Kurikulum Road Safety Di Sekolah…Opo Tumon…??

25 10 2011

edukasi road safety..gak cuma di dalam kelas aja...!!

Dari sudut pandang ane, adanya kurikulum Road Safety, khususnya Safety Riding yang dimasukkan ke dalam pendidikan SD-SMP-SMU itu bagaikan “menceboki” kegagalan pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang lantas menjadi ladang bisnis produsen dalam berjualan motor yang berujung pada meningkatnya angka kecelakaan lalu-lintas. Atau..bisa jadi merupakan ajang pencitraan oleh pihak produsen motor bahwa motor bukanlah mesin pembunuh..ya..memang bukan sih, cuma fasilitator aja kok.. :mrgreen:

Sebuah informasi ane dapat dari blog Hakim Roda Mas (HRM) bahwa pelajaran tersebut akan terintegrasi dengan mata pelajaran Biologi, Fisika, Bahasa Inggris, Agama, Matematika, Geografi, Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS.  Nah lho..jadi apakah benar yang ane tangkap pengertiannya bahwa ketika seorang siswa belajar Matematika atau Fisika, maka akan ada sisipan safety riding seperti misalnya perhitungan jarak henti, atau berapa cepat respon manusia menanggapi bahaya.

Dari sisi konten ini adalah sebuah kegiatan positif. Membuat siswa paham akan makna resiko…sebuah kejadian negatif yang mungkin terjadi dan harus dihindari. Good…!!

umur segini dibelikan motor...??

Tetapi dilihat dari “the whole big picture”, adanya edukasi semacam ini tidak akan menyelesaikan masalah. Kalau dilihat kemungkinan ekses negatifnya, bisa saja toh…seorang siswa setelah memperoleh pendidikan tersebut malah jadi ingin lekas mengendarai motor baru. Atau bisa saja, sebuah motor menjadi target motivasi atas pencapaian prestasi sang siswa.

Wah..kalau begitu..gaswat…!! Idealnya sebuah motor dimiliki oleh mereka yang sudah memiliki penghasilan tetap. Itupun harus mencukupi. Itu pun baru dari aspek finansial. Belum lagi aspek kematangan mental dan penguasaan keterampilan berkendara yang lebih dari sekedar slalom melalui cone dan melewati bumpy road..

Nah..lalu bagaimana pendidikan road safety yang paling ideal dan sederhana. Ane pribadi masih sangat RESPEK kepada metode belajar Pak Bambang Nunggang Jaran yang mendidik tidak melulu dengan teori di dalam kelas, namun dengan menekankan kedisiplinan di sekolah dengan cara MELARANG SISWA DI BAWAH UMUR NAIK MOTOR KE SEKOLAH.

Sederhana tapi manjurbukan…?? Gak usahlah bikin proyek pendidikan nan rumit yang barangkali disisipi muatan promosi dan kental beraroma bisnis. Kuncinya adalah NIAT dan KETEGASAN. Situ niat mau edukasi tulus atau tidak…? Jika ya, maka tegaslah kasih pelajaran disiplin..kagak usah disisipi promosi dan niat lainnya. Lha wong belum waktunya mengendarai motor kok mau dicekoki juga…teganya… :(

mau dihukum kaya gini...??

About these ads

Aksi

Information

17 tanggapan

25 10 2011
B M W ♣

Hukumanya ngeri

25 10 2011
Pak Bambang Nunggang Byson

nek ra biso nulis njur piye kuwi?

25 10 2011
4201journey

setuju sama kang Beny,
dilarang bawa motor/mobil kesekolah….
Jika mau bawa kendaraan, pake sepeda aja….
Banyak ko sepeda mahal, yang bisa mengangkat gengsi….

25 10 2011
setia1heri

betul…tidak hanya siswa, pabrikan juga perlu di edukasi serta pemerintah perlu mengeluarkan regulasi :-P

25 10 2011
pecundangtangguh

ketik KOMODO kirim ke 9818, cuma Rp.1/sms…

25 10 2011
sixxer

kesadaran safety riding di negara kita memang rendah sekali, terlebih lagi dengan mudahnya bikin sim. orang yg cuma bisa naik kendaraan tapi blom tau aturan bisa dengan mudah dapat sim, yg lebih parah yg baru belajar dan masih ogel-ogelan saja sudah bisa dapat sim dan mengendarai kendaraan di jalan. sepertinya butuh perubahan besar-besaran dalam sektor ini sehingga yg memiliki sim benar-benar orang yg tau aturan dan memiliki skill yg mencukupi…

25 10 2011
jmerahputih

edan emang sekarang.. orang tua jaga gengsi beliin motor buat anak smp…

kalo sma masih wajar. dia dah bisa punya ktp…

di deket kediaman ane anak sd naek motor.. dengan ngebut lagi.. hufh.. sial.. moga2 cepet diterima di sisiNya.. amin..

http://jiwamerahputih.net

25 10 2011
asmarantaka

kalo dilarang biasanya semakin nekat..contoh : dilarang bawa motor ke sekolahan ama gurunya..lah kan ada kantin ato warung sekitar sekolah yg bisa dititipin tuh motor..kalo hanya guru yg bergerak..kyknya sia2 aja dah..harus ada feedback dari warga sekitar sekolah dan orang tua juga :D
http://asmarantaka.wordpress.com/2011/10/25/husqvarna-nuda-900-e-r-enjoyit-riding/

25 10 2011
mbr666

bener kang lingga, di sekolah tempat saya juga seperti itu, dilarang bawa motor malah bawa motor dan motornya dititipkan di parkiran Rumah Sakit yang kebetulan tepat di depan sekolahan….

25 10 2011
Abu Tanisha

hahaha…nemu ae gambar terakhir…

25 10 2011
jaos

Konspirasi melalui dunia pendidikan..

25 10 2011
gogo

bener banget tuh, harus ada penegakan pelarangan naek motor bagi siswa sekolah (dibawah umur) oleh soklah dan aparat, yang terutama kesadaran Ortu dan didikannya pada anaknya.. klo dinegara maju kan begitu ada anak blm seharusnya naek mtor langsung ditilang dan ortunya dipanggil..

25 10 2011
Rollerman

semua itu tergantung orang tua,kalo orang tuanya terlalu manjain anaknya dengan dbelikan motor,yaaa salah orang tuanya.mau nyalahin polisi ato ATPM???gak ada kaitannya,kan yg beliin motor bukan Polisi ato ATPM tapi orang tuanya

26 10 2011
apand

Sepertinya pendidikan itu dibuat agar manusia tersebut tidak telat dalam memahami ttg keselamatan berkendara n saya yakin materinya juga gk sekedar teknis saja.

Buat saya itu cukup baik cos saat seseorang membuat SIM tidak diajarkan secara penuh ttg hal berkendara, hanya sekedar test saja.

Daripada diam menunggu sistem transportasi yang baik dari pemerintah mending memperbaiki n berbuat sesuatu terhadap yang sekarang sudah terlanjur terjadi.

26 10 2011
uungferi

bahayaaaaa benerrrrr

29 10 2011
konohawarrior

ckckckc
ga pake helm bahaya lhoo
numpang promo ya
-jual film lengkap HD anime box office—-

http://goo.gl/6yISl

9 11 2011
irvie_cix

Sangat berbahaya.. Tp dasarnya msh umur segitu bnyk yg curi2 naik mtr drpd ga dksh tau ttg safety ridng mendingan diberi pelajaran ttg safety riding dl biar tau cara berkendara yg baik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.697 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: