Lapor Polisi itu SIA-SIA…!! Teguran Saya kepada @PoldaMetroJaya

15 07 2012

Jadi begini kronologisnya..

Waktu: sekitar pukul 03.00 pagi sehabis nongkrong di MKT hari Jumat Lokasi: Jl. Pramuka dari arah Salemba menuju Jl. Pemuda

Kejadian:

Ane melintas di Jl. Pramuka, tepatnya di depan SPBU She’ll yang sekarang ditutup. Di situ jalanan dari kejauhan sudah ramai. Ane pikir kalau gak tawuran ya pastilah balap liar.

Ternyata betul..itulah balap liar yang diikuti oleh bebek dan matic milik ratusan ABG yang kongkow di sepanjang jalan. Jadi jalur lambat dan cepat dijadikan sirkuit drag, dan pengguna jalan lain harus mengalah kepada aksi pemblokiran jalan, termasu ane.

Bau asap knalpot yang tidak umum menyesaki udara. Diduga ВВM pebalap liar dioplos dengan ramuan khusus. Asap tercium tatkala beberapa ekor bebek dan matic tancap gas untuk berbalap liar menuju garis finish di arah perempatan Jl. Pemuda – Jl. Pramuka.

Asu…!!

Teringat belum lewat 3 hari ane nge-tweet kepada @TMCPoldaMetro mengenai adanya aksi balap lir di Jl. Pramuka, lha kok sekarang sudah kambuh lagi…?? Lha ini polantas kerjanya kalau ada panggilan doang…?? Apa bedanya sama PSK…??

Kekesalan dinihari itu mengejawantah menjadi sikap emosi dan apatis. Emosi tersalurkan melalui tendangan kepada salah satu alay yang menyalip sambil menyenggol dengkul ane.. aksi road bully tak bisa ane hindari, hasilnya si alay ndlosoor entah kemana. Dia hidup, sekarat atau mati..to hell with it laaagh…

Apatis tersalurkan melalui sikap cuek.. Ah ternyata percuma ane nge-tweet ke akun @TMCPoldaMetro, toh pada akhirnya kumat lagi. Daripada bikin extra effort lapor polisi, Lebih baik ane diamkan para ABG alay pebalap liar itu menanti ajal di sepanjang Jl. Pramuka.

Oh iya..di ujung Jl. Pramuka saat itu terlihat 2 mobil polisi yang parkir di depan pos polisi dekat perempatan Jl. Pramuka-Pemuda-Bypass. Lokasinya sangat dekat dari garis finish para pebalap liar tersebut.

Muncul dugaan adanya kong kalikong antara oknum pebalap liar dengan polisi. Lha wong artis alay macam Olga saja bisa membayar polisi untuk naik mobil patroli, apalagi alay pebalap liar yang omzet taruhannya jutaan rupiah.

Jadi dengan kejadian ini bisa ane simpulkan perbedaan antara Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan polantas, ternyata hanya terletak pada seragamnya saja.








%d blogger menyukai ini: