Panda…, Bunda Capek Naik Motor Tiap Hari… :(

30 09 2011
image

Bunda & Pupu

Bunda dulu didorong untuk mencari pekerjaan yang lebih baik..yah perjuangan hidup harus semakin keras karena Allah telah memberikan titipan kepada kami seorang anak lelaki yang lucu, ia kami beri nama panggilan Pupu. Tak disangka kedatangan Pupu begitu banyak merubah kehidupan kami..kini kami tak boleh lagi egois, apalagi dalam hal keuangan.

Sebagian dari gaji disisihkan untuk membeli susu dan makanan yang terbaik buat Pupu, begitu juga untuk popok dan pernak-pernik lainnya. Pupu menjadi kesayangan sekaligus sumber semangat kami.. Hanya dengan memandang wajahnya saja seolah memberikan energi ratusan tenaga kuda yang mampu menyemangati hari-hari kami berdua. Terlebih ketika melihatnya mulai bisa berjalan dan berceloteh..

Bunda pun memperoleh semangat baru, berbekal fasilitas printer dan internet tak terbatas di kantor Panda, Bunda mengirim ratusan CV ke berbagai perusahaan, tak lain dengan motivasi untuk membahagiakan Pupu. Hasilnya, akhir liburan Lebaran lalu Bunda  mendapatkan panggilan wawancara ke sebuah perusahaan kontraktor Australia. Alhamdulillah..diterima..

Mengapa Bunda harus disegerakan mencari lingkungan kerja baru..? Lingkungan kerja Bunda yang lama sangat buruk dan tidak sehat. Puluhan karyawannya gemar korupsi dan hidup dengan gaya hidup menyesatkan ala sinetron..bermewah-mewah tanpa melihat kemampuan diri. Belum lagi.sistem remunerasi yang tidak layak..Kasihan Bunda jika harus menjadi mawar diantara duri.

Di tempat kerja baru, bunda mendapatkan keinginannya..gaji yang jauh lebih baik dan yang terpenting..lingkungan kerja yang lebih bersahabat. Dengan rekan sejawat yang berpikiran mapan, pengetahuan bunda menjadi bertambah. Roda ekonomi keluarga pun berputar.. kami berharap Pupu dapat lebih bahagia.

Sebulan berlalu, kini ujian menerpa..jika dulu Bunda mengendarai motor maticnya hanya sejauh 5 km, kini jaraknya berlipat menjadi lebih dari 25 km. Energi Bunda pun terkuras di jalan..apalagi jika bertemu macet. Makin stress saja tua di jalan begitu kata Bunda. Berangkat lebih pagi pun bukan sebuah opsi yang baik karena sehabis Subuh adalah waktu yang nikmat bermain bersama Pupu.. ah..serba salah jadinya.

Setelah lama dipendam, akhirnya Bunda tak tahan..ia begitu lelah naik motor melewati jalanan yang kejam. Naik busway pun bukan pilihan yang bijak karena waktu semakin terbuang diantara antrian halte, belum lagi desakan penumpang sangat parah. Makin kesal lagi ketika melihat pemobil dan pemotor yang menyerobot jalur busway..

Kini Bunda setiap hari berangkat bersama Panda..kami harus rela bersama-sama setiap pagi menatap pandangan Pupu yang digendong neneknya melepas kepergian kami.. mata Pupu seolah berkata…”Panda..Bunda..aku masih ingin bermain bersama..Pupu pengen dibacain buku bergambar sama Panda..Pupu mau kepingin main bola bola sama Bunda..

Ah..terkadang air mata tak terasa menetes dari balik helm..

Waktu, Energi dan Uang menjadi aset yang belum bisa kami miliki seutuhnya, namun demi Pupu..kami harus berusaha.. Berusaha keras diantara buruknya transportasi umum kota Jakarta yang belum melayani warganya dengan layak. Akibatnya Bunda harus rela berlelah-lelah naik motor tiap hari yang pada akhirnya kena macet juga.

Sementara itu seorang boss besar di kantor bercerita bahwa ia tak pernah mau satu kendaraan dengan istrinya agar terhindar dari resiko kecelakaan yang membahayakan ia dan istri sekaligus. Ia sudi memilih sopir yang terlatih dan mobil dengan fitur keamanan berlapis. Si Boss sudah sangat mapan materi dan cara berpikir..ia paham betul arti resiko. Sayangnya di golongan karir yang lebih rendah..berapa banyak yang belum mapan dalam hal materi dan cara berpikir..? Berapa orang yang menjadi korban kegagalan transportasi kota dan harus rela mencicil sebuah motor selama berbulan-bulan.. padahal dengan uang itu seharusnya mereka bisa menabung dan berinvestasi.

Mengharapkan para pejabat kota Jakarta untuk melayani warganya dalam bertransportasi sepertinya sangat-sangat mustahil. Warga semakin merasa Satu Hati diarahkan membeli kendaraan pribadi untuk dapat berjubel dan berebut  berdesakan agar Semakin Di Depan. Kasihan…sungguh kasihan…

Kembali kami menatap Pupu yang tengah tertidur pulas..Waktu bermain dengannya beberapa hari ini semakin mahal saja karena kesibukan kami berdua semakin meningkat bahkan hingga harus pulang malam. Pada akhirnya kami tak ingin banyak mengeluh, karena tentunya masih banyak orang yang tidak seberuntung kami. Namun kami juga harus realistis dan terus berdoa dan berusaha menatap ke atas untuk kehidupan yang lebih baik.

***

Diinspirasi Livin’ On A Prayer dari Bon Jovi

dedicated to my lovely wife Lusi & my brilliant junior Pupu The Great


Aksi

Information

62 responses

30 09 2011
B M W ♣

Sip

30 09 2011
aguswazza

Artikel mantap bang…

Pamer blog baru ya bang😀
http://aguswazza.wordpress.com/2011/09/29/jejak-pertama/

30 09 2011
hoeda

Curhat tengah malam

30 09 2011
Mupenk

Cerita yang penuh dengan makna dan petuah.sangat2 bagus kang ben…

30 09 2011
ardiantoyugo

hemmmmm…………….

30 09 2011
keshamotor

semoga om ben lancar rezekinya, biar pupu cpet punya mobil Aamiin🙂

nitip om
(review satu tahun bersama suzuki titan http://www.keshamotor.wordpress.com)

30 09 2011
Igfar Pramarizki

nyontek tema ya..

30 09 2011
cileungsi

wow seperti sinetron indosiar om😀

30 09 2011
idadzzz

memukau.

30 09 2011
Pak Bambang Nunggang Byson

disyukuri, masih banyak yang ga punya kerjaan

30 09 2011
at0zzz

keren om,,,,,,,,,,,,
*berkaca-kaca

30 09 2011
at0zzz

jiiiaahhhh nyangkut😦

30 09 2011
Long'S

Suami istri bekerja
Udah sesuatu yg wajar di ibu kota

30 09 2011
absoluterevo

Wih curhan hati di malam jummat he he🙂

30 09 2011
ifan orange

Amiiinnn…
Tulisan yg sgt memberi semangat di juumat pagi..
Saya sangat suka tulisan ini dibanding begitu banyak tulisan omben..
Merinding karenanya.. Karena apa? Ga ada apapun yg bisa mengalahkan the power or love yg diberikan orang tua kpd anakny, meski bajuu satu kering dibadan, kepala jd kaki dan kaki jd kepala demi sang buah hati..

30 09 2011
Oni89

Semoga pupu mengerti bang ben,
dan semoga waktu dengan sang buah hati menjadi lebih banyak kedepannya!

30 09 2011
zuntau

2 Jempol buat om ben,
terharu bacanya & Jadi sumber Motivasi

30 09 2011
Virus

wasem berair mata ane baca ny…
sebuah dilema dan kebahagian bercampur jadi satu…
*bener om ben, kita tidak bole mngeluh krn masih bnyak org lain dan kluarga ny yg tidak seberuntung kita…
*utk pejabat negara, bener-bener yaaa giliran dh naik jd wakil rakyat infrakstruktur (jalan dan sebagainya) gak diperhatikan!
malah ngurusin bagi2 jatah proyek (duit), bagi2 anggaran siluman (duit), bagi2 duit lainya…persetan dengan masyarakat kecil???
semoga yg jd pejabat gak terkena kutukan akibat sumpah serapah dr rakyat yg ter-aniaya akibat kebijakan yg “seringkali” “sangatsering” mengabaikan keberadaan wong cilik…

30 09 2011
memet c43m

Jadi ibu RT saja bro, sesuai kodrat wanita😉

30 09 2011
apep

We gotta hold on to what we’ve got
It doesn’t make a difference if we make it or not
We got each other and that’s a lot
For love we’ll give it a shot!…….

untuk yang dicinta memang have to give the best shot,…!!!!
hidup ini adalah pilihan,
walaupun tepaksa harus memilih antara ketemu tiap hari atau cuman bisa seminggu sekali,
hidup yang masih jauh dari ideal,
tapi tetap bersyukur

You live for the fight when it’s all that you’ve got,…..
Hidup Karyawan PJKA club (Pulang Jumat Kembali Ahad),

(ambil telp and telp anak istri,……)

30 09 2011
jabul2

semangatttt

30 09 2011
perry

Mantap artikelnya Bro, banyak pasangan yang suami istri bekerja, harus berangkat kerja subuh2, pulang malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Emg mesti nabung dan punya asuransi Bro, pas anak ente sekolah nanti berasa banget duit keluar kayak apa.
Ane setiap hari juga ngalamin hal yang sama, cuma ente dan ane beruntung karena ada orangtua yang jaga, bandingkan dengan orang lain, anak2 nay mesti dijaga ama baby sitter yang masih serba gelap, tiap lebaran mesti ketar ketir,cari pembantu baru, kalo gak dapat mesti cuti gantian jaga dirumah. Kelamaan cuti ato ijjin alamat bos Ngedumel.

30 09 2011
mendesu

sae sanget mas ben

30 09 2011
candra_kawak

Istrinya engga tertarik buka bisnis aj bro?yah,gak muluk2 mikirin bisnis yg besar,mapan,passiv income.tp berpikir yg sederhana aj,minimal habis subuh sang istri punya waktu lebih untuk main sm anak.nanti perkara siang hari kerjaan nya sm sibuknya ya resiko kerjaan

30 09 2011
bennythegreat

Setelah saya hitung..
Bisnis dan kerja kantoran, effort dan incomenya sama saja.
Malah lebih teratur kerja kantoran

30 09 2011
nica

beliin mobil dong.. kasian

30 09 2011
bennythegreat

Aduh..belum mampu dan belum perlu bro..

30 09 2011
kentang

Dulu kita senasib bang, tapi sekarang gw udah mensiunin si-mamah. biar waktu papahnya digantiin sama mamah dirumah ajah. Yah secara materil pasti berkurang, tp disiasatin lah, yg penting kasih sayang n perencanaan si kecil kedepannya lebih terprioritaskan… gbu

30 09 2011
tukang.parabola

kalau boleh nanya : dulu istrinya kerja di kementerian mana, mas??

30 09 2011
sabdho guparman

sebuah dilema yang sangat sulit ketika harus menentukan kerjaan atau ngurus anak,

semoga om ben penghasilannya cepat bertambah banyak sehingga bunda bisa fokus ama dedenya amin. . . .

keep brotherhood,

salam,

30 09 2011
30 09 2011
dnugros

hal yang sama dengan saya alamin bung ben, tapi itulah hidup jangan ngeluh dengan kondisi yang ada, soale didunia ini ndak ada sesuatu yang sama dengan keinginan kita, kalopun ada mahal harganya. So…hadapi aja dengan lapang dada dan terus semangat demi buah hati😀

30 09 2011
Oracle

Sy cukup beruntung dapat menafkahi keluarga, tanpa istri perlu bekerja. Akan tetapi zaman sekarang kok terutama di kantor n lingkungan rumah sy lihat makin byk istri bekerja sementara suami malah di rumah ? Mending kalau ada usaha ini malah cuma bengong di rumah, jemput istri di kantor aja gak pernah.

30 09 2011
Luthfie

ehm, tes…

ane dan istri lebih memilih supaya istri menjaga anak2. Kami berpendapat banyak hal yang tdk dapat dinilai dengan uang. Perhatian, belaian, dan selalu ada ibu ketika dicari diantaranya. Memang, secara materi tidak berlebih, bahkan sering pontang-panting, tapi kami yakin rizki sudah ada yang mengatur. Rizki bukan soal jumlah, tapi soal bagaimana kita bersikap. Sekarang, untuk menyiasati pontang-panting tadi, istri coba bisnis kecil2an dari rumah, walau masih belum berhasil.

30 09 2011
bajigur

waduh…jadi terharu nih om Ben.

harusnya kita satu hati minta ke pemerintah untuk transportasi massal yang layak supaya kita smakin di depan dalam karir..

30 09 2011
glrxcb

Perjalanan hidup om Ben…
numpang curhat juga yaa…

http://budicileungsi.wordpress.com/2011/09/30/dukanya-menjadi-atasan/

30 09 2011
robotic_munky

just sit n stare . . . dont know how it feels . . .
hope that i do my best for my future wife n children . . .

30 09 2011
si koneng

artikel pertama, tapi bener2 mengena buat gw…. salut, never thought it came from u😀

segala hal berlaku demi sebuah alasan…. tinggal bagaimana yang mau dilakukan, rejeki, seberapapun kurangnya akan selalu bisa lebih, dan juga seberapapun lebihnya akan selalu terasa kurang….

30 09 2011
Rei

istri ane jg tiap hari kerja naik motor,

PP 20 Km an

gpp bro ingat peribahasa

berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian

30 09 2011
Abu Tanisha

hati-hati di jalan bro….

berikan yang terbaik untuk anak, semoga mendapatkan rezeki yang thoyiban, halal

30 09 2011
nunoe

sejak kami punya momongan, ane menyarankan istri ane untuk dirumah aja ngerawat si kecil…bukannya apa2, seperti yg dibilang sama luthfie diatas..banyak hal yg ngga bisa dinilai dengan uang…sentuhan bunda..kasih sayang bunda…dll…

ya tapi pilihan sih..mungkin sayang juga udah sekolah tinggi2, tapi ilmunya ngga bisa diamalkan di dunia kerja…🙂

30 09 2011
kentang

dulu saya juga berpikiran gitu mas nu, istri juga S1, kok ya sayang sekolahnya. tp kayaknya anak yg utama sekarang😀

30 09 2011
Al-Faqir

Persis dgn apa yg kami lakukan, walopun ijazah istri spt mubazir n keluarga istri kurang setuju, tp alhamdulillah sampai skr fine2 aja, terlebih disekitar kita masih banyak sodara2 kita yg tidak seberuntung kita.
Just keep do the best n pray for the rest…

30 09 2011
nunoe

istri ane lulusan SMK aja kok…sama kayak ane…jadi ngerasa ngga sayang2 banget buat tinggal di rumah n jadi ibu RT😀

30 09 2011
dodyridermedan

Mantaffs gan cerpen kehidupannya……,lanjutkan..!

30 09 2011
warung DOHC

opsi lainnya …. seperti yg ku terapin kang ben! #program padat karya 😛

#ibu nya si dedek di nobatkan sebagai ibu rumah tangga aja (cukup kita yang capek) *karena menurutku mendidik anak akan lebih sippp oleh ibu nya sendiri 🙂

30 09 2011
ki demang

ikutan cerita ahh..:mrgreen:
dulu anakku dari umur 5bln sampe 1,5 thn dibawa kerja sama ibunya naik angkot berjarak 10km dr rumah ke kantor istriku dan dititipkan penitipan anak dekat kantor istri.. karena waktu itu aku kerja di luar kota, setiap 3hari atau 1 minggu aku pulang menjenguk anak dan istriku… naik motor karena waktu itu yg aku punya hanya motor… sering aku ngeblank waktu naik motor karena kecapekan atau waktu panik dikabarin anak sakit….. bahkan sering sy terjatuh naik motor karena kurang konsentrasi dijalan……. astaghfirullah

hanya satu yg menguatkan… aku dan istriku bekerja/berikhtiar karena Allah Ta’ala, demi menghidupi keluarga….. bukankah bekerja dijalan Allah demi menghidupi keluarga adalah jihad… dan jihad jaminannya adalah Jannah..

tetap berikhtiar dengan apa adanya, tidak diada adakan…
dan “musibah itu tak akan mendahuli sedekah”

*tissue please…🙂

30 09 2011
kingrider

om Benny,
kalo sekarang pemerintah rasanya udah ngga sanggup diharapkan untuk membuat transportasi massal. Sekedar saran saja, gimana kalau perusahaan-perusahaan swasta yg dipropose untuk bikin transportasi massal sebagai CSR mereka?
Memang secara perhitungan untung rugi ga bisa berharap banyak, tapi keuntungannya para karyawan mereka bisa datang ontime, terus petinggi2 mereka juga ngga lagi harus berjibaku dengan kemacetan yg membuat peluang bisnis hilang.

30 09 2011
zaqlutv

hmmm…. sama lagh kalo gitu om ben..🙂
jadi bunda panggilan lain dari ibu, tapi baru tahu kalo panggilan lain dari bapak adalah panda😀
@kang azizy
ada pendapat juga kalo anak akan lebih cerdas kalo yang mendidik bapaknya🙂

30 09 2011
rangs

bercermin kepada diri sendiri…😦 hiik… good article bro…
*kebetulan banget yak, panggilan anak2ku di rumah jg mirip elu… anda & inda..😀

30 09 2011
steven sahardjo

artikel yang mantap, sebuah curhatan dari seorang benny the great….two thumbs up bro!
info juga : http://morukai.blogspot.com/2011/09/blog-ini-berubah.html

30 09 2011
gogo

itulah kehdiupan, sebuah kisah yg menarik.. sygnya ane blm beristri jd gak bisa ikut crita, tp dpt wejangan dari bunda, ad baiknya memang istri yg lebih fokus menangani rumah, trtuma anak. istri silahkan berkarir tp jg memiliki waktu luang bnyk bwt kluarga.. nice story..

30 09 2011
otomotoshare

om ben, artikele bener2 menginspirasi buat yg blm berumah tangga n blm mrasakan kerja. . .mantap jaya om😀
like that. . .bener2 terharu

1 10 2011
jaos

mungkin saya bisa ngasi input:
– tetap berikan kpd anak hal2 yg simpel dan the best of the best. Krn anak2 sekarang, krn ortunya sibuk, mereka diberi hal2 rumit cnth: spt games dan video, tv langganan berbayar, etc.
– menulis di blog memang bisa diingat bertahun2…….tapi menulis di hati anak, kekal.
– baiknya bikin waktu yg berkualitas tinggi krn secara kuantitas sgt sulit. Pay the price no matter what.

ya kira2 itu la, mgkn bisa sedikit membantu…

1 10 2011
terong amnesia

Wih mantaf nih jaos…..

1 10 2011
Phenom

Keren rangkaian kata2 nya..
Tadinya saya kira om ben org yg sudah sgt berlebih dalam materi (abis alergi bebek) dan hati nya sedingin es..
Ternyata msh bisa curhat dgn tutur kata yg bijak..

1 10 2011
smashrider

Assalaamualaikum..salam kenal, Mas Benny
Mudah2 kita diberikan kemudahan oleh 4JJI SWT untuk dapat rizki yg halal dan tetap bisa ngasih perhatian penuh pada keluarga yah…

1 10 2011
eko

buat yang belum punya istri carilah bu guru yang kerja dari jam 7-12.30

2 10 2011
aWi

antara idealisme membesarkan anak langsung dengan orangtuanya (memiliki waktu yg lebih luang di rumah), mengharapkan transportasi massal yang nyaman, memiliki kendaraan just roda dua demi memuaskan hasrat dan hobby — semua melawan keadaan dan kondisi yang tidak kondusif di negara tercinta Indonesia …

3 10 2011
jahe

ya seperti istri om ben yang merasa tidak cocok di pekerjaan lamanya kemudian pindah dan mendapatkan lebih baik, mungkin klo memang memungkinkan, lebh baik keluarga diboyong aja sekalian ke daerah, cari kerja didaerah, meski scr materi pastinya akan lbh sedikit tp ya kebahagiaan itu pastilah butuh pengorbanan..

3 10 2011
Adi Nasir Ahmad

salam kenal kang…
jadi ingat anakku di rumah, kang Benny…terharu
yakinlah, Gusti Allah pasti mendengar do’a akang…

3 12 2011
motoisme

nice story mas brooo…..semoga sukses…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: