Act Of Valor…BMW R1200GS Cuma Jadi Cameo [Spoiler Alert]

8 04 2012

“Ini film apaan sih…??

Kok yang main gak ada yang terkenal…

Ceritanya bagus gak…??”

Well, demikian celoteh beberapa orang yang sedang memandangi poster film Act Of Valor, hasil besutan sutradara Mike McCoy dan Scott Waugh yang dari sudut pandang ane – sesudah menonton filmnya – merupakan sebuah penggabungan yang blur antara cerita fiktif dan “original military tactics and stuff”.

Diawali dengan narasi singkat yang bercerita mengenai hubungan ayah-anak, penonton tidak akan mendapatkan “clue” tentang kisah film ini. Begitu juga ketika setting berpindah ke peledakan bom bunuh diri di Manila yang sontak berlanjut dengan kisah dua orang agen CIA (atau DEA) yang lantas salah satunya terbunuh.

Oh iya, tokoh Walter Ross, agen CIA yang barangkali akan dikira penonton sebagai “jagoan” di film ini ternyata tewas terbunuh oleh pengantar pizza. Padahal ia sudah diperlihatkan dengan gagah berani mengendarai BMW R1200GS .

Sampai disitu penonton mungkin akan bertanya..“Loh..lalu mana jagoan saya…??” 

Nah, adegan terjun payung HALO (High Altitude Low Opening) yang dilakukan oleh Navy SEAL Team 7 menjawab pertanyaan tersebut. Inilah 8 orang yang menjadi tokoh sentral. Terutama sang Letnan Rorke Engel dan Sersan Dave yang dikisahkan sebagai partner in duty.

ini adegan paling serunya..

Aksi selanjutnya akan menggambarkan betapa ketat dan berbahaya misi yang dilakukan oleh SEAL Team 7 ini. Disinilah penonton akan dibuat terpukau oleh kerjasama tim, penggunaan hi-tec military gadgets hingga kemampuan fisik anggota SEAL yang terlihat di atas rata-rata. Menyelam dengan penuh ketenangan hingga mampu bertahan setelah terkena tembakan di mata. Apakah itu sekedar fiktif atau memang benar terjadi… Yang jelas, pencitraan SEAL sebagai pasukan elite Amerika kental sekali terasa.

aksi full confidence dan penuh ketenangan

Oh iya, jangan merasa sakit hati ketika Abu Shabal, tokok teroris “old-skool” yang sadis ini dikisahkan berpindah-pindah dari kamp di Indonesia dan Filipina. Bagi yang sensitif, tentu saja akan merasa sewot..karena peta negara Indonesia dan Filipina secara jelas ditampilkan disana sebagai “tempat bergaul teroris” he he he..

Film berdurasi sekitar dua jam ini tidak akan terlalu menarik bagi mereka yang mengharapkan kegagahan CGI (Computer Generated Images) alias special effects yang berlimpah nan memukau. Namun bagi para military enthusiast, inilah film yang ditunggu-tunggu.. dan para enthusiast ini dijamin akan lekas nyambung dengan istilah-istilah yang digunakan dalam film ini.

Setidaknya demikian yang ane rasakan ketika melihat perbedaan corak senapan M4 yang digunakan ketika menyelamatkan Lisa Morales (Roselyn Sanchez) dan ketika menggulung sindikat “penjahit” suicide vest di Meksiko. Demikian juga melihat gloves Oakley, FPU, hingga helmet lamp dan NVG (Night Vision Goggles) yang mereka gunakan.

SWCC in action

Inilah show-off forces yang sebenarnya. Amerika dengan bangga mengumbar kemampuan pasukan elitenya berikut koordinasi armada tempur 3-Matra yang sangat terlihat di sini. Perhatikan betapa rapinya Helikopter Chinook yang menerjunkan rescue boat (SWCC) di sungai yang minim akses tersebut. Perhatikan juga betapa presisi koordinasi antara tim “Blackbeard Actual” yang meminta fire support ketika evakuasi di sungai. Aksi tersebut lantas ditutup dengan semburan gatling gun elektrik GAU-17-A (ter-mounted di SWCC) yang spontan menghancurkan jip musuh.

Film ini juga tidak menyodorkan kisah cinta nan-termehek-mehek seperti pada Pearl Harbor. Indikasinya sudah jelas terlihat ketika Lt. Rorke berpamitan kepada istrinya yang sedang hamil terdengar narasi “War is the world of no sympathy, if you can’t leave what’s precious to you, You’ve already loose”. Demikian kerasnya kehidupan seorang anggota SEAL sehingga film ini seolah tak perlu mengumbar banyak adegan percintaan.

Heroisme yang tercermin melalui judul “Act Of Valor” pun seolah menjadi jelas ketika Lt. Rorke mengorbankan nyawanya dengan bertelungkup di atas granat. Di sini penonton akan kembali kecewa karena “our hero’s died” tapi itulah moral yang dicoba diangkat dari film ini.

Lt. Rorke yang dikisahkan sebagai seorang pengagum karya orang-orang besar ini harus tewas, namun ia sempat meninggalkan pesan bagi sang anak melalui secarik kertas yang dititipkan ke Sgt. Dave. Pesan tersebut sarat makna..Silakan disimak:

So live your life that the fear of death can never enter your heart.
Trouble no one about their religion; respect others in their view, and
Demand that they respect yours. Love your life, perfect your life,
Beautify all things in your life. Seek to make your life long and
Its purpose in the service of your people.

Prepare a noble death song for the day when you go over the great divide.
Always give a word or a sign of salute when meeting or passing a friend,
Even a stranger, when in a lonely place. Show respect to all people and
Bow to none. When you arise in the morning, give thanks for the food and
For the joy of living. If you see no reason for giving thanks,
The fault lies only in yourself. Abuse no one and nothing,
For abuse turns the wise ones to fools and robs the spirit of its vision.

When it comes your time to die, be not like those whose hearts
Are filled with fear of death, so that when their time comes
They weep and pray for a little more time to live their lives over again
In a different way. Sing your death song and die like a hero going home.

Last, film ini dibalut soundtrack yang easy-listening namun bermakna. Sebuah lagu karya Keith Urban berjudul “For You” resmi menjadi soundtrack film ini. Liriknya sangat menggambarkan film Act of Valor ini secara keseluruhan. Selamat menikmati.

All I saw was smoke and fire; I didn’t feel a thing, 
but suddenly I was rising higher.
And I felt like I’d just made the biggest mistake 
when I though about my unborn child;

when I thought about my wife.
And the answer rang out clear 
from somewhere up above: 
No greater gift has man, but to lay down his life for love.

And I wonder, would I give my life?
Could I make that sacrifice?
If it came down to it, could I take the bullet, I would.
Yes I would for you.

Maybe you don’t understand
I don’t understand it all myself.
But there’s a brother on my left and another on my right.
And in his pocket just like mine, he’s got a photograph. 
And they’re waiting for him back home.

And it’s weighing on my mind.
I’m not trying to be a hero;
I don’t wanna die.
But right now in this moment, you don’t think twice.

I wonder, would I give my life?
Could I make that sacrifice?
If it came down to it, could I take the bullet, I would.
Yes I would.

You don’t think about right; you don’t think about wrong.
You just do what you gotta do to defend your own.
And I’d do the same for you –
Yes I would.

I would give my life. 
I would make that sacrifice.
‘Cause if it came down to it, could I take the bullet, I would.
Yes I would do it for you.
I’d do it for you.


Aksi

Information

10 responses

8 04 2012
bajigur

udah nonton nih pelem..keren, full action..
memperlihatkan canggihnya US Navy Seal and angkatan perang US yang terintegrasi..
.
kapan nih kopasus kaya gini…? anggarannya di korup mulu sih…hiks…

8 04 2012
akcmc

wah layak di tonton nih, cari ah DVD nya

8 04 2012
az3angle

blum rilis dvd nya om………
silken liat d imdb untuk rilis dvd

8 04 2012
Evan

Glovesnya disini ada yg jual ga ya, bisa berapaan tu satunya😀

8 04 2012
hilminmp

wah ko filmnya bawa bawa indonesia segala?
jangan jangan entar amerika bakal beneran nyerang indonesia dengan alasan tempatnya teroris

9 04 2012
cars news reviews

cari di torrent ah…😀

nitip jemuran
http://autonoz.com/2013-bmw-m6-coupe-sporty/

9 04 2012
dnugros

Yang bikin suasana nonton beda dari pada pilem bernuansa militer lainnya macam Black Hawk Down adalah, disaat ada scene perang, gaya pengambilan gambar dari sudut sipelaku ditampilkan. Yeah mirip2 ngejalanin game FPS (First Person Shooting) ala Call Of Duty gitu dech.

9 04 2012
milky bo

di kenyataan ntar mrk keok ma pasukan elite rusia yg udh blajar tenaga dalam di bali…
hehehe

9 04 2012
tasirfanna

om ben cocok bgt ne jadi host cinema-cinema (acara jadul yg ngulas film2 baru)🙂

amerika emang norak, suka pamer otot

9 04 2012
Gogo

Rindu ada film yg mengangkat Kopassus..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: