Spyshot Yamaha Byson 225 cc di Jakarta

9 03 2012
Yamaha Byson 225 cc

Yamaha Byson 225 cc

Jiaaah…Setelah kemarin bertemu Suzuki Pulsar 250, kali ini kok ketemu Yamaha Byson 225 cc ya?

Ternyata tail lamp dan spakbor Byson cukup harmonis dipadu-padankan dengan tubuh Yamaha Scorpio..

Gimana menurut bro n sist sekalian…??





Kucing Aja Kumisnya Baplang…Kok Spion Motormu Dilipat…??

9 03 2012

Weleh…ada benarnya kata komentar dari keong1964 di artikel ane sebelumnya tentang kebiasaan rider Ninja 250 yang gemar melakukan salah kaprah dengan melipat spionnya ketika riding di jalanan umum.

Berikut adalah komen bro keong1964:

Ternyata ada beberapa kemiripan fungsi spion motor, khususnya di Ninja 250 dengan kumis kucing (vibrissae) lho… Oh iya, ketika menulis artikel ini ane ditemani oleh Kibo yang sepertinya turut mentertawakan pengguna motor yang suka lipet spion… "gue aja gak pernah lipet kumis kecuali lagi ribut sama kucing lain, kenapa manusia suka lipet spion yak…??" begitu mungkin pikir si Kibo yang sebentar lagi berulang tahun ke-4 ini.

Yes…ane sudah cukup mengetahui bahwa kumis kucing adalah salah satu indera yang berguna bagi kucing untuk mendapatkan feel akan benda-benda di sekelilingnya. Dengan adanya kumis, maka si kucing dapat mengetahui apakah sebuah celah dapat ia masuki atau tidak. Berikut adalah kutipan dari Wikipedia:

kucing akan menggunakan "kumis" atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan. Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil, membuat kucing dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat.

Nah, cukup jelas kan kegunaan kumis kucing…??

***

Bagaimana dengan spion motor? Karena bentuknya yang baplang, si pengendara kerap melipat atau bahkan mengganti spion dengan yang lebih kecil. Dengan alasan "biar gampang menuver dan nyelip-nyelip.." Sebuah alasan klasik yang mencerminkan ketidak pedulian akan keselamatan diri dan pemakai jalan yang lain..sekaligus mencerminkan rendahnya skill berkendara.

Padahal bagi pengguna motor sport seperti Ninja 250, sudah jadi konsekuensi bahwa tubuh gambotnya akan sulit bergerak gesit di kemacetan. Oleh karena itu…berangkatnya pagian doooong…

Namun ada kalanya spion tidak digunakan, misalnya ketika balapan di sirkuit. Spion dan plat nopol wajib dilepas….!! Agar jika jatuh tidak pecah dan membahayakan pembalap lain. Hal ini mirip dengan perilaku kucing yang akan melipat kumisnya ke belakang menempel pipinya ketika hendak berkelahi dengan kucing lain.

Kalau ane pribadi, dengan adanya spion Ninja yang baplang, dapat memperkirakan apakah sebuah celah diantara kendaraan dapat dilewati atau tidak….!! Jika tidak, maka ane akan berhenti di belakang kendaraan tersebut dan mempersilakan motor-motor lain yang muat untuk melewati celah tersebut. Tapi alhamdulillah..selama ini cukup jarang terjebak macet yang menyebalkan….hehehe…

Bagaimana konsekuensinya kalau kadung terbiasa melipat spion ketika berkendara…??

Selain sulit memperkirakan celah dan bermanuver, ada hal penting lain…!! Sang pengendara tidak akan mampu mengambil keputusan ketika hendak swerving dan berpindah lajur….!!

Bayangkan saja ketika riding dengan spion dilipat, lantas si pengendara main belok saja tanpa mengetahui kondisi di kiri-kanan belakangnya. Bisa-bisa tertabrak kendaraan lain…!! Oleh karena itu…sudah sepantasnya rider yang tidak menggunakan spion dengan benar LAYAK DIJAUHI karena BERBAHAYA…!!








%d blogger menyukai ini: