacetan akibat inspratuktur yg tak mampu menahan laju pertumbuhan kendaraan bermotor ..

yang pertama ajak para samurai jepang (maaf promosi mas) tux berdialog untux win2 solution
seperti pemerintah akan menerapkan masa kadaluarsa mobil dan motor jdi para atpm membantu dri segi kemudahan menukar mobil atau motor yg sudah lewat kadaluarsanya lalu mobil dan motor itu bs di hancurkan / dì lebur kembali untuk daur ulang.. Kan keren bgt mobil daur ulang itu..SAVE OUR PLANET..

yg kedua bgi penyedia transport yg akan merekondisi kendaraan yg baru…pihak pemerintah mau membantu meringankan pajak dan K I R mereka untuk 3 tahun atw lebih dan para samurai mau menurunkan harga kendaraan..justmyimage..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: